Harga diri

"Apa kau tidak mempunyai seseorang yang kau cintai??"

Deg...

"Uhuk..uhukk..." Elena sampai tersedak karena pertanyaan tak terduga itu.

"Kenapa harus terkejut seperti itu?? Minumlah!!" Adrian mengulurkan gelas berisi air putih pada Elena. Dia juga menepuk-nepuk punggung Elena dengan pelan.

Wajah Elena memerah bukan hanya karena tersedak. Namun karena perasaannya yang kacau tak tau harus menjawab apa.

"Kau tidak sedang dekat dengan pria lain??" Tanya Adrian lagi setelah Elena sudah kembali tenang.

"Kenapa kau harus menanyakannya lagi Adrian s*alan!!" Umpat Elena dalam hati.

"Memangnya kenapa kau bertanya sepeti itu??" Elena mencoba mengendalikan dirinya agar tidak gugup di depan Adrian.

"Aku hanya penasaran. Kalau ada pria yang sedang dekat dengan mu atau pria yang kau cintai, apa pria itu rela melihatmu berhubungan seperti ini dengan ku??" Adira masih terus memandangi Elena yang terlihat acuh tak acuh.

"Anda tenang saja Tuan Adrian. Tidak ada yang aku cintai di dunia ini selain uang. Jadi tidak udah merisaukan hal tidak penting seperti itu"

Dada Elena seperti di tusuk-tusuk saat mengatakan kebisingan dari mulutnya sendiri.

Adrian menyeringai tajam setelah mendengar jawaban dari Elena.

"Baguslah kalau begitu. Aku jadi tidak akan sungkan lagi kepadamu. Dulu kau sahabatku, aku sangat menghargai mu bahkan aku berusaha untuk tidak melirik kemolekan tubuhmu sama sekali. Tapi saat ini, kau sendiri yang sudah mengatakannya. Jadi jangan salahkan aku kalau aku akan membeli semua yang ada pada dirimu dengan uangku. Termasuk harga dirimu" Adrian langsung meninggalkan Elena ke dalam kamarnya setelah mengatakan untaian kalimat panjang yang terasa melilit leher Elena sampai dia kesusahan bernafas saat ini.

Elena menggenggam erat sendok yang ada di tangannya, mungkin saat telapak tangannya di buka akan meninggalkan bekas yang dalam karena Elena menggenggamnya terpaku kuat. Tapi itu tak akan terasa sakit karena hatinya saat ini lebih terasa sakit.

Elena melihat ke arah pintu yang baru saja tertutup. Air matanya yang tam pernah ia tunjukkan kepada siapapun berlahan mulai turun membasahi wajahnya.

"Kau benar Adrian. Aku memang tidak pantas lagi di hargai karena harga diriku saja begitu mudah kau beli"

*

*

*

Pesawat yang membawa mereka berdua mendarat dengan sempurna di negara tempat Kamila menimba ilmu. Meski dengan rasa terpaksa Elena akhirnya mengikuti Adrian ke negara yang begitu jauh dari tanah kelahirannya itu.

"Ini kunci kamar mu. Kamarku ada di sebelah. Kalau ada apa-apa hubungi saja" Adrian menyerahkan kunci kamar kepada Elena.

"Yang ada pasti kau yang selalu menghubungi ku" Gumam Elena sambil membuka pintu kamarnya, tak mempedulikan Adrian yang menatapnya tajam.

Elena yang sudah bersiap menutup pintu harus tertunda karena Adrian yang menahan pintu itu dengan tangannya.

"Mau apa lagi??" Ketus Elena.

"Kalau di pikir-pikir. Istirahat di kamar mu lebih menyenangkan daripada sendirian di kamarku" Adrian masuk begitu saja ke kamar Elena. Menjatuhkan tubuh tingginya dengan asal di kasur king size itu.

"Kau sudah punya kamar sendiri!! Kenapa harus di sini?? Kalau begitu kita tukar kamar saja!! Aku tidak mau Kamila sampai melihat kita berada di kamar yang sama!!" Elena merogoh kantung celana Adrian untuk mencari kunci kamar pira itu. Tanpa rasa risih dan malu, tangan Elena terus memasuki kantung Adrian satu persatu.

Adrian yang merasa kegelian justru tertawa terbahak-bahak saat ini.

"Lepas El!!" Adrian membalik tubuhnya dengan cepat di saat tangan Elena masih tertahan di kantung celananya. Alhasil Elena ikut terjerembab ke tempat tidur di sisi Adrian. Sedangkan Adrian si pria mendamba sentuhan wanita memanfaatkan kesempatan itu untuk mendekap Elena ke dalam pelukannya.

"Tidak usah khawatirkan Kamila El. Kau lupa kalau kita datang ke sini tampa sepengetahuannya??" Elena yang terkunci di pelukan Adrian hanya bisa pasrah mengetahui kenyataan itu.

"Biarkan aku tidur sebentar saja. Nanti malam aku masih harus menemui Kamila untuk memberikan kejutan" Adrian melepaskan pelukannya pada Elena.

"Kau ingin memberikan kejutan kepada tunangan mu itu, tapi sekarang kau malah enak-enakan tidur seperti ini??" Cibir Elena.

Adira terkekeh dengan matanya yang mulai tertutup.

"Justru itu tujuanku membawamu ke sini El. Kau yang persiapkan semuanya. Aku tidak tau menahu soal kejutan dan acara romantis lainnya. Semuanya ku serahkan kepadamu, termasuk hadiah apa yang akan kuberikan kepada Kamila. Ambil saja kartu di dompet ku. Kau juga boleh membeli apapun yang kau mau sebagai imbalannya"

"Tentu saja kau tidak tau tentang hal semacam itu, karena yang ada dalam otakmu hanyalah hal m*sum saja!!" Elena bangkit dari ranjangnya. Dengan rasa kesal yang sudah sangat memuncak dia memilih pergi menuruti keinginan Adrian.

Malam hari tinggal beberapa jam lagi. Tentunya Elena tidak akan punya banyak waktu untuk menyiapkan semuanya. Padahal dia juga merasa lelah dan pusing akibat terlalu lama berada di dalam pesawat. Tapi mau bagaimana lagi, saat ini dia berada di negara orang. Dia tidak bisa menggunakan kekuasaan Adrian seperti di negaranya. Jadi Elena benar-benar harus mempersiapkan semuanya sendiri.

Berkat ketangkasan Elena. Semua persiapan telah rampung hanya dengan waktu tiga jam. Mulai dari sewa tempat, menghias tempat, kue, bunga juga hadiah yang akan di berikan kepada Kamila semuanya sudah Elena siapkan.

Tapi untuk sejenak Elena memilih duduk di sebuah bangku yang berada di pinggir sungai yang sangat besar di tengah kota. Masih ada waktu sekitar dua jam lagi sebelum Adrian menemui Kamila. Jadi dia tidak berniat kembali ke hotel saat ini.

Tak peduli Adrian akan mencarinya saat pria itu sudah bangun. Toh Adrian bisa menghubunginya kalau tidak menemukan Elena di sana. Untuk apa juga berharap Adrian akan mencarinya. Kalaupun itu terjadi, pasti hanya karena pria itu membutuhkan batuan Elena. Bukan karena dia membutuhkan Elena.

Elena membuka sebuah kotak berwarna tosca yang sudah ia beli dari toko perhiasan di kota itu. Merk ternama dengan harga selangit untuk sebuah kalung yang terlihat sederhana dan elegan.

Elena tidak tau selera Kamila seperti apa. Bertemu orangnya saja baru sekali saat pertunangan Adrian waktu itu. Jadi dia hanya asal membeli sesuai dengan seleranya saja. Tak peduli Kamila akan suka atau tidak, itu urusan Adrian nantinya.

"Sungguh konyol!! Mana ada wanita yang mau mengurus acara seperti ini untuk pria yang dicintainya demi memberikan kejutan kepada tunangannya" Elena tersenyum getir memandangi kotak yang ada ditangannya itu.

"Tentu saja ada!! Wanita itu aku" Elena mengusap dengan kasar air mata yang hampir saja jatuh dari kelopak matanya. Seakan dia tak rela pipinya basah oleh air mata yang sia-sia itu.

"Dasar bodoh kau Elena!!" Umpatnya pada dirinya sendiri.

Terpopuler

Comments

Bunga

Bunga

jangan jadi karena cinta walaupun kita orang tak berada harga diri segagalanya

2024-09-08

0

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

apa perasaan mu bila melihat Adrian dan Kamila pasti sedih kan....

2024-06-28

1

Nuryati Yati

Nuryati Yati

baru sadar El kalo kamu bodoh demi cinta kamu rela menjual hrg dirimu

2024-02-12

2

lihat semua
Episodes
1 Perjanjian
2 Jangan sebut aku wanita bodoh!!
3 Aku milikmu
4 Bantu aku menidurkannya
5 Memabukkan
6 Merayu
7 Nyonya besar
8 Maniak
9 Harga diri
10 Kejutan
11 Bertemu pasangan romantis
12 Kemarahan tanpa penjelasan
13 Rahasia
14 Marah
15 Kepulangan Adrian
16 Tamu tak di undang
17 Wanita asing
18 Kecurangan
19 Sama-sama gila
20 Layaknya seorang istri
21 Masalah
22 Lelah
23 Sarapan
24 Saling merindukan
25 Seperti nenek-nenek
26 Menolak
27 Menagih janji
28 Tamu tak terduga
29 Seperti balita
30 Kamila yang aneh
31 Tujuan rahasia
32 Merindukanmu
33 Kedatangan Adrian
34 Rahasia yang bukan rahasia
35 Bersikap aneh
36 Cinta sepihak
37 Peringatan
38 Harapan
39 Kabar membahagiakan
40 Bertemu Aura
41 Alasan Aura
42 Membiasakan diri
43 Sudah waktunya
44 Tiba saatnya
45 Selembar surat perpisahan
46 Apakah itu aku??
47 Kamila benar-benar kembali
48 Penolakan
49 Pernikahan
50 Pria dingin
51 Rencana Kamila
52 Ancaman
53 Pertemuan pertama
54 Bertemu CEO baru
55 Dua bocah kecil
56 Sahabat lama
57 Bukan lagi rahasia
58 Musibah
59 Kembali ke sisiku
60 Tak ada lagi rahasia
61 Maafkan Mama
62 Hari pertama
63 Dua bocah menggemaskan
64 Ikatan batin
65 Alasan yang sebenarnya
66 Beruang kutub
67 Siapa Daren
68 Sikap yang aneh
69 Mengikis jarak
70 Hal yang tak mungkin
71 Perasaan Adrian
72 Mabuk-mabukan
73 Sudah tak sanggup
74 Mengakui
75 Awal perpisahan
76 Perpisahan Adrian
77 Masih ragu
78 Kehancuran keluarga Lewis
79 Satu ranjang lagi
80 Ketakutan terbesar
81 Takdir
82 Kembaran versi lite
83 Fernando Lewis
84 Mirip
85 Seperti Ayah dan Anak
86 Terungkap
87 Anak-anakku
88 Alasan
89 Aku mencintaimu
90 Dia Papaku
91 Kemarahan Hary
92 Calon suami
93 Cemburu
94 Makan siang
95 Wanita tua
96 Nyonya besar
97 Permintaan maaf
98 Tak punya alasan
99 Melepas kerinduan
100 Rasa bersalah
101 Cucu-cucuku
102 Keponakan yang menggemaskan
103 Berita besar
104 Gosip
105 Pelajaran
106 Keputusan berat
107 Penolakan
108 Terjaga sampai pagi
109 Akhir
110 TERJERAT CINTA BODYGUARD TAMPAN ( jangan lupa mampir ) KARYA BARU
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Perjanjian
2
Jangan sebut aku wanita bodoh!!
3
Aku milikmu
4
Bantu aku menidurkannya
5
Memabukkan
6
Merayu
7
Nyonya besar
8
Maniak
9
Harga diri
10
Kejutan
11
Bertemu pasangan romantis
12
Kemarahan tanpa penjelasan
13
Rahasia
14
Marah
15
Kepulangan Adrian
16
Tamu tak di undang
17
Wanita asing
18
Kecurangan
19
Sama-sama gila
20
Layaknya seorang istri
21
Masalah
22
Lelah
23
Sarapan
24
Saling merindukan
25
Seperti nenek-nenek
26
Menolak
27
Menagih janji
28
Tamu tak terduga
29
Seperti balita
30
Kamila yang aneh
31
Tujuan rahasia
32
Merindukanmu
33
Kedatangan Adrian
34
Rahasia yang bukan rahasia
35
Bersikap aneh
36
Cinta sepihak
37
Peringatan
38
Harapan
39
Kabar membahagiakan
40
Bertemu Aura
41
Alasan Aura
42
Membiasakan diri
43
Sudah waktunya
44
Tiba saatnya
45
Selembar surat perpisahan
46
Apakah itu aku??
47
Kamila benar-benar kembali
48
Penolakan
49
Pernikahan
50
Pria dingin
51
Rencana Kamila
52
Ancaman
53
Pertemuan pertama
54
Bertemu CEO baru
55
Dua bocah kecil
56
Sahabat lama
57
Bukan lagi rahasia
58
Musibah
59
Kembali ke sisiku
60
Tak ada lagi rahasia
61
Maafkan Mama
62
Hari pertama
63
Dua bocah menggemaskan
64
Ikatan batin
65
Alasan yang sebenarnya
66
Beruang kutub
67
Siapa Daren
68
Sikap yang aneh
69
Mengikis jarak
70
Hal yang tak mungkin
71
Perasaan Adrian
72
Mabuk-mabukan
73
Sudah tak sanggup
74
Mengakui
75
Awal perpisahan
76
Perpisahan Adrian
77
Masih ragu
78
Kehancuran keluarga Lewis
79
Satu ranjang lagi
80
Ketakutan terbesar
81
Takdir
82
Kembaran versi lite
83
Fernando Lewis
84
Mirip
85
Seperti Ayah dan Anak
86
Terungkap
87
Anak-anakku
88
Alasan
89
Aku mencintaimu
90
Dia Papaku
91
Kemarahan Hary
92
Calon suami
93
Cemburu
94
Makan siang
95
Wanita tua
96
Nyonya besar
97
Permintaan maaf
98
Tak punya alasan
99
Melepas kerinduan
100
Rasa bersalah
101
Cucu-cucuku
102
Keponakan yang menggemaskan
103
Berita besar
104
Gosip
105
Pelajaran
106
Keputusan berat
107
Penolakan
108
Terjaga sampai pagi
109
Akhir
110
TERJERAT CINTA BODYGUARD TAMPAN ( jangan lupa mampir ) KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!