2 : Dinikahkan Paksa

“Saya terima nikah dan kawinnya, Nina Nurlaila binti Sumar Atmaja dengan mas kawin—”

Sayup-sayup, Nina mendengar suara seorang pria yang begitu asing di telinganya, tapi menyebut namanya maupun nama alm. sang bapak, layaknya sebuah kalimat untuk sebuah ijab kabul.

Nina benar-benar baru bangun. Kepalanya masih terasa sangat berat, pusing. Langit-langit ruangan terbilang mewah di atasnya dan jelas itu bukan suasana kamarnya, seolah berputar-putar. Entah karena dunia yang mendadak berputar, atau Nina yang memang vertigo akut.

Hal terakhir yang Nina ingat, ia pingsan ketika diminta untuk mandi oleh ibu Sulastri. Kemudian ia dibangunkan paksa karena Nina sadar wajahnya sampai diguyur. Nina diberi minum dan juga sebuah obat yang dijejalkan oleh ibu Sulastri. Saat itu Nina nyaris memuntahkan air minum maupun obatnya. Namun dengan cekatan ibu Sulastri mencubit kuat hidung Nina hingga apa yang awalnya akan Nina muntahkan menjadi tertelan kembali. Di tengah keadaan setengah sadar itu, Nina menco mengambil apa pun untuk memukul ibu tirinya yang begitu keji. Ia mendapatkan gelas yang tadi sempat wanita itu gunakan untuknya minum. Ia lemparkan gelas itu ke kepala sang ibu, tapi ibu Sulastri dengan cekatan memungut gelas kemudian membalas Nina bertubi-tubi. Seperti yang terjadi selama dua bulan Nina disekap kemudian dipaksa meminum obat yang tidak pernah Nina ketahui wujudnya lantaran Nina memang setengah sekarat, adegan ibu Sulastri memeluk manja pak Surat yang baru datang menjadi awal kekejian kedua orang itu. Ibu Sulastri tampak tidak rela meninggalkan suami barunya, tapi wanita itu memilih pergi dari kamar sedangkan pak Surat yang usianya sekitar delapan tahun lebih muda dari ibu Sulastri sementara tangan dan tubuhnya penuh tato, lagi-lagi menindih tubuh Nina yang setengah sekarat dan sepanjang kejadian keji itu terjadi, Nini hanya bisa menangis sebelum lagi-lagi Nina tak sadarkan diri.

Satu hal yang ingin Nina lakukan dan sampai kini belum kesampaian. Nina ingin mati, tapi sebelum itu, Nina harus membu*nuh ibu Sulastri maupun pak Surat.

“Ngapain kamu melotot begitu? Kesurup*an?” tanya ibu Sulastri yang cara berpakaiannya menjadi necis mirip anak muda. Bibirnya saja jadi selalu digincu merah terang, sedangkan wajahnya yang sudah disertai banyak keriput pun ditutup bedak tebal lengkap dengan warna-warni khusus di kelopak kata dan juga kedua pipinya.

“Sah!” Terdengar dari luar yang seolah meresmikan lafal ijab kabul dan sempat Nina dengar. Dan Nina yakin, itu memang pernikahan paksa yang harus ia jalani, tapi bisa Nina pastikan, suara pria tadi bukan suara pak Surat yang sudah berulang kali menggaul*inya.

Seolah mendapat kekuatan bahkan nyawa tambahan\, Nina yang masih sempoyongan segera turun dari tempat tidur empuk keberadaannya. Nina mengincar sang ibu tiri dan tak segan mencek*iknya menggunakan kedua tangan. Ibu Sulastri langsung teriak dan juga berusaha melakukan perlawanan\, tapi Nina yang seolah mendapatkan kekuatan super\, sengaja menghant*amkan-hantamkan kepala ibu Sulastri ke tembok putih sebelah.

Ketika beberapa pria akhirnya datang dan salah satunya pak Surat yang sudah langsung menatapnya penuh rasa kagum khas orang ca*bul\, Nina yang sangat dendam sengaja membant*ing ibu Sulastri yang masih ia ceki*k. Selanjutnya\, Nina juga menendang wajah sang ibu tiri dan terakhir sengaja menginjaknya sekuat tenaga hingga jeritan ibu Sulastri makin membuat keadaan di sana berisik.

Nina yang masih menjadi pusat perhatian oleh keempat orang di sana merasa ada yang aneh dengan penampilannya. Bibir dan wajahnya terasa berat, segera ia raba kemudian hapus. Nyatanya ada rias di wajahnya dan dengan kata lain, ia sengaja didandani.

Seorang pria yang menatap Nina penuh kagum walau tampangnya tak secab*ul pak Surat\, datang mendekat. Sisanya\, mereka kompak pergi dan hanya pak Surat yang tidak ikut serta. Pak Surat menolong ibu Sulastri\, tapi Nina yang masih merasa ada tenaga yang tersisa sengaja meludah*i wajah pria itu disusul ia yang sampai menendang sekuat tenaga pangkal paha pak Surat.

“Ya ampun!” pekik pak Surat langsung meringkuk di atas tubuh ibu Sulastri. Nina yang belum puas karena yang ia mau, kedua orang di hadapannya mati*i oleh kedua tangannya, sengaja menendang kemudian menginjak wajah maupun leher pak Surat. Namun, ulahnya dihentikan oleh pria yang ada di sana. Pria itu mengaku bernama Reno.

“Mulai sekarang aku suamimu! Bapakmu kalah jud*i dan sebagai gantinya, kamu yang harus membayarnya. Kamu harus jadi istriku!” tegas Reno masih mendekap erat tubuh Nina.

Nina yang sudah tidak mau diam dan susah payah memberontak berkata, “Aku bukan anak mereka. Mereka hanya orang gil*a yang numpang hidup ke aku!”

“Terserah! Yang penting sekarang kita sudah menikah. Kamu sudah resmi jadi istriku walau kita baru menikah secara agama!” tegas Reno. Pria yang kiranya berusia tiga puluh lima tahun itu menatap marah Nina. Ia membanti*ng Nina ke tempat tidur kemudian mengusir ibu Sulastri maupun pak Surat.

“Mulai sekarang, kita sudah tidak ada urusan lagi. Semuanya sesuai surat perjanjian yang sudah kita sepakati dan kalian menandatanganinya dengan sadar!” tegas Reno.

Cara Reno berkomunikasi, juga tampang Reno yang tidak mirip orang kampung karena pria itu terbilang gagah dan kulitnya pun bersih, membuat Nina berpikir, Reno bukan orang biasa. Apalagi Reno sampai mengikat ibu Sulastri dan pak Surat dengan perjanjian.

“Terus, ini aku di mana?” pikir Nina. Ia mengawasi sekitar, sambil mencari benda yang kiranya bisa menjadi senjat*a untuknya. Hanya saja, lagi-lagi rasa mual, lemas, dan juga pusing membuatnya tak berdaya. Terseok-seok Nina menuju kamar mandi di sebelah kemudian memuntahkan semuanya di sana.

“Ya Alloh, aku ingin kabur. Kenapa Engkau enggak adil? Kenapa aku harus berada di titik ini? Dua bulan lebih Engkau membiarkan hidupku dirusa*k oleh mereka. Dan Engkau justru membiarkan mereka hidup lebih bahagia. Memangnya aku kurang mengabdi bagaimana? Aku sudah susah payah kerja, dan hasilnya juga sudah langsung ludes ditarik ibu Sulastri! Aku mohon, kalau kamu memang ada, aku mohon tunjukkan kuasamu!” batin Nina masih meringkuk di sebelah kloset duduk ia memuntahkan apa yang membuatnya sangat mual walau yang ada, lagi-lagi hanya berupa cairan bening dan itu pun sangat sedikit.

“Kamu sakit?” tanya Reno yang baru datang dan memang memberikan perhatiannya.

“Sebenarnya orang ini orang baik apa orang jahat?” pikir Nina. Namun, kekejian ibu dan ayah tirinya membuatnya mengalami krisis kepercayaan. “Enggak ada orang baik-baik yang sampai berurusan dengan orang jahat apalagi dia sampai menikahiku tanpa persetujuanku!” yakin Nina dalam hatinya.

“Sepertinya aku hamil!” ucap Nina jujur karena ia tak mau Reno menyesal. Paling tidak andaipun Reno kecewa dan fatalnya sampai membun*uhnya, setidaknya pria itu akan mengejar ibu Sulastri maupun pak Surat.

Terpopuler

Comments

Kamiem sag

Kamiem sag

pusing Thor
ibu tiri atau bapak tiri sih
Nina digarap bapak tiri sampe bunting
kah... trus kenapa bisa Sulastri jadi ibu tiri??

2025-01-11

0

himawatidewi satyawira

himawatidewi satyawira

su.rat sekalian dong dicekik jg tendang kl perlu sunat hbs

2024-10-19

1

Samsia Chia Bahir

Samsia Chia Bahir

😟😟😟😟😟

2024-05-06

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Kehidupan Nina yang Kejam
2 2 : Dinikahkan Paksa
3 3 : Rencana Para Ibli*s
4 4 : Kehidupan Baru Nina dan Rencana Balas Dendam
5 5 : Excel Lucas Dan Peran Pentingnya
6 6 : Melarikan Diri
7 7 : Memulai Balas Dendam
8 8 : Sera-ngan Balik
9 9 : Akhir Dari Pelarian Dan Bertemu Akala
10 10 : Langsung Diurus
11 11 : Kebenaran dan Hukuman yang Mulai Berbicara
12 12 : Kabar Terbaru Cinta
13 MOHON PERHATIAN
14 13 : Silakan Jelaskan!
15 14 : Kecewa dan Menyakitkan
16 15 : Hukuman yang Pantas
17 16 : Motivasi Untuk Nina
18 17 : Cinta yang Membuat Semuanya Lelah, Menyerah
19 18 : Kabar yang Mulai Menyebar
20 19 : Teguran Keras
21 20 : Tak Mau Buruk Rupa
22 21 : Fitnah dan Tawaran
23 22 : Bantuan Dan Termotivasi
24 23 : Mencari Cinta
25 24 : Kabar yang Menghancurkan
26 25 : Sambal
27 26 : Tetap Belum Bisa Memaafkan
28 27 : Niat Untuk Menikahi Nina
29 28 : Senyum Pertama
30 29 : Gaji Pertama
31 30 : Akala, Pria yang Sangat Baik
32 31 : Ser*angan Tiba-Tiba
33 32 : Kebahagiaan Nyaris Sempurna
34 33 : Begitu Dekat
35 34 : Kikuk
36 35 : Langsung Gugup
37 36 : Hukuman yang Sudah Ada Di Depan Mata
38 37 : Telanjur Kecewa
39 38 : Merinding ....
40 39 : Antara Lega, Takut, Tapi Juga Tak Tega
41 40 : Berharap Semuanya Hanya Mimpi
42 41 : Mendadak Restu
43 42 : Sebelum Direbut Ojan
44 43 : Ajakan Nikah
45 44 : Ini, ... Beneran?
46 45 : Antara Malu, Mau, Tapi Juga Takut
47 46 : Merasa Cocok
48 47 : Enggak Ada Tegang-Tegangnya
49 48 : Dukungan Untuk Nina
50 49 : Anca-man dan Pak-saan
51 50 : Mertua Kedaluwarsa dan Ailapyu
52 51 : Mulai Posesif
53 52 : Si Paling Bikin Geregetan
54 53 : Perjalanan Cinta Pertama
55 54 : Jadi Ge-nit
56 55 : Rencana Meresmikan Hubungan
57 56 : Trauma Nina
58 57 : Semuanya Baik-Baik Saja, Nin!
59 58 : 4 Menit 47 Detik
60 59 : Menjadi Pribadi Tanggung Jawab Menuju Kehidupan yang Bahagia
61 60 : Wisata Rasa Kencan
62 61: Berhak Bahagia
63 62 : Hari Pernikahan yang Sudah Ditentukan
64 63 : Balas Dendam Elegan
65 64 : Persiapan Syukuran Sebelum Pernikahan
66 65 : Sebelum Ijab Kabul
67 66 : Benar-Benar Berdamai Dengan Kenyataan
68 67 : SAH!
69 68 : Kondangan dan Kado
70 69 : Peluk Aku
71 Novel Baru : Saling Cinta Setelah Menikah
72 70 : Pacaran Setelah Menikah
73 71 : Belajar Menjadi Pasangan yang Baik
74 72 : Bersayap, Berekor, Atau Bertaring?
75 73 : Perubahan Luar Biasa
76 74 : Rezeki
77 75 : Nyaman
78 76 : Surat Cinta Untuk Suamiku
79 77 : Deep Talk
80 78 : Bulan Madu
81 79 : Tidak Bisa Memaafkan
82 80 : Rezeki yang Terus Berdatangan
83 81 : Kembar
84 82 : Malini
85 83 : Kembar Perempuan
86 84 : Alina dan Akina
87 85 : LDR Pertama
88 86 : Penuh Suka Cita
89 87 : Kedatangan Bapak Dan Mamak Nina
90 88 : Kebahagiaan Keluarga Besar
91 89 : Ijab Kabul Papah Azzam
92 90 : Menjadi Pengantin Lagi
93 Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan (Novel Baru)
94 AKHIR YANG SANGAT MANIS
95 Novel OJAN dan novel Aqwa
96 Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
97 Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
98 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
99 Novel Cinta dan Syam
100 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
101 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Anak Bos
102 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 102 Episodes

1
1 : Kehidupan Nina yang Kejam
2
2 : Dinikahkan Paksa
3
3 : Rencana Para Ibli*s
4
4 : Kehidupan Baru Nina dan Rencana Balas Dendam
5
5 : Excel Lucas Dan Peran Pentingnya
6
6 : Melarikan Diri
7
7 : Memulai Balas Dendam
8
8 : Sera-ngan Balik
9
9 : Akhir Dari Pelarian Dan Bertemu Akala
10
10 : Langsung Diurus
11
11 : Kebenaran dan Hukuman yang Mulai Berbicara
12
12 : Kabar Terbaru Cinta
13
MOHON PERHATIAN
14
13 : Silakan Jelaskan!
15
14 : Kecewa dan Menyakitkan
16
15 : Hukuman yang Pantas
17
16 : Motivasi Untuk Nina
18
17 : Cinta yang Membuat Semuanya Lelah, Menyerah
19
18 : Kabar yang Mulai Menyebar
20
19 : Teguran Keras
21
20 : Tak Mau Buruk Rupa
22
21 : Fitnah dan Tawaran
23
22 : Bantuan Dan Termotivasi
24
23 : Mencari Cinta
25
24 : Kabar yang Menghancurkan
26
25 : Sambal
27
26 : Tetap Belum Bisa Memaafkan
28
27 : Niat Untuk Menikahi Nina
29
28 : Senyum Pertama
30
29 : Gaji Pertama
31
30 : Akala, Pria yang Sangat Baik
32
31 : Ser*angan Tiba-Tiba
33
32 : Kebahagiaan Nyaris Sempurna
34
33 : Begitu Dekat
35
34 : Kikuk
36
35 : Langsung Gugup
37
36 : Hukuman yang Sudah Ada Di Depan Mata
38
37 : Telanjur Kecewa
39
38 : Merinding ....
40
39 : Antara Lega, Takut, Tapi Juga Tak Tega
41
40 : Berharap Semuanya Hanya Mimpi
42
41 : Mendadak Restu
43
42 : Sebelum Direbut Ojan
44
43 : Ajakan Nikah
45
44 : Ini, ... Beneran?
46
45 : Antara Malu, Mau, Tapi Juga Takut
47
46 : Merasa Cocok
48
47 : Enggak Ada Tegang-Tegangnya
49
48 : Dukungan Untuk Nina
50
49 : Anca-man dan Pak-saan
51
50 : Mertua Kedaluwarsa dan Ailapyu
52
51 : Mulai Posesif
53
52 : Si Paling Bikin Geregetan
54
53 : Perjalanan Cinta Pertama
55
54 : Jadi Ge-nit
56
55 : Rencana Meresmikan Hubungan
57
56 : Trauma Nina
58
57 : Semuanya Baik-Baik Saja, Nin!
59
58 : 4 Menit 47 Detik
60
59 : Menjadi Pribadi Tanggung Jawab Menuju Kehidupan yang Bahagia
61
60 : Wisata Rasa Kencan
62
61: Berhak Bahagia
63
62 : Hari Pernikahan yang Sudah Ditentukan
64
63 : Balas Dendam Elegan
65
64 : Persiapan Syukuran Sebelum Pernikahan
66
65 : Sebelum Ijab Kabul
67
66 : Benar-Benar Berdamai Dengan Kenyataan
68
67 : SAH!
69
68 : Kondangan dan Kado
70
69 : Peluk Aku
71
Novel Baru : Saling Cinta Setelah Menikah
72
70 : Pacaran Setelah Menikah
73
71 : Belajar Menjadi Pasangan yang Baik
74
72 : Bersayap, Berekor, Atau Bertaring?
75
73 : Perubahan Luar Biasa
76
74 : Rezeki
77
75 : Nyaman
78
76 : Surat Cinta Untuk Suamiku
79
77 : Deep Talk
80
78 : Bulan Madu
81
79 : Tidak Bisa Memaafkan
82
80 : Rezeki yang Terus Berdatangan
83
81 : Kembar
84
82 : Malini
85
83 : Kembar Perempuan
86
84 : Alina dan Akina
87
85 : LDR Pertama
88
86 : Penuh Suka Cita
89
87 : Kedatangan Bapak Dan Mamak Nina
90
88 : Kebahagiaan Keluarga Besar
91
89 : Ijab Kabul Papah Azzam
92
90 : Menjadi Pengantin Lagi
93
Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan (Novel Baru)
94
AKHIR YANG SANGAT MANIS
95
Novel OJAN dan novel Aqwa
96
Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
97
Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
98
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
99
Novel Cinta dan Syam
100
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
101
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Anak Bos
102
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!