Aku dan Febi

Jam delapan pagi, Bu Je membangunkanku yang tidur di sofa studio. Aku bener-bener bisa tidur puas kali ini. Masih dengan menguap lebar, aku berjalan menuju kamar mandi, mencuci muka, gosok gigi, dan bebersih lainnya. Namun, aku nggak mandi, males rasanya, lumayan dingin di bulan maret ini. Berkaca, kulihat kantong mataku sudah tak begitu terlihat. Wajahku juga terlihat lebih fresh dibanding kemarin. Menggelengkan kepala ke kanan dan kiri, nyaman rasanya.

Hari ini aku ada janji ke rumah Pak Lik nya Febi. Namun sampai sekarang belum juga ada pesan masuk di hp dari Febi. Febi belum memberi kabar jam berapa harus berangkat. Mungkinkah dia lupa? Aku ambil hp, kucoba menelponnya, baru terdengar bunyi tut tut tiga kali ternyata sudah terdengar jawaban dari Febi. Cepet banget dia angkatnya.

"Hallo Fe, Assalamualaikum. .", sapaku dengan ramah.

"Waalaikumsalam Dan, gimana gimana? Jadi hari ini ke Pak Likku?", tanya Febi.

"Lha yo jadi nuw, kan kamu yang ngomong kemarin, jam berapa jadinya? aku lagi free hari ini", tanyaku nggak sabar.

"Lha kemarin kamu keliatan nggak semangat gitu, tak pikir nek nggak jadi, ya sekarang bisa kok, tak jemput aja. . .", Febi memberi jawaban.

"Aku kan kemarin capek banget Fee, trus gimana, kamu kesini? Kita boncengan gitu? Lha Irul, Erni gimana?", aku teringat ketika kemarin Erni antusias untuk ikut, begitupun si Irul.

"Emmm. . .gini ya Dan, tak kasih tahu ya", Febi berkata dengan nada serius, menghela nafas, kemudian melanjutkan kalimatnya,

"Lebih baik, kita berdua aja deh yang kesana Dan, coba pikiren to, masak kamu mau konsultasi terkait rumahmu, trus ada orang lain yang bisa dikatakan nggak berkepentingan ikut ndengerin, apa yo nyaman?", Febi bertanya, terdengar serius. Aku mencoba mencerna yang dikatakannya dan pertanyaannya. Aku pikir-pikir bener juga sih yang dikatakan Febi.

"Lha tapi gimana dong? Erni dan Irul kan pengen ikut?"

"Ya tinggal bilang aja, kita belum jadi kesana, gitu aja lhoo . .", Febi menawarkan solusi. Aku berpikir sesaat lalu meng iya kan ide Febi. Kemudian dia menutup telpon setelah bilang akan datang menjemputku di studio, kira-kira setengah jam sudah sampai. Dia juga sempat berpesan menyuruhku untuk mandi. Ogah . . . batinku.

* * *

Tepat setengah jam dia datang pakai motor matic nya yang berwarna pink mengkilap. Febi memakai baju senada dengan warna motornya. Terlihat cantik dengan riasan natural.

"Lama nunggunya?", tanya Febi dengan senyum semringah, manis .

"Nggak kok, kamu tepat waktu banget, jempol dah", jawabku sambil mengacungkan dua buah jempol ke Febi.

"Udah siap? yokk?", ajak Febi berangkat.

Aku mengangguk, hendak mengeluarkan Supra-ku namun dicegah Febi. Dia mengajak berboncengan pakai motornya saja. Tidak ada alasan bagiku untuk menolak. Kami siap berangkat, tiba-tiba hp ku bergetar. Kuambil di saku dan kulihat, Erni menelpon. Waduh.

"Siapa Dan?", tanya Febi sambil ikut melihat hp ku.

"Erni nih, bentar yah, aku angkat dulu", jawabku sambil memberi kode telunjuk kuletakkan di depan bibirku.

"Hallo Dan, assalamualaikum" terdengar Erni mengucap salam, merdu. Hatiku sudah deg deg an hanya mendengar suaranya saja.

"Waalaikumsalam Er, ada apa nih?", tanyaku pura pura tidak tahu.

"Ke tempat Pak Lik e Febi nggak jadi to Dan?", tanya Erni penuh selidik.

"Emmm, nggak hari ini dulu kayaknya, masih capek ,".Er", . . .jawabku lagi-lagi berbohong.

Erni meng iya kan dan berpesan kalau sewaktu waktu ke tempat Pak Lik nya Febi dia ingin ikut, kemudian menutup telponnya.

Setelah itu aku dan Febi siap berangkatt, lets gooo . . .

Yang tidak aku sadari adalah, setelah Erni menutup telponnya, Febi melihatku dengan tersenyum, senyuman yang terasa ganjil . . .

Terpopuler

Comments

Yuli a

Yuli a

Febi suka sama Dani ya...

2025-01-26

0

Zuhril Witanto

Zuhril Witanto

kok mencurigakan

2024-01-28

0

Ass Yfa

Ass Yfa

duh, ada apa dgn Febi

2024-01-19

0

lihat semua
Episodes
1 Hunian nyaman
2 Erni
3 Bayangan yang mengintip
4 Febi
5 Menginap
6 Sungai dekat rumah
7 Bayangan hitam berbulu
8 WES WAYAH EEE
9 Bidadariku
10 Ruangan BEM dan Febi
11 di Radio
12 Bapak Pulang
13 Ternyata, Lek Jo . . .
14 Siapa yang ketuk ketuk pintu???
15 Mulai nggak nyaman
16 Aku dan Febi
17 Rumah Beringin
18 Asap Rokok
19 Aku dan Febi 2
20 Foto yang tersebar
21 Erni yang menjauh, Febi yang mendekat??
22 SURUP
23 Dimana aku???
24 Erni tak datang menjenguk
25 Sahabat > Kerabat
26 Kak Iwan
27 si "Thor"
28 Aku menyukaimu
29 Hari patah hati
30 Perasaan Sebenarnya
31 Lik Wo nggak jadi berkunjung?
32 Kunjungan Lik Wo
33 Warung Tenda
34 Aku, kamu dan trotoar
35 Kekecewaan
36 Sebuah pertengkaran
37 Bogem mentah
38 Dimana Erni???
39 Kampus tengah malam
40 Kamar mandi, handuk, dan Erni
41 Erni kritis
42 Ikan Nila di kolam
43 Se ikat kayu di bekas ruko
44 Tembang dan Tangis
45 Ganda Mayit
46 Mbah Kadir
47 Sogo Girl
48 Pindah??
49 4 April
50 Babak Belur
51 Tindakan Nekat
52 ANOMALI
53 Percakapan dengan petugas SPBU
54 Pesan Bu Sumini
55 Si kunyuk dan bujang berhati batu
56 Hunian yang tidak nyaman (lagi)
57 Ulang tahun Febi
58 Pengkhianat sebenarnya
59 Aku pergi
60 Malam kelabu, Pagi membiru
61 Permintaan maaf Iwan
62 Pak Ndori
63 Daftar orang yang kubenci
64 Kembali ke rumah
65 Ikatan keluarga
66 Malam pertama di rumah
67 Malam pertama di rumah (2)
68 Menginap di rumah Lik Diran
69 Keluarga sing babat desa
70 Menjenguk Lik Wo
71 Surat dari Lik Wo
72 Orang gila di kampus
73 Irul dalam bahaya (?)
74 Penjelasan Irul
75 Alasan sebuah persahabatan
76 Kobeng
77 Kobeng (2)
78 Extra
79 Bapak Sakit
80 Bapak sakit (2)
81 Toilet Rumah Sakit
82 Kepergian Irul
83 Extra
84 Obrolan Bapak dan anak
85 Permintaan Bapak
86 Rawon setan
87 Rencana pembongkaran rumah
88 Extra
89 Bongkar!
90 Hari yang buruk
91 Penjelasan Bu Surti
92 Bawa aku pulang
93 Extra
94 Duka
95 Setelah 7 hari, kini ada apa lagi?
96 Bukit manik manik
97 Se ikat kayu dan sebuah desa berkabut
98 Pertemuan kembali dengannya
99 PENGUMUMAN
100 Penjelasan Febi
101 Penjelasan Febi 2
102 Gulungan sirih dan sebuah keris
103 Rumah di tengah sawah
104 Hancurnya Rumah di tengah sawah
105 Akhir kisah (?)
106 PENGUMUMAN PERPISAHAN RTS
107 PENGUMUMAN RTS #2 TELAH HADIR
108 RTS 3 TELAH DATANG
109 PENGUMUMAN CERITA HOROR BARU
110 NOVEL CETAK RUMAH TENGAH SAWAH
111 Ijin Promo Judul Baru
112 Judul Horor Baru bung Kus
Episodes

Updated 112 Episodes

1
Hunian nyaman
2
Erni
3
Bayangan yang mengintip
4
Febi
5
Menginap
6
Sungai dekat rumah
7
Bayangan hitam berbulu
8
WES WAYAH EEE
9
Bidadariku
10
Ruangan BEM dan Febi
11
di Radio
12
Bapak Pulang
13
Ternyata, Lek Jo . . .
14
Siapa yang ketuk ketuk pintu???
15
Mulai nggak nyaman
16
Aku dan Febi
17
Rumah Beringin
18
Asap Rokok
19
Aku dan Febi 2
20
Foto yang tersebar
21
Erni yang menjauh, Febi yang mendekat??
22
SURUP
23
Dimana aku???
24
Erni tak datang menjenguk
25
Sahabat > Kerabat
26
Kak Iwan
27
si "Thor"
28
Aku menyukaimu
29
Hari patah hati
30
Perasaan Sebenarnya
31
Lik Wo nggak jadi berkunjung?
32
Kunjungan Lik Wo
33
Warung Tenda
34
Aku, kamu dan trotoar
35
Kekecewaan
36
Sebuah pertengkaran
37
Bogem mentah
38
Dimana Erni???
39
Kampus tengah malam
40
Kamar mandi, handuk, dan Erni
41
Erni kritis
42
Ikan Nila di kolam
43
Se ikat kayu di bekas ruko
44
Tembang dan Tangis
45
Ganda Mayit
46
Mbah Kadir
47
Sogo Girl
48
Pindah??
49
4 April
50
Babak Belur
51
Tindakan Nekat
52
ANOMALI
53
Percakapan dengan petugas SPBU
54
Pesan Bu Sumini
55
Si kunyuk dan bujang berhati batu
56
Hunian yang tidak nyaman (lagi)
57
Ulang tahun Febi
58
Pengkhianat sebenarnya
59
Aku pergi
60
Malam kelabu, Pagi membiru
61
Permintaan maaf Iwan
62
Pak Ndori
63
Daftar orang yang kubenci
64
Kembali ke rumah
65
Ikatan keluarga
66
Malam pertama di rumah
67
Malam pertama di rumah (2)
68
Menginap di rumah Lik Diran
69
Keluarga sing babat desa
70
Menjenguk Lik Wo
71
Surat dari Lik Wo
72
Orang gila di kampus
73
Irul dalam bahaya (?)
74
Penjelasan Irul
75
Alasan sebuah persahabatan
76
Kobeng
77
Kobeng (2)
78
Extra
79
Bapak Sakit
80
Bapak sakit (2)
81
Toilet Rumah Sakit
82
Kepergian Irul
83
Extra
84
Obrolan Bapak dan anak
85
Permintaan Bapak
86
Rawon setan
87
Rencana pembongkaran rumah
88
Extra
89
Bongkar!
90
Hari yang buruk
91
Penjelasan Bu Surti
92
Bawa aku pulang
93
Extra
94
Duka
95
Setelah 7 hari, kini ada apa lagi?
96
Bukit manik manik
97
Se ikat kayu dan sebuah desa berkabut
98
Pertemuan kembali dengannya
99
PENGUMUMAN
100
Penjelasan Febi
101
Penjelasan Febi 2
102
Gulungan sirih dan sebuah keris
103
Rumah di tengah sawah
104
Hancurnya Rumah di tengah sawah
105
Akhir kisah (?)
106
PENGUMUMAN PERPISAHAN RTS
107
PENGUMUMAN RTS #2 TELAH HADIR
108
RTS 3 TELAH DATANG
109
PENGUMUMAN CERITA HOROR BARU
110
NOVEL CETAK RUMAH TENGAH SAWAH
111
Ijin Promo Judul Baru
112
Judul Horor Baru bung Kus

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!