Marah

Adrian kembali ke apartemen Kamila dengan tergesa-gesa. Dia marah karena Elena pergi tanpa memberitahunya, menghubunginya saja tidak. Ingin rasanya Adira memaki Elena saat ini juga, bahkan tantangannya sudah gatal ingin mence*ik leher Elena di atas ranjang.

"Berani sekali kau meninggalkan ku sendiri j*lang licik!!"

"Kau pikir aku akan menyusul mu pulang saat ini juga?? Kau pikir kau siapa??" Adrian masuk ke dalam apartemen Kamila.

"Kamu sudah pulang??" Bagaimana Adrian tak langsung menghilangkan kemarahannya. Kamila saja menyambut Adrian dengan senyum menawannya saat ini.

"Hemm" Adrian mengangguk lalu mengusap kepala Kamila dengan lembut.

Dia merasa jadi pria paling br***sek saat ini. Bagaimana mungkin dia mendapatkan wanita sebaik Kamila yang memegang teguh pendiriannya untuk tidak berhubungan badan dengan pria yang belum menjadi suaminya. Sedangkan Adrian sendiri seorang pria penikmat wanita. Bukankah itu sangat tidak adil bagi Kamila, pikirnya.

"Mau jalan-jalan hari ini??"

Tawaran Adrian itu diangguki dengan antusias oleh Kamila. Selama Adrian berada di sana, dia ingin menghabiskan waktu bersama tunangannya itu.

"Sekarang ganti baju dulu, aku tunggu" Kamila langsung melesat ke kamarnya. Melihat Kamila sebahagia itu hanya untuk di ajak jalan, sudah membuat Adrian mengulas senyumnya.

Ketika Adrian menunggu Kamila berganti baju, dia kembali teringat tentang Elena. Dia tidak tau alasan apa yang membuat wanita bayarannya itu kembali tanpa memberitahunya.

Sedangkan Hary saja tidak memberitahu tentang apapun yang mungkin terjadi di perusahaannya.

"Apa dia marah dengan kata-kataku kemarin?? Tapi untuk apa dia marah?? Bukankah semua itu benar??"

Adrian masih belum menyadari kesalahannya sama sekali. Dia tidak tau perkataannya telah menyakiti Elena terlalu dalam sampai membuat wanita itu memilih pulang lebih dulu.

"Aku siap!!" Ucap kamila memamerkan penampilannya di depan Adrian.

"Cantik" Puji Adrian.

Entah bagaimana caranya, mereka berdua jadi sedekat ini sekarang. Seperti tak ada kecanggungan di antara mereka seperti sebelumnya.

"Ayo pergi" Adrian mengulurkan tangannya kepada Kamila yang langsung di sambut dengan senang hati oleh wanita itu.

"Ternyata mendapatkan mu hanya perlu tindakan manis seperti kemarin. Seandainya aku melakukan itu dari dulu, pasti aku akan mendapatkan mu lebih cepat Kamila" Batin Adrian sambil melirik Kamila yang tersenyum bahagia saat ini.

Adrian dan Kamila benar-benar menghabiskan waktu bersama seharian penuh. Menyusuri jalanan kota yang penuh orang berjalan kaki. Sesekali mereka juga masuk ke dalam toko dengan merk terkenal. Adrian tak segan membelikan Kamila barang-barang mahal dengan harga selangit. Asalkan Kamila bahagia, dia juga bahagia.

"Kita foto dulu yuk??" Kamila mengarahkan kamera ponselnya ke depan wajahnya dan Adrian.

Mereka berpose mesra layaknya pasnagan pada umumnya. Kamila mengambil foto merkea beberapa kali sebelum mempostingnya ke media sosial.

"Sudah, aku juga sudah menandai kamu. Lihatlah, baguskan??" Kamila memperlihatkan foto yang telah di postingnya kepada Adrian.

"Bagus, kamu terlihat semakin cantik di foto ini" Puji Adrian yang membuat Kamila tersipu.

Mereka berdua melanjutkan acara kencan mereka hingga malam hari tiba.

Lain hanya Adrian yang sedang berbahagia dengan Kamila. Elena saat ini justru masih di kantor meski jam pulang sudah lewat dua jam yang lalu.

"Belum pulang??" Hary menghampiri meja Elena.

"Sedikit lagi. Nanggung" Jawab Elena tanpa menoleh pada Hary.

"Mau makan dengan ku?? Aku tunggu di bawah ya??"

"Hemm" Elena mengangguk menyetujui ajakan Hary. Lagipula dia juga sudah begitu lapar saat ini.

Sekitar lima belas menit kemudian Elena telah selesai dengan pekerjaannya. Dia bergegas turun mencari keberadaan Hary.

Di dalam lift dia sengaja membuka media sosialnya untuk mengusir rasa bosannya saat lift itu membawanya turun ke bawah.

"Cih, apa-apaan ini?? Sungguh menggelikan"

"Kalau di sini ada tombol dislike, aku pasti akan menekannya sepuluh ribu kali!!" Elena memaki foto sepasang kekasih yang menunjukkan kemesraan mereka berdua.

Yang lebih menggelikan lagi menurut Elena adalah, caption dari foto itu yang menggunakan hati berwarna merah sebanyak tiga buah. Pasalnya dari dulu Adrian tidak pernah sealay itu.

"Pasti ini ulah tunangannya itu" Gumam Elena memasukkan ponselnya kembali ke dalam tasnya.

Ting...

Elena sampai ke bawah sudah di tunggu Hary dengan mobilnya di depan loby.

"Cepetan naik!!"

"Kau tau saja kalau aku sudah sangat lapar" Ucap Elena karena dia tidak perlu berlama-lama menunggu Hary hanya untuk mengambil mobilnya.

Mereka berdua menuju ke sebuah restoran yang tak jauh dari kantor. Restoran yang tak pernah sepi karena harganya yang ramah bagi karyawan seperti merek berdua.

"Kau harusnya mentraktirku ke restoran yang lebih mahal El. Bukankah kau sekarang sudah punya banyak uang??" Ucap Hery yang berjalan berdampingan masuk ke dalam restoran itu.

"Jadi kau ingin ikut menikmati t*buh ku??"

"Maksudmu??" Hary menoleh tak tau maksud Elena.

"Uang itu ku terima karena aku menjual t*buhku. Secara tak langsung, kau juga ikut menikmatinya bukan??"

"Lupakan saja!!" Hary bergidik ngeri mendengar alasan dari Elena itu. Pikirannya tak jauh sampai ke sana saat meminta traktiran dari Elena.

"Kau bercanda, mau makan apa?? Aku masih punya uang hasil dari hadil kerja ku sebagai sekretaris. Bukan sebagai sekretaris plus-plus, tapi sekretaris sungguhan" Ucap Elena setengah berbisik kepada Hary di bagian akhir kalimatnya.

"Tidak usah!! Aku mampu membayarnya sendiri!!" Ketus Hary karena teringat dengan ucapan Elena tadi.

Elena hanya tertawa melihat kelakuan Hary yang kesal seperti itu. Sahabatnya yang satu itu selalu bisa membuatnya tertawa dengan tingkahnya yang kadang konyol. Berbeda dengan sahabatnya satu lagi, yang selalu mengaduk-aduk perasaan Elena.

Mereka berdua berbincang sambil menikmati makan malam mereka. Mereka tidak pernah kehilangan bahan obrolan ketika mereka berdua bersama.

"Nona Elena??"

"Tuan Aron??" Kaget Elena karena pria itu tiba-tiba ada di sana. Di restoran yang tidak biasnya di kunjungi orang-orang kaya seperti Aron.

"Boleh saya gabung??" Ucap Aron melihat Elena dan Hary secara bergantian.

"Oh tentu Tuan silahkan"

"Apa tidak mengganggu kalian??" Tanya Aron lagi.

"Tentu saja tidak Tuan, kami tidak merasa seperri itu" Kini giliran Hary yang menjawab.

Elena kini bergeser satu kursi karena memang meja mereka hanya memiliki satu ujung yang kini menempatkan Elena di antara dinding dan Aron.

"Kenapa Tuan ada di sini??" Tanya Elena penasaran.

"Kebetulan saya bertemu orang di sekitar sini. Perut saya lapar jadi mampir sebentar" Elena mangangguk-angguk mendengar penjelasan Aron.

"Silahkan pesan kalau begitu" Elena memberikan buku menunya kepada Aron.

Dret.. Drett...

"Permisi Tuan, saya angkat telepon dulu" Ucap Hary karena mendapat panggilan dari Adrian.

"Silahkan"

Aron memang mengenal Hary karena sudah pernah beberapa kali bertemu dengannya saat ada pertemuan dengan perusahaan milik Adrian. Tapi hubungan mereka tak akrab seperti Aron kepada Elena.

"Dimana kau??" Tanya Adrian tak sabaran.

"Saya sedang makan di luar bersama Elena. Ada apa Tuan??"

Hary tak langsung mendapat jawaban dari Adrian karena Bosnya itu mendadak merubah panggilan teleponnya menjadi panggilan Video.

Entah apa yang Bosnya itu inginkan, Hary hanya bisa menurutinya.

"Kalian hanya berdua??"

"Tidak, kami bertiga" Jawab Aron kemudian mengarahkan kamera ponselnya ke arah Elena dan Aron dari kejauhan.

"Untuk apa dia ada di sana?? Apa Elena sengaja mengundangnya?? Jadi itu alasannya dia pulang lebih dulu?? Dadar wanita murahan!!"

Tut...

Telepon sudah di matikan sepihak oleh Adrian sebelum Hary menjelaskan apa yang terjadi sebenarnya. Namun Hary melihat ada ketidaksukaan dari nada bicara Adrian.

"Seperti orang cemburu saja" Gumam Hary.

Terpopuler

Comments

Ristieriswanharti

Ristieriswanharti

aq mikir kalau sarmilah udah ga perawan aq yakin dia udah punya pasangan pacar atau simpanan
dia hanya pura ² lugu saja biar kelihatan baik

2024-10-30

0

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

orang seperti Adrian harus diberi pelajaran sesekali

2024-06-28

1

Nuryati Yati

Nuryati Yati

aneh kok marah2 gk jelas Adrian kamu amnesia katanya gk boleh ikut campur urusan msing2 kalo cemburu bilang bos

2024-02-12

0

lihat semua
Episodes
1 Perjanjian
2 Jangan sebut aku wanita bodoh!!
3 Aku milikmu
4 Bantu aku menidurkannya
5 Memabukkan
6 Merayu
7 Nyonya besar
8 Maniak
9 Harga diri
10 Kejutan
11 Bertemu pasangan romantis
12 Kemarahan tanpa penjelasan
13 Rahasia
14 Marah
15 Kepulangan Adrian
16 Tamu tak di undang
17 Wanita asing
18 Kecurangan
19 Sama-sama gila
20 Layaknya seorang istri
21 Masalah
22 Lelah
23 Sarapan
24 Saling merindukan
25 Seperti nenek-nenek
26 Menolak
27 Menagih janji
28 Tamu tak terduga
29 Seperti balita
30 Kamila yang aneh
31 Tujuan rahasia
32 Merindukanmu
33 Kedatangan Adrian
34 Rahasia yang bukan rahasia
35 Bersikap aneh
36 Cinta sepihak
37 Peringatan
38 Harapan
39 Kabar membahagiakan
40 Bertemu Aura
41 Alasan Aura
42 Membiasakan diri
43 Sudah waktunya
44 Tiba saatnya
45 Selembar surat perpisahan
46 Apakah itu aku??
47 Kamila benar-benar kembali
48 Penolakan
49 Pernikahan
50 Pria dingin
51 Rencana Kamila
52 Ancaman
53 Pertemuan pertama
54 Bertemu CEO baru
55 Dua bocah kecil
56 Sahabat lama
57 Bukan lagi rahasia
58 Musibah
59 Kembali ke sisiku
60 Tak ada lagi rahasia
61 Maafkan Mama
62 Hari pertama
63 Dua bocah menggemaskan
64 Ikatan batin
65 Alasan yang sebenarnya
66 Beruang kutub
67 Siapa Daren
68 Sikap yang aneh
69 Mengikis jarak
70 Hal yang tak mungkin
71 Perasaan Adrian
72 Mabuk-mabukan
73 Sudah tak sanggup
74 Mengakui
75 Awal perpisahan
76 Perpisahan Adrian
77 Masih ragu
78 Kehancuran keluarga Lewis
79 Satu ranjang lagi
80 Ketakutan terbesar
81 Takdir
82 Kembaran versi lite
83 Fernando Lewis
84 Mirip
85 Seperti Ayah dan Anak
86 Terungkap
87 Anak-anakku
88 Alasan
89 Aku mencintaimu
90 Dia Papaku
91 Kemarahan Hary
92 Calon suami
93 Cemburu
94 Makan siang
95 Wanita tua
96 Nyonya besar
97 Permintaan maaf
98 Tak punya alasan
99 Melepas kerinduan
100 Rasa bersalah
101 Cucu-cucuku
102 Keponakan yang menggemaskan
103 Berita besar
104 Gosip
105 Pelajaran
106 Keputusan berat
107 Penolakan
108 Terjaga sampai pagi
109 Akhir
110 TERJERAT CINTA BODYGUARD TAMPAN ( jangan lupa mampir ) KARYA BARU
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Perjanjian
2
Jangan sebut aku wanita bodoh!!
3
Aku milikmu
4
Bantu aku menidurkannya
5
Memabukkan
6
Merayu
7
Nyonya besar
8
Maniak
9
Harga diri
10
Kejutan
11
Bertemu pasangan romantis
12
Kemarahan tanpa penjelasan
13
Rahasia
14
Marah
15
Kepulangan Adrian
16
Tamu tak di undang
17
Wanita asing
18
Kecurangan
19
Sama-sama gila
20
Layaknya seorang istri
21
Masalah
22
Lelah
23
Sarapan
24
Saling merindukan
25
Seperti nenek-nenek
26
Menolak
27
Menagih janji
28
Tamu tak terduga
29
Seperti balita
30
Kamila yang aneh
31
Tujuan rahasia
32
Merindukanmu
33
Kedatangan Adrian
34
Rahasia yang bukan rahasia
35
Bersikap aneh
36
Cinta sepihak
37
Peringatan
38
Harapan
39
Kabar membahagiakan
40
Bertemu Aura
41
Alasan Aura
42
Membiasakan diri
43
Sudah waktunya
44
Tiba saatnya
45
Selembar surat perpisahan
46
Apakah itu aku??
47
Kamila benar-benar kembali
48
Penolakan
49
Pernikahan
50
Pria dingin
51
Rencana Kamila
52
Ancaman
53
Pertemuan pertama
54
Bertemu CEO baru
55
Dua bocah kecil
56
Sahabat lama
57
Bukan lagi rahasia
58
Musibah
59
Kembali ke sisiku
60
Tak ada lagi rahasia
61
Maafkan Mama
62
Hari pertama
63
Dua bocah menggemaskan
64
Ikatan batin
65
Alasan yang sebenarnya
66
Beruang kutub
67
Siapa Daren
68
Sikap yang aneh
69
Mengikis jarak
70
Hal yang tak mungkin
71
Perasaan Adrian
72
Mabuk-mabukan
73
Sudah tak sanggup
74
Mengakui
75
Awal perpisahan
76
Perpisahan Adrian
77
Masih ragu
78
Kehancuran keluarga Lewis
79
Satu ranjang lagi
80
Ketakutan terbesar
81
Takdir
82
Kembaran versi lite
83
Fernando Lewis
84
Mirip
85
Seperti Ayah dan Anak
86
Terungkap
87
Anak-anakku
88
Alasan
89
Aku mencintaimu
90
Dia Papaku
91
Kemarahan Hary
92
Calon suami
93
Cemburu
94
Makan siang
95
Wanita tua
96
Nyonya besar
97
Permintaan maaf
98
Tak punya alasan
99
Melepas kerinduan
100
Rasa bersalah
101
Cucu-cucuku
102
Keponakan yang menggemaskan
103
Berita besar
104
Gosip
105
Pelajaran
106
Keputusan berat
107
Penolakan
108
Terjaga sampai pagi
109
Akhir
110
TERJERAT CINTA BODYGUARD TAMPAN ( jangan lupa mampir ) KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!