Kecurangan

Bukannya menangis karena Adrian kembali menyakitinya tanpa sadar. Elena justru tertawa terbahak-bahak saat ini.

"Hahahaha... Bodohnya aku karena mengira Adrian akan berubah setelah membuat perjanjian itu. Memangnya siapa aku sampai membuat Adrian berubah. Aku bukanlah siapa-siapa baginya. Tentu saja dia tidak akan pernah mendengarkan aku"

Elena menyesal karena telah menghubungi Adrian. Seandainya saja dia bisa menahan diri untuk tidak mencari tau kabar Adrian. Pastinya dia tidak akan merasakan sakit seperti saat ini.

Luka yang Elena miliki tidak akan pernah sembuh selama dia masih menyimpan perasaannya kepada Adrian. Tapi wanita itu seakan bebal dan tak peduli rasa sakit yang terus saja menghunjamnya.

"Apa ini alasan kenapa dia tidak mau mengajakku ke sana?? Apa dia memang merencanakannya dari awal??"

Elena mulai berpikiran buruk tentang Adrian. Memang sejak awal dia sudah curiga jika ada yang aneh dari Adrian. Dari dulu dia tidak pernah pergi kemanapun tanpa Elena. Meskipun bersama Hary, tapi Adrian tak lupa mengajak Elena. Tapi kali ini berbeda, untuk pertama kalinya.

Drrtt.. Drttt..

Elena melihat ponsel yang ada di sampingnya itu bergetar. Melihat nama orang yang menghubunginya saja sudah membuangnya malas untuk mengangkatnya.

Biar saja Elena mengabaikan Adrian untuk kali ini saja. Dia tidak ingin mendengar suara Adrian apalagi mendengar apapun yang ingin dia jelaskan mengenai siapa wanita yang bersamanya saat ini.

Sudah bisa Elena tebak jika wanita itu merupakan wanita yang di sewa Adrian untuk memuaskan n*fsunya. Tidak mungkin Kamila karena Elena sudah mengenali suara Kamila.

"Dasar pria m*sum!! Ingin rasanya aku memotong belalai mu supaya kau tau rasa!!" Umpat Elena.

Dia merasa Adrian tidak akan pernah berubah sampai kapan pun. Adrian itu sudah termasuk pecandu s*x menurut Elena. Siapa pun wanita yang ada di depannya pasti di lahap begitu saja saat pria itu menginginkannya. Mungkin hewan jika di dandani dan di beri baju seksi saja Adrian mau.

Sudah beberapa kali ponsel Elena terus bergetar namun Elena masih tak berniat mengangkatnya sama sekali. Dia justru menekan tombol power sedikit lama hingga ponsel itu benar-benar mati kali ini.

*

*

*

"S*al!!" Adrian mengumpat kesal karena panggilannya di abaikan oleh Elena.

"Sayang, kenapa marah-marah begini??" Wanita yang suaranya sempat di dengar Elena tadi melingkarkan tangannya di pinggang polos Adrian.

Saat ini memang Adrian hanya menggunakan handuk yang melilit bagian bawah hingga sebatas pinggangnya saja.

"Lepaskan aku!!" Adrian menyingkirkan tangan wanita itu dari pinggangnya.

"Kenapa kau jadi kasar begini setelah mendapat telepon itu?? Apa yang menghubungi mu itu kekasihmu??" Selidik wanita yang hampir te***jang itu.

"Itu bukan urusan mu!! Sebaiknya kau pergi dari sini sekarang juga!!"

Adrian meraih dompetnya lalu mengeluarkan uang dari dompetnya.

"Ini bayaran mu!! Aku tidak mau melihatmu lagi di sini. Keluarlah!!" Adrian menyerahkan uangnya kepada wanita yang sempat menarik perhatiannya itu.

"Tapi kenapa?? Kita bahkan belum melakukannya. Apa kau ragu jika aku bisa memuaskan mu??" Wanita itu masih tidak terima jika dia dianggurkan oleh pria setampan Adrian.

"Keluar sekarang juga sebelum aku berbuat kasar kepadamu!!"

Adrian tiba-tiba marah kepada wanita yang tak tak apa-apa itu. Wanita yang sebelumnya dia bawa ke kamar hotelnya untuk membantunya menyalurkan h*srat terpendamnya.

Tapi apa yang terjadi pada Adrian saat ini?? Setelah mendapat telepon dari Elena dia justru kehilangan keinginannya itu, bahkan Adrian enggan memandang wanita di depannya saat ini.

"Dasar pria aneh!!" Gumam wanita itu yang tak di pedulikan leh Adrian.

Adrian masih tetap fokus pada ponselnya hingga tak sadar jika perempuan tadi sudah keluar dari kamarnya. Adrian meraup wajahnya dengan kasar, dia bingung kenapa bisa kacau hanya karena Elena tak mau mengangkat teleponnya. Adrian saat ini sudah seperti maling yang tertangkap basah oleh pemiliknya.

Lagipula dia sendiri yang nekat membawa wanita itu dan melupakan perjanjian dengan Elena. Dia pikir Elena tidak akan tau jika dia bermain di belakangnya saat ini. Tapi dia sendiri yang ceroboh sampai akhirnya Elena tau kecurangan Adrian.

FLASHBACK ON

Adrian telah menyelesaikan meeting pentingnya dengan salah satu kliennya di kota itu. Dengan di temani Hary Adrian keluar dari perusahaan tempat pertemuannya dengan kliennya.

"Kita mampir ke klub sebentar Har, rasanya alkohol akan sedikit meringankan pikiran ku" Ucap Adrian saat Hary telah menjalankan mobilnya.

"Tapi Ad, jangan terlalu banyak minum. Kita sedang berada di luar kota. Tidak baik ji..."

"Aku tau, aku hanya ingin minum sedikit dan itu tidak akan membuatku mabuk" Potong Adrian Karenina sahabatnya itu terlalu sering melarangnya meminum minuman terlarang itu.

"Baiklah" Pasrah Hary mengikuti keinginan Tuannya.

Hary benar-benar membawa Adrian ke sebuah klub malam yang paling dekat dengan hotel mereka.

Adrian yang berjalan di depan Hary langsung menjadi pusat perhatian di dalam sana. Terutama wanita-wanita dengan pakaian kurang bahan yang memang sengaja menarik perhatian kaum pria di dalam klub itu.

"Berikan aku satu gelas minuman yang mampu menghilangkan pening di kepalaku dalam waktu sekejap" Ucap Adrian kepada salah seorang bartender.

"Baik Tuan, satu gelas minuman spesial untuk anda" Bartender itu menuangkan sedikit minuman berwarna coklat terang ke dalam gelas.

Adrian menyeruput minuman itu sedikit demi sedikit. Minuman yang terasa begitu membakar tenggorokannya itu mempunyai sensasi tersendiri bagi Adrian.

Saat ini Adrian bahkan tak mempedulikan Hary yang entah di mana sekarang. Dia hanya menikmati minumannya sambil mendengarkan dentuman musik yang di putar dengan kencang.

"Hay tampan. Mau ku temani??" Suara mendayu-dayu itu menyapa telinga Adrian.

Adrian melirik ke sampingnya, melirik tangan seseorang yang dengan berani menyentuh pundaknya.

"Boleh" Jawab Adrian masih memperhatikan penampilan wanita itu. Wanita dengan rambut sebahu mirip milik Elena. Namun wanita di depannya itu memiliki ukuran dada yang dua kali lipat lebih besar dari Elena.

"Rose" Wanita itu mengulurkan tangannya kepada Adrian.

"Adrian" Adrian membalasnya di serta senyum tipisnya.

"Apa kau sendirian di sini??" Wanita itu semakin berani dengan menyentuh wajah Adrian.

"Hemm" Adrian tak menolak sentuhan wanita itu.

"Mau membawaku ke suatu tempat??"

Adrian terlihat menegang karena ternyata satu tangan wanita itu telah sampai ke paha Adrian. Mengusap dengan gerakan lembut di sana.

"Tentu saja" Adrian yang tidak pernah lepas dari sentuhan wanita tentu saja dengan senang hati menerima tawaran wanita itu.

FLASHBACK OFF

Adrian mencoba menghubungi Hary, saat ini pria itu yang ia butuhkan sekarang.

"Halo Ad?? Kau di mana, kenapa kau tidak ada di klub?? Aku sudah mencari mu ke mana-mana" Hary sudah memberondong Adrian dengan pertanyaannya sebelum Adrian mengatakan apa maksudnya menghubungi Hary.

"Pesankan aku tiket untuk pulang sekarang juga!! Untuk meeting besok kau harus menyelesaikannya sendiri!!"

"Apa??"

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

Adrian tidak tahan di cuekin oleh Elena

2024-06-28

0

Nailott

Nailott

dia kange.elena yg ingin bergumul diatas ranjang.

2023-12-01

1

𝕗 𝕚 𝕚

𝕗 𝕚 𝕚

semangat el

2023-11-05

0

lihat semua
Episodes
1 Perjanjian
2 Jangan sebut aku wanita bodoh!!
3 Aku milikmu
4 Bantu aku menidurkannya
5 Memabukkan
6 Merayu
7 Nyonya besar
8 Maniak
9 Harga diri
10 Kejutan
11 Bertemu pasangan romantis
12 Kemarahan tanpa penjelasan
13 Rahasia
14 Marah
15 Kepulangan Adrian
16 Tamu tak di undang
17 Wanita asing
18 Kecurangan
19 Sama-sama gila
20 Layaknya seorang istri
21 Masalah
22 Lelah
23 Sarapan
24 Saling merindukan
25 Seperti nenek-nenek
26 Menolak
27 Menagih janji
28 Tamu tak terduga
29 Seperti balita
30 Kamila yang aneh
31 Tujuan rahasia
32 Merindukanmu
33 Kedatangan Adrian
34 Rahasia yang bukan rahasia
35 Bersikap aneh
36 Cinta sepihak
37 Peringatan
38 Harapan
39 Kabar membahagiakan
40 Bertemu Aura
41 Alasan Aura
42 Membiasakan diri
43 Sudah waktunya
44 Tiba saatnya
45 Selembar surat perpisahan
46 Apakah itu aku??
47 Kamila benar-benar kembali
48 Penolakan
49 Pernikahan
50 Pria dingin
51 Rencana Kamila
52 Ancaman
53 Pertemuan pertama
54 Bertemu CEO baru
55 Dua bocah kecil
56 Sahabat lama
57 Bukan lagi rahasia
58 Musibah
59 Kembali ke sisiku
60 Tak ada lagi rahasia
61 Maafkan Mama
62 Hari pertama
63 Dua bocah menggemaskan
64 Ikatan batin
65 Alasan yang sebenarnya
66 Beruang kutub
67 Siapa Daren
68 Sikap yang aneh
69 Mengikis jarak
70 Hal yang tak mungkin
71 Perasaan Adrian
72 Mabuk-mabukan
73 Sudah tak sanggup
74 Mengakui
75 Awal perpisahan
76 Perpisahan Adrian
77 Masih ragu
78 Kehancuran keluarga Lewis
79 Satu ranjang lagi
80 Ketakutan terbesar
81 Takdir
82 Kembaran versi lite
83 Fernando Lewis
84 Mirip
85 Seperti Ayah dan Anak
86 Terungkap
87 Anak-anakku
88 Alasan
89 Aku mencintaimu
90 Dia Papaku
91 Kemarahan Hary
92 Calon suami
93 Cemburu
94 Makan siang
95 Wanita tua
96 Nyonya besar
97 Permintaan maaf
98 Tak punya alasan
99 Melepas kerinduan
100 Rasa bersalah
101 Cucu-cucuku
102 Keponakan yang menggemaskan
103 Berita besar
104 Gosip
105 Pelajaran
106 Keputusan berat
107 Penolakan
108 Terjaga sampai pagi
109 Akhir
110 TERJERAT CINTA BODYGUARD TAMPAN ( jangan lupa mampir ) KARYA BARU
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Perjanjian
2
Jangan sebut aku wanita bodoh!!
3
Aku milikmu
4
Bantu aku menidurkannya
5
Memabukkan
6
Merayu
7
Nyonya besar
8
Maniak
9
Harga diri
10
Kejutan
11
Bertemu pasangan romantis
12
Kemarahan tanpa penjelasan
13
Rahasia
14
Marah
15
Kepulangan Adrian
16
Tamu tak di undang
17
Wanita asing
18
Kecurangan
19
Sama-sama gila
20
Layaknya seorang istri
21
Masalah
22
Lelah
23
Sarapan
24
Saling merindukan
25
Seperti nenek-nenek
26
Menolak
27
Menagih janji
28
Tamu tak terduga
29
Seperti balita
30
Kamila yang aneh
31
Tujuan rahasia
32
Merindukanmu
33
Kedatangan Adrian
34
Rahasia yang bukan rahasia
35
Bersikap aneh
36
Cinta sepihak
37
Peringatan
38
Harapan
39
Kabar membahagiakan
40
Bertemu Aura
41
Alasan Aura
42
Membiasakan diri
43
Sudah waktunya
44
Tiba saatnya
45
Selembar surat perpisahan
46
Apakah itu aku??
47
Kamila benar-benar kembali
48
Penolakan
49
Pernikahan
50
Pria dingin
51
Rencana Kamila
52
Ancaman
53
Pertemuan pertama
54
Bertemu CEO baru
55
Dua bocah kecil
56
Sahabat lama
57
Bukan lagi rahasia
58
Musibah
59
Kembali ke sisiku
60
Tak ada lagi rahasia
61
Maafkan Mama
62
Hari pertama
63
Dua bocah menggemaskan
64
Ikatan batin
65
Alasan yang sebenarnya
66
Beruang kutub
67
Siapa Daren
68
Sikap yang aneh
69
Mengikis jarak
70
Hal yang tak mungkin
71
Perasaan Adrian
72
Mabuk-mabukan
73
Sudah tak sanggup
74
Mengakui
75
Awal perpisahan
76
Perpisahan Adrian
77
Masih ragu
78
Kehancuran keluarga Lewis
79
Satu ranjang lagi
80
Ketakutan terbesar
81
Takdir
82
Kembaran versi lite
83
Fernando Lewis
84
Mirip
85
Seperti Ayah dan Anak
86
Terungkap
87
Anak-anakku
88
Alasan
89
Aku mencintaimu
90
Dia Papaku
91
Kemarahan Hary
92
Calon suami
93
Cemburu
94
Makan siang
95
Wanita tua
96
Nyonya besar
97
Permintaan maaf
98
Tak punya alasan
99
Melepas kerinduan
100
Rasa bersalah
101
Cucu-cucuku
102
Keponakan yang menggemaskan
103
Berita besar
104
Gosip
105
Pelajaran
106
Keputusan berat
107
Penolakan
108
Terjaga sampai pagi
109
Akhir
110
TERJERAT CINTA BODYGUARD TAMPAN ( jangan lupa mampir ) KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!