“Sebenarnya, apa maksud Excel? Dia mengharapkan aku tepat di sisi Helios, dan dia juga mengembalikan Nina ke rumah. Bukankah harusnya dia tahu bahwa orang tua Nina maupun suami Nina sangat jahat kepada Nina?” pikir Cinta yang sebenarnya sudah ada di rumahnya yang ada di kampung. “Lalu, kenapa juga Nina nekat kembali ke rumah? Sebo*doh itu kah dia, masa iya sengaja menjatuhkan dirinya ke lubang yang sama?”
Tak kalah membuat Cinta heran bahkan jengkel, tentu mengenai Reno yang tak kunjung mengabarinya. “Baj*ingan teng*ik emang si Reno! Sebenarnya dia selamat atau enggak? Sebenarnya, dia berhasil enggak menangkap Ninanya! Ini hari ke tiga dari kepergiannya, tapi dia tak kunjung memberi kabar. Mau WA apalagi telepon takut kena kasus. Soalnya kalau keadaannya sudah begini, hanya ada dua kemungkinan. Pertama, karena dia kur*ang ajar. Kedua sekaligus terakhir, Reno justru dijebak Excel atau malah polisi. Soalnya aku sendiri enggak tahu, cara apa yang Reno pakai buat menangkap Nina.”
Sampai saat ini, Cinta masih bersembunyi karena berpikir, Akala ikut ke Jakarta untuk menghadiri pernikahannya dan Helios. Ditambah lagi, kenyataan Nina yang justru pulang ke Cilacap dan itu diantar Excel, tapi Reno tak kunjung mengabari, membuatnya urung keluar dari rumah bahkan kamar. Tiba-tiba saja Cinta berpikir untuk mendatangi rumah Nina secara diam-diam dari kejauhan. Tentu saja, Cinta juga harus melakukan penyamaran.
Bergegas Cinta beranjak dari pinggir tempat tidurnya. Namun, belum juga sempat melangkah, dering telepon masuk dari ponselnya langsung mengusiknya.
Tinggal di kampu*ng memang membuat gawai canggih Cinta kerap tidak mendapat jaringan sinyal. Ditambah lagi, wifi di rumahnya sedang gangguan hingga sinyalnya tidak berfungsi. Lebih kebetulan lagi, dering telepon masuk tersebhanya ooornyata dari Akala.
Berbunga-bunga hati Cinta karenanya. Cinta berpikir, Akala sudah tahu bahwa bukan dirinya yang menikah dengan Helios, melainkan Chole—baca novel : Mempelai Pengganti Ketua Mafia Buta yang Kejam.
Cinta ingin segera mengabarkan kabar bahagia nasib hubungan mereka. Karena setelah Chole menggantikannya menikahi Helios, dengan kata lain, tak ada lagi penghalang hubungan Cinta dan Akala. Termasuk meski kini ada Nina, wanita yang wajahnya sangat mirip Cinta. Cinta merasa itu bukan batu sandungan berarti. Terlebih berurusan dengan orang seperti Nina dan bagi Cinta hanya ‘orang kecil’, cukup menjadikan uang untuk menyelesaikannya. Buktinya, alasan Cinta mengenal Nina saja karena uang.
“H-hallo ...?” sergah Cinta tidak sabar.
“Assalamualaikum, Ta? Kamu di mana?” balas Akala dari seberang sana dan terdengar serius.
Mendengar itu, Cinta langsung salah tingkah. “Waalaikum salam, Kala ... maaf tadi aku langsung, enggak salam dulu. Soalnya—”
“Iya, enggak apa-apa,” balas Akala dari seberang dan masih terdengar serius.
Sampai detik ini Cinta masih merasa deg-degan sekaligus berbunga-bunga.
“Ada yang ingin kamu sampaikan?” lanjut Akala masih terdengar serius di tengah kesunyian yang menyelimuti.
Cinta berpikir, maksud Akala berkata seperti tadi karena pria itu ingin Cinta menceritakan pernikahannya dan Helios yang tidak jadi. “Kamu sudah tahu ...?”
“Yang mana ...?” balas Akala.
“Masa iya, Akala belum tahu?” pikir Cinta yang kemudian bertanya, “Kamu enggak ikut ke Jakarta?”
Kali ini Akala tak langsung menjawab, Akala malah berdeham dan tampak berat untuk menjawab. Karenanya, Cinta sengaja mengambil alih obrolan.
“Chole menggantikan aku menikah dengan Helios,” ucap Cinta.
“Kamu yakin dengan keputusan kamu?” balas Akala lirih karena pria itu seolah berucap setelah menghela napas.
Walau tahu Akala tak mungkin melihatnya, Cinta yang refleks mengangguk membiarkan kenyataan itu terjadi cukup lama. “Iya ...!”
“Satu tahun lebih bersama dan selama itu, dia memberimu banyak kemewahan. Yakin, kamu enggak menyesal? Yakin, kamu enggak merasa kasihan apalagi merasa bersalah ke mas Helios yang sudah kasih kamu segalanya?” balas Akala dengan tutur kata yang benar-benar lembut.
Kendati demikian, apa yang Akala sampaikan tetap terdengar menyakitkan bagi Cinta. Ucapan Akala telah melukai hati Cinta yang paling dalam.
Cinta berangsur menghela napas dalam, berusaha meredam rasa sesak di dadanya yang mulai bergemuruh. Selain itu, ia juga berangsur duduk di pinggir tempat tidur. “Aku tahu, aku salah. Namun ini semua aku lakukan karena aku sayang kamu. Aku mencintaimu tanpa harus mengorbankan orang tua dan juga keluargaku. Aku ... aku pilih kamu, Akala.”
“Jangan pernah menjadikanku pilihan karena saat ada yang menurut kamu lebih baik dari aku, kamu pasti akan meninggalkanku lagi. Entah itu yang langsung kamu lakukan, atau pelan-pelan seperti yang sebelumnya sudah kamu lakukan agar aku tidak menyadarinya. Hingga ketika kamu ingin kembali, kamu berpikir itu bukan hal yang harusnya dipermasalahkan dan kamu berpikir, aku pasti akan langsung menerima,” balas Akala yang kali ini berucap tegas.
Cinta sudah langsung gelisah dan sibuk menggeleng. Ia bahkan beranjak berdiri dan perlahan mondar-mandir. “Akala ....”
“Makasih banyak, Ta. Maaf jika aku hanya membuatmu enggak lebih baik!” balas Akala terdengar sengau, menandakan pria itu menangis selain suara Akala yang juga menjadi terdengar sangat sedih. Kesedihan yang juga langsung menular kepada Cinta. Karena detik itu juga, Cinta juga langsung merasa sangat sedih, menangis bahkan tersedu-sedu lantaran meratapi hubungan mereka.
“Aku beneran sayang kamu!” ucap Cinta sambil menyugar rambutnya ke belakang kemudian menjam*baknya.
“Aku mohon jangan melukai diri kamu lagi hanya karena aku. Jangan melukai keluargamu, dan jangan melukai orang lain hanya karena aku!” mohon Akala dengan suara yang makin tidak jelas.
Cinta mengangguk-angguk santai, tanpa berpikir hal lain dan yakin maksud Akala begitu karena pria itu kecewa kepadanya. Karena bisa jadi, Excel sudah membocorkan hubungan Cinta dan Helios yang sebenarnya. Karena pada kenyataannya, selama satu tahun lebih, Cinta memang memiliki hubungan spesial dengan Helios meski Cinta masih resmi menjadi kekasih Akala. Sederhananya, Cinta mendua, dan Cinta sadar melakukannya. Namun, Cinta terpaksa begitu karena selain mencintai Akala, Cinta juga tak mungkin melukai orang tua sekaligus keluarganya. Terlebih sebelumnya, Cikho sang kakak sudah melakukan kesalahan fatal.
“Sekarang, kamu baik-baik saja, kan?” lanjut Akala dan terdengar jauh lebih tegar.
Cinta yang masih berderai air mata, mengangguk-angguk sambil mengul*um bibirnya. Ia hanya mampu bergumam dalam menjawab pertanyaan Akala barusan.
“Sekarang kamu di mana?” lanjut Akala.
“Ak—aku ... kamu enggak di Jakarta?” balas Cinta masih tersedu-sedu.
“Aku masih di rumah sakit!”
Balasan Akala barusan sudah langsung membuat Cinta sangat khawatir. “Di rumah sakit? Siapa yang sakit? Kamu sakit? Di rumah sakit mana?” Cinta juga berdalih, dirinya akan segera datang di mana pun Akala berada.
“Akala, aku sayang banget ke kamu. Aku enggak mau kamu sakit! Please, jangan sakit. Biar sakitnya buat aku aja!” Cinta makin tersedu-sedu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Kamiem sag
mantap gombalnya Cinta pantas Akala segitu terlukanya ditinggal nikah Cinta
2025-01-11
0
Nendah Wenda
cinta yang kamu lakuin sama seperti chiko
2024-11-16
0
himawatidewi satyawira
bnran km mmng atit ta
2024-10-20
0