Foto yang tersebar

Hari berganti. Aku terbangun jam enam pagi di kasur, di dalam kamar tidurku yang nyaman. Sudah dua hari ini semenjak aku membawa "pageran" dari Lik Wo, aku sangat nyenyak dalam tidurku. Sensasi nyaman dan betah di rumah sudah kembali seperti dulu lagi. Jam sembilan nanti ada jam kuliah. Oke, sudah kuputuskan untuk mentraktir Febi nge bakso nanti. Ya sebagai ucapan terimakasih karena sudah memperkenalkanku dengan Lik Wo.

Di luar kamar, di ruangan tengah, adikku sudah asyik mengotak-atik lego nya. Padahal masih pagi, dia sudah semangat bermain di jam segini. Ibuk sedang menggoreng pisang. Aroma harum nan sedap membuat aku beberapa kali menelan ludah.

"Sarapan e pisang goreng ya Dan, sama teh anget itu di meja", kata ibukku.

Aku tersenyum dan mengangguk. Aku ambil teh hangat dan sepiring pisang goreng kubawa ke teras rumah. Duduk di teras rumah dalam suasana pagi yang berkabut ditambah pisang goreng dan teh hangat, benar-benar kenyamanan yang aku rindukan. Aku bersyukur dalam hati dengan segala kenikmatan pagi ini.

* * *

Jam sembilan kurang aku sudah berada di parkiran kampus. Kebetulan Febi juga baru memarkir motornya.

"Hey Fee", sapaku ramah.

"Hello Dan, kebetulan banget barengan nyampe parkiran. . .hehee. .", jawab Febi dengan senyumnya, manis.

"Eh, nanti ku traktir bakso, mau ya?", Aku bertanya, menggaruk kepalaku yang nggak gatal.

"Dengaren, boleh deh, abis jam Sosiologi ya", Febi setuju.

Kami berjalan bareng menuju kelas. Kelas ada di bagian ujung lantai dua. Di depan kelas ada beberapa teman sedang ngobrol, kebanyakan adalah cowok cowok, dan diantara mereka ada Hasan. Melihatku datang bareng Febi, Hasan langsung terkekeh dan berlari masuk ke dalam kelas.

"Manten baru masuk kelas caahhhh . . .", teriak Hasan sambil berlari.

Suara riuh dan siulan langsung menyambutku di dalam kelas. Aku terbengong, tidak tahu apa yang terjadi. Kulirik Febi, dia terlihat tersenyum senyum.

"Opo sih, ada apa ini?", tanyaku ke seisi kelas.

Hasan mengambil hp nokia express music nya, mendekatiku, menyodorkan hp nya.

"Jangan kura-kura dalam perahu, pura-pura nggak tahuu", Hasan mengedip-ngedipkan mata.

Kulihat hp Hasan dan begitu kagetnya aku, di hp tersebut terdapat fotoku sedang membonceng Febi. Terlihat mesra. Matih akuuu . . .

"Sek cah, bentar, aku jelasin. . .ini nggak seperti yang terlihat kok", aku mencoba menjelaskan, gelagapan. Sudut mataku menangkap sosok Erni, duduk di pojok, tidak menghiraukan keramaian pagi ini, terlihat sedang fokus mengerjakan sesuatu di bukunya. Sial, benar-benar sial, Erni "bidadariku" terlihat tidak peduli dengan segala keriuhan saat ini.

"Wes ta lah, lek kamu seneng temen-temenmu ini juga ikutan seneng kok Dan", Hasan menepuk bahuku sambil tersenyum. Aku tidak berkutik di olok-olok seperti ini. Mata dan pikiranku fokus memperhatikan Erni.

"Suwer cah, aku nggak ada apa apa sama Febi, iya kan Feel?", aku menoleh ke Febi mencari dukungan.

Belum sempat Febi membuka mulut, dosen datang. Semua menghambur ke tempat duduknya masing-masing. Aku duduk di samping Erni. Ketika kuliah dimulai aku mencoba membuka percakapan dengan Erni.

"Emmm. .Err. . .yang tadi itu, nggak seperti apa yang dituduhkan temen-teman kok", aku membuka percakapan dengan keringat dingin.

"Opo sih Daann, nggak ada urusan juga denganku, fokus itu lho sama pembelajaran", jawab Erni sambil menunjuk dosen yang sedang menjelaskan di depan kelas. Aku terdiam, kehabisan kata-kata. Aku mengikuti jam kuliah kali ini dengan perasaan yang tidak nyaman. Aaaaaaaahhhhhrgggghhhh

 

Terpopuler

Comments

Yuli a

Yuli a

lah...
kayaknya Febi tau sesuatu... lah malah senyum-senyum kan dia

2025-01-26

0

Zuhril Witanto

Zuhril Witanto

opo Iki ulah febi

2024-01-28

0

ㅤㅤㅤㅤ😻Kᵝ⃟ᴸ⸙ᵍᵏ نَيْ ㊍㊍🍒⃞⃟🦅😻

ㅤㅤㅤㅤ😻Kᵝ⃟ᴸ⸙ᵍᵏ نَيْ ㊍㊍🍒⃞⃟🦅😻

sudah kuduga ini pasti rencananya Febi😏😒

2023-11-11

1

lihat semua
Episodes
1 Hunian nyaman
2 Erni
3 Bayangan yang mengintip
4 Febi
5 Menginap
6 Sungai dekat rumah
7 Bayangan hitam berbulu
8 WES WAYAH EEE
9 Bidadariku
10 Ruangan BEM dan Febi
11 di Radio
12 Bapak Pulang
13 Ternyata, Lek Jo . . .
14 Siapa yang ketuk ketuk pintu???
15 Mulai nggak nyaman
16 Aku dan Febi
17 Rumah Beringin
18 Asap Rokok
19 Aku dan Febi 2
20 Foto yang tersebar
21 Erni yang menjauh, Febi yang mendekat??
22 SURUP
23 Dimana aku???
24 Erni tak datang menjenguk
25 Sahabat > Kerabat
26 Kak Iwan
27 si "Thor"
28 Aku menyukaimu
29 Hari patah hati
30 Perasaan Sebenarnya
31 Lik Wo nggak jadi berkunjung?
32 Kunjungan Lik Wo
33 Warung Tenda
34 Aku, kamu dan trotoar
35 Kekecewaan
36 Sebuah pertengkaran
37 Bogem mentah
38 Dimana Erni???
39 Kampus tengah malam
40 Kamar mandi, handuk, dan Erni
41 Erni kritis
42 Ikan Nila di kolam
43 Se ikat kayu di bekas ruko
44 Tembang dan Tangis
45 Ganda Mayit
46 Mbah Kadir
47 Sogo Girl
48 Pindah??
49 4 April
50 Babak Belur
51 Tindakan Nekat
52 ANOMALI
53 Percakapan dengan petugas SPBU
54 Pesan Bu Sumini
55 Si kunyuk dan bujang berhati batu
56 Hunian yang tidak nyaman (lagi)
57 Ulang tahun Febi
58 Pengkhianat sebenarnya
59 Aku pergi
60 Malam kelabu, Pagi membiru
61 Permintaan maaf Iwan
62 Pak Ndori
63 Daftar orang yang kubenci
64 Kembali ke rumah
65 Ikatan keluarga
66 Malam pertama di rumah
67 Malam pertama di rumah (2)
68 Menginap di rumah Lik Diran
69 Keluarga sing babat desa
70 Menjenguk Lik Wo
71 Surat dari Lik Wo
72 Orang gila di kampus
73 Irul dalam bahaya (?)
74 Penjelasan Irul
75 Alasan sebuah persahabatan
76 Kobeng
77 Kobeng (2)
78 Extra
79 Bapak Sakit
80 Bapak sakit (2)
81 Toilet Rumah Sakit
82 Kepergian Irul
83 Extra
84 Obrolan Bapak dan anak
85 Permintaan Bapak
86 Rawon setan
87 Rencana pembongkaran rumah
88 Extra
89 Bongkar!
90 Hari yang buruk
91 Penjelasan Bu Surti
92 Bawa aku pulang
93 Extra
94 Duka
95 Setelah 7 hari, kini ada apa lagi?
96 Bukit manik manik
97 Se ikat kayu dan sebuah desa berkabut
98 Pertemuan kembali dengannya
99 PENGUMUMAN
100 Penjelasan Febi
101 Penjelasan Febi 2
102 Gulungan sirih dan sebuah keris
103 Rumah di tengah sawah
104 Hancurnya Rumah di tengah sawah
105 Akhir kisah (?)
106 PENGUMUMAN PERPISAHAN RTS
107 PENGUMUMAN RTS #2 TELAH HADIR
108 RTS 3 TELAH DATANG
109 PENGUMUMAN CERITA HOROR BARU
110 NOVEL CETAK RUMAH TENGAH SAWAH
111 Ijin Promo Judul Baru
112 Judul Horor Baru bung Kus
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Hunian nyaman
2
Erni
3
Bayangan yang mengintip
4
Febi
5
Menginap
6
Sungai dekat rumah
7
Bayangan hitam berbulu
8
WES WAYAH EEE
9
Bidadariku
10
Ruangan BEM dan Febi
11
di Radio
12
Bapak Pulang
13
Ternyata, Lek Jo . . .
14
Siapa yang ketuk ketuk pintu???
15
Mulai nggak nyaman
16
Aku dan Febi
17
Rumah Beringin
18
Asap Rokok
19
Aku dan Febi 2
20
Foto yang tersebar
21
Erni yang menjauh, Febi yang mendekat??
22
SURUP
23
Dimana aku???
24
Erni tak datang menjenguk
25
Sahabat > Kerabat
26
Kak Iwan
27
si "Thor"
28
Aku menyukaimu
29
Hari patah hati
30
Perasaan Sebenarnya
31
Lik Wo nggak jadi berkunjung?
32
Kunjungan Lik Wo
33
Warung Tenda
34
Aku, kamu dan trotoar
35
Kekecewaan
36
Sebuah pertengkaran
37
Bogem mentah
38
Dimana Erni???
39
Kampus tengah malam
40
Kamar mandi, handuk, dan Erni
41
Erni kritis
42
Ikan Nila di kolam
43
Se ikat kayu di bekas ruko
44
Tembang dan Tangis
45
Ganda Mayit
46
Mbah Kadir
47
Sogo Girl
48
Pindah??
49
4 April
50
Babak Belur
51
Tindakan Nekat
52
ANOMALI
53
Percakapan dengan petugas SPBU
54
Pesan Bu Sumini
55
Si kunyuk dan bujang berhati batu
56
Hunian yang tidak nyaman (lagi)
57
Ulang tahun Febi
58
Pengkhianat sebenarnya
59
Aku pergi
60
Malam kelabu, Pagi membiru
61
Permintaan maaf Iwan
62
Pak Ndori
63
Daftar orang yang kubenci
64
Kembali ke rumah
65
Ikatan keluarga
66
Malam pertama di rumah
67
Malam pertama di rumah (2)
68
Menginap di rumah Lik Diran
69
Keluarga sing babat desa
70
Menjenguk Lik Wo
71
Surat dari Lik Wo
72
Orang gila di kampus
73
Irul dalam bahaya (?)
74
Penjelasan Irul
75
Alasan sebuah persahabatan
76
Kobeng
77
Kobeng (2)
78
Extra
79
Bapak Sakit
80
Bapak sakit (2)
81
Toilet Rumah Sakit
82
Kepergian Irul
83
Extra
84
Obrolan Bapak dan anak
85
Permintaan Bapak
86
Rawon setan
87
Rencana pembongkaran rumah
88
Extra
89
Bongkar!
90
Hari yang buruk
91
Penjelasan Bu Surti
92
Bawa aku pulang
93
Extra
94
Duka
95
Setelah 7 hari, kini ada apa lagi?
96
Bukit manik manik
97
Se ikat kayu dan sebuah desa berkabut
98
Pertemuan kembali dengannya
99
PENGUMUMAN
100
Penjelasan Febi
101
Penjelasan Febi 2
102
Gulungan sirih dan sebuah keris
103
Rumah di tengah sawah
104
Hancurnya Rumah di tengah sawah
105
Akhir kisah (?)
106
PENGUMUMAN PERPISAHAN RTS
107
PENGUMUMAN RTS #2 TELAH HADIR
108
RTS 3 TELAH DATANG
109
PENGUMUMAN CERITA HOROR BARU
110
NOVEL CETAK RUMAH TENGAH SAWAH
111
Ijin Promo Judul Baru
112
Judul Horor Baru bung Kus

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!