14 : Kecewa dan Menyakitkan

“Boleh, aku menikahinya?” Akala tahu, tanpa harus bertanya apalagi memohon izin kepada Cinta, ia berhak menikahi wanita mana pun termasuk itu menikahi Nina. Hubungannya dan Cinta sudah tidak lebih dari saudara.

Tangis seorang Cinta langsung pecah sepecah-pecahnya. Tubuh Cinta terguncang pelan dan berakhir terduduk di lantai yang dinginnya tak kalah dingin dari sikap Akala.

“Enggak ada yang lebih menyakitkan dari dirampas kebebasan bahkan harga diri maupun jati dirinya, Ta!” lanjut Akala masih bertutur lembut. “Mengalami satu saja sudah sangat sakit. Dampaknya akan seumur hidup, ... apalagi sampai mengalami tiga-tiganya?”

“Sedihnya, kamu yang melakukan itu. Dan kamu melakukan itu karena aku!” lanjut Akala.

Walau Akala terus berucap lirih sekaligus lembut, kenyataan tersebut sudah sangat mengaduk-aduk perasaan seorang Cinta.

“Aku beneran minta maaf karena adanya aku dalam hidup kamu bikin kamu jadi enggak lebih baik. Ini beneran bukan hanya melukai orang tua kamu dan juga keluargamu. Karena ini pasti melukai keluargaku. Dan aku beneran harus tanggung jawab!”

Mendengar itu, Cinta buru-buru menengadah. Ia sibuk menggeleng, menolak anggapan Cinta. “Aku yang salah. Kamu enggak salah Akala. Ini murni kesalahanku meski sebenarnya, aku juga enggak sepenuhnya salah. Aku ... aku sudah bayar!”

“Kamu membeli manusia, sejak kapan manusia dijualbelikan?!” tegas Akala dengan suara yang langsung naik, meski ia belum sampai meledak-ledak.

Lagi, Cinta yang masih tersedu-sedu berangsur menggeleng sembari menatap Akala.

“Sekarang aku tanya ke kamu, kamu bisa bangunin dia? Apalagi bikin dia kembali pada wajah aslinya? Kamu bisa?!” Akala menggeleng lemah sambil terus menatap Cinta. “Cara kamu dan mereka beneran enggak manusiawi!”

“Hanya ibli*s berwujud manusia yang tega begini!”

“Kamu enggak mikirin perasaan aku? Kamu enggak mikirin perasaan orang tua kamu termasuk papah Maheza dan mamah Aleya? Gitu-gitu mereka orang tua kamu loh walau mereka hanya orang tua angkat. Jangan lupa, kamu mendapatkan fasilitas yang sama seperti anak-anak kandung mereka! Gini balasan kamu? Kamu itu berpendidikan!”

“Kasus mas Chiko saja sampai bikin papah Maheza kritis nyaris stroke. Harusnya sekelas papah Maheza dan mamah Aleya itu dapat rezeki melimpah karena mereka dengan baik hati merawat dua anak yatim sekaligus. Namun ini, kedua anak yang mereka angkat justru jadi sumber mala petaka!”

“Bahkan sampai anak perempuan mereka sampai harus menanggung ulah mas Cikho! Chole, kurang baik apa dia?!”

Saking pusingnya, Akala refleks jongkok dan perlahan membekap wajahnya menggunakan kedua tangannya.

Di balik pintu ruang sana yang sedikit terbuka, mas Aidan yang datang bersama Arimbi, tampak serba salah tapi cenderung sedih.

Mas Aidan merapikan masker putih sang istri yang sebenarnya baik-baik saja.

“Bayi kita kuat karena orang tuanya juga kuat. Kasihan Nina kalau kita enggak memperjuangkan haknya. Kasihan mas Akala juga. Terlalu banyak pihak yang terluka karena ini. Kita sama-sama semangat, ya!” lembut Arimbi. Tangan kanannya menuntun tangan kiri mas Aidan untuk membingkai perutnya yang masih rata. Kemudian, tangan kanan mas Aidan sengaja menyusul tangan kiri Arimbi yang juga sudah ada di sana.

“Bismillah,” lirih mas Aidan yang langsung mendapat wanti-wanti dari sang istri.

“Ke Cinta jangan keras-keras, Mas. Soalnya kalau aku pahami, dia bukan yang bisa dikerasin, tapi bukan berarti kita enggak boleh tegas. Kalau dipikir-pikir, dia mirip mas Cikho. Kasihan Bude Resty, pengorbanannya sia-sia. Sudah diselingkuhi terus dibun*uh oleh suaminya sendiri, sekarang anak-anaknya malah gini. Al-fatihah buat Bude di Surga. Semoga Bude istirahat yang tenang,” lirih Arimbi.

Mas Aidan tetap menuntun sang istri meski mereka sudah memasuki ruang ICU. Walau di sana dilarang ada aktivitas berlebihan, keduanya benar-benar tak memiliki lain. Namun, baik mas Aidan maupun Arimbi akan berada di sana sebentar mungkin.

Suara langkah mendekat sudah langsung mengusik Cinta. Detik itu juga rasa takut Cinta makin tak terkendali. Jantung Cinta sudah langsung berdentum hebat, benar-benar keras hingga terdengar berisik di telinganya sendiri.

Melihat kedatangan mas Aidan dan Arimbi, Akala buru-buru berdiri kemudian menyalami keduanya dengan takzim. Mas Aidan dan Arimbi memang sengaja buru-buru pulang untuk membantu Akala mengurus kas*us Nina.

“Innalilahi, beneran mirip banget wajahnya meski dalam keadaan terluka parah gini,” lirih Arimbi sambil menatap sedih sang suami.

Mas Aidan hanya geleng-geleng karena langsung emosi. Ia segera meninggalkan sang istri kemudian menghampiri Cinta. Ia sengaja jongkok tepat di hadapan wanita itu. “Mengakui kesalahanmu dan mempertanggungjawabkannya dengan hukuman nyata, akan jauh lebih baik daripada berbelit-belit. Hukuman yang kamu dapatkan juga akan jauh lebih ringan meski apa yang kamu lakukan enggak akan pernah dibenarkan!” lirih mas Aidan kembali geleng-geleng. “Aki enggak tahu apa isi otak kamu. Atau mungkin pas pembagian otak, kamu menolak hingga kamu enggak punya otak? BIKIN MALU!”

Mas Aidan sampai enggan berurusan apalagi berlama-lama dengan Cinta. Karena baginya, apa yang Cinta lakukan sangat tidak manusiawi. Ditambah lagi, Cinta bukan lah orang yang kekurangan ilmu apalagi perhatian.

“Bayangkan kalau yang hadi Nina kamu, Ta. Bayangkan kalau yang jadi Nina anak perempuan kamu!” tegas mas Aidan sembari mundur sengaja menjaga jarak dari Cinta.

“Apa yang kamu petik dari kesalahan kamu kali ini?” lanjut mas Aidan yang sudah kembali didampingi Arimbi. Arimbi yang memakai jaket hangat warna hitam kedodoran karena itu milik mas Aidan, sudah sampai mendekap tangan kanan mas Aidan menggunakan kedua tangannya.

“Kenapa kamu mengaku ini karena Akala, karena kamu mencintai Akala, padahal sebelumnya, kamu dengan sadar menduakannya?” lanjut mas Aidan.

“Aku yakin polisi sudah sedang mencari kamu, Ta. Jadi, seperti saran mas Aidan, lebih baik kamu menyerahkan diri ke kantor polisi. Lebih baik kamu mengakui kesalahan kamu karena seberat-beratnya hukuman yang akan kamu dapat, dampak apa yang kamu lakukan kepada Nina jauh berkali-lipat lebih berat!” ucap Akala jauh lebih lembut dari mas Aidan.

Sadar Akala terlihat sangat hancur dan Arimbi khawatirkan sang adik ipar justru menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang terjadi, Arimbi sengaja menghampiri kemudian merangkul punggung Akala. Ia mengelus-elus punggung Akala, berharap caranya bisa memberikan dampak positif.

“Jadi, apa keputusanmu?” tanya mas Aidan yang kemudian berkata, “Aku akan mengawal kasus ini hingga akhir. Aku juga tidak akan melepaskanmu begitu saja.”

“Biarkan aku menyelesaikan ini secara kekeluargaan saja. Biarkan aku mengambil jalan damai.” Cinta benar-benar memohon. Menggunakan kedua matanya yang basah, ia menatap kedua mata mas Aidan yang menatapnya penuh kekecewaan.

“Tolong pikirkan perasaan orang tuaku!” mohon Cinta lagi dan sampai sekarang masih berlutut.

“Yang harusnya memikirkan orang tua kamu itu kamu. Harusnya dari awal sebelum bertindak, kamu memikirkan itu. Dampak dan segalanya, harusnya kamu mikir ke sana. Dampak ke Akala juga, yang otomatis harus sampai orang tua bahkan keluarga besar kami! Dikiranya manusia boneka, bisa kamu rombak bahkan obrak-abrik sesukamu hanya karena kamu sudah membelinya dan sekarang kamu justru—” Mas Aidan meledak-ledak. Dan ia baru berhenti bicara lantaran dari belakang, terdengar suara lirih ketakutan.

“J-jangan ... aku mohon sudah, jangan lakukan!” Nina mengigau dan dari kedua sudut matanya, cairan bening terus mengalir.

Terpopuler

Comments

Nendah Wenda

Nendah Wenda

enak tenan kamu cinta pake acara kekeluargaan kelakuanmu itu merenggut hak asasi manusia

2024-11-19

0

Kamiem sag

Kamiem sag

kamana sih Azzan yg suka buat mak senyum dan tertawa

2025-01-11

0

Kamiem sag

Kamiem sag

mak nangis Thor

2025-01-11

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Kehidupan Nina yang Kejam
2 2 : Dinikahkan Paksa
3 3 : Rencana Para Ibli*s
4 4 : Kehidupan Baru Nina dan Rencana Balas Dendam
5 5 : Excel Lucas Dan Peran Pentingnya
6 6 : Melarikan Diri
7 7 : Memulai Balas Dendam
8 8 : Sera-ngan Balik
9 9 : Akhir Dari Pelarian Dan Bertemu Akala
10 10 : Langsung Diurus
11 11 : Kebenaran dan Hukuman yang Mulai Berbicara
12 12 : Kabar Terbaru Cinta
13 MOHON PERHATIAN
14 13 : Silakan Jelaskan!
15 14 : Kecewa dan Menyakitkan
16 15 : Hukuman yang Pantas
17 16 : Motivasi Untuk Nina
18 17 : Cinta yang Membuat Semuanya Lelah, Menyerah
19 18 : Kabar yang Mulai Menyebar
20 19 : Teguran Keras
21 20 : Tak Mau Buruk Rupa
22 21 : Fitnah dan Tawaran
23 22 : Bantuan Dan Termotivasi
24 23 : Mencari Cinta
25 24 : Kabar yang Menghancurkan
26 25 : Sambal
27 26 : Tetap Belum Bisa Memaafkan
28 27 : Niat Untuk Menikahi Nina
29 28 : Senyum Pertama
30 29 : Gaji Pertama
31 30 : Akala, Pria yang Sangat Baik
32 31 : Ser*angan Tiba-Tiba
33 32 : Kebahagiaan Nyaris Sempurna
34 33 : Begitu Dekat
35 34 : Kikuk
36 35 : Langsung Gugup
37 36 : Hukuman yang Sudah Ada Di Depan Mata
38 37 : Telanjur Kecewa
39 38 : Merinding ....
40 39 : Antara Lega, Takut, Tapi Juga Tak Tega
41 40 : Berharap Semuanya Hanya Mimpi
42 41 : Mendadak Restu
43 42 : Sebelum Direbut Ojan
44 43 : Ajakan Nikah
45 44 : Ini, ... Beneran?
46 45 : Antara Malu, Mau, Tapi Juga Takut
47 46 : Merasa Cocok
48 47 : Enggak Ada Tegang-Tegangnya
49 48 : Dukungan Untuk Nina
50 49 : Anca-man dan Pak-saan
51 50 : Mertua Kedaluwarsa dan Ailapyu
52 51 : Mulai Posesif
53 52 : Si Paling Bikin Geregetan
54 53 : Perjalanan Cinta Pertama
55 54 : Jadi Ge-nit
56 55 : Rencana Meresmikan Hubungan
57 56 : Trauma Nina
58 57 : Semuanya Baik-Baik Saja, Nin!
59 58 : 4 Menit 47 Detik
60 59 : Menjadi Pribadi Tanggung Jawab Menuju Kehidupan yang Bahagia
61 60 : Wisata Rasa Kencan
62 61: Berhak Bahagia
63 62 : Hari Pernikahan yang Sudah Ditentukan
64 63 : Balas Dendam Elegan
65 64 : Persiapan Syukuran Sebelum Pernikahan
66 65 : Sebelum Ijab Kabul
67 66 : Benar-Benar Berdamai Dengan Kenyataan
68 67 : SAH!
69 68 : Kondangan dan Kado
70 69 : Peluk Aku
71 Novel Baru : Saling Cinta Setelah Menikah
72 70 : Pacaran Setelah Menikah
73 71 : Belajar Menjadi Pasangan yang Baik
74 72 : Bersayap, Berekor, Atau Bertaring?
75 73 : Perubahan Luar Biasa
76 74 : Rezeki
77 75 : Nyaman
78 76 : Surat Cinta Untuk Suamiku
79 77 : Deep Talk
80 78 : Bulan Madu
81 79 : Tidak Bisa Memaafkan
82 80 : Rezeki yang Terus Berdatangan
83 81 : Kembar
84 82 : Malini
85 83 : Kembar Perempuan
86 84 : Alina dan Akina
87 85 : LDR Pertama
88 86 : Penuh Suka Cita
89 87 : Kedatangan Bapak Dan Mamak Nina
90 88 : Kebahagiaan Keluarga Besar
91 89 : Ijab Kabul Papah Azzam
92 90 : Menjadi Pengantin Lagi
93 Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan (Novel Baru)
94 AKHIR YANG SANGAT MANIS
95 Novel OJAN dan novel Aqwa
96 Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
97 Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
98 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
99 Novel Cinta dan Syam
100 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
101 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Anak Bos
102 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 102 Episodes

1
1 : Kehidupan Nina yang Kejam
2
2 : Dinikahkan Paksa
3
3 : Rencana Para Ibli*s
4
4 : Kehidupan Baru Nina dan Rencana Balas Dendam
5
5 : Excel Lucas Dan Peran Pentingnya
6
6 : Melarikan Diri
7
7 : Memulai Balas Dendam
8
8 : Sera-ngan Balik
9
9 : Akhir Dari Pelarian Dan Bertemu Akala
10
10 : Langsung Diurus
11
11 : Kebenaran dan Hukuman yang Mulai Berbicara
12
12 : Kabar Terbaru Cinta
13
MOHON PERHATIAN
14
13 : Silakan Jelaskan!
15
14 : Kecewa dan Menyakitkan
16
15 : Hukuman yang Pantas
17
16 : Motivasi Untuk Nina
18
17 : Cinta yang Membuat Semuanya Lelah, Menyerah
19
18 : Kabar yang Mulai Menyebar
20
19 : Teguran Keras
21
20 : Tak Mau Buruk Rupa
22
21 : Fitnah dan Tawaran
23
22 : Bantuan Dan Termotivasi
24
23 : Mencari Cinta
25
24 : Kabar yang Menghancurkan
26
25 : Sambal
27
26 : Tetap Belum Bisa Memaafkan
28
27 : Niat Untuk Menikahi Nina
29
28 : Senyum Pertama
30
29 : Gaji Pertama
31
30 : Akala, Pria yang Sangat Baik
32
31 : Ser*angan Tiba-Tiba
33
32 : Kebahagiaan Nyaris Sempurna
34
33 : Begitu Dekat
35
34 : Kikuk
36
35 : Langsung Gugup
37
36 : Hukuman yang Sudah Ada Di Depan Mata
38
37 : Telanjur Kecewa
39
38 : Merinding ....
40
39 : Antara Lega, Takut, Tapi Juga Tak Tega
41
40 : Berharap Semuanya Hanya Mimpi
42
41 : Mendadak Restu
43
42 : Sebelum Direbut Ojan
44
43 : Ajakan Nikah
45
44 : Ini, ... Beneran?
46
45 : Antara Malu, Mau, Tapi Juga Takut
47
46 : Merasa Cocok
48
47 : Enggak Ada Tegang-Tegangnya
49
48 : Dukungan Untuk Nina
50
49 : Anca-man dan Pak-saan
51
50 : Mertua Kedaluwarsa dan Ailapyu
52
51 : Mulai Posesif
53
52 : Si Paling Bikin Geregetan
54
53 : Perjalanan Cinta Pertama
55
54 : Jadi Ge-nit
56
55 : Rencana Meresmikan Hubungan
57
56 : Trauma Nina
58
57 : Semuanya Baik-Baik Saja, Nin!
59
58 : 4 Menit 47 Detik
60
59 : Menjadi Pribadi Tanggung Jawab Menuju Kehidupan yang Bahagia
61
60 : Wisata Rasa Kencan
62
61: Berhak Bahagia
63
62 : Hari Pernikahan yang Sudah Ditentukan
64
63 : Balas Dendam Elegan
65
64 : Persiapan Syukuran Sebelum Pernikahan
66
65 : Sebelum Ijab Kabul
67
66 : Benar-Benar Berdamai Dengan Kenyataan
68
67 : SAH!
69
68 : Kondangan dan Kado
70
69 : Peluk Aku
71
Novel Baru : Saling Cinta Setelah Menikah
72
70 : Pacaran Setelah Menikah
73
71 : Belajar Menjadi Pasangan yang Baik
74
72 : Bersayap, Berekor, Atau Bertaring?
75
73 : Perubahan Luar Biasa
76
74 : Rezeki
77
75 : Nyaman
78
76 : Surat Cinta Untuk Suamiku
79
77 : Deep Talk
80
78 : Bulan Madu
81
79 : Tidak Bisa Memaafkan
82
80 : Rezeki yang Terus Berdatangan
83
81 : Kembar
84
82 : Malini
85
83 : Kembar Perempuan
86
84 : Alina dan Akina
87
85 : LDR Pertama
88
86 : Penuh Suka Cita
89
87 : Kedatangan Bapak Dan Mamak Nina
90
88 : Kebahagiaan Keluarga Besar
91
89 : Ijab Kabul Papah Azzam
92
90 : Menjadi Pengantin Lagi
93
Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan (Novel Baru)
94
AKHIR YANG SANGAT MANIS
95
Novel OJAN dan novel Aqwa
96
Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
97
Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
98
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
99
Novel Cinta dan Syam
100
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
101
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Anak Bos
102
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!