Jangan sebut aku wanita bodoh!!

Elena menarik nafasnya dalam untuk mengatur detak jantungnya yang tak kunjung teratur meski Elena sudah keluar dari ruangan CEO perusahaan itu.

Elena mencoba menenangkan dirinya setelah dia nekat melakukan hal paling g*la dalam hidupnya.

"Tenang El, tenang. Semua berjalan sesuai dengan apa yang kau inginkan" Elena mengusap dadanya dengan pelan. Bahkan tangannya saja masih bisa merasakan detak jantungnya begitu kencang saat ini.

Elena kembali membuka kertas yang masih di genggamnya itu. Kertas dengan isi paling s*alan menurutnya.

"Semoga saja Kamila tidak akan pernah kembali dan perjanjian ini tidak akan pernah berakhir" Gumam Elena mendadak sendu.

Surat perjanjian yang telah ditandatanganinya dengan Adrian itu berisi tentang beberapa kesepakatan yang akan mereka lakukan selama mereka bersama.

"Satu" Elena membaca kembali poin-poin yang perlu ia ingat.

"Hubungan ini harus di sembunyikan dari semua orang tak terkecuali"

"Dua, selama perjanjian ini berlangsung pihak ke dua harus bersedia tinggal bersama pihak pertama"

"Tentu saja aku tidak keberatan dengan poin satu ini, memang ini yang aku mau" Elena terus berbicara sendiri menanggapi apa yang tertera dalam surat perjanjian itu.

"Tiga, tidak melibatkan perasaan apapun di dalamnya"

"Terlambat, perasaanku sudah teramat dalam saat ini"

"Empat, tidak boleh mencampuri urusan masing-masing"

"Lima, pihak kedua tidak boleh menolak ketika pihak pertama menginginkan sentuhan"

"Ehemm" Elena merasa tenggorokannya kering ketika membaca poin ke lima itu.

"Enam, pihak pertama tidak boleh berhubungan badan dengan wanita manapun selain pihak ke dua selama perjanjian itu belum berakhir"

"Tujuh, pihak ke dua harus rutin mengonsumsi pencegah kehamilan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan"

"Delapan, perjanjian berakhir ketika Kamila kembali"

"Sembilan, pihak pertama akan memberikan berapapun yang pihak ke dua mau sebagai kompensasi"

Brak...

Elena memukul mejanya sendiri. Dia tiba-tiba kesal setelah membaca poin ke sembilan dari perjanjian itu.

"Harusnya aku menambahkan poin ke sepuluh Di sini"

Elena meraih pena berwarna merah di depannya. Lalu menuliskan poin ke sepuluh itu meski itu tidak ada artinya lagi saat ini.

Namun Elena tersenyum getir karena menulis sesuatu yang mungkin akan membuat Adrian murka jika membacanya

"Kalau pihak pertama melanggar perjanjian yang telah di sepakati. Maka pihak pertama akan memberikan semua hartanya kepada pihak ke dua" Elena membaca sampai ke titik akhir surat perjanjian itu.

"Sungguh aku tidak menginginkan semua itu, bahkan sepeserpun darimu Adrian!!"

"Kalian jangan menganggapku sebagai wanita bodoh karena melakukan hal di luar nalar seperti ini. Tapi aku yakin kalian semua tau kalau cinta itu buta kan?? Dan aku sudah tidak tahan lagi untuk membendung perasaanku ini"

"Aku ingin selau berada di dekatnya. Menyentuhnya, mencium wangi tubuhnya yang begitu aku sukai. Tubuhnya yang sangat ingin aku peluk dari dulu. Tapi semua itu akan terwujud nanti malam. Tidak papa jika orang menganggap ku wanita tidak waras atau yang lainnya. Aku mencari kebahagiaanku sendiri melalui ini. Karena hanya dengan cara ini aku bisa masuk lebih dalam ke dalam kehidupannya"

Satu fakta tentang Elena yang tidak di ketahui oleh Adrian. Sahabatnya itu telah lama memendam rasa yang lebih dari sekedar sahabat.

Meski Elena dari dulu sering menunjukkan perhatiannya kepada Adrian, namun sampai saat ini pria itu tak pernah menyadari perasaan Elena. Hingga kemarin Elena benar-benar lelah mengejar cintanya yang tak akan bersambut itu. Maka muncullah ide g*la di otaknya. Meski Adrian tidak bisa mencintainya. Elena akan menjerat Adrian dengan cara yang di sukai pria itu.

Jika kalian bertanya, apa penyebab Adrian tidak pernah melirik Elena sekalipun, jawabannya tentu saja mereka beda kasta, beda segalanya.

Elena hanyalah seorang yatim piatu dari kalangan bawah yang tak mungkin bisa masuk ke keluarga Lewis. Sementara Adrian adalah pria yang tidak pernah mau hidup miskin karena menentang keluarganya. Termasuk perjodohannya dengan Kamila. Beruntung Kamila adalah wanita yang dari dulu dicintai oleh Adrian tentu saja itu membuat Adrian dengan senang hati menerima perjodohan itu.

Tapi yang paling utama dari semua alasan itu adalah, Adrian tidak pernah tertarik dengan Elena.

"Tapi kau harus menjaga sikap mu Elena!! Jangan sampai Adrian menyadari perasaan mu!! Bersikaplah biasa saja jika di dekatnya. Karena kalau dia curiga, semuanya tidak akan berjalan dengan lancar kedepannya!!"

Elena melihat ke arah pintu berwarna hitam yang menyembunyikan Adrian di dalamnya.

"Meski aku tidak bisa mendapatkan cintamu, setidaknya berpura-pura menjadi wanita murahan lebih baik saat ini. Yang penting aku selalu berada di dekatmu"

Sungguh pemikiran yang begitu naif sebenarnya. Bukannya dengan melihat Elena yang seperti itu justru akan membuat Adrian semakin tidak bersimpati kepadanya. Kesan wanita bayaran akan melekat pada Elena setelah ini.

Elena yang sudah tidak peduli lagi dengan yang namanya kewasrasan memilih mengemasi baranya dan beranjak pergi dari meja sekretaris itu.

Dia sengaja pulang lebih awal karena ingin mempersiapkan diri untuk menyerahkan dirinya seutuhnya kepada Adrian.

Sebelum Elena pulang, dia lebih dulu menyambangi salon kecantikan langganannya. Dia benar-benar ingin terlihat mempesona di setiap inci tubuhnya nanti malam. Elena tidak peduli jika Adrian akan mencarinya saat ini. Toh yang Elena lakukan saat ini adalah untuk memanjakan Adrian nanti malam.

Menjelang pukul delapan malam, Elena tiba di apartemen Adrian dengan menyeret koper besar miliknya.

Elena dengan mudah masuk ke dalam apartemen mewah itu karena Elena memang hampir setiap hari datang ke sana hanya untuk membangunkan atau mengantarkan makanan untuk Adria.

Sungguh miris kan nasib cinta Elena?? Dia begitu perhatian dan menjaga Adrian, namun semua itu hanya di anggap loyalitas pekerjaan saja oleh Adrian.

Elena mengambil sepotong kain yang tak pantas untuk di sebut sebagai baju. Potongannya yang aneh dengan kain transparan berwarna hitam itu membuat Elena sedikit geli membayangkan jika dirinya memakainya di depan Adrian.

"Aku harap tidak akan ada yang menertawakan kebodohan ku ini" Gumam Elena melenggang ke kamar mandi untuk bersiap menyambut Adrian.

Elena yakin sebentar lagi pria itu akan sampai karena sepuluh menit yang lalu sudah mengabari Elena jika dia sudah di jalan.

Klik...

Adrian masuk ke dalam apartemennya yang sudah terang benderang. Tentu saja dia tak terkejut karena dia sudah tau jiak Elena sudah ada di dalam sana. Terlebih lagi ia melihat heels berwarna hitam milik Elena.

"Apa dia tidak kesakitan setiap hari memakai sepatu setinggi itu??" Gumam Adrian melirik heels yang memiliki tinggi sepuluh senti itu.

Adrian melepas jasnya sambil berjalan menuju kamarnya. Rasanya ingin segera mandi menghilangkan rasa lengket pada kulitnya.

"Sudah pulang Tuan Adrian??" Adrian bahkan sampai merinding mendengar suara yang begitu menggelitik di telinga itu.

Adrian menoleh ke pemilik suara yang ternyata telah duduk di sofa kamarnya dengan meluruskan kakinya yang panjang dan indah itu.

Glek....

Adrian menelan ludahnya dengan kasar melihat penampilan Elena saat ini.

Terpopuler

Comments

aisyah

aisyah

cinta dalam diam, tp ga harus jd murahan gitu jg

2025-02-26

1

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

berasa hubungan suami istri ya El, 😁

2024-12-24

0

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

Masya Allah tabarakaAllah 🙏🤲

berjuang cinta sendirian itu sakit 😔🥀

2024-12-24

0

lihat semua
Episodes
1 Perjanjian
2 Jangan sebut aku wanita bodoh!!
3 Aku milikmu
4 Bantu aku menidurkannya
5 Memabukkan
6 Merayu
7 Nyonya besar
8 Maniak
9 Harga diri
10 Kejutan
11 Bertemu pasangan romantis
12 Kemarahan tanpa penjelasan
13 Rahasia
14 Marah
15 Kepulangan Adrian
16 Tamu tak di undang
17 Wanita asing
18 Kecurangan
19 Sama-sama gila
20 Layaknya seorang istri
21 Masalah
22 Lelah
23 Sarapan
24 Saling merindukan
25 Seperti nenek-nenek
26 Menolak
27 Menagih janji
28 Tamu tak terduga
29 Seperti balita
30 Kamila yang aneh
31 Tujuan rahasia
32 Merindukanmu
33 Kedatangan Adrian
34 Rahasia yang bukan rahasia
35 Bersikap aneh
36 Cinta sepihak
37 Peringatan
38 Harapan
39 Kabar membahagiakan
40 Bertemu Aura
41 Alasan Aura
42 Membiasakan diri
43 Sudah waktunya
44 Tiba saatnya
45 Selembar surat perpisahan
46 Apakah itu aku??
47 Kamila benar-benar kembali
48 Penolakan
49 Pernikahan
50 Pria dingin
51 Rencana Kamila
52 Ancaman
53 Pertemuan pertama
54 Bertemu CEO baru
55 Dua bocah kecil
56 Sahabat lama
57 Bukan lagi rahasia
58 Musibah
59 Kembali ke sisiku
60 Tak ada lagi rahasia
61 Maafkan Mama
62 Hari pertama
63 Dua bocah menggemaskan
64 Ikatan batin
65 Alasan yang sebenarnya
66 Beruang kutub
67 Siapa Daren
68 Sikap yang aneh
69 Mengikis jarak
70 Hal yang tak mungkin
71 Perasaan Adrian
72 Mabuk-mabukan
73 Sudah tak sanggup
74 Mengakui
75 Awal perpisahan
76 Perpisahan Adrian
77 Masih ragu
78 Kehancuran keluarga Lewis
79 Satu ranjang lagi
80 Ketakutan terbesar
81 Takdir
82 Kembaran versi lite
83 Fernando Lewis
84 Mirip
85 Seperti Ayah dan Anak
86 Terungkap
87 Anak-anakku
88 Alasan
89 Aku mencintaimu
90 Dia Papaku
91 Kemarahan Hary
92 Calon suami
93 Cemburu
94 Makan siang
95 Wanita tua
96 Nyonya besar
97 Permintaan maaf
98 Tak punya alasan
99 Melepas kerinduan
100 Rasa bersalah
101 Cucu-cucuku
102 Keponakan yang menggemaskan
103 Berita besar
104 Gosip
105 Pelajaran
106 Keputusan berat
107 Penolakan
108 Terjaga sampai pagi
109 Akhir
110 TERJERAT CINTA BODYGUARD TAMPAN ( jangan lupa mampir ) KARYA BARU
Episodes

Updated 110 Episodes

1
Perjanjian
2
Jangan sebut aku wanita bodoh!!
3
Aku milikmu
4
Bantu aku menidurkannya
5
Memabukkan
6
Merayu
7
Nyonya besar
8
Maniak
9
Harga diri
10
Kejutan
11
Bertemu pasangan romantis
12
Kemarahan tanpa penjelasan
13
Rahasia
14
Marah
15
Kepulangan Adrian
16
Tamu tak di undang
17
Wanita asing
18
Kecurangan
19
Sama-sama gila
20
Layaknya seorang istri
21
Masalah
22
Lelah
23
Sarapan
24
Saling merindukan
25
Seperti nenek-nenek
26
Menolak
27
Menagih janji
28
Tamu tak terduga
29
Seperti balita
30
Kamila yang aneh
31
Tujuan rahasia
32
Merindukanmu
33
Kedatangan Adrian
34
Rahasia yang bukan rahasia
35
Bersikap aneh
36
Cinta sepihak
37
Peringatan
38
Harapan
39
Kabar membahagiakan
40
Bertemu Aura
41
Alasan Aura
42
Membiasakan diri
43
Sudah waktunya
44
Tiba saatnya
45
Selembar surat perpisahan
46
Apakah itu aku??
47
Kamila benar-benar kembali
48
Penolakan
49
Pernikahan
50
Pria dingin
51
Rencana Kamila
52
Ancaman
53
Pertemuan pertama
54
Bertemu CEO baru
55
Dua bocah kecil
56
Sahabat lama
57
Bukan lagi rahasia
58
Musibah
59
Kembali ke sisiku
60
Tak ada lagi rahasia
61
Maafkan Mama
62
Hari pertama
63
Dua bocah menggemaskan
64
Ikatan batin
65
Alasan yang sebenarnya
66
Beruang kutub
67
Siapa Daren
68
Sikap yang aneh
69
Mengikis jarak
70
Hal yang tak mungkin
71
Perasaan Adrian
72
Mabuk-mabukan
73
Sudah tak sanggup
74
Mengakui
75
Awal perpisahan
76
Perpisahan Adrian
77
Masih ragu
78
Kehancuran keluarga Lewis
79
Satu ranjang lagi
80
Ketakutan terbesar
81
Takdir
82
Kembaran versi lite
83
Fernando Lewis
84
Mirip
85
Seperti Ayah dan Anak
86
Terungkap
87
Anak-anakku
88
Alasan
89
Aku mencintaimu
90
Dia Papaku
91
Kemarahan Hary
92
Calon suami
93
Cemburu
94
Makan siang
95
Wanita tua
96
Nyonya besar
97
Permintaan maaf
98
Tak punya alasan
99
Melepas kerinduan
100
Rasa bersalah
101
Cucu-cucuku
102
Keponakan yang menggemaskan
103
Berita besar
104
Gosip
105
Pelajaran
106
Keputusan berat
107
Penolakan
108
Terjaga sampai pagi
109
Akhir
110
TERJERAT CINTA BODYGUARD TAMPAN ( jangan lupa mampir ) KARYA BARU

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!