Merayu

Elena merasa risih karena sejak tadi terus mendapatkan tatapan mengintimidasi dari Adrian. Meski Elena tidak melihat ke arah Adrian, tapi Elena tau jika pria itu terus saja memandanginya dengan tatapan tajamnya sejak ia kembali dari makan siang bersama Aron.

"Apa Pak Adrian yang terhormat ini akan memandangi saya samapi bola mata anda keluar??" Elena bersuara tanpa berniat melihat Adrian sedikitpun. Dia sudah cukup kesal karena dari tadi Adrian terus menahan Elena di ruangannya.

"Atau kau terbius pesonaku??" Kali ini Elena melirik sekilas pada Adrian.

"Cih..." Adrian geli sendiri dengan pikiran Elena itu

"Aku hanya heran, kenapa Aron anak tengil itu terlihat begitu tertarik kepadamu. Apa yang dia lihat darimu sebenarnya??" Adrian akhir-akhir ini sering sekali mencibir Elena setelah perjanjian mereka itu di buat. Sepertinya Adrian memang memandang Elena sebelah mata setelah itu.

"Atau jangan-jangan, kau juga merayunya seperti korban-korban mu di luar sana??"

Deg..

Pertanyaan Adrian itu bagaikan batu yang menghantam dadanya.

"Memangnya kenapa kalau aku merayunya?? Bukankah dalam kesepakatan kita tidak tertulis larangan untukku mendekati pria lain??"

Adrian langsung terdiam. Dia memang lupa dengan poin satu itu.

"Kalau begitu tambah saja perjanjian kita. Aku tidak mau apa yang sudah menjadi milikku di sentuh orang lain!!"

Tiba-tiba pipi Elena memanas karena Adrian menyebut dirinya sebagai miliknya.

"Tidak bisa!! Aku tidak mau!! Lagipula perjanjian itu sudah kita tandatangani!!" Elena kembali fokus kepada pekerjaannya.

Sebenarnya ada rasa bahagia dalam dirinya karena Adrian menunjukkan keposesifannya meski tidak menganggap Elena sebagai kekasihnya.

"Tidak masalah, kita bisa buat yang baru"

"Aku tetap tidak mau!! Lagipula aku juga tidak akan membiarkan mereka menyentuhku seperti apa yang kuberikan kepadamu. Kau bisa percaya kata-kata ku tanpa harus membuat perjanjian lagi!!" Tolak Elena dengan tegas.

"Jadi kau tetap ingin menjadi j*lang di luar sana meski sudah terikat perjanjian dengan ku??" Adrian mendesis tajam kepada Elena.

Elena berdiri lalu mendekati Adrian yang duduk di kursi kebesarannya. Mendudukkan b*kongnya di atas pangkuan Adrian seperti apa yang mereka lalukan tadi pagi.

"Tentu saja berbeda Ian sayang. Aku hanya menjadi j*lang di depanmu saja. Sementara di luar sana, aku hanya sebatas teman ngobrol mereka saja" Elena mengusap lembut wajah Adrian dengan jemari lentiknya. Lagi-lagi Elena harus berdusta untuk membuat Adrian percaya dengannya.

Adrian yang sejak awal emosinya tak stabil gara-gara Elena yang memilih pergi makan siang bersama Aron, kini hanya terdiam menerima sentuhan Elena.

"Apa kau masih meragukan ku setelah ku berikan segalanya untukmu??" Elena menyandarkan kepalanya pada pundak Adrian. Bersandar ditempat ternyaman untuknya itu.

"Cihh.. pantas saja pria di luaran sana mudah sekali tertarik padamu. Mulutmu saja begitu pandai merayu"

Adrian sama sekali tidak menolak Elena yang sedang bermanja kepadanya itu. Dia justru merengkuh pinggang Elena agar semakin merapat kepadanya.

"Jadi kau sudah termakan rayuanku saat ini??" Elena mengangkat kepalanya untuk menatap Adrian.

"Tergantung seberapa keras kau mencoba merayuku" Tantang Adrian yang sebenarnya dia sudah sangat terbuai dengan sentuhan Elena.

"Benarkah?? Lalu harus dengan cara apa aku merayu mu" Elena sengaja menyisakan jarak yang tak sampai sejengkal dari wajah Adrian.

Adrian tersenyum miring. Wanita di depannya itu semakin menunjukkan kepribadian yang berubah-ubah. Elena di hadapannya saat ini sudah seperti wanita yang sering ia bayar untuk memuaskannya.

"Sekarang aku tanya, apa tugasmu setelah aku bersedia membayar mu??" Suara mereka berat-benar seperti berbisik karena mereka yang tak berjarak.

Elena memalingkan wajahnya untuk mendekati telinga Adrian dan membisikkan kalimat kepadanya.

"Tentu saja untuk memuaskan mu. Menghangatkan ranjang mu dengan sentuhan ku" Adrian merinding seketika hanya karena hembusan nafas Elena di telinganya.

Adrian yang bisa di bilang pemain wanita itu tidak pernah merasakan hal itu sebelumnya, karena dari dulu dialah yang selalu membuat partner ranjangnya merasa puas.

"Maka lakukanlah itu untuk merayuku" Balas Adrian sudah mendaratkan bibirnya pada leher Elena. Memberikan kecupan-kecupan kecil di sana.

"Memangnya apa yang akan aku dapatkan kalau aku berhasil merayu mu??" Elena sampai memejamkan matanya karena ulah Adrian itu.

"Tentu saja uang yang banyak seperti tujuan mu membuat perjanjian itu" Bukan hanya bibir Adrian yang sudah mulai berkelana. Namun tangan nakalnya juga sudah turun mengusap lembut paha Elena.

"Kalau begitu, kau harus memberikan uang itu kepadaku sekarang karena aku sudah berhasil merayu mu. Apa yang kau lakukan saat ini sudah menjadi buktinya"

Berkat ucapan Elena itu, Adrian langsung menjauhkan wajahnya dari leher Elena.

"****!!" Umpat Adrian karen baru menyadari dirinya yang telah bertindak di luar kendali.

Cup....

Elena mengecup singkat bibir Adrian laku bangkit dengan cepat dari pangkuan pria itu.

"Tenang saja sayang, kali ini aku tidak akan meminta kompensasi ku itu. Aku menganggapnya sebagai bonus" Ucap Elena sambil menahan senyumnya karena berhasil membuat Adrian kesal.

"Aku tidak peduli!!" Jawab Adrian ketus.

Elena yang sudah tak tahan akhirnya melepaskan tawanya. Kemudian dia kembali mendekati Adrian dan mengalungkan tangannya ke pundak Adrian dari belakang.

"Maaf tadi meninggalkan mu sendiri, aku sampai lupa kalau kamu juga belum makan siang. Aku belikan sekarang ya??"

Adrian hanya dia tak menjawab. Elena sudah hafal dengan kebiasaan pria itu ketika sedang marah. Meski dia tidak menjawab tawaran Elena, namun Elena yakin jika Adrian tidak menolak tawarannya sama sekali.

"Kalau begitu, aku keluar sebentar ya??"

Cup..

Kali ini Elena mengecup pipi kanan Adrian sebelum ia melenggang pergi dari ruangan atasannya itu.

"Tunggu!!" Cegah Adrian saat Elena susah membuka pintu.

"Yaa, kenapa??"

"Apa kau tidak bertanya aku ingin makan apa??" Tanya Adrian dengan wajahnya yang masih di tekuk.

"Memangnya mau makan apa??" Tanya Elena dengan malas karena sudah menebak jawaban apa yang akan di berikan Adrian.

"Terserah" Jawaban yang sudah di tebak oleh Elena.

"Ck.. kau sama seperti wanita!!" Cibir Elena kemudian melanjutkan langkahnya meninggalkan Adrian.

"Kau memang selalu tau apa yang aku inginkan Elena" Gumam Adrian setelah Elena menutup pintu kembali.

"Bukan Elena, tapi ******* licik"

Terpopuler

Comments

Nailott

Nailott

kamu akan terjerat oleh kelicikan eleena andrean,

2023-12-01

1

Wiwin Narsih

Wiwin Narsih

jangan dipangil jalang kasihan elena

2023-11-24

0

Enung Samsiah

Enung Samsiah

tpi jalangmu itu hnya dngnmu seumur hidupmu iaaaannnn,,,,,, ntar kmu nyesel pnggil jalang terus,,,

2023-11-04

2

lihat semua
Episodes
1 Perjanjian
2 Jangan sebut aku wanita bodoh!!
3 Aku milikmu
4 Bantu aku menidurkannya
5 Memabukkan
6 Merayu
7 Nyonya besar
8 Maniak
9 Harga diri
10 Kejutan
11 Bertemu pasangan romantis
12 Kemarahan tanpa penjelasan
13 Rahasia
14 Marah
15 Kepulangan Adrian
16 Tamu tak di undang
17 Wanita asing
18 Kecurangan
19 Sama-sama gila
20 Layaknya seorang istri
21 Masalah
22 Lelah
23 Sarapan
24 Saling merindukan
25 Seperti nenek-nenek
26 Menolak
27 Menagih janji
28 Tamu tak terduga
29 Seperti balita
30 Kamila yang aneh
31 Tujuan rahasia
32 Merindukanmu
33 Kedatangan Adrian
34 Rahasia yang bukan rahasia
35 Bersikap aneh
36 Cinta sepihak
37 Peringatan
38 Harapan
39 Kabar membahagiakan
40 Bertemu Aura
41 Alasan Aura
42 Membiasakan diri
43 Sudah waktunya
44 Tiba saatnya
45 Selembar surat perpisahan
46 Apakah itu aku??
47 Kamila benar-benar kembali
48 Penolakan
49 Pernikahan
50 Pria dingin
51 Rencana Kamila
52 Ancaman
53 Pertemuan pertama
54 Bertemu CEO baru
55 Dua bocah kecil
56 Sahabat lama
57 Bukan lagi rahasia
58 Musibah
59 Kembali ke sisiku
60 Tak ada lagi rahasia
61 Maafkan Mama
62 Hari pertama
63 Dua bocah menggemaskan
64 Ikatan batin
65 Alasan yang sebenarnya
66 Beruang kutub
67 Siapa Daren
68 Sikap yang aneh
69 Mengikis jarak
70 Hal yang tak mungkin
71 Perasaan Adrian
72 Mabuk-mabukan
73 Sudah tak sanggup
74 Mengakui
75 Awal perpisahan
76 Perpisahan Adrian
77 Masih ragu
78 Kehancuran keluarga Lewis
79 Satu ranjang lagi
80 Ketakutan terbesar
81 Takdir
82 Kembaran versi lite
83 Fernando Lewis
84 Mirip
85 Seperti Ayah dan Anak
86 Terungkap
87 Anak-anakku
88 Alasan
89 Aku mencintaimu
90 Dia Papaku
91 Kemarahan Hary
92 Calon suami
93 Cemburu
94 Makan siang
95 Wanita tua
96 Nyonya besar
97 Permintaan maaf
98 Tak punya alasan
99 Melepas kerinduan
100 Rasa bersalah
101 Cucu-cucuku
102 Keponakan yang menggemaskan
103 Berita besar
104 Gosip
105 Pelajaran
106 Keputusan berat
107 Penolakan
108 Terjaga sampai pagi
109 Akhir
110 TERJERAT CINTA BODYGUARD TAMPAN ( jangan lupa mampir ) KARYA BARU
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Perjanjian
2
Jangan sebut aku wanita bodoh!!
3
Aku milikmu
4
Bantu aku menidurkannya
5
Memabukkan
6
Merayu
7
Nyonya besar
8
Maniak
9
Harga diri
10
Kejutan
11
Bertemu pasangan romantis
12
Kemarahan tanpa penjelasan
13
Rahasia
14
Marah
15
Kepulangan Adrian
16
Tamu tak di undang
17
Wanita asing
18
Kecurangan
19
Sama-sama gila
20
Layaknya seorang istri
21
Masalah
22
Lelah
23
Sarapan
24
Saling merindukan
25
Seperti nenek-nenek
26
Menolak
27
Menagih janji
28
Tamu tak terduga
29
Seperti balita
30
Kamila yang aneh
31
Tujuan rahasia
32
Merindukanmu
33
Kedatangan Adrian
34
Rahasia yang bukan rahasia
35
Bersikap aneh
36
Cinta sepihak
37
Peringatan
38
Harapan
39
Kabar membahagiakan
40
Bertemu Aura
41
Alasan Aura
42
Membiasakan diri
43
Sudah waktunya
44
Tiba saatnya
45
Selembar surat perpisahan
46
Apakah itu aku??
47
Kamila benar-benar kembali
48
Penolakan
49
Pernikahan
50
Pria dingin
51
Rencana Kamila
52
Ancaman
53
Pertemuan pertama
54
Bertemu CEO baru
55
Dua bocah kecil
56
Sahabat lama
57
Bukan lagi rahasia
58
Musibah
59
Kembali ke sisiku
60
Tak ada lagi rahasia
61
Maafkan Mama
62
Hari pertama
63
Dua bocah menggemaskan
64
Ikatan batin
65
Alasan yang sebenarnya
66
Beruang kutub
67
Siapa Daren
68
Sikap yang aneh
69
Mengikis jarak
70
Hal yang tak mungkin
71
Perasaan Adrian
72
Mabuk-mabukan
73
Sudah tak sanggup
74
Mengakui
75
Awal perpisahan
76
Perpisahan Adrian
77
Masih ragu
78
Kehancuran keluarga Lewis
79
Satu ranjang lagi
80
Ketakutan terbesar
81
Takdir
82
Kembaran versi lite
83
Fernando Lewis
84
Mirip
85
Seperti Ayah dan Anak
86
Terungkap
87
Anak-anakku
88
Alasan
89
Aku mencintaimu
90
Dia Papaku
91
Kemarahan Hary
92
Calon suami
93
Cemburu
94
Makan siang
95
Wanita tua
96
Nyonya besar
97
Permintaan maaf
98
Tak punya alasan
99
Melepas kerinduan
100
Rasa bersalah
101
Cucu-cucuku
102
Keponakan yang menggemaskan
103
Berita besar
104
Gosip
105
Pelajaran
106
Keputusan berat
107
Penolakan
108
Terjaga sampai pagi
109
Akhir
110
TERJERAT CINTA BODYGUARD TAMPAN ( jangan lupa mampir ) KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!