Memabukkan

Mata Elena melotot sempurna. Bagaimana mungkin Adrian meminta hal seperti itu saat mereka ada di kantor.

"Tapi ini di kantor Adrian!!" Elena sudah tidak bisa bersikap sopan lagi saat ini.

"Aku tidak peduli!! Lagi pula tidak akan ada yang masuk ke sini"

"Kita bisa melakukannya di dakan sana" Tunjuk Elena pada ruangan yang di khususkan untuk CEO perusahaan itu beristirahat.

"Disini lebih menantang"Jawab Adrian yang sudah tidak bisa manahan gejolaknya lagi.

Adrian memutar tubuh Elena hingga berubah menghadap ke arahnya. Mengangkat pinggang ramping itu hingga membuat Elena duduk di pangkuan Adrian dengan sempurna.

Tampa basa-basi lagi Adrian langsung menyambar bibir Elena yang di lapisi lipstik berwarna nude itu.

"Manis" Batin Adrian.

Elena yang mulai terbuai dengan permainan Adrian mulai mengikuti gerakan lembut memabukkan itu. Bahkan kini tangannya sudah melingkar di leher Adrian.

Elena sadar apa yang dilakukannya saat ini pasti akan merusak riasan dan penampilannya. Padahal setelah ini mereka masih ada meeting penting. Tapi Elena tak peduli, yang penting dia bisa mendekap Adrian dengan erat di pelukannya, apapun akan Elena lakukan.

Adrian mulai menggila, gerakan yang tadi lembut sekarang mulai menuntut. Dia mulai menyusuri leher jenjang milik Elena.

"Iaaann"

"Ya sayang??"

"B****sek!! Kenapa dia begitu memabukkan seperti ini" Umpat Adrian dalam hatinya.

Bisa-bisanya Adrian menginginkan Elena di waktu yang masih pagi begini. Baru juga tadi malam mereka melakukannya, tapi Adrian sudah kembali meminta jatahnya.

"Emmhhh..."

Mendengar suara Elena itu, Adrian seolah di berikan perintah untuk memanjakan Elena dengan permainannya.

Elena tak heran dengan kepiawaian Adrian dalam hal seperti itu. Adrian memang ahlinya dalam me****kan wanita.

Bahkan Elena pernah memergoki Adrian melakukan hal seperti itu di apartemennya bersama dengan wanita bayarannya.

Sakit tentu saja yang Elena rasakan. Tapi saat itu dia tak bisa berbuat apapun, karena dia hanyalah sebatas sahabat dan sekretarisnya saja.

Setelah puas membuat Elena seperti cacing kepanasan. Adrian mengangkat tubuh Elena untuk melepaskan kain yang masih menjadi penutup bagian bawah milik Elena.

"Selesaikan dengan cepat, setelah ini kita harus bersiap untuk meeting Ian"

"Diam dan nikmati saja sayang. Tidak perlu pikirkan yang lainnya" Suara Adrian terdengar begitu parau saat ini.

Elena yang tak bisa membantah jika Adrian dalam kondisi seperti itu, maka dia hanya bisa diam dan menurut. Padahal rasa perih pada bagian inti tubuhnya itu belum juga hilang akibat permainan mereka tadi malam. Dan kini Adrian mulai menggempurnya lagi. Sepetinya Elena akan kewalahan melayani Adrian jika seperti ini.

Adrian semakin mempercepat gerakannya saat merasakan sesuatu yang siap meledak dalam tubuhnya. Pun begitu dengan Elena, dia seperti di bawa terbang ke awan oleh Adrian, saat ribuan kupu-kupu terasa menggelitik bagian dalam dirinya.

"Iaaann, akkuuu...."

"Sebentar sayang. Kita sama-sama" Ucap Adrian karena dia juga merasakan gelombang itu segera tiba.

Tapi bersamaan dengan itu, Adrian juga mencapai puncaknya. Sesuatu yang hangat itu menyembur di dalam rahim Elena saat ini. Keduanya sama-sama lemas dengan nafas mereka yang tidak teratur saat ini.

"Jangan lupa meminum obat pencegah kehamilan. Aku tidak mau sampai bibit unggul ku tumbuh di dalam rahimmu" Elena terdiam sejenak, seperti sedikit tersinggung dengan ucapan Adrian itu.

"Memangnya kenapa kalau dia tumbuh di rahim ku??" Elena tak bisa menyembunyikan tatapan tak suka atas pernyataan Adrian barusan.

"Tentu saja aku tidak mau anakku terlahir dari wanita yang rela menjual t*buhnya hanya demi uang seperti dirimu ini"

Nyes....

Hati Elena yang terluka seperti tersiram dengan air larutan garam hingga membuatnya begitu perih saat ini.

"Benar, lagipula keluargamu juga tidak akan mengakui cucunya jika dia terlahir dari wanita kalangan rendahan seperti ku" Ucap Elena sambil merapikan bajunya kembali.

Entah kenapa ada rasa tak nyaman di hati Adrian saat mendengar Elena merendahkan dirinya sendiri seperti itu. Tapi Adrian tetaplah Adrian yang tak peduli dengan apapun. Dia dengan cepat menampik perasaan itu.

*

*

*

Meeting yang di lakukan dengan perusahaan Jason sudah berlangsung selama tiga jam. Pertemuan itu bahkan melewatkan jam makan siang saat ini. Hal itu karena kerja sama yang mereka lakukan belum juga menemukan titik temu.

"Kalau begitu semuanya sudah sepakat dengan rencana ke riga kali ini?? Tidak ada lagi yang menentangnya bukan??" Adrian melihat ke seluruh peserta meeting di ruangan itu tampak terdiam.

"Bagaimana dengan anda Tuan Aron??" Tanya Adrian pada perwakilan dari perusahaan Jason. Pria yang Adrian tau sebagai putra dari pemilik perusaan itu. Dia datang hanya mewakili Ayahnya yang masih menjabat sebagai CEO saat ini.

Entah mengapa dia begitu kesal karena sejak tadi Aron terus saja memandangi Elena yang duduk di seberangnya.

"Saya setuju dengan plan ke tiga kali ini. Semuanya terdiam karena saya rasa mereka sudah setuju Tuan Adrian. Jadi sudah waktunya kita mengakhiri meeting ini karena saya yakin kita semua sudah kelaparan. Bukan begitu sekretaris Elena??"

Elena yang masih fokus mengerjakan notulen langsung terkesiap karena mendengar Aron menyebut namanya.

"I-iya Tuan Aron" Jawab Elena gugup karena semua mata tertuju padanya saat ini, termasuk Adrian yang menunjukkan tatapan memangsa kepadanya.

"Baiklah, kita akhiri saja meeting kali ini. Kalau ada sesuatu yang harus di koreksi lagi silahkan hubungi sekretaris saya, Elena" Putus Adrian setelah menimbang berbagai hal.

Satu persatu peserta meeting mulai keluar dari ruangan bermeja panjang itu. Saat ini hanya menyisakan Adrian, Elena, Aron dan sekretarisnya.

"Nona Elena, apa saya boleh meminta waktunya sebentar??" Ucap Aron mengabaikan Adrian yang masih berdiri di sana.

"Maaf Tuan Aron. Ada perlu apa ya??" Tanya Elena canggung dengan pria yang terlihat seumuran dengannya itu.

"Bukankah tadi Tuan Adrian mengatakan kalau ada hal yang perlu di koreksi bisa menghubungi anda?? Benarkan Tuan Adrian" Aron melihat ke arah Adrian.

Adrian mengangguk meski dia terlihat tidak menyukai Aron.

"Tapi bukankah tadi Tuan Aron sudah menyetujui semuanya di dalam rapat?? Kenapa baru sekarang menyampaikannya Tuan??"

Adrian menahan senyumnya karena Elena bisa membuat Aron terdiam sejenak.

"Itu karena saya baru mengingatnya sekarang. Bagaimana?? Apa anda bersedia memberikan waktunya sejenak untuk saya??" Elena bingung harus menjawab apa karena ini menyangkut pekerjaannya.

"Bagaimana kalau kita sambil makan siang saja??"

Adrian ingin mengumpat saat ini juga karena mendengar permintaan Aron yang terlihat seperti seseorang yang sedang mendekati seorang perempuan.

Elena melihat tatapan tidak suka dari mata Adrian. Tapi bukannya takut, Elena justru membuat Adrian semakin kesal karena keputusannya.

"Baiklah Tuan Aron. Mari kita bicara di luar saja" Tanpa pamit bahkan tanpa melihat Adrian di sebelahnya. Elena melenggang keluar begitu saja di ikuti oleh Aron dan sekretarisnya.

"Awas saja kau ******* licik!! Aku akan memberikan hukuman kepadamu nanti malam" Ucap Adrian sambil memandangi Elena yang masih terlihat dari balik kaca ruang meeting yang transparan.

Terpopuler

Comments

aisyah

aisyah

Adrian cemburu, mungkin kah bibit " cinta mulai tumbuh

2025-02-26

0

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

Adrian merasa kepemilikan Elena seutuhnya

2024-12-24

0

Andaru Obix Farfum

Andaru Obix Farfum

Elena cinta buta

2025-02-01

0

lihat semua
Episodes
1 Perjanjian
2 Jangan sebut aku wanita bodoh!!
3 Aku milikmu
4 Bantu aku menidurkannya
5 Memabukkan
6 Merayu
7 Nyonya besar
8 Maniak
9 Harga diri
10 Kejutan
11 Bertemu pasangan romantis
12 Kemarahan tanpa penjelasan
13 Rahasia
14 Marah
15 Kepulangan Adrian
16 Tamu tak di undang
17 Wanita asing
18 Kecurangan
19 Sama-sama gila
20 Layaknya seorang istri
21 Masalah
22 Lelah
23 Sarapan
24 Saling merindukan
25 Seperti nenek-nenek
26 Menolak
27 Menagih janji
28 Tamu tak terduga
29 Seperti balita
30 Kamila yang aneh
31 Tujuan rahasia
32 Merindukanmu
33 Kedatangan Adrian
34 Rahasia yang bukan rahasia
35 Bersikap aneh
36 Cinta sepihak
37 Peringatan
38 Harapan
39 Kabar membahagiakan
40 Bertemu Aura
41 Alasan Aura
42 Membiasakan diri
43 Sudah waktunya
44 Tiba saatnya
45 Selembar surat perpisahan
46 Apakah itu aku??
47 Kamila benar-benar kembali
48 Penolakan
49 Pernikahan
50 Pria dingin
51 Rencana Kamila
52 Ancaman
53 Pertemuan pertama
54 Bertemu CEO baru
55 Dua bocah kecil
56 Sahabat lama
57 Bukan lagi rahasia
58 Musibah
59 Kembali ke sisiku
60 Tak ada lagi rahasia
61 Maafkan Mama
62 Hari pertama
63 Dua bocah menggemaskan
64 Ikatan batin
65 Alasan yang sebenarnya
66 Beruang kutub
67 Siapa Daren
68 Sikap yang aneh
69 Mengikis jarak
70 Hal yang tak mungkin
71 Perasaan Adrian
72 Mabuk-mabukan
73 Sudah tak sanggup
74 Mengakui
75 Awal perpisahan
76 Perpisahan Adrian
77 Masih ragu
78 Kehancuran keluarga Lewis
79 Satu ranjang lagi
80 Ketakutan terbesar
81 Takdir
82 Kembaran versi lite
83 Fernando Lewis
84 Mirip
85 Seperti Ayah dan Anak
86 Terungkap
87 Anak-anakku
88 Alasan
89 Aku mencintaimu
90 Dia Papaku
91 Kemarahan Hary
92 Calon suami
93 Cemburu
94 Makan siang
95 Wanita tua
96 Nyonya besar
97 Permintaan maaf
98 Tak punya alasan
99 Melepas kerinduan
100 Rasa bersalah
101 Cucu-cucuku
102 Keponakan yang menggemaskan
103 Berita besar
104 Gosip
105 Pelajaran
106 Keputusan berat
107 Penolakan
108 Terjaga sampai pagi
109 Akhir
110 TERJERAT CINTA BODYGUARD TAMPAN ( jangan lupa mampir ) KARYA BARU
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Perjanjian
2
Jangan sebut aku wanita bodoh!!
3
Aku milikmu
4
Bantu aku menidurkannya
5
Memabukkan
6
Merayu
7
Nyonya besar
8
Maniak
9
Harga diri
10
Kejutan
11
Bertemu pasangan romantis
12
Kemarahan tanpa penjelasan
13
Rahasia
14
Marah
15
Kepulangan Adrian
16
Tamu tak di undang
17
Wanita asing
18
Kecurangan
19
Sama-sama gila
20
Layaknya seorang istri
21
Masalah
22
Lelah
23
Sarapan
24
Saling merindukan
25
Seperti nenek-nenek
26
Menolak
27
Menagih janji
28
Tamu tak terduga
29
Seperti balita
30
Kamila yang aneh
31
Tujuan rahasia
32
Merindukanmu
33
Kedatangan Adrian
34
Rahasia yang bukan rahasia
35
Bersikap aneh
36
Cinta sepihak
37
Peringatan
38
Harapan
39
Kabar membahagiakan
40
Bertemu Aura
41
Alasan Aura
42
Membiasakan diri
43
Sudah waktunya
44
Tiba saatnya
45
Selembar surat perpisahan
46
Apakah itu aku??
47
Kamila benar-benar kembali
48
Penolakan
49
Pernikahan
50
Pria dingin
51
Rencana Kamila
52
Ancaman
53
Pertemuan pertama
54
Bertemu CEO baru
55
Dua bocah kecil
56
Sahabat lama
57
Bukan lagi rahasia
58
Musibah
59
Kembali ke sisiku
60
Tak ada lagi rahasia
61
Maafkan Mama
62
Hari pertama
63
Dua bocah menggemaskan
64
Ikatan batin
65
Alasan yang sebenarnya
66
Beruang kutub
67
Siapa Daren
68
Sikap yang aneh
69
Mengikis jarak
70
Hal yang tak mungkin
71
Perasaan Adrian
72
Mabuk-mabukan
73
Sudah tak sanggup
74
Mengakui
75
Awal perpisahan
76
Perpisahan Adrian
77
Masih ragu
78
Kehancuran keluarga Lewis
79
Satu ranjang lagi
80
Ketakutan terbesar
81
Takdir
82
Kembaran versi lite
83
Fernando Lewis
84
Mirip
85
Seperti Ayah dan Anak
86
Terungkap
87
Anak-anakku
88
Alasan
89
Aku mencintaimu
90
Dia Papaku
91
Kemarahan Hary
92
Calon suami
93
Cemburu
94
Makan siang
95
Wanita tua
96
Nyonya besar
97
Permintaan maaf
98
Tak punya alasan
99
Melepas kerinduan
100
Rasa bersalah
101
Cucu-cucuku
102
Keponakan yang menggemaskan
103
Berita besar
104
Gosip
105
Pelajaran
106
Keputusan berat
107
Penolakan
108
Terjaga sampai pagi
109
Akhir
110
TERJERAT CINTA BODYGUARD TAMPAN ( jangan lupa mampir ) KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!