di Radio

Percakapanku dengan Febi selesai dengan tidak membawa hasil bagiku. Karena tetap saja, perasaan tidak enak dan aneh yang ada di benakku tidak kunjung berkurang. Febi tadi berjanji untuk berkonsultasi dengan Paklik nya, yang menurutnya jauh lebih memahami perihal seperti itu. Yah, tidak ada yang bisa aku lakukan selain mengangguk setuju.

Setelahnya aku, Erni, Irul dan Febi pergi secara terpisah. Membawa pemikiran dan kegundahan masing-masing. Erni yang sedari awal terlihat penasaran mengapa aku seharian mencari-cari Febi, kelihatan sudah puas mengetahui kebenaran yang terjadi. Namun di sisi lain dia juga terlihat sangat penasaran dengan apa yang aku ceritakan.

Aku berjalan menuju ke tempat parkir motor. Mengingat ingat dimana motor Supra tadi aku parkirkan. Saking tidak fokusnya pas datang ke kampus tadi aku benar benar lupa dimana aku meletakkannya. Begitu luasnya parkiran dan begitu banyaknya motor ter parkir membuat aku malas untuk mencari cari. Ah, seandainya ada remot kuncinya semacam mobil, pasti enak tinggal pencet bunyi tulit tulit.

Aku pustuskan tidak melanjutkan pencarian motorku. Terpaksa aku berjalan kaki untuk menuju ke studio Pesona FM. Radio Pesona Fm kebetulan studio nya hanya berjarak kurang lebih 200 meter dari kampus. Aku ada jam siar nanti dari jam empat sampai jam tujuh petang. Biarlah motor aku cari nanti malam saja, menunggu parkiran kampus lebih sepi daripada saat ini yang terlihat seperti lautan rongsokan besi.

Jam setengah empat aku sudah berada di studio. Masih ada waktu setengah jam sebelum jadwal siarku. Saat ini yang sedang ngoceh di depan mic ada Bu Je, salah satu seniorku di radio. Karena mengantuk, kurebahkan badanku di sofa di tengah ruangan. Kupandangi langit langit, tepat di atasku terdapat kipas angin besar yang berputar enggan mungkin karena usianya sudah lebih tua dariku. Ngeri juga kalau tiba tiba lepas dan jatuh pasti bakalan tepat kena kepalaku.

Oh iya, Radio Pesona Fm tempat aku bekerja part time ini adalah salah satu radio tertua dan terbesar di wilayahku. Berada tepat di pusat kota, bangunan studio dua lantai,lantai satu untuk studio siaran, sementara lantai dua adalah ruangan untuk tim marketing, music director, kabag siar dan studio editing lagu, iklan dan lain lain. Pemiliknya adalah salah satu dosen di kampusku, dan juga beliau adalah salah satu pengusaha makanan terbesar juga di sini. Memiliki lima orang penyiar tetap dan empat orang penyiar part time yang salah satu nya adalah aku.

Studio adalah tempat ternyaman kedua setelah rumah bagiku. Kala aku suntuk, aku bisa bersantai di sini. Kalaupun aku ada acara dan terlalu malam untuk pulang biasanya aku juga menginap di sini. Dan ketika aku banyak tugas yang membutuhkan bahan dari jelajah di dunia internet, di sini akses nya gratis untuk pegawainya.

Gajiku di sini dihitung berdasar jumlah jam siar ku selama satu bulan yang bisa dikatakan sangat membantu untukku anak kuliahan dari keluarga menengah ke bawah. Aku benar benar merasa beruntung bisa bekerja part time di radio ini. Pekerjaannya juga enjoy able, bagaimana tidak, hobi ku yang suka ber cerewet ria di sini bisa jadi lembaran duit. Melamunkan bagaimana beruntungnya aku di radio ini membuat sedikit terlupa dengan hal hal mistis yang menggangguku kemarin dan tadi pagi. Dalam hati aku berdoa semoga kejadian kejadian yang menggangguku hanyalah sebuah kebetulan dan tidak akan terulang lagi, bagaimanapun aku tidak ingin mengganggu dan berhubungan dengan dunia dunia astral macam itu. Aku hanya ingin hari hariku berjalan seperti biasanya, bagiku sudah cukup nyaman dan bahagia.

Namun yang tidak aku ketahui saat itu adalah harapanku tersebut hanyalah tinggal harapan. Karena kenyataannya roda takdir mulai bergerak cepat dan liar, yang tidak terduga dan membawa kehidupanku dan keluargaku terjatuh ke tempat terbawah.

Terpopuler

Comments

Yuli a

Yuli a

heemmm..

2025-01-26

0

IG: _anipri

IG: _anipri

hobi itu jga bisa membawa kita pada hal yang berguna dan tentunya juga berduit. wkwkwk

2023-01-14

0

Lhois Packa

Lhois Packa

h fi tycyycc bubu kkb gh

2022-11-08

0

lihat semua
Episodes
1 Hunian nyaman
2 Erni
3 Bayangan yang mengintip
4 Febi
5 Menginap
6 Sungai dekat rumah
7 Bayangan hitam berbulu
8 WES WAYAH EEE
9 Bidadariku
10 Ruangan BEM dan Febi
11 di Radio
12 Bapak Pulang
13 Ternyata, Lek Jo . . .
14 Siapa yang ketuk ketuk pintu???
15 Mulai nggak nyaman
16 Aku dan Febi
17 Rumah Beringin
18 Asap Rokok
19 Aku dan Febi 2
20 Foto yang tersebar
21 Erni yang menjauh, Febi yang mendekat??
22 SURUP
23 Dimana aku???
24 Erni tak datang menjenguk
25 Sahabat > Kerabat
26 Kak Iwan
27 si "Thor"
28 Aku menyukaimu
29 Hari patah hati
30 Perasaan Sebenarnya
31 Lik Wo nggak jadi berkunjung?
32 Kunjungan Lik Wo
33 Warung Tenda
34 Aku, kamu dan trotoar
35 Kekecewaan
36 Sebuah pertengkaran
37 Bogem mentah
38 Dimana Erni???
39 Kampus tengah malam
40 Kamar mandi, handuk, dan Erni
41 Erni kritis
42 Ikan Nila di kolam
43 Se ikat kayu di bekas ruko
44 Tembang dan Tangis
45 Ganda Mayit
46 Mbah Kadir
47 Sogo Girl
48 Pindah??
49 4 April
50 Babak Belur
51 Tindakan Nekat
52 ANOMALI
53 Percakapan dengan petugas SPBU
54 Pesan Bu Sumini
55 Si kunyuk dan bujang berhati batu
56 Hunian yang tidak nyaman (lagi)
57 Ulang tahun Febi
58 Pengkhianat sebenarnya
59 Aku pergi
60 Malam kelabu, Pagi membiru
61 Permintaan maaf Iwan
62 Pak Ndori
63 Daftar orang yang kubenci
64 Kembali ke rumah
65 Ikatan keluarga
66 Malam pertama di rumah
67 Malam pertama di rumah (2)
68 Menginap di rumah Lik Diran
69 Keluarga sing babat desa
70 Menjenguk Lik Wo
71 Surat dari Lik Wo
72 Orang gila di kampus
73 Irul dalam bahaya (?)
74 Penjelasan Irul
75 Alasan sebuah persahabatan
76 Kobeng
77 Kobeng (2)
78 Extra
79 Bapak Sakit
80 Bapak sakit (2)
81 Toilet Rumah Sakit
82 Kepergian Irul
83 Extra
84 Obrolan Bapak dan anak
85 Permintaan Bapak
86 Rawon setan
87 Rencana pembongkaran rumah
88 Extra
89 Bongkar!
90 Hari yang buruk
91 Penjelasan Bu Surti
92 Bawa aku pulang
93 Extra
94 Duka
95 Setelah 7 hari, kini ada apa lagi?
96 Bukit manik manik
97 Se ikat kayu dan sebuah desa berkabut
98 Pertemuan kembali dengannya
99 PENGUMUMAN
100 Penjelasan Febi
101 Penjelasan Febi 2
102 Gulungan sirih dan sebuah keris
103 Rumah di tengah sawah
104 Hancurnya Rumah di tengah sawah
105 Akhir kisah (?)
106 PENGUMUMAN PERPISAHAN RTS
107 PENGUMUMAN RTS #2 TELAH HADIR
108 RTS 3 TELAH DATANG
109 PENGUMUMAN CERITA HOROR BARU
110 NOVEL CETAK RUMAH TENGAH SAWAH
111 Ijin Promo Judul Baru
112 Judul Horor Baru bung Kus
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Hunian nyaman
2
Erni
3
Bayangan yang mengintip
4
Febi
5
Menginap
6
Sungai dekat rumah
7
Bayangan hitam berbulu
8
WES WAYAH EEE
9
Bidadariku
10
Ruangan BEM dan Febi
11
di Radio
12
Bapak Pulang
13
Ternyata, Lek Jo . . .
14
Siapa yang ketuk ketuk pintu???
15
Mulai nggak nyaman
16
Aku dan Febi
17
Rumah Beringin
18
Asap Rokok
19
Aku dan Febi 2
20
Foto yang tersebar
21
Erni yang menjauh, Febi yang mendekat??
22
SURUP
23
Dimana aku???
24
Erni tak datang menjenguk
25
Sahabat > Kerabat
26
Kak Iwan
27
si "Thor"
28
Aku menyukaimu
29
Hari patah hati
30
Perasaan Sebenarnya
31
Lik Wo nggak jadi berkunjung?
32
Kunjungan Lik Wo
33
Warung Tenda
34
Aku, kamu dan trotoar
35
Kekecewaan
36
Sebuah pertengkaran
37
Bogem mentah
38
Dimana Erni???
39
Kampus tengah malam
40
Kamar mandi, handuk, dan Erni
41
Erni kritis
42
Ikan Nila di kolam
43
Se ikat kayu di bekas ruko
44
Tembang dan Tangis
45
Ganda Mayit
46
Mbah Kadir
47
Sogo Girl
48
Pindah??
49
4 April
50
Babak Belur
51
Tindakan Nekat
52
ANOMALI
53
Percakapan dengan petugas SPBU
54
Pesan Bu Sumini
55
Si kunyuk dan bujang berhati batu
56
Hunian yang tidak nyaman (lagi)
57
Ulang tahun Febi
58
Pengkhianat sebenarnya
59
Aku pergi
60
Malam kelabu, Pagi membiru
61
Permintaan maaf Iwan
62
Pak Ndori
63
Daftar orang yang kubenci
64
Kembali ke rumah
65
Ikatan keluarga
66
Malam pertama di rumah
67
Malam pertama di rumah (2)
68
Menginap di rumah Lik Diran
69
Keluarga sing babat desa
70
Menjenguk Lik Wo
71
Surat dari Lik Wo
72
Orang gila di kampus
73
Irul dalam bahaya (?)
74
Penjelasan Irul
75
Alasan sebuah persahabatan
76
Kobeng
77
Kobeng (2)
78
Extra
79
Bapak Sakit
80
Bapak sakit (2)
81
Toilet Rumah Sakit
82
Kepergian Irul
83
Extra
84
Obrolan Bapak dan anak
85
Permintaan Bapak
86
Rawon setan
87
Rencana pembongkaran rumah
88
Extra
89
Bongkar!
90
Hari yang buruk
91
Penjelasan Bu Surti
92
Bawa aku pulang
93
Extra
94
Duka
95
Setelah 7 hari, kini ada apa lagi?
96
Bukit manik manik
97
Se ikat kayu dan sebuah desa berkabut
98
Pertemuan kembali dengannya
99
PENGUMUMAN
100
Penjelasan Febi
101
Penjelasan Febi 2
102
Gulungan sirih dan sebuah keris
103
Rumah di tengah sawah
104
Hancurnya Rumah di tengah sawah
105
Akhir kisah (?)
106
PENGUMUMAN PERPISAHAN RTS
107
PENGUMUMAN RTS #2 TELAH HADIR
108
RTS 3 TELAH DATANG
109
PENGUMUMAN CERITA HOROR BARU
110
NOVEL CETAK RUMAH TENGAH SAWAH
111
Ijin Promo Judul Baru
112
Judul Horor Baru bung Kus

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!