Kemarahan tanpa penjelasan

Tok..tok..tok..

"Ckk"

Elena berdecak kesal karena terganggu dengan ketukan pintu itu saat dia sedang cepat-cepat membereskan koper milik Adrian. Padahal Elena sedang bersiap menendang koper itu jauh-jauh dari kamarnya.

Dengan menghentakkan langkahnya, Elena berjalan membuka pintu kamarnya.

"Cari sia... Emmmttt emmmtt!!"

Elena tidak bisa melanjutkan ucapannya karena bibirnya sudah dibungkam oleh seseorang. Elena di dorong masuk kembali ke dalam kamarnya dengan paksa.

Elena yang tak siap menerima ciuman mendadak itu terus berusaha melepaskan diri dari pria itu. Tangan Elena tak mau tinggal diam, dia terus memukul dada bidang milik pria yang sudah beberapa kali menidurinya itu.

Tapi apa yang Elena dapat. Pria itu justru semakin beringas mencium Elena. Tengkuk dsn pinggang Elena di tahan dengan kedua tangan pria itu, sehingga membuat Elena kesusahan untuk melepaskan diri.

"Akkhhh!!"

"Kau kasar sekali Adrian!!" Elena menatap tajam Adrian yang kesakitan karena dia sengaja mengigit bibir bawah Adrian agar pria itu melepaskan ciumannya.

"Buang jauh-jauh tatapan mu itu Elena!! Jangan berani-beraninya menatapku seperti itu!!" Adrian mencakup wajah Elena dengan kedua tangannya.

Entah setan apa yang merasuki Adrian pagi ini. Setelah semalam tidak pulang dan tadi pagi menemuinya di restoran dengan bermesraan bersama Kamila. Sekarang justru bersikap seperti itu di hadapan Elena.

"Apa kau sudah mendapatkan mangsa baru?? Apa kau sudah membuat janji dengan pria itu??" Adrian menatap Elena dengan mata elangnya.

"Apa maksudmu??" Elena sungguh tidak tau apa maksud Adrian saat ini.

"Jangan munafik Elena. Aku baru melihat sendiri bagaimana kau merayu pria di luaran sana. Dengan senyum menjijikkan dari bibir mu ini, kemudian dengan sentuhan lembut dari tangan mu ini, lalu apa yang kau katakan kepada mereka sehingga dengan mudah kau menarik perhatian pria di sekitar mu??" Adrian menyentuh bibir manis Elena dengan jarinya. Dia teringat bagaimana Elena tersenyum kepada seorang pria saat di restoran tadi.

Elena menyingkirkan tangan Adrian dari wajahnya. Kata-kata hinaan yang keluar dari bibir pira itu sungguh menyakiti hatinya.

"Apa maksudmu sebenarnya Adrian?? Siapa yang aku rayu?? Pria mana yang kau maksud??" Elena menahan air matanya agar tidak keluar saat ini.

Adrian menyeringai karena Elena masih tidak mengakui kejadian di restoran tadi.

"Ingat Elena!! Kau sudah ku beli!! Semuanya yang ada pada dirimu sudah aku beli, bahkan aku bisa memberimu lebih dari yang kau inginkan jika kau masih kurang. Jadi jangan berani-beraninya kau menawarkan kepada orang lain sebelum perjanjian kita berakhir!! Aku tidak mau sesuatu yang sudah menjadi milikku di jama orang lain!! Aku tidak mau yang namanya barang bekas, ingat itu!!"

Elena membeku mendengar semua cacian dari Adrian saat ini. Mulut tajam itu terus saja menyayat hati Elena.

Melihat Elena yang hanya diam tanpa suara juga tatapan matanya yang berubah kosong seakan menyadarkan Adrian kepada kewarasannya.

Adrian tidak tau kenapa dia berbuat di luar kendali sepeti itu. Dia tidak menyangka jika bisa semarah itu dengan Elena hanya karena ada pria yang mendekati Elena.

Adrian yang sudah di selimuti kemarahan tak sabar menunggu Elena kembali turun mengantarkan kopernya. Dia justru naik meninggalkan Kamila di bawah sendirian. Dia ingin sekali menemui Elena meluapkan semua amarah dalam durinya.

Adrian meraih koper yang telah siap di sebelah Elena. Tapi sebelum Adrian melangkah keluar, dia kembali menatap Elena yang masih berdiri diam di sampingnya.

"Istirahatlah, jangan kemana-mana sampai kita kembali tiga hari lagi" Kali ini Adrian berkata denhan begitu lembut. Seolah-olah tak terjadi apa-apa sebelumnya.

Elena masih tetap diam tak menyahuti Adrian sama sekali. Bibirnya begitu sudah terbuka saat ini meski hanya untuk mengeluarkan satu kata saja.

Cup...

Adrian mengecup pipi kiri Elena, kemudian mengusap rambut sebahu itu dengan lembut.

"Aku pergi"

Adrian melangkah menyeret kopernya keluar dari kamar Elena. Dua hari ini dia benar-benar akan tinggal di apartemen Kamila. Meninggalkan Elena sendirian di sana. Tak peduli bagaimana perasaan Elena, tak peduli bagaiman keadaan Elena saat ini setelah ia caci maki. Adrian hanya mementingkan dirinya sendiri. Memikirkan betapa bahagianya dia kahirnya bisa sedekat itu dengan Kamila.

Ckelek...

Tes..

Air mata Elena yang sejak tadi ia tahan kini berjatuhan seiring dengan pintu kamarnya tertutup.

Hancur sudah Elena saat ini. Dia memang sudah siap dan rela mendapat caci maki dan hinaan seperti itu dari Adrian. Tapi dia tak tau bahwa rasanya akan sesakit ini.

Tubuh Elena luruh begitu saja. Dia bersimpuh di lantai yang dingin merasakan sesak di dalam dadanya.

"Hiks.. Hiks..."

Dia tidak menyalahkan Adrian sama sekali atas semua yang dia terima saat ini. Adrian bisa berpikir seperti itu karena ulah Elena sendiri. Dia yang membangun image wanita murahan demi terus dekat dengan Adrian. Jadi seberapa buruk Adrian memandangnya, dia tetap akan menerimanya.

*

*

*

"Ayo pergi"

Adrian sudah merubah susana hatinya saat berhadapan dengan Kamila. Semua amarahnya sudah berhasil ia luapkan kepada Elena sehingga saat ini dia bisa mengulas senyuman di wajahnya.

"Bagaimana dengan Elena kalau kamu tinggal bersamaku??"

"Biar dia pergi jalan-jalan sendiri sampai lusa. Anggap saja liburan gratis" Jawab Adrian dengan acuh.

Kamila mengangguk lalu kembali memeluk lengan Adrian. Setelah kejutan romantis tadi malam, Adrian benar-benar melihat perubahan Kamila. Wanita itu menjadi lebih terbuka kepadanya. Kecanggungan di antara mereka berlahan mulai terkikis.

Apalagi tawaran untuk tinggal di apartemen Kamila yang tidak di sia-siakan oleh Adrian. Pria itu dengan senang hati saat Kamila mengajaknya tinggal bersama meski hanya beberapa hari.

FLASHBACK ON

Setelah makan malam romantis itu selesai. Kini Adrian mengantarkan Kamila kembali ke apartemennya.

"Mau masuk dulu??" Tawar Kamila.

"Kalau di perbolehkan"

Kamila bergeser memberikan jalan bagi Adrian untuk masuk lebih dulu ke dalam apartemennya.

Kamila mengikuti Adrian dari belakang. Dia lalu membuka mantelnya yang membuat punggung mulusnya terekspos di hadapan Adrian.

Pikiran Adrian melayang kembali ke saat dia memasangkan kalung untuk Kamila. Jarinya yang tak sengaja menyentuh leher Kamila yang halus membuat pikiran kotornya kembali berfungsi.

Apa lagi kini Kamila terang-terangan menunjukkan kulitnya yang mulus di depan Adrian.

"Kamu mau minum apa??"

"Apa saja boleh"

Kamila hanya tersenyum laku mengambil dua kaleng soda untuk dirinya dan Adrian.

Tapi saat dia ingin memberikannya kepada Adrian, tiba-tiba kakinya tersandung karpet di depan Adrian

"Akkhhh!!" Kamila memejamkan matanya karena tak bisa menyeimbangkan badannya lagi.

Tapi tanpa Kamila tau, Adrian yang berada di depannya dengan sigap menangkap kamila hingga jatuh ke dalam pelukannya.

"Kamu tidak papa??" Tanya Adrian.

Berlahan Kamila membuka matanya. Dia yang tam jadi menyentuh lantai itu ternyata kini berada di atas tubuh Adrian. Jarak antara dirinya dan Adrian begitu dekat saat ini hingga membuat Kamila terpaku.

Adrian yang dadi dulu sangat mengagumi Kamila tentu saja begitu di buat g*la dengan posisinya saat ini.

Berlahan Adrian mengikis jarak di antara mereka. Tak ada penolakan sama sekali dari Kamila, wanita dalam dekapan Adrian itu justru memejamkan matanya. Seolah mengundang Adrian untuk melakukan apa yang ada di dalam pikirannya saat ini.

Cup...

Bibir keduanya akhirnya bertemu untuk pertama kalinya. Pemainan bibir itu di mulai oleh Adrian dengan lembut. Namun Adrian tak sendiri, dia juga mulai merasakan balasan dari Kamila. Keduanya benar-benar hanyut dalam c*uman mereka.

Hingga Adrian mulai menginginkan lebih, dia menarik Kamila hingga kini berada di atas pangkuannya. Tangan Adrian mukai bergerak menyentuh dress Kamila bagian bawah. Menyibaknya dengan pelan hingga tangan Adrian berhasil menyentuh kulit paha Kamila yang lembut.

"Adrian stop" Kamila menjauhkan bibirnya dari Adrian. Sementara tangannya menahan tangan Adrian yang siap bergerilya itu.

"Kenapa??" Adrian tampak kecewa karena adik kecilnya sudah on di bawah sana.

"Aku minta maaf, aku mohon kamu mengerti. Aku tidak ingin melakukannya sebelum kita menikah. Aku hanya akan memberikannya kepadamu, namun saat kita sudah menikah nantinya" Ucap Kamila menundukkan kepalanya.

Adrian tersenyum mendengar alasan Kamila. Rasa kecewanya mendadak hilang begitu saja.

"Maaf Kamila, aku tidak bisa mengendalikan diriku saat berada di dekatmu" Adrian mengusap pipi Kamila dengan lembut.

"Adrian??"

"Hemm??"

"Maukah kamu menemaniku di apartemen ini selama kamu berada di sini??"

Tanpa pikir panjang, Adrian mengangguk begitu saja. Meski saat ini Adrian belum bisa memiliki Kamila seutuhnya, setidaknya hubungan mereka selangkah lebih maju.

FLASHBACK OFF

Terpopuler

Comments

Mesri Sihaloho

Mesri Sihaloho

Adrian maniak sek dong,disenggol sedikit langsung on,,biasanya dinovel lain pria kalau sudah meniduri wanita yg masih original pasti kecanduan wanita itu dan tidak bisa on sama wanita asing lagi 🥱🥱

2025-03-04

0

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

demi Allah 🤲 sakitnya luar biasa El, 😭

2024-12-24

0

Eti Alifa

Eti Alifa

barang bekas ngomong barang bekas kan bego😡

2024-10-16

0

lihat semua
Episodes
1 Perjanjian
2 Jangan sebut aku wanita bodoh!!
3 Aku milikmu
4 Bantu aku menidurkannya
5 Memabukkan
6 Merayu
7 Nyonya besar
8 Maniak
9 Harga diri
10 Kejutan
11 Bertemu pasangan romantis
12 Kemarahan tanpa penjelasan
13 Rahasia
14 Marah
15 Kepulangan Adrian
16 Tamu tak di undang
17 Wanita asing
18 Kecurangan
19 Sama-sama gila
20 Layaknya seorang istri
21 Masalah
22 Lelah
23 Sarapan
24 Saling merindukan
25 Seperti nenek-nenek
26 Menolak
27 Menagih janji
28 Tamu tak terduga
29 Seperti balita
30 Kamila yang aneh
31 Tujuan rahasia
32 Merindukanmu
33 Kedatangan Adrian
34 Rahasia yang bukan rahasia
35 Bersikap aneh
36 Cinta sepihak
37 Peringatan
38 Harapan
39 Kabar membahagiakan
40 Bertemu Aura
41 Alasan Aura
42 Membiasakan diri
43 Sudah waktunya
44 Tiba saatnya
45 Selembar surat perpisahan
46 Apakah itu aku??
47 Kamila benar-benar kembali
48 Penolakan
49 Pernikahan
50 Pria dingin
51 Rencana Kamila
52 Ancaman
53 Pertemuan pertama
54 Bertemu CEO baru
55 Dua bocah kecil
56 Sahabat lama
57 Bukan lagi rahasia
58 Musibah
59 Kembali ke sisiku
60 Tak ada lagi rahasia
61 Maafkan Mama
62 Hari pertama
63 Dua bocah menggemaskan
64 Ikatan batin
65 Alasan yang sebenarnya
66 Beruang kutub
67 Siapa Daren
68 Sikap yang aneh
69 Mengikis jarak
70 Hal yang tak mungkin
71 Perasaan Adrian
72 Mabuk-mabukan
73 Sudah tak sanggup
74 Mengakui
75 Awal perpisahan
76 Perpisahan Adrian
77 Masih ragu
78 Kehancuran keluarga Lewis
79 Satu ranjang lagi
80 Ketakutan terbesar
81 Takdir
82 Kembaran versi lite
83 Fernando Lewis
84 Mirip
85 Seperti Ayah dan Anak
86 Terungkap
87 Anak-anakku
88 Alasan
89 Aku mencintaimu
90 Dia Papaku
91 Kemarahan Hary
92 Calon suami
93 Cemburu
94 Makan siang
95 Wanita tua
96 Nyonya besar
97 Permintaan maaf
98 Tak punya alasan
99 Melepas kerinduan
100 Rasa bersalah
101 Cucu-cucuku
102 Keponakan yang menggemaskan
103 Berita besar
104 Gosip
105 Pelajaran
106 Keputusan berat
107 Penolakan
108 Terjaga sampai pagi
109 Akhir
110 TERJERAT CINTA BODYGUARD TAMPAN ( jangan lupa mampir ) KARYA BARU
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Perjanjian
2
Jangan sebut aku wanita bodoh!!
3
Aku milikmu
4
Bantu aku menidurkannya
5
Memabukkan
6
Merayu
7
Nyonya besar
8
Maniak
9
Harga diri
10
Kejutan
11
Bertemu pasangan romantis
12
Kemarahan tanpa penjelasan
13
Rahasia
14
Marah
15
Kepulangan Adrian
16
Tamu tak di undang
17
Wanita asing
18
Kecurangan
19
Sama-sama gila
20
Layaknya seorang istri
21
Masalah
22
Lelah
23
Sarapan
24
Saling merindukan
25
Seperti nenek-nenek
26
Menolak
27
Menagih janji
28
Tamu tak terduga
29
Seperti balita
30
Kamila yang aneh
31
Tujuan rahasia
32
Merindukanmu
33
Kedatangan Adrian
34
Rahasia yang bukan rahasia
35
Bersikap aneh
36
Cinta sepihak
37
Peringatan
38
Harapan
39
Kabar membahagiakan
40
Bertemu Aura
41
Alasan Aura
42
Membiasakan diri
43
Sudah waktunya
44
Tiba saatnya
45
Selembar surat perpisahan
46
Apakah itu aku??
47
Kamila benar-benar kembali
48
Penolakan
49
Pernikahan
50
Pria dingin
51
Rencana Kamila
52
Ancaman
53
Pertemuan pertama
54
Bertemu CEO baru
55
Dua bocah kecil
56
Sahabat lama
57
Bukan lagi rahasia
58
Musibah
59
Kembali ke sisiku
60
Tak ada lagi rahasia
61
Maafkan Mama
62
Hari pertama
63
Dua bocah menggemaskan
64
Ikatan batin
65
Alasan yang sebenarnya
66
Beruang kutub
67
Siapa Daren
68
Sikap yang aneh
69
Mengikis jarak
70
Hal yang tak mungkin
71
Perasaan Adrian
72
Mabuk-mabukan
73
Sudah tak sanggup
74
Mengakui
75
Awal perpisahan
76
Perpisahan Adrian
77
Masih ragu
78
Kehancuran keluarga Lewis
79
Satu ranjang lagi
80
Ketakutan terbesar
81
Takdir
82
Kembaran versi lite
83
Fernando Lewis
84
Mirip
85
Seperti Ayah dan Anak
86
Terungkap
87
Anak-anakku
88
Alasan
89
Aku mencintaimu
90
Dia Papaku
91
Kemarahan Hary
92
Calon suami
93
Cemburu
94
Makan siang
95
Wanita tua
96
Nyonya besar
97
Permintaan maaf
98
Tak punya alasan
99
Melepas kerinduan
100
Rasa bersalah
101
Cucu-cucuku
102
Keponakan yang menggemaskan
103
Berita besar
104
Gosip
105
Pelajaran
106
Keputusan berat
107
Penolakan
108
Terjaga sampai pagi
109
Akhir
110
TERJERAT CINTA BODYGUARD TAMPAN ( jangan lupa mampir ) KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!