Nyonya besar

"Elena!!"

Elena menghentikan langkahnya karena merasa ada yang memanggilnya.

"Nyonya??" Gumam Elena.

"Selamat siang Nyonya Lewis??" Wanita sosialita dengan segala barang mahal yang melekat pada tubuhnya itu menghampiri Elena.

"Siang. Apa itu makan siang untuk anak saya??" Nyonya besar itu selalu menampakkan wajah dinginnya di depan siapapun.

"Benar Nyonya"

"Ckk, anak itu memang tidak pernah memperhatikan kesehatannya. Masa jam segini baru makan siang"

"Tuan Muda baru menyelesaikan Meeting penting Nyonya. Jadi baru bisa makan siang sekarang"

"Ya sudah, cepat bawa makanan itu ke atas!!" Perintah Nyonya besar itu.

"Biak Nyonya. Mari" Elena menyingkir memberikan jalan Nyonya besar itu untuk berjalan lebih dulu di depannya.

Elena memang sudah mengenal Nyonya Lewis sejak dia masih kuliah karena dulu Adrian sering mengajak Elena ke rumah untuk mengerjakan tugas bersama teman-temannya yang lain.

Namun karena status sosial Elena yang hanya kaum rendahan di matanya, maka mereka tidak bisa di bilang akrab. Itulah alasan kenapa Elena tidak akan pernah bisa masuk ke dalam kehidupan Adrian jika tidak dengan cara kotor seperti yang dilakukannya saat ini.

Elena mengikuti Nyonya berkuasa itu dengan tetap bungkam di belakangnya. Melihat cara Nyonyanya berjalan angkuh dengan wajahnya yang selalu terangkat itu saja sudah membuat Elena tak percaya diri.

"Adrian!!"

Elena sempat melihat wajah terkejut Adrian saat Mamanya tiba-tiba muncul di kantornya.

"Kenapa Mama ke sini??" Ketus Adrian.

"Memang Mama nggak boleh kalau datang ke sini menemui kamu?? Salah sendiri berhari-hari tidak pulang. Mama kangen sama kamu tau!!"

Adrian memalingkan wajahnya malas. Dia malas meladeni Mamanya sendiri karena pasti wanita tua itu akan merecoki dirinya dengan keinginan-keinginan anehnya.

Elena yang bisa membaca situasi di ruangan itu memilih diam sambil menyiapkan makan siang untuk Adrian.

"Adrian, apa kamu sering menghubungi Kamila??"

Elena membeku sejenak karena pertanyaan itu. Dia juga sangat ingin mendengar jawaban dari Adrian saat ini.

"Emmbb" Jawab Adrian dengan mengangguk.

Elena menerima kenyataan yang ia dengar bahwa Adrian sering menghubungi Kamila. Memang itu sudah menjadi resiko yang harus ia terima karena memilih menjalin hubungan terlarang dengan pria yang hatinya sudah terpaut dengan wanita lain

"Apa kamu tidak ada niatan untuk mengunjunginya ke sana?? Mama rasa dia akan senang dengan kedatangan kamu. Apalagi minggu depan adalah hari ulang tahunnya"

Kali ini Adrian tertarik dengan apa yang Mamanya bicarakan. Dia sampai lupa jika bulan ini adalah bulan kelahiran wanita yang dicintainya itu.

"Kalau begitu aku akan mengosongkan jadwalku minggu depan untuk mengunjunginya" Ucap Adrian terdengar senang.

"Bagus, kamu ajaklah dia makan malam dan berikan dia hadiah. Jangan sampai dia berpaling dengan pria lain di luar sana karena kamu begitu kaku kepadanya"

Jangan tanyakan Elena. Perasaannya sudah tidak karu-karuan saat ini. Baru saja dia bahagia karena dua hari ini bisa memiliki Adrian seutuhnya. Tapi seakan di tampar kenyataan, Adrian yang sudah menjadi teman tidurnya itu harus kembali ke pemiliknya.

Elena mengantarkan makanan yang telah ia siapkan ke hadapan Adrian.

"Makan siang mu" Ucap Elena dengan begitu pelan yang terdengar di telinga Adrian sangat lesu. Menit pria itu memandangi perubahan wajah Elena. Namun Adrian tidak pernah bisa membaca arti dari ekspresi yang di tampakkan Elena saat ini.

"Baiklah Ma, aku akan berangkat sehari sebelum hari ulangtahunnya. Tapi aku harus mengajak Elena ke sana untuk menemaniku"

"Apa!!" Pekik Elena. Dia tentu saja tidak setuju dengan Adrian. Dia memang tidak mau membiarkan Adrian bertemu Kamila. Tapi dia lebih tidak mau lagi berada di tengah keduanya dan menyaksikan kemesraan Adrian dengan tunangannya.

"Kenapa harus mengajak dia?? Kalau kamu nggak mau sendiri, kamu bisa mengajak Aura saja Adrian!!" Nyonya Lewis melirik tajam pada Elena.

"Ma, tau sendiri kan kalau Aura itu hanya bisa merepotkan. Lagipula aku mengajak Elena karena dia bisa di andalkan. Dia bisa membantuku menyiapkan kejutan untuk Kamila Ma" Adrian tidak mau urusannya direcoki oleh Aura. Adik satu-satunya yang sering sekali menyusahkan hidup Adrian.

Elena mendelikkan matanya kepasa Adrian karena keinginannya yang tak memanusiakan hati Elena itu. Tapi Adrian seolah tak mengerti dengan hal itu, ia justru membalas Elena dengan mengedipkan satu matanya.

Elena yang kesal memilih menjauh dan kembali menghampiri laptopnya yang sempat ia tinggal untuk memesankan makanan untuk Adrian tadi.

"Ya sudah, terserah!! Tapi ingat, jangan sampai Kamila salah paham dengan kedatangannya besama mu" Nyonya Lewis akhirnya hanya bisa menerima keputusan Adrian meski dia juga membenarkan apa yang di katakan anaknya itu. Dia sebenarnya tau jika Elena bisa di andalkan.

"Kalau sudah tidak ada yang ingin di bicarakan lagi, lebih baik Mama pulang. Bisa lihat sendiri kan kalau aku saja makan sambil mengerjakan tumpukan kertas seperti ini??"

Nyonya Lewis langsung melotot tajam kepada anaknya. Meski sudah hafal dengan sifat anaknya yang selalu acuh tak acuh kepadanya, namun dirinya tentu saja masih tak terima di usir secara terang-terangan seperti itu. Apalagi di hadapan Elena. Seolah dia tidak ada harganya di mata anaknya sendiri.

"Baik Mama pergi. Tapi jangan sampai kamu membatalkan niat mu untuk mengunjungi Kamila!!" Nyonya Lewis beranjak menenteng tas mahalnya.

"Mama tenang aja. Aku juga merindukannya" Adrian tersenyum sendiri membayangkan wajah cantik Kamila.

Nyonya besar itu kemudian pergi dari ruangan anaknya tanpa sepatah kata lagi. Dia sudah cukup di buat malu oleh anaknya sendiri.

"Kau g*la ya!!" Umpat Elena setelah pintu ruangan Adrian tertutup kembali.

"Elena, ini kantor. Jaga ucapan mu!!" Adrian mulai menyendok makanannya setelah memberikan tatapan tajam pada Elena.

"Tapi Pak, saya tidak setuju mengikuti keinginan Bapak untuk pergi menemui Kamila!! Lagipula pekerjaan di sini tidak bisa di tinggalkan begitu saja!!" Tentu saja Elena memikirkan kondisi hatinya.

Adrian terlihat acuh menikmati makanan yang di belikan Elena itu. Apapun pilihan Elena memang selalu pas di lidahnya.

"PAK!!" Kesal Elena.

"Ya sudah tidak usah ikut. Tapi jangan salahkan aku kalau sampai h*srat ku naik saat aku ada di sana. Kau tau kan bagaimana caranya aku harus menuntaskannya?? Kalau masalah pekerjaan tidak usah khawatir karena Hary akan segera kembali dari luar kota" Jawab Adrian dengan santai. Elena tak habis pikir jika isi otak Adrian hanyalah hal seperti itu.

"Tidak bisa!! Kau sudah menulis perjanjian untuk tidak menyentuh wanita lain selama masih terikat perjanjian dengan ku!!"

"Itu hal yang sangat mudah. Uangku banyak, aku tinggal membayar kompensasinya kepadamu" Adrian kembali memasukkan makanan ke dalam mulutnya tanpa peduli darah Elena sudah mendidih saat ini.

"Lalu bagaimana kau akan menjelaskan kepada Kamila saat melihat mu datang bersamaku??" Tantang Elena malam membuat Adrian hampir tersedak makannya.

"Kenapa aku harus bingung?? Aku tinggal menjawab seperti yang ku katakan kepada Mama tadi. Lagipula kita memang tidak ada hubungan apa-apa kan?? Apa kau berharap Kamila akan salah paham dengan kita berdua begitu?? Memangnya hubungan kita lebih dari sekedar partner di atas ranjang?? Tidak kan??"

Bibir Elena tertutup rapat. Dia sudah tidak bisa menjawab Adrian. Apa yang di katakan pria itu benar, bahkan status persen benar.

Terpopuler

Comments

Juan Sastra

Juan Sastra

makanya elena jgn terlalu murah, dan bodoh, segitunya mencintai rela hancur demi kenikmatan sesaat dan kebahagiaan yg semu

2024-09-15

2

Nailott

Nailott

jngn harap, ya kamu dibeli.,buka. dg mahar halal,

2023-12-01

0

Lia Nursari

Lia Nursari

perih banget😢

2023-11-27

0

lihat semua
Episodes
1 Perjanjian
2 Jangan sebut aku wanita bodoh!!
3 Aku milikmu
4 Bantu aku menidurkannya
5 Memabukkan
6 Merayu
7 Nyonya besar
8 Maniak
9 Harga diri
10 Kejutan
11 Bertemu pasangan romantis
12 Kemarahan tanpa penjelasan
13 Rahasia
14 Marah
15 Kepulangan Adrian
16 Tamu tak di undang
17 Wanita asing
18 Kecurangan
19 Sama-sama gila
20 Layaknya seorang istri
21 Masalah
22 Lelah
23 Sarapan
24 Saling merindukan
25 Seperti nenek-nenek
26 Menolak
27 Menagih janji
28 Tamu tak terduga
29 Seperti balita
30 Kamila yang aneh
31 Tujuan rahasia
32 Merindukanmu
33 Kedatangan Adrian
34 Rahasia yang bukan rahasia
35 Bersikap aneh
36 Cinta sepihak
37 Peringatan
38 Harapan
39 Kabar membahagiakan
40 Bertemu Aura
41 Alasan Aura
42 Membiasakan diri
43 Sudah waktunya
44 Tiba saatnya
45 Selembar surat perpisahan
46 Apakah itu aku??
47 Kamila benar-benar kembali
48 Penolakan
49 Pernikahan
50 Pria dingin
51 Rencana Kamila
52 Ancaman
53 Pertemuan pertama
54 Bertemu CEO baru
55 Dua bocah kecil
56 Sahabat lama
57 Bukan lagi rahasia
58 Musibah
59 Kembali ke sisiku
60 Tak ada lagi rahasia
61 Maafkan Mama
62 Hari pertama
63 Dua bocah menggemaskan
64 Ikatan batin
65 Alasan yang sebenarnya
66 Beruang kutub
67 Siapa Daren
68 Sikap yang aneh
69 Mengikis jarak
70 Hal yang tak mungkin
71 Perasaan Adrian
72 Mabuk-mabukan
73 Sudah tak sanggup
74 Mengakui
75 Awal perpisahan
76 Perpisahan Adrian
77 Masih ragu
78 Kehancuran keluarga Lewis
79 Satu ranjang lagi
80 Ketakutan terbesar
81 Takdir
82 Kembaran versi lite
83 Fernando Lewis
84 Mirip
85 Seperti Ayah dan Anak
86 Terungkap
87 Anak-anakku
88 Alasan
89 Aku mencintaimu
90 Dia Papaku
91 Kemarahan Hary
92 Calon suami
93 Cemburu
94 Makan siang
95 Wanita tua
96 Nyonya besar
97 Permintaan maaf
98 Tak punya alasan
99 Melepas kerinduan
100 Rasa bersalah
101 Cucu-cucuku
102 Keponakan yang menggemaskan
103 Berita besar
104 Gosip
105 Pelajaran
106 Keputusan berat
107 Penolakan
108 Terjaga sampai pagi
109 Akhir
110 TERJERAT CINTA BODYGUARD TAMPAN ( jangan lupa mampir ) KARYA BARU
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Perjanjian
2
Jangan sebut aku wanita bodoh!!
3
Aku milikmu
4
Bantu aku menidurkannya
5
Memabukkan
6
Merayu
7
Nyonya besar
8
Maniak
9
Harga diri
10
Kejutan
11
Bertemu pasangan romantis
12
Kemarahan tanpa penjelasan
13
Rahasia
14
Marah
15
Kepulangan Adrian
16
Tamu tak di undang
17
Wanita asing
18
Kecurangan
19
Sama-sama gila
20
Layaknya seorang istri
21
Masalah
22
Lelah
23
Sarapan
24
Saling merindukan
25
Seperti nenek-nenek
26
Menolak
27
Menagih janji
28
Tamu tak terduga
29
Seperti balita
30
Kamila yang aneh
31
Tujuan rahasia
32
Merindukanmu
33
Kedatangan Adrian
34
Rahasia yang bukan rahasia
35
Bersikap aneh
36
Cinta sepihak
37
Peringatan
38
Harapan
39
Kabar membahagiakan
40
Bertemu Aura
41
Alasan Aura
42
Membiasakan diri
43
Sudah waktunya
44
Tiba saatnya
45
Selembar surat perpisahan
46
Apakah itu aku??
47
Kamila benar-benar kembali
48
Penolakan
49
Pernikahan
50
Pria dingin
51
Rencana Kamila
52
Ancaman
53
Pertemuan pertama
54
Bertemu CEO baru
55
Dua bocah kecil
56
Sahabat lama
57
Bukan lagi rahasia
58
Musibah
59
Kembali ke sisiku
60
Tak ada lagi rahasia
61
Maafkan Mama
62
Hari pertama
63
Dua bocah menggemaskan
64
Ikatan batin
65
Alasan yang sebenarnya
66
Beruang kutub
67
Siapa Daren
68
Sikap yang aneh
69
Mengikis jarak
70
Hal yang tak mungkin
71
Perasaan Adrian
72
Mabuk-mabukan
73
Sudah tak sanggup
74
Mengakui
75
Awal perpisahan
76
Perpisahan Adrian
77
Masih ragu
78
Kehancuran keluarga Lewis
79
Satu ranjang lagi
80
Ketakutan terbesar
81
Takdir
82
Kembaran versi lite
83
Fernando Lewis
84
Mirip
85
Seperti Ayah dan Anak
86
Terungkap
87
Anak-anakku
88
Alasan
89
Aku mencintaimu
90
Dia Papaku
91
Kemarahan Hary
92
Calon suami
93
Cemburu
94
Makan siang
95
Wanita tua
96
Nyonya besar
97
Permintaan maaf
98
Tak punya alasan
99
Melepas kerinduan
100
Rasa bersalah
101
Cucu-cucuku
102
Keponakan yang menggemaskan
103
Berita besar
104
Gosip
105
Pelajaran
106
Keputusan berat
107
Penolakan
108
Terjaga sampai pagi
109
Akhir
110
TERJERAT CINTA BODYGUARD TAMPAN ( jangan lupa mampir ) KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!