9 : Akhir Dari Pelarian Dan Bertemu Akala

Nina membawa Malini agak jauh dari kobaran api yang melahap habis rumahnya. Ia menurunkan Malini yang tingginya sudah selengannya. Malini terus menatap wajah Nina. Wajah asing yang sudah babak belur penuh luka.

“Mbak pasti sakit banget, ya? Mata Mbak sampai berdarah. Itu kok bisa gitu?” tanya Malini.

Belum sampat Nina menjawab, warga sudah berbondong-bondong datang. “Aku harus pergi! Setidaknya aku sudah membuat mereka tahu bahwa aku kembali! Aku pastikan mereka akan menganggap Cinta sebagai aku. Dan setelah itu terjadi, Cinta akan merasakan ketidakadilan yang harusnya aku dapatkan!” batin Nina. Ia langsung lari tanpa pamit ke Malini. Terus begitu walau sepatu yang dipakai jebol. Walau sekujur tubuhnya sudah penuh luka, bahkan di beberapa kesempatan ia kerap menelan rasa asin akibat cairan darah di bibir, Nina terus lari.

Namun baru Nina sadari, seseorang mengejarnya menggunakan motor. Celaka, itu Reno!

“Lari, Nin! Lari! Kamu harus ke tempat pelelangan ikan. Harus sampai di sana sebelum pukul tujuh! Kamu harus mencari Akala di sana!” batin Nina menyemangati dirinya sendiri.

Reno yang memakai motor trail sudah kerap menekan klakson, tapi Nina terus kabur dan sama sekali tidak peduli. Termasuk ketika Reno nekat menabr*ak Nina dan seketika Nina juga langsung jatuh, Nina tetap buru-buru bangkit, lari dan terus begitu.

Tanpa terasa, adzan subuh sudah berkumandang tapi perjalanan Nina ke pelelangan masih jauh. Nina memang ada niat berhenti dan meminta tolong, tapi ia takut, Reno justru akan memutar balikkan fakta dan fatalnya memfitnahnya. Karenanya, Nina mewajibkan dirinya untuk terus lari hingga ia bertemu Akala. Harusnya, Akala mampu menyelamatkannya. Andaikan Akala ragu, nanti Nina akan meminta Akala untuk mengabari Excel. Itu menjadi pelarian terbaik daripada Nina meminta tolong pada orang lain yang bisa jadi jika tidak membuat Nina makin celaka, orang yang Nina mintai bantuan juga akan ikut celaka.

Suasana jalan yang Nina lewati mulai ramai hingga Reno tak lagi bisa menabra*knya layaknya tadi. Namun, kali ini pria itu berteriak, meneriaki Nina “cop*et!”

“Aku sumpahi, seumur hidupmu, kamu enggak pernah bahagia, Mas!” batin Nina.

Beberapa orang mulai mengejar Nina, tapi Nina memutuskan terus lari sambil memanjatkan doa terbaik. Nina nekat lari dari pekarangan rumah ke pekarangan lain demi menghindari kejaran Reno yang masih bertahan menggunakan motor. Sementara orang yang sempat membantu mengejar, semuanya tidak bertahan hingga akhir. Mereka memilih menyerah karena lari Nina terlalu cepat.

Demi menyamarkan penampilannya, Nina nekat mengambil sebuah daster warna kuning yang ada di salah satu jemuran warga. Ia buru-buru membawanya masuk ke kamar mandi dan kebetulan ada di luar rumah.

“Semangat Nin! Sebentar lagi sampai pelelangan! Namun ini masih gelap, sepertinya belum ada pukul enam. Kira-kira Mas Akala sudah sampai belum, ya?” pikir Nina.

Ternyata Reno belum menyerah. Walau sempat kebablasan menab*rak rumah warga beberapa kali dan membuat orang-orang mengejarnya, Reno tetap menyusul Nina.

Nina benar-benar sampai di area parkir pelelangan. Suasana di sana sudah sangat ramai karena biasanya sebelum subuh memang sudah terjadi aktivitas jual beli ikan. Nina agak paham suasana di sana karena sebelum ibu kandungnya meninggal, sang bapak merupakan penjual ikan keliling dan biasanya akan mengambil ikan di sana.

“Mas Excel bilang, mas Akala bakalan pakai mobil pick up putih ...?” batin Nina. Baru juga ia bahas di dalam hatinya, mobil yang dimaksud justru memasuki tempat parkir. Mobil putih dan dikendarai oleh Akala langsung! Nina langsung merinding, tapi ia buru-buru lagi. Namun lagi, Reno yang baru datang menabr*aknya dengan keji.

Tanpa mematikan mesin motornya, Reno yang sudah muak dengan cara Nina, buru-buru turun dari motornya.

“Kamu yah, Nin. Daripada kamu terus kabur dan bikin aku makin celaka, mending kamu mat*i saja!” kesal Reno. Buru-buru ia lari kemudian menginjak punggung Nina lantaran ia yakini, wanita itu akan lari.

“Tolooooonggggggg! Cooooooooppeeeettttttttt! Jambreettttttt!” Nina terus berteriak, hingga beberapa orang datang.

Namun, seperti yang Nina khawatirkan, Reno sudah langsung mengarang cerita, memutar balikkan fakta.

“Dia yang sudah mengambil uang saya, makanya saya dan yang lain bikin dia babak bel*ur begini!” tegas Reno.

“Enggakkkk, dia paksa saya buat jadi pela*cur lagi di Jakarta. Dia ini ger*mo! Kalau enggak percaya, ayo kita bereskan ini di kantor polisi!” Nina tak kehabisan akal. Karena andai Reno main licik dan ia sudah ada di dekat Akala, ia juga bisa membuka kartu Reno.

Sadar pria-pria di sana dan Nina yakini akan mengunjungi tempat pelelangan ikan mulai terbawa arus yang ia lakukan, Nina berkata, “Ciu*um saja tubuhnya, dia bau alkoooohhol!”

Balasan Nina barusan membuat Reno kalah telak. Reno refleks mendelik menatap tak percaya Nina.

Pria dewasa di sana dan jumlahnya lebih dari lima orang sudah langsung menggelar sidang dadakan untuk Reno. Nina memanfaatkan kesempatan itu untuk mencari Akala. Ia kehilangan jejak karena di sana ada beberapa mobil pick up yang warnanya sama-sama putih.

Nina sengaja mendatangi setiap mobil pick up putih. Ia pastikan pengemudinya dan kebanyakan tidak berpenghuni. Nina benar-benar kehilangan jejak Akala, padahal lagi-lagi, Reno berhasil melarikan diri dari masalah yang ia ciptakan. Dan lagi-lagi, pria itu menyusulnya. Kali ini, Reno berlari dan langsung menatap tajam Nina. Seolah pria itu memang akan langsung menghabi*si Nina seperti niat yang sebelumnya sudah pria itu sampaikan kepada Nina.

Seseorang menabrak Akala tak lama Akala turun dari mobil. Dua wadah ikan dan itu berupa ember besar langsung jatuh bahkan terlempar dari tangan Akala. Seseorang tak memakai alas kaki penyebabnya. Akala yakin sepasang kaki berdarah itu penyebabnya. Hati seorang Akala sudah langsung pedih hanya karena kenyataan tersebut. Lebih menyakitkan lagi, ketika Akala memastikan tubuh bagian atas sosok tersebut yang memang seorang wanita, darah segar juga masih ada di bagian tubuh lainnya.

Kedua tangan, dada dan punggung yang darahnya tembus ke pakaian warna kuning si wanita, menandakan darah dari luka terbilang banyak. Yang membuat Akala terkejut, wajah si wanita yang penuh lebam dan tak luput dari darah, benar-benar mirip Cinta!

“Ta–” refleks Akala langsung mengejar, tapi si wanita justru makin ketakutan dan buru-buru meninggalkannya.

Wanita itu memakai daster kuning lengan pendek yang menutupi hingga bawah lutut. Rambut lurus sepinggangnya awut-awutan dan tampak basah. Wanita itu benar-benar tak berjilbab, tapi bagi Akala sangat mirip dengan Cinta.

Sembari terus mengejar, Akala mengerjap beberapa kali. Bermaksud memastikan pandangannya lantaran di matanya, wanita itu terus mirip Cinta. Namun sampai titik ini, hingga akhirnya Akala berhasil menahan sebelah tangan si wanita, kemiripan itu sangat nyata.

“Bunuh saja aku ... bunuh ... bukan mauku jadi seperti ini ...,” lirih wanita itu tergolek lemas dan berakhir bersujud di hadapan Akala. “Nin, bukankah ini mas Akala?” batin Nina. Terlalu takut menghadapi Reno membuatnya melihat wajah Akala jadi mirip Reno.

“Suara mereka berbeda, tapi kenapa rupa mereka sangat mirip? Benarkah ini ... Cinta? Bukankah harusnya dia ada di Jakarta dan menjalani pernikahannya?” batin Akala. Di hadapannya, Nina yang awalnya bersujud berangsur menengadah. Membuatnya bisa jauh lebih leluasa menatap wajah Nina.

Detik itu juga dunia Nina apalagi Akala yang tengah mengawasi wajah Nina, seolah berhenti berputar. Bagi Akala yang sudah sangat memahami Cinta, wajah wanita di hadapannya memang sangat mirip. Namun, rambut dan gayanya sangat berbeda walau semacam itu memang bisa dibuat. Hanya saja, bagi Akala yang juga paham jemari tangan maupun kaki Cinta, wanita di hadapannya benar-benar hanya memiliki kesamaan wajah saja dengan Cinta.

Terpopuler

Comments

Kamiem sag

Kamiem sag

Ninaaaaaa semangat ya nduk mak diain Akala menolongmu

2025-01-11

0

Nendah Wenda

Nendah Wenda

apa akala akan menolongnya

2024-11-16

0

himawatidewi satyawira

himawatidewi satyawira

malini gimn nasibnya? kasian..semoga dia baik" saja

2024-10-20

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Kehidupan Nina yang Kejam
2 2 : Dinikahkan Paksa
3 3 : Rencana Para Ibli*s
4 4 : Kehidupan Baru Nina dan Rencana Balas Dendam
5 5 : Excel Lucas Dan Peran Pentingnya
6 6 : Melarikan Diri
7 7 : Memulai Balas Dendam
8 8 : Sera-ngan Balik
9 9 : Akhir Dari Pelarian Dan Bertemu Akala
10 10 : Langsung Diurus
11 11 : Kebenaran dan Hukuman yang Mulai Berbicara
12 12 : Kabar Terbaru Cinta
13 MOHON PERHATIAN
14 13 : Silakan Jelaskan!
15 14 : Kecewa dan Menyakitkan
16 15 : Hukuman yang Pantas
17 16 : Motivasi Untuk Nina
18 17 : Cinta yang Membuat Semuanya Lelah, Menyerah
19 18 : Kabar yang Mulai Menyebar
20 19 : Teguran Keras
21 20 : Tak Mau Buruk Rupa
22 21 : Fitnah dan Tawaran
23 22 : Bantuan Dan Termotivasi
24 23 : Mencari Cinta
25 24 : Kabar yang Menghancurkan
26 25 : Sambal
27 26 : Tetap Belum Bisa Memaafkan
28 27 : Niat Untuk Menikahi Nina
29 28 : Senyum Pertama
30 29 : Gaji Pertama
31 30 : Akala, Pria yang Sangat Baik
32 31 : Ser*angan Tiba-Tiba
33 32 : Kebahagiaan Nyaris Sempurna
34 33 : Begitu Dekat
35 34 : Kikuk
36 35 : Langsung Gugup
37 36 : Hukuman yang Sudah Ada Di Depan Mata
38 37 : Telanjur Kecewa
39 38 : Merinding ....
40 39 : Antara Lega, Takut, Tapi Juga Tak Tega
41 40 : Berharap Semuanya Hanya Mimpi
42 41 : Mendadak Restu
43 42 : Sebelum Direbut Ojan
44 43 : Ajakan Nikah
45 44 : Ini, ... Beneran?
46 45 : Antara Malu, Mau, Tapi Juga Takut
47 46 : Merasa Cocok
48 47 : Enggak Ada Tegang-Tegangnya
49 48 : Dukungan Untuk Nina
50 49 : Anca-man dan Pak-saan
51 50 : Mertua Kedaluwarsa dan Ailapyu
52 51 : Mulai Posesif
53 52 : Si Paling Bikin Geregetan
54 53 : Perjalanan Cinta Pertama
55 54 : Jadi Ge-nit
56 55 : Rencana Meresmikan Hubungan
57 56 : Trauma Nina
58 57 : Semuanya Baik-Baik Saja, Nin!
59 58 : 4 Menit 47 Detik
60 59 : Menjadi Pribadi Tanggung Jawab Menuju Kehidupan yang Bahagia
61 60 : Wisata Rasa Kencan
62 61: Berhak Bahagia
63 62 : Hari Pernikahan yang Sudah Ditentukan
64 63 : Balas Dendam Elegan
65 64 : Persiapan Syukuran Sebelum Pernikahan
66 65 : Sebelum Ijab Kabul
67 66 : Benar-Benar Berdamai Dengan Kenyataan
68 67 : SAH!
69 68 : Kondangan dan Kado
70 69 : Peluk Aku
71 Novel Baru : Saling Cinta Setelah Menikah
72 70 : Pacaran Setelah Menikah
73 71 : Belajar Menjadi Pasangan yang Baik
74 72 : Bersayap, Berekor, Atau Bertaring?
75 73 : Perubahan Luar Biasa
76 74 : Rezeki
77 75 : Nyaman
78 76 : Surat Cinta Untuk Suamiku
79 77 : Deep Talk
80 78 : Bulan Madu
81 79 : Tidak Bisa Memaafkan
82 80 : Rezeki yang Terus Berdatangan
83 81 : Kembar
84 82 : Malini
85 83 : Kembar Perempuan
86 84 : Alina dan Akina
87 85 : LDR Pertama
88 86 : Penuh Suka Cita
89 87 : Kedatangan Bapak Dan Mamak Nina
90 88 : Kebahagiaan Keluarga Besar
91 89 : Ijab Kabul Papah Azzam
92 90 : Menjadi Pengantin Lagi
93 Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan (Novel Baru)
94 AKHIR YANG SANGAT MANIS
95 Novel OJAN dan novel Aqwa
96 Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
97 Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
98 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
99 Novel Cinta dan Syam
100 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
101 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Anak Bos
102 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 102 Episodes

1
1 : Kehidupan Nina yang Kejam
2
2 : Dinikahkan Paksa
3
3 : Rencana Para Ibli*s
4
4 : Kehidupan Baru Nina dan Rencana Balas Dendam
5
5 : Excel Lucas Dan Peran Pentingnya
6
6 : Melarikan Diri
7
7 : Memulai Balas Dendam
8
8 : Sera-ngan Balik
9
9 : Akhir Dari Pelarian Dan Bertemu Akala
10
10 : Langsung Diurus
11
11 : Kebenaran dan Hukuman yang Mulai Berbicara
12
12 : Kabar Terbaru Cinta
13
MOHON PERHATIAN
14
13 : Silakan Jelaskan!
15
14 : Kecewa dan Menyakitkan
16
15 : Hukuman yang Pantas
17
16 : Motivasi Untuk Nina
18
17 : Cinta yang Membuat Semuanya Lelah, Menyerah
19
18 : Kabar yang Mulai Menyebar
20
19 : Teguran Keras
21
20 : Tak Mau Buruk Rupa
22
21 : Fitnah dan Tawaran
23
22 : Bantuan Dan Termotivasi
24
23 : Mencari Cinta
25
24 : Kabar yang Menghancurkan
26
25 : Sambal
27
26 : Tetap Belum Bisa Memaafkan
28
27 : Niat Untuk Menikahi Nina
29
28 : Senyum Pertama
30
29 : Gaji Pertama
31
30 : Akala, Pria yang Sangat Baik
32
31 : Ser*angan Tiba-Tiba
33
32 : Kebahagiaan Nyaris Sempurna
34
33 : Begitu Dekat
35
34 : Kikuk
36
35 : Langsung Gugup
37
36 : Hukuman yang Sudah Ada Di Depan Mata
38
37 : Telanjur Kecewa
39
38 : Merinding ....
40
39 : Antara Lega, Takut, Tapi Juga Tak Tega
41
40 : Berharap Semuanya Hanya Mimpi
42
41 : Mendadak Restu
43
42 : Sebelum Direbut Ojan
44
43 : Ajakan Nikah
45
44 : Ini, ... Beneran?
46
45 : Antara Malu, Mau, Tapi Juga Takut
47
46 : Merasa Cocok
48
47 : Enggak Ada Tegang-Tegangnya
49
48 : Dukungan Untuk Nina
50
49 : Anca-man dan Pak-saan
51
50 : Mertua Kedaluwarsa dan Ailapyu
52
51 : Mulai Posesif
53
52 : Si Paling Bikin Geregetan
54
53 : Perjalanan Cinta Pertama
55
54 : Jadi Ge-nit
56
55 : Rencana Meresmikan Hubungan
57
56 : Trauma Nina
58
57 : Semuanya Baik-Baik Saja, Nin!
59
58 : 4 Menit 47 Detik
60
59 : Menjadi Pribadi Tanggung Jawab Menuju Kehidupan yang Bahagia
61
60 : Wisata Rasa Kencan
62
61: Berhak Bahagia
63
62 : Hari Pernikahan yang Sudah Ditentukan
64
63 : Balas Dendam Elegan
65
64 : Persiapan Syukuran Sebelum Pernikahan
66
65 : Sebelum Ijab Kabul
67
66 : Benar-Benar Berdamai Dengan Kenyataan
68
67 : SAH!
69
68 : Kondangan dan Kado
70
69 : Peluk Aku
71
Novel Baru : Saling Cinta Setelah Menikah
72
70 : Pacaran Setelah Menikah
73
71 : Belajar Menjadi Pasangan yang Baik
74
72 : Bersayap, Berekor, Atau Bertaring?
75
73 : Perubahan Luar Biasa
76
74 : Rezeki
77
75 : Nyaman
78
76 : Surat Cinta Untuk Suamiku
79
77 : Deep Talk
80
78 : Bulan Madu
81
79 : Tidak Bisa Memaafkan
82
80 : Rezeki yang Terus Berdatangan
83
81 : Kembar
84
82 : Malini
85
83 : Kembar Perempuan
86
84 : Alina dan Akina
87
85 : LDR Pertama
88
86 : Penuh Suka Cita
89
87 : Kedatangan Bapak Dan Mamak Nina
90
88 : Kebahagiaan Keluarga Besar
91
89 : Ijab Kabul Papah Azzam
92
90 : Menjadi Pengantin Lagi
93
Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan (Novel Baru)
94
AKHIR YANG SANGAT MANIS
95
Novel OJAN dan novel Aqwa
96
Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
97
Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
98
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
99
Novel Cinta dan Syam
100
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
101
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Anak Bos
102
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!