17 : Cinta yang Membuat Semuanya Lelah, Menyerah

Rencananya, Nina akan langsung membuka lembaran baru bersama Malini sang adik, setelah kasu*snya selesai. Nina berencana menjual pekarangan rumahnya kemudian membuka usaha kecil-kecilan yang juga tetap bisa menopang kebutuhan sehari-harinya.

Niatnya, Nina ingin menyekolahkan Malini setinggi mungkin. Agar Malini menjadi orang berguna dan mencari pekerjaan pun bisa jauh lebih mudah. Nina sudah merasakannya sendiri, bahwa modal lulusan SMP tidak akan membuat seseorang memiliki pekerjaan apalagi kedudukan mentereng, kecuali orang itu membuat gebrakan tersendiri. Soalnya diam-diam Nina tahu, banyak orang yang tidak berpendidikan bahkan memang tidak sekolah, tapi justru sukses. Kendati demikian, Nina tidak bermaksud membenarkan pendidikan bukan hal yang penting. Semuanya benar-benar penting dan memang harus seimbang.

Pendidikan, pengalaman, niat, usaha, tanpa pantang menyerah— bagi Nina, semua itu merupakan kunci dari sebuah keberhasilan sekaligus kesuksesan. Dan Nina yang sadar diri dirinya bukan berasal dari orang berpendidikan, paham, Nina harus sekuat baja karena kerikil kehidupan akan membuatnya berjuang lebih keras. Ditambah lagi, ia memiliki Malini sebagai tanggung jawabnya.

Sorenya, Nina yang masih lemas, dibawa Akala menggunakan mobil. Wajah Nina masih bengkak, sementara luka akibat ulah Reno, ibu Sulastri maupun pak Surat juga masih sangat terasa. Akala memberi Nina beberapa setel pakaian lengkap, selain sebuah sandal dan sebuah sepatu flat. Semua itu dalam keadaan baru. Akala memaksa Nina untuk menerima semua itu tanpa alasan.

Nina memutuskan untuk menjalani rawat jalan agar biaya yang harus ia tanggung tidak membeludak. Terlebih sampai detik ini, sekadar uang seribu saja, Nina tak punya. Karena itu juga, di otak Nina sudah penuh tuntutan, “kerja, kerja, kerja, agar kamu dapat uang dan kamu bisa menghidupi diri kamu. Agar kamu bisa memiliki kehidupan layak termasuk itu membesarkan Malini!”

Di sebelah rumah yang Akala katakan sebagai rumah orang tuanya, ada sebuah klinik. Klinik Mitra Sehat Azzura.

“Itu kliniknya mbak Azzura, istrinya mas Excel. Mbak Azzura itu kakakku, dan mbak Azzura punya kembaran namanya mas Azzam. Sementara kakak kami bernama mas Aidan. Dan istri mas Aidan namanya mbak Arimbi. Yang kemarin itu, dan kebetulan, aku bungsu.” Akala menjelaskan dengan santun sembari turun dari mobil.

Nina yang masih bingung kenapa Akala sampai menjelaskan silsilah saudaranya juga segera menyusul keluar. Ternyata Akala membukakan pintu untuknya. Sungguh pribadi yang sangat baik sekaligus lembut. Beda dari Excel maupun mas Aidan, meski ketiganya memang sama-sama baik.

“Janda!” teriakan suara cempreng di sertai sosok pria yang memakai serba pink, langsung membuat Nina panik. Nina yang awalnya melangkah di sebelah Akala, buru-buru mundur dan bersembunyi.

Nina melongok dari sebelah bahu kokoh milik Akala. Ia dapati, sosok serba pink yang sampai memakai sandal bulu warna pink bunyi cit-cit itu benar seorang pria. Pria dewasa dan harusnya sudah berusia sekitar kepala empat. Namun jika melihat tampang dan kelakuannya yang mirip belat*ung cabai, Nina ragu pria itu dalam keadaan baik-baik saja.

“Jan! Aku menci*um aroma janda!” ucap pak Haji Ojan bersemangat. Dialah si pemuja janda yang malah membuat hidup para janda makin sengsara. Pria penggila warna pink dan semua aksesori maupun makanan manis itu terus berusaha mengintip Nina yang masih bersembunyi di balik bahu Akala.

Akala mengembuskan napas panjang. “Yang namanya Ojan itu kan Mas, bukan aku,” ucapnya sabar.

“Hai Janda! Dengar, kan? Nama aku Ojan, tapi kamu cukup panggil aku suaaami!” ucap pak Haji Ojan ceria dan berakhir tertawa.

“Bismillahir—”

Dari belakangnya, Akala mendengar Nina yang sampai melantunkan ayat kursi. Hal yang langsung membuat Akala menahan senyum.

“Alhamdullilah, adzan juga. Aku mau buka puasa! Tapi asli, aku merasakan sinyal janda kuat. Memang iya, kan? Yang di belakang kamu Calda alias calon janda kan, Akala? Dengar-dengar begitu, tuh rame di dalam lagi bahas. Si Cinta katanya sudah minta dibungkus pake kafan ditali kenceng biar jadi poceong! Hahaha! Ayo masuk, anggap saja rumah sendiri!” sergah pak Haji Ojan.

Di balik persembunyiannya, Nina menatap aneh kepergian pak Haji Ojan. Pria itu lari tanpa beban. Bukan hanya suara berisik cit cit dari suara sepatu bulu warna pink-nya yang mengganggu. Karena kenyataan bok*ong pak Haji Ojan yang sampai geal-geol dalam melangkah agak loncat juga membuat Nina merasa geli.

“Tapi biasanya yang begitu yang malah tulus. Baik. Baik banget malahan,” batinnya yang kemudian kembali mengawasi sekitar. Di depan sana tak jauh dari gerbang, ada beberapa mobil dan salah satunya ia ketahui mobil sangat mahal.

Bekerja sebagai ART di kota dan kerap diajak keliling ke tempat wisata maupun tempat menjual barang-barang mahal karena Nina memang merangkap jadi baby sister, membuat wanita itu paham barang mahal. Sementara tadi, pria bernama Ojan yang minta dipanggil suamiii berdalih, semuanya sudah berkumpul untuk membahas ulah Cinta.

Masuk ke ruang keluarga kediaman orang tua Akala yang terbilang mewah untuk mereka yang tinggal di pedesaan, di sana memang sudah banyak orang. Kebanyakan orang paruh baya. Mas Aidan dan Arimbi juga ada di sana. Termasuk Cinta, wanita itu duduk di tengah para wanita, di sofa panjang. Cinta terus menunduk walau semua mata di sana sudah langsung menjadikan kedatangan Nina sebagai fokus perhatian. Semuanya kecuali Cinta, mas Aidan, dan juga Arimbi, refleks berdiri.

Setelah saling tatap satu sama lain, mereka sampai mendekat, menatap wajah penuh luka milik Nina, dengan saksama.

Ibu Septi, ibu Arum, pak Kalandra, dokter Andri, dan juga kakek nenek Akala, semuanya sampai tidak bisa berkomentar. Mereka menggeleng ringan, terus begitu di tengah air mata mereka yang akhirnya berlinang.

“Astagfirullah ....” Semuanya berucap lirih, terus terulang yang mana mereka khususnya seorang Chalvin, tampak sangat terpukul.

Chalvin yang memang menghampiri paling akhir, sampai menggunakan kedua tangannya untuk membingkai wajah Nina.

Nina yang trauma dengan sentuhan laki-laki refleks mundur. Ia menatap marah Chalvin. Tak peduli meski kejadian tersebut disaksikan banyak orang. Tak peduli meski sosok Chalvin sangatlah tampan melebihi sebuah patung yang tidak memiliki sedikit pun kekurangan.

“J-jangan menyentuhku sembarangan!” marah Nina. Kedua tangannya mencengkeram kedua ujung sisi blus biru lengan panjangnya.

Air mata seorang Chalvin langsung berjatuhan. Ia masih menatap sendu wajah Nina yang memang sangat mirip wajah Cinta. Kemudian, di tengah tubuhnya yang menunduk loyo, di hadapan semuanya, ia berlutut. Chalvin memohon maaf kepada Nina.

“Aku benar-benar minta maaf. Ini di luar kendaliku apalagi kendali orang tuaku!” ucap Chalvin sambil terus menunduk.

Suasana di sana menjadi sendu, lebih sendu dari keadaan yang sampai detik ini belum memiliki titik terang.

“Aku tidak butuh permintaan maaf dari siapa pun. Karena satu-satunya orang yang wajib minta maaf memang hanya Cinta. Itu saja, aku tidak yakin bisa sepenuhnya memaafkannya. Apalagi sampai detik ini, Cinta masih belum mau mengakui bahwa apa yang dia lakukan salah.” Jujur, Nina sudah sangat ingin berkata kasar. Namun, ia menghargai Akala sekeluarga yang telah memberinya kesempatan untuk menuntut keadilan.

Segera Nina menghampiri Chalvin. Ia menuntun pria itu untuk berdiri. Dan walau Chalvin terus menolak bangun, Nina juga terus memaksa. Karena baginya, Chalvin bukanlah yang harus minta maaf.

Setelah membantu Chalvin berdiri, Nina melangkah pergi mendekati Cinta. Ia sengaja berhenti di depan meja sana. Tampak Arimbi yang perlahan meninggalkan Cinta.

“Lihat, dia masih terlihat seperti enggak merasa bersalah padahal orang lain sibuk meminta maaf untuk kesalahannya!” ucap Nina merasa tak habis pikir. Ia menggeleng dan air matanya menjadi berjatuhan. “Beneran capek berurusan dengan orang seperti kamu, tapi orang seperti kamu wajib dihukum!”

“Hukum saja!” Tegas Cinta yang kemudian mengangkat tatapannya. Ia menatap menantang kepada Nina. “Hukum aku, WAHAI WANITA YANG MERASA PALING JADI KORBAN!”

Nina mendengkus miris.

“Kamu itu sudah salah tapi malah makin bikin malu yah, Kak! Sudah enak dulu kamu dipungut orang tuaku, tapi kamu sama kakakmu justru jadi aiiiiiiiib!” marah Chalvin.

“Aku enggak pernah minta!” yakin Cinta.

“Kayaknya Cinta minta dimasukin ke RSJ deh. Walau belum sepenuhnya, ini sudah masuk tanda-tanda. Mental sama hatinya sakit. Walau bisa jadi juga, ini hanya akal-akalan dia menghindari hukuman nyata!” yakin ibu Septi.

“Intinya, sudah. Kita juga enggak perlu gebu*kin dia soalnya memang percuma. Malahan bisa jadi, dia bakalan bikin itu buat bukti kalau dia dilukai ini itulah. Sudah, bawa ke RSJ saja!” timpal pak Kalandra.

“Kamu juga enggak usah sedih, Vin. Sudah ... sia-sia!” Ibu Arum jadi sibuk menghela napas dalam guna meredam sesak di dadanya efek emosi yang ia tahan atas ulah Cinta.

Terpopuler

Comments

Nendah Wenda

Nendah Wenda

bener tuh masukin aja RSJ biar tambah eror otak nya cinta

2024-11-21

0

Kamiem sag

Kamiem sag

RSJ ???
boleh juga itu

2025-01-11

0

himawatidewi satyawira

himawatidewi satyawira

🤣🤣dikirain setan ya nin

2024-10-21

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Kehidupan Nina yang Kejam
2 2 : Dinikahkan Paksa
3 3 : Rencana Para Ibli*s
4 4 : Kehidupan Baru Nina dan Rencana Balas Dendam
5 5 : Excel Lucas Dan Peran Pentingnya
6 6 : Melarikan Diri
7 7 : Memulai Balas Dendam
8 8 : Sera-ngan Balik
9 9 : Akhir Dari Pelarian Dan Bertemu Akala
10 10 : Langsung Diurus
11 11 : Kebenaran dan Hukuman yang Mulai Berbicara
12 12 : Kabar Terbaru Cinta
13 MOHON PERHATIAN
14 13 : Silakan Jelaskan!
15 14 : Kecewa dan Menyakitkan
16 15 : Hukuman yang Pantas
17 16 : Motivasi Untuk Nina
18 17 : Cinta yang Membuat Semuanya Lelah, Menyerah
19 18 : Kabar yang Mulai Menyebar
20 19 : Teguran Keras
21 20 : Tak Mau Buruk Rupa
22 21 : Fitnah dan Tawaran
23 22 : Bantuan Dan Termotivasi
24 23 : Mencari Cinta
25 24 : Kabar yang Menghancurkan
26 25 : Sambal
27 26 : Tetap Belum Bisa Memaafkan
28 27 : Niat Untuk Menikahi Nina
29 28 : Senyum Pertama
30 29 : Gaji Pertama
31 30 : Akala, Pria yang Sangat Baik
32 31 : Ser*angan Tiba-Tiba
33 32 : Kebahagiaan Nyaris Sempurna
34 33 : Begitu Dekat
35 34 : Kikuk
36 35 : Langsung Gugup
37 36 : Hukuman yang Sudah Ada Di Depan Mata
38 37 : Telanjur Kecewa
39 38 : Merinding ....
40 39 : Antara Lega, Takut, Tapi Juga Tak Tega
41 40 : Berharap Semuanya Hanya Mimpi
42 41 : Mendadak Restu
43 42 : Sebelum Direbut Ojan
44 43 : Ajakan Nikah
45 44 : Ini, ... Beneran?
46 45 : Antara Malu, Mau, Tapi Juga Takut
47 46 : Merasa Cocok
48 47 : Enggak Ada Tegang-Tegangnya
49 48 : Dukungan Untuk Nina
50 49 : Anca-man dan Pak-saan
51 50 : Mertua Kedaluwarsa dan Ailapyu
52 51 : Mulai Posesif
53 52 : Si Paling Bikin Geregetan
54 53 : Perjalanan Cinta Pertama
55 54 : Jadi Ge-nit
56 55 : Rencana Meresmikan Hubungan
57 56 : Trauma Nina
58 57 : Semuanya Baik-Baik Saja, Nin!
59 58 : 4 Menit 47 Detik
60 59 : Menjadi Pribadi Tanggung Jawab Menuju Kehidupan yang Bahagia
61 60 : Wisata Rasa Kencan
62 61: Berhak Bahagia
63 62 : Hari Pernikahan yang Sudah Ditentukan
64 63 : Balas Dendam Elegan
65 64 : Persiapan Syukuran Sebelum Pernikahan
66 65 : Sebelum Ijab Kabul
67 66 : Benar-Benar Berdamai Dengan Kenyataan
68 67 : SAH!
69 68 : Kondangan dan Kado
70 69 : Peluk Aku
71 Novel Baru : Saling Cinta Setelah Menikah
72 70 : Pacaran Setelah Menikah
73 71 : Belajar Menjadi Pasangan yang Baik
74 72 : Bersayap, Berekor, Atau Bertaring?
75 73 : Perubahan Luar Biasa
76 74 : Rezeki
77 75 : Nyaman
78 76 : Surat Cinta Untuk Suamiku
79 77 : Deep Talk
80 78 : Bulan Madu
81 79 : Tidak Bisa Memaafkan
82 80 : Rezeki yang Terus Berdatangan
83 81 : Kembar
84 82 : Malini
85 83 : Kembar Perempuan
86 84 : Alina dan Akina
87 85 : LDR Pertama
88 86 : Penuh Suka Cita
89 87 : Kedatangan Bapak Dan Mamak Nina
90 88 : Kebahagiaan Keluarga Besar
91 89 : Ijab Kabul Papah Azzam
92 90 : Menjadi Pengantin Lagi
93 Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan (Novel Baru)
94 AKHIR YANG SANGAT MANIS
95 Novel OJAN dan novel Aqwa
96 Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
97 Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
98 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
99 Novel Cinta dan Syam
100 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
101 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Anak Bos
102 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 102 Episodes

1
1 : Kehidupan Nina yang Kejam
2
2 : Dinikahkan Paksa
3
3 : Rencana Para Ibli*s
4
4 : Kehidupan Baru Nina dan Rencana Balas Dendam
5
5 : Excel Lucas Dan Peran Pentingnya
6
6 : Melarikan Diri
7
7 : Memulai Balas Dendam
8
8 : Sera-ngan Balik
9
9 : Akhir Dari Pelarian Dan Bertemu Akala
10
10 : Langsung Diurus
11
11 : Kebenaran dan Hukuman yang Mulai Berbicara
12
12 : Kabar Terbaru Cinta
13
MOHON PERHATIAN
14
13 : Silakan Jelaskan!
15
14 : Kecewa dan Menyakitkan
16
15 : Hukuman yang Pantas
17
16 : Motivasi Untuk Nina
18
17 : Cinta yang Membuat Semuanya Lelah, Menyerah
19
18 : Kabar yang Mulai Menyebar
20
19 : Teguran Keras
21
20 : Tak Mau Buruk Rupa
22
21 : Fitnah dan Tawaran
23
22 : Bantuan Dan Termotivasi
24
23 : Mencari Cinta
25
24 : Kabar yang Menghancurkan
26
25 : Sambal
27
26 : Tetap Belum Bisa Memaafkan
28
27 : Niat Untuk Menikahi Nina
29
28 : Senyum Pertama
30
29 : Gaji Pertama
31
30 : Akala, Pria yang Sangat Baik
32
31 : Ser*angan Tiba-Tiba
33
32 : Kebahagiaan Nyaris Sempurna
34
33 : Begitu Dekat
35
34 : Kikuk
36
35 : Langsung Gugup
37
36 : Hukuman yang Sudah Ada Di Depan Mata
38
37 : Telanjur Kecewa
39
38 : Merinding ....
40
39 : Antara Lega, Takut, Tapi Juga Tak Tega
41
40 : Berharap Semuanya Hanya Mimpi
42
41 : Mendadak Restu
43
42 : Sebelum Direbut Ojan
44
43 : Ajakan Nikah
45
44 : Ini, ... Beneran?
46
45 : Antara Malu, Mau, Tapi Juga Takut
47
46 : Merasa Cocok
48
47 : Enggak Ada Tegang-Tegangnya
49
48 : Dukungan Untuk Nina
50
49 : Anca-man dan Pak-saan
51
50 : Mertua Kedaluwarsa dan Ailapyu
52
51 : Mulai Posesif
53
52 : Si Paling Bikin Geregetan
54
53 : Perjalanan Cinta Pertama
55
54 : Jadi Ge-nit
56
55 : Rencana Meresmikan Hubungan
57
56 : Trauma Nina
58
57 : Semuanya Baik-Baik Saja, Nin!
59
58 : 4 Menit 47 Detik
60
59 : Menjadi Pribadi Tanggung Jawab Menuju Kehidupan yang Bahagia
61
60 : Wisata Rasa Kencan
62
61: Berhak Bahagia
63
62 : Hari Pernikahan yang Sudah Ditentukan
64
63 : Balas Dendam Elegan
65
64 : Persiapan Syukuran Sebelum Pernikahan
66
65 : Sebelum Ijab Kabul
67
66 : Benar-Benar Berdamai Dengan Kenyataan
68
67 : SAH!
69
68 : Kondangan dan Kado
70
69 : Peluk Aku
71
Novel Baru : Saling Cinta Setelah Menikah
72
70 : Pacaran Setelah Menikah
73
71 : Belajar Menjadi Pasangan yang Baik
74
72 : Bersayap, Berekor, Atau Bertaring?
75
73 : Perubahan Luar Biasa
76
74 : Rezeki
77
75 : Nyaman
78
76 : Surat Cinta Untuk Suamiku
79
77 : Deep Talk
80
78 : Bulan Madu
81
79 : Tidak Bisa Memaafkan
82
80 : Rezeki yang Terus Berdatangan
83
81 : Kembar
84
82 : Malini
85
83 : Kembar Perempuan
86
84 : Alina dan Akina
87
85 : LDR Pertama
88
86 : Penuh Suka Cita
89
87 : Kedatangan Bapak Dan Mamak Nina
90
88 : Kebahagiaan Keluarga Besar
91
89 : Ijab Kabul Papah Azzam
92
90 : Menjadi Pengantin Lagi
93
Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan (Novel Baru)
94
AKHIR YANG SANGAT MANIS
95
Novel OJAN dan novel Aqwa
96
Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
97
Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
98
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
99
Novel Cinta dan Syam
100
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
101
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Anak Bos
102
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!