7 : Memulai Balas Dendam

Sudah makin larut, tapi selain tak kunjung mendapat kabar lanjutan Nina dari Syam, Cinta juga tidak kunjung menemukan Nina di basement seperti kesepakatannya dengan Max.

“Terus, aku harus bagaimana?” pikir Cinta yang mondar-mandir gelisah di basement. Karena tak mungkin juga ia menanyakan dirinya sendiri kepada orang lain. Namun karena waktu makin larut dan Helios juga telanjur menyusul, Cinta tidak memiliki pilihan lain selain mengirimi Max pesan.

Hanya saja, Helios yang mendekat dengan tergesa, membuat Cinta tak memiliki kesempatan untuk mengirimi Max pesan karena Helios memang sangat posesif dan apa-apa serba curiga.

“Sudah hampir pukul dua belas malam. Pergi ke kamar dan tidurlah!” sergah Helios. Pria berkacamata hitam dan menutup sebagian besar wajahnya menggunakan masker hitam itu tak segan menggandeng sekaligus menuntun paksa Cinta dari sana.

Namun karena keputusan Helios pula, Cinta yang tinggal di kamar hotel dirinya menginap justru memiliki kesempatan lebih leluasa. Cinta langsung menelepon Max.

Tak butuh waktu lama akhirnya Cinta mendapatkan balasan. “Hallo, Non?”

“Max, kamu di mana?” sergah Cinta.

“Loh, bukannya tadi, Bos Excel bilang, Non sama beliau?” sergah Max dari seberang dan terdengar terkejut.

“Excel ...?” batin Cinta langsung lemas. Ia yang awalnya mondar-mandir, perlahan berhenti dan berakhir duduk di pinggir tempat tidur. “Excel berani mengacaukan rencanaku!” terpikir oleh Cinta untuk melaporkannya kepada Helios agar Excel mendapatkan balasan berkali-lipat. Hanya saja, ia tak mungkin melakukannya karena alasannya menciptakan Nina saja karena untuk mengelabuhi Helios.

“Reno harus menanggung semua ini! Dia harus membawa Nina secepatnya—” Cinta tak memiliki pilihan lain. Nasibnya ada di ujung tanduk karena ia tak mungkin menikah dengan Helios, walau ia juga tak bisa melarikan diri jika Nina belum menggantikannya. “Aku enggak segan sewa pembu*nuh bayaran buat habi*sin kamu kalau orang yang kamu kasih ke aku malah kurang a*jar!”

“Terus aku harus bagaimana kalau aku saja enggak kamu ajak kerja sama dari awal dia balik ke Jakarta!” balas Reno dari seberang.

Suara musik disko yang awalnya begitu berisik, perlahan berkurang dari sekitar Reno. Cinta yakin, Reno yang sedang ‘bersenang-senang’ sudah langsung menanggapinya dengan serius.

“Tunggu sebentar! Aku akan mengecek keberadaan sinyal ponsel Excel! Urusan kita belum selesai!” tegas Cinta. Ia yakin, ia bisa memantau kepergian Excel melalui sinyal ponsel pria itu.

“Tunggu pembalasanku, Xel! Padahal kamu juga yang membuatku melakukan ini. Kamu yang meragukan ketulusan cintaku kepada Akala. Sementara aku melakukan ini karena agar aku bisa selalu bersama-sama Akala. Agar Nina menggantikan aku dan Helios tetap memiliki wanita berwajah aku!” kesal Cinta dalam hatinya dan masih berusaha melacak sinyal ponsel Excel melalui ponsel canggihnya.

***

Ditemukan oleh Excel yang meyakinkannya bahwa pria itu mengu*tuk perbuatan keji Cinta, memang menjadi jalan ninja untuk Nina. Walau awalnya ragu bahkan takut kepada Excel yang Nina curigai orang Cinta, setelah Nina mendengar penjelasan Excel mengenai Cinta berikut rahasia wanita itu, Excel yang ternyata juga mengetahui keadaan Nina, membuat Nina tidak memiliki pilihan lain selain menerima bantuan Excel. Bagi Nina, tawaran yang Excel berikan merupakan kesempatan langka. Terlebih, Excel sudah menyiapkan segala persiapan pelarian Nina dari Cinta.

Sekitar pukul setengah tiga pagi akhirnya mereka sampai di bulak tak jauh dari rumah orang tua Nina. Rumah semi permanen itu tampak sunyi tapi Nina yakini berpenghuni.

“Kamu harus melakukan semuanya sendiri karena aku sudah berjanji kepada istriku untuk tidak melukai orang lagi!” lirih Excel yang sudah menurunkan Nina dari motornya. “Ingat, mereka sudah tahu kamu dengan penampilan baru kamu karena Cinta sudah mengabari para ibl*is. Jadi, suami maupun orang tua tiri kamu beneran sudah tahu dan otomatis, kamu wajib waspada. Kamu wajib jadi wanita kuat!”

Nina yang berdiri di depan Excel, menyimak saksama setiap ucapan Excel sambil mengangguk-angguk paham.

“Ingat, jangan jadi wanita lemah. Setelah puas memberi orang tuamu pelajaran tanpa benar-benar membun*uhnya, kamu harus lari, pergi ke pelelangan ikan!” lanjut Excel.

“Kenapa aku harus ke pelelangan ikan, Mas?” tanya Nina tidak paham maksud Excel memintanya pergi ke sana.

“Akala ada di sana,” balas Excel.

“Ipar sekaligus pacar, si Cinta?” balas Nina yang sudah mengetahui sebagian kisah Cinta dengan Akala maupun Helios.

Excel berangsur mengangguk. “Pastikan, sebelum pukul tujuh pagi, kamu ke sana. Buat seolah kalian tak sengaja bertemu.” Ia menunjukkan foto Akala yang menghiasi galeri foto di ponselnya.

“Aku tahu, jarak dari sini ke tempat pelelangan ikan terbilang jauh, tapi aku mau, kamu tetap ke sana tepat waktu!” lanjut Excel dan lagi-lagi membuat Nina yang menyimak, mengangguk-angguk sanggup.

“Ada yang mau ditanyakan sebelum aku benar-benar pergi?” tanya Excel memastikan. Ia yang ada di atas motor memang akan langsung bersiap sekaligus pergi jika Nina tidak memiliki pertanyaan lagi. Excel masih memiliki urusan lain termasuk itu bertemu sang istri kemudian kembali ke Jakarta lagi untuk menghadiri pernikahan Helios. Kebetulannya lagi, rumah orang tua Nina masih satu kabupaten dengan kampung halaman Azzura istri Excel. Keduanya masih sama-sama tinggal di kabupaten Cilacap Jawa Tengah.

Nina berpikir sejenak. “Mas, boleh aku pinjam uang untuk beli bensin dan korek? Aku enggak ikhlas rumah dan tanah peninggalan orang tua kandungku tetap ditinggali mereka, padahal di sini juga, mereka menyiksaku dengan keji. Selama dua bulan lebih aku disekap di rumahku sendiri oleh orang yang hanya menumpang hidup kepadaku. Dan selama itu juga, aku berulang kali disetubu*hi walau pada akhirnya, aku keguguran!” Nina benar-benar dendam. Di kepalanya kini seolah ada bara api yang berkobar-kobar hingga ia merasa sangat panas. Kepalanya bisa meledak andai ia tak kunjung melampiaskan dendamnya.

Biar aku yang membelikan bensin maupun koreknya untukmu!” tegas Excel yang buru-buru pergi.

Excel memang sengaja tidak langsung mengantar Nina hingga depan rumah orang tua wanita itu agar tidak menimbulkan kecurigaan. Agar awal balas dendam Nina berjalan dengan lancar karena kini saja, kaburnya Nina sudah membuat geger Cinta dan orang-orangnya.

“Aku benar-benar hanya bisa bantu sampai sini. Aku tahu ini enggak mudah, tapi kamu harus bisa lewati.” Excel yang sudah kembali, memberikan dua kantong bensin dan juga korek permintaan Nina.

Nina mengangguk-angguk paham, dan lagi-lagi mengucapkan terima kasih. Wanita itu melangkah dengan hati-hati sambil menjinjing kantong hitam berisi bensin sekaligus korek. Ketika akhirnya Nina menyiram keliling rumah semi permanen menggunakan bensinnya, Excel masih mengawasi dari tempat sama. Barulah setelah Nina melempar korek ke siraman bensin dan membuat api langsung tersulut, Excel pergi.

Terpopuler

Comments

sweetie belle

sweetie belle

ini asal mula hrs bc drmn y, td bc yg kembar jenius cm gk paham mpe cari2 n ktmu yg ini asal mula cinta da tobat itu.. tp ini ada azura kyk gk asing namanya 😅😅

2024-12-21

1

Nendah Wenda

Nendah Wenda

gimana adik mu Nina malini

2024-11-16

0

Kamiem sag

Kamiem sag

sekeren itu Axcel

2025-01-11

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Kehidupan Nina yang Kejam
2 2 : Dinikahkan Paksa
3 3 : Rencana Para Ibli*s
4 4 : Kehidupan Baru Nina dan Rencana Balas Dendam
5 5 : Excel Lucas Dan Peran Pentingnya
6 6 : Melarikan Diri
7 7 : Memulai Balas Dendam
8 8 : Sera-ngan Balik
9 9 : Akhir Dari Pelarian Dan Bertemu Akala
10 10 : Langsung Diurus
11 11 : Kebenaran dan Hukuman yang Mulai Berbicara
12 12 : Kabar Terbaru Cinta
13 MOHON PERHATIAN
14 13 : Silakan Jelaskan!
15 14 : Kecewa dan Menyakitkan
16 15 : Hukuman yang Pantas
17 16 : Motivasi Untuk Nina
18 17 : Cinta yang Membuat Semuanya Lelah, Menyerah
19 18 : Kabar yang Mulai Menyebar
20 19 : Teguran Keras
21 20 : Tak Mau Buruk Rupa
22 21 : Fitnah dan Tawaran
23 22 : Bantuan Dan Termotivasi
24 23 : Mencari Cinta
25 24 : Kabar yang Menghancurkan
26 25 : Sambal
27 26 : Tetap Belum Bisa Memaafkan
28 27 : Niat Untuk Menikahi Nina
29 28 : Senyum Pertama
30 29 : Gaji Pertama
31 30 : Akala, Pria yang Sangat Baik
32 31 : Ser*angan Tiba-Tiba
33 32 : Kebahagiaan Nyaris Sempurna
34 33 : Begitu Dekat
35 34 : Kikuk
36 35 : Langsung Gugup
37 36 : Hukuman yang Sudah Ada Di Depan Mata
38 37 : Telanjur Kecewa
39 38 : Merinding ....
40 39 : Antara Lega, Takut, Tapi Juga Tak Tega
41 40 : Berharap Semuanya Hanya Mimpi
42 41 : Mendadak Restu
43 42 : Sebelum Direbut Ojan
44 43 : Ajakan Nikah
45 44 : Ini, ... Beneran?
46 45 : Antara Malu, Mau, Tapi Juga Takut
47 46 : Merasa Cocok
48 47 : Enggak Ada Tegang-Tegangnya
49 48 : Dukungan Untuk Nina
50 49 : Anca-man dan Pak-saan
51 50 : Mertua Kedaluwarsa dan Ailapyu
52 51 : Mulai Posesif
53 52 : Si Paling Bikin Geregetan
54 53 : Perjalanan Cinta Pertama
55 54 : Jadi Ge-nit
56 55 : Rencana Meresmikan Hubungan
57 56 : Trauma Nina
58 57 : Semuanya Baik-Baik Saja, Nin!
59 58 : 4 Menit 47 Detik
60 59 : Menjadi Pribadi Tanggung Jawab Menuju Kehidupan yang Bahagia
61 60 : Wisata Rasa Kencan
62 61: Berhak Bahagia
63 62 : Hari Pernikahan yang Sudah Ditentukan
64 63 : Balas Dendam Elegan
65 64 : Persiapan Syukuran Sebelum Pernikahan
66 65 : Sebelum Ijab Kabul
67 66 : Benar-Benar Berdamai Dengan Kenyataan
68 67 : SAH!
69 68 : Kondangan dan Kado
70 69 : Peluk Aku
71 Novel Baru : Saling Cinta Setelah Menikah
72 70 : Pacaran Setelah Menikah
73 71 : Belajar Menjadi Pasangan yang Baik
74 72 : Bersayap, Berekor, Atau Bertaring?
75 73 : Perubahan Luar Biasa
76 74 : Rezeki
77 75 : Nyaman
78 76 : Surat Cinta Untuk Suamiku
79 77 : Deep Talk
80 78 : Bulan Madu
81 79 : Tidak Bisa Memaafkan
82 80 : Rezeki yang Terus Berdatangan
83 81 : Kembar
84 82 : Malini
85 83 : Kembar Perempuan
86 84 : Alina dan Akina
87 85 : LDR Pertama
88 86 : Penuh Suka Cita
89 87 : Kedatangan Bapak Dan Mamak Nina
90 88 : Kebahagiaan Keluarga Besar
91 89 : Ijab Kabul Papah Azzam
92 90 : Menjadi Pengantin Lagi
93 Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan (Novel Baru)
94 AKHIR YANG SANGAT MANIS
95 Novel OJAN dan novel Aqwa
96 Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
97 Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
98 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
99 Novel Cinta dan Syam
100 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
101 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Anak Bos
102 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 102 Episodes

1
1 : Kehidupan Nina yang Kejam
2
2 : Dinikahkan Paksa
3
3 : Rencana Para Ibli*s
4
4 : Kehidupan Baru Nina dan Rencana Balas Dendam
5
5 : Excel Lucas Dan Peran Pentingnya
6
6 : Melarikan Diri
7
7 : Memulai Balas Dendam
8
8 : Sera-ngan Balik
9
9 : Akhir Dari Pelarian Dan Bertemu Akala
10
10 : Langsung Diurus
11
11 : Kebenaran dan Hukuman yang Mulai Berbicara
12
12 : Kabar Terbaru Cinta
13
MOHON PERHATIAN
14
13 : Silakan Jelaskan!
15
14 : Kecewa dan Menyakitkan
16
15 : Hukuman yang Pantas
17
16 : Motivasi Untuk Nina
18
17 : Cinta yang Membuat Semuanya Lelah, Menyerah
19
18 : Kabar yang Mulai Menyebar
20
19 : Teguran Keras
21
20 : Tak Mau Buruk Rupa
22
21 : Fitnah dan Tawaran
23
22 : Bantuan Dan Termotivasi
24
23 : Mencari Cinta
25
24 : Kabar yang Menghancurkan
26
25 : Sambal
27
26 : Tetap Belum Bisa Memaafkan
28
27 : Niat Untuk Menikahi Nina
29
28 : Senyum Pertama
30
29 : Gaji Pertama
31
30 : Akala, Pria yang Sangat Baik
32
31 : Ser*angan Tiba-Tiba
33
32 : Kebahagiaan Nyaris Sempurna
34
33 : Begitu Dekat
35
34 : Kikuk
36
35 : Langsung Gugup
37
36 : Hukuman yang Sudah Ada Di Depan Mata
38
37 : Telanjur Kecewa
39
38 : Merinding ....
40
39 : Antara Lega, Takut, Tapi Juga Tak Tega
41
40 : Berharap Semuanya Hanya Mimpi
42
41 : Mendadak Restu
43
42 : Sebelum Direbut Ojan
44
43 : Ajakan Nikah
45
44 : Ini, ... Beneran?
46
45 : Antara Malu, Mau, Tapi Juga Takut
47
46 : Merasa Cocok
48
47 : Enggak Ada Tegang-Tegangnya
49
48 : Dukungan Untuk Nina
50
49 : Anca-man dan Pak-saan
51
50 : Mertua Kedaluwarsa dan Ailapyu
52
51 : Mulai Posesif
53
52 : Si Paling Bikin Geregetan
54
53 : Perjalanan Cinta Pertama
55
54 : Jadi Ge-nit
56
55 : Rencana Meresmikan Hubungan
57
56 : Trauma Nina
58
57 : Semuanya Baik-Baik Saja, Nin!
59
58 : 4 Menit 47 Detik
60
59 : Menjadi Pribadi Tanggung Jawab Menuju Kehidupan yang Bahagia
61
60 : Wisata Rasa Kencan
62
61: Berhak Bahagia
63
62 : Hari Pernikahan yang Sudah Ditentukan
64
63 : Balas Dendam Elegan
65
64 : Persiapan Syukuran Sebelum Pernikahan
66
65 : Sebelum Ijab Kabul
67
66 : Benar-Benar Berdamai Dengan Kenyataan
68
67 : SAH!
69
68 : Kondangan dan Kado
70
69 : Peluk Aku
71
Novel Baru : Saling Cinta Setelah Menikah
72
70 : Pacaran Setelah Menikah
73
71 : Belajar Menjadi Pasangan yang Baik
74
72 : Bersayap, Berekor, Atau Bertaring?
75
73 : Perubahan Luar Biasa
76
74 : Rezeki
77
75 : Nyaman
78
76 : Surat Cinta Untuk Suamiku
79
77 : Deep Talk
80
78 : Bulan Madu
81
79 : Tidak Bisa Memaafkan
82
80 : Rezeki yang Terus Berdatangan
83
81 : Kembar
84
82 : Malini
85
83 : Kembar Perempuan
86
84 : Alina dan Akina
87
85 : LDR Pertama
88
86 : Penuh Suka Cita
89
87 : Kedatangan Bapak Dan Mamak Nina
90
88 : Kebahagiaan Keluarga Besar
91
89 : Ijab Kabul Papah Azzam
92
90 : Menjadi Pengantin Lagi
93
Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan (Novel Baru)
94
AKHIR YANG SANGAT MANIS
95
Novel OJAN dan novel Aqwa
96
Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
97
Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
98
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
99
Novel Cinta dan Syam
100
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
101
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Anak Bos
102
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!