Aku tidak menghiraukan permintaan Ariel. Aku tetap pergi berkencan dengan Arka pukul 7 malam sesuai jadwal. Enak saja dia mengaturku ini-itu. Aku tahu kalau itu kewajibanku sebagai seorang istri. Tapi aku bahkan tak yakin pernikahan kami ini sah atau tidak.
“Kamu belum cerita padaku apa saja yang terjadi dikampung.” Kata Arka sambil menyetir.
“Aku dan Ariel menikah,” desisku.
“Kalau yang itu aku tahu,” desis Arka. Kami memang sudah membicarakan hal ini, diiringi dengan berbagai tangisan dan pertengkaran hebat. Pada akhirnya seminggu kemudian kami berbaikan dan kembali berpacaran.
Makanya aku lengket sama Arka. Dia tipe yang bisa memaklumi segala tindakanku. Mungkin tahu kalau silsilah keluargaku cukup unik, dengan segala kejawen ala keratonnya yang tak masuk di nalar manusia.
Di lain pihak, Arka bisa bekerja di Arghading Corp juga karena aku nekat datang dan menemui si Pangeran Terbuang. Raden Aryaguna Ranggasadono. Ini kejadian sudah lama, waktu aku ditegurnya saat itu. Dan yang namanya Raden Arya, wajahnya mengerikan! Tingkahnya juga.
Aku yakin saat bertemu denganku itu, dia baru saja membunuh seseorang, atau menyakiti seseorang. Yang mana pun sepertinya kegiatan yang mengerikan.
Untung saja tunanganku ini lumayan encer otaknya, jadi tanpa tes ini-itu bisa langsung ditempatkan di divisi Treasury. Di sana juga ada ‘pamanku’ namanya Paman Banyu Rejoprastowo. Jadi koneksiku sebenarnya luas kalau ke perusahaan-perusahaan besar itu. Akunya saja yang kelewat malas menjilat.
Bukan Pamanku sebenarnya, dia pamannya kandungnya Ariel si Playboy Keparat. Tapi aku bahkan berani bertaruh bahkan Ariel saja tak ingat nama Paman Banyu. Kadang kami juga suka lupa siapa saja saudaraku dan siapa saja saudara Ariel. Saking kami dekatnya sudah bagai saudara.
“Kompensasiku untuk pernikahan itu 300juta,”
“Uhuk!!” terdengar suara Arka terbatuk
Bukan, bukan terbatuk. Sepertinya dia tertawa tapi ditahan jadinya batuk.
Lalu kami terdiam.
“Kita jadi nikah?” tanyanya.
“Jadi, kami akan bercerai secepatnya.” Dalam hati aku membatin, mungkin dalam waktu dekat aku akan nekat menemui Raden Aryaguna itu, dan membujuknya supaya bekerja sama dengan kami. Kalau perlu kubagi dua jatahku dengannya. Aku tidak sampai hati menceritakan kepada Arka perjanjian terkutuk di balik pernikahan ini.
"Bagaimana dengan saudaramu yang lain?" tanya Arka.
Aku menghela nafas, aku tak ingin berbohong ke Arka, tapi aku juga tidak bisa menceritakan seluruh adegan yang kulalui. Terlalu menjijikkan bagiku.
"Kami akan mendapat uangnya dalam waktu dekat. Masing-maisng kepala keluarga dapat 10 miliar katanya. Jadi 300 juta itu hanya ucapan terima kasih dari Mbah Rangga karena kami bersedia menikah. Ah! Masih ditambah emas 240gram."
"Aku tidak bisa memberimu sebanyak itu kalau nanti kita menikah," kata Arka.
"Jangan dibandingkan dengan pernikahan kita kelak, Aku akan menerima apa pun yang kauberikan padaku. Kalau yang ini kan dengan pamrih." Kataku. "Paling tidak kita bisa hidup nyaman tanpa khawatir tentang uang kalau sudah berumah tangga, kan?"
Kami diam lagi.
Lalu aku teringat tentang Raden Aryaguna.
“Sayang, Rad... eh, si Baron-Baron itu, dia masih hidup kan ya?” tanyaku.
“Kalau dia ya masih hidup, kalau tawanannya ya tak tahu,” kata Arka.
“Sebenarnya kalian melakukan pekerjaan apa sih di perusahaan itu?! Kok ada tawanan segala?!”
“Ariel, Arghading itu perusahaan tambang dan alat berat. Kami ada beberapa quarry pasir dan ada satu lagi untuk batu bara. Untuk permesinan dan alat berat, kami produksi sendiri bekerja sama dengan C-Corp. Kehidupan di tambang tidak semudah itu. Istilahnya di sana itu, pekerjaan berat dengan cuan yang mengalir deras. Seberat apa? Bisa jadi dalam satu hari ada satu manusia yang mati. Baik itu pekerja tambang, masalah hutang piutang, perampokan, penjarahan di tambah, pencurian property dan bahan mentah, sampai masalah astral. Tapi Net Worthnya bisa puluhan miliar. Divisiku menangani masalah saham, pengelolaan uangnya. Kalau Baron lebih banyak untuk urusan manusiawi,” kata Arka.
“Manusiawi...?” istilah yang menurutku sudah diperhalus ratusan kali oleh Arka.
“Kalau dia tidak berbahaya, perusahaan yang malah hancur.”
“Owh. Aku mengerti.” Benar kan, dugaanku. Kalau Raden Aryaguna alias Baron adalah Tukang Pukul dan eksekutor bagi para penjahat tambang.
“Aku saja sudah kaget kalau kamu memasukkan aku ke sana melewati dia.”
“Iya aku juga kaget punya keberanian untuk menemuinya.”
“Sejak itu aku sangat sayang padamu,” Arka meletakkan tangannya di atas kepalaku dan mengelusku pelan.
Duh, rasanya aliran darahku langsung lancar dan emosiku hilang.
Aku pun bersandar dan memeluk lengannya sambil memejamkan mata.
Masa bodo dengan semua masalah duniawi. Aku mau bermanja-manja dengan tunanganku hari ini.
**
Aku mengikuti arah pandangan Arka yang langsung tegang, dan reflek menoleh ke belakang.
Astaga... bocah sableng ada di sana.
Dia bersama teman-temannya, masuk ke lobby hotel dengan fancy, sedangkan aku dan Arka sedang di cafe seberang club. Cafe milikku kedap suara, jadi suara musik dari club di seberang kami tidak terdengar. Club di depan kami juga memiliki pengelolaan ruangan yang baik, tapi pengunjung club yang antri masuk ke dalam juga bisa kami lihat dengan jelas.
Ariel lahir dari ayah bernama Aaron Russel, seorang warga Skotlandia, dan istrinya adalah anak Mbah Rejo yang ke 12 kalau tak salah. Pak Aaron, kami menyebutnya demikian, selama ini tinggal di Glasgow, bersama istrinya dan si Ariel ini tentunya. Sampai usia Aaron 14 tahun, sang istri meninggal, dan Ariel akhirnya disekolahkan di Indonesia. Karena Ibu Ariel dimakamkan di Indonesia, di Tanah Kusir tepatnya, jadilah Pak Aaron melamar kerja dan tinggal di Jakarta, biar bisa sering-sering ke pemakaman mengunjungi istrinya.
Bisa jadi tingkah liar Ariel dipengaruhi oleh Sang Ibu yang berpulang. Ia tidak terlalu akur dengan Pak Aaron soalnya. Suatu hal yang menurutku egois untuk seorang anak.
Okelah dia depresi dengan kesedihan mendalam. Tapi apakah ia tidak memikirkan ayahnya? Sejauh apa kesedihan Pak Aaron ditinggal istrinya sampai ia rela meninggalkan keluarga besarnya di Glasgow, juga karier yang selama ini dibangunnya, ke Indonesia hanya agar ia bisa dekat dengan makam istrinya? Belum harus diganggu dengan tingkah Ariel yang brutal, Egois, dan sinting. Belum juga tekanan dari keluarga istri yang aneh-aneh seperti pernikahanku dengan Ariel kemarin.
Ariel mungkin bisa keliaran, keluar masuk penjara, bercinta dengan siapa pun yang ia suka, keluar masuk rumah sakit... Ayahnya akan selalu ada menolongnya. Tapi kalau Pak Aaron depresi? Harus ke siapa ia mengeluh? Siapa yang jadi tumpuan curahan hati ayahnya? Siapa yang menolong Pak Aaron kalau sakit?? Pernah terpikir tidak hal semacam itu di benak Ariel?
Mungkin suatu saat akan kutanyakan.
Dan hebatnya si Ariel ini, dia langsung menoleh dan mata kami saling menatap.
Ia tampak mengernyit saat melihatku di cafe seberang, lalu mencibir tidak suka.
Aku langsung buang muka. Tapi aku menatapnya lagi.
Tunggu...
Anak SMA, berkelompok, bergaya glamor, masuk ke... club?
Dan mereka bisa masuk.
Kok bisa?! Kok diizinkan?1
Memang mereka tidak dimintai KTP?!
“Wah, kasus,” desisku dengan tegang.
“Biar saja.” Desis Arka.
“Mereka masih sekolah,” desisku menatap Arka dengan bingung.
“Kamu sudah seharian mengurusi anak muridmu, tidak bisakah dua jam tetap bersamaku?”
Ah... benar juga.
Hari ini adalah waktu kami berdua.
Biarlah aku pura-pura tidak melihat, walau pun sebenarnya tanggung jawab seorang guru ke anak didiknya 24/7. Tapi aku juga memiliki kehidupanku sendiri.
Tidak bisa kah murid-muridku belajar dengan rajin saja di rumah mengerjakan PR, atau buka-buka internet dengan kalem? Bukannya keluyuran ke club? Aku menyeruput cappucinoku dengan tenang, lalu ku sendok sesuap lasagna ke mulutku. Kukunyah perlahan.
Kutatap Arka.
Pria itu sedang menopang dagunya dengan sebelah tangan, memandang ke arahku dengan tajam.
Ia sudah tahu apa yang akan kulakukan.
“Aku harus ke sana.” desisku.
Arka melempar serbetnya ke atas meja sambil memaki pelan, “Terserah kamu.”
Ia marah.
Aku mengerti.
Tapi aku tidak tahan untuk meminta penjelasan dari sekumpulan anak berandal di depan sana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 50 Episodes
Comments
iin
Hubungannya rumit ya sama Arka. Ribet jadinya, mana yg pihak ketiga mana yg dicinta jdnya bakal blur deh kedepannya 😅
2024-01-10
0
Rose_Ni
C-Corp ini punya Randy Gaspar kah?
2023-12-20
0
𓆉︎ᵐᵈˡ ♡🍌 ᷢ ͩ𝐀⃝🥀ρҽNσʋ
mertunya rio
2023-11-27
2