3 : Rencana Para Ibli*s

“Apa yang sudah mereka janjikan ke Mas? Lantas, apa saja yang Mas tahu tentang aku?” tanya Nina benar-benar tegas. Karena setelah apa yang terjadi, tak ada yang membuatnya khawatir apalagi takut. Kini saja, satu-satunya yang ingin ia lakukan adalah mati. Namun sebelum ia benar-benar mati, ia harus menghabis*i ibu Sulastri dan pak Surat lebih dulu.

Reno tidak bisa menjawab. Ia terlalu bingung, tapi ia memang telanjur tertarik kepada Nina. Terlebih walau tampak kurang sehat, Nina memiliki wajah yang sangat cantik. Berbeda dari gadis kampu*ng pada kebanyakan dan biasanya hanya memiliki kulit indah berwarna kuning langsat, Nina memiliki kulit putih kemerah-merahan. Mata yang sendu berbola mata hitam sangat jernih, bibir berisi dan tampak kenyal benar-benar menggoda, selain Nina yang juga memiliki buah da*da terbilang besar sekaligus kencang, tak kalah kencang dari bok*ong wanita itu dan bagi Reno sangat idaman.

“Mas bahkan mendapatkanku karena menang ju*di! Menurut Mas, orang tua macam apa yang tega menjadikan anak perempuan sebagai penutup bahkan pembayaran?” Nina benar-benar emosional. “Dia bahkan bukan orang tuaku. Dia hanya suami baru dari ibu tiriku!” Kali ini air matanya berlinang. “Dan selama dua bulan lebih, selama dua bulan terakhir, mereka menyekapku. Baji*ngan berkedok orang tua itu berulang kali meniduriku! Dan aku yakin, ulahnya sudah membuatku hamil!”

Lantaran Reno tampak tercengang, pria itu mundur secara perlahan, seolah Reno memang baru mengetahui fakta yang baru saja Nina katakan, Nina sengaja berkata, “Mas tahu semua itu?”

Bagi Reno, Nina memang cantik, sangat cantik malahan. Fisik pun sangat membuatnya tertarik hingga ia tidak menolak ketika pak Surat mengodorkan foto Nina sebagai sosok yang akan ia terima setelah ia memenangkan perjudi*an di antara mereka. Namun jika pada kenyataannya Nina sudah terbiasa ‘dipakai’ pak Surat bahkan kini wanita di hadapannya sedang hamil, tentu tidak ada kata lain selain menjij*ikkan untuk seorang Nina.

“Mas beneran enggak tahu?” tatapan kosong Nina masih fokus menatap kedua mata Reno. Sampai detik ini, butiran bening juga masih kerap berlinang dari kedua sudut matanya.

Nina masih ingat, banyak bekas bibir pak Surat yang baji*ngan itu tinggalkan di tubuhnya. Mengingat tubuhnya yang memiliki kulit putih bersih, bisa dipastikan bekas-bekas itu akan sulit hilang dalam waktu dekat. Karenanya, Nina nekat menyibak leher, dagu, tengkuk. Ia sengaja menarik asal rambut panjangnya yang tergerai. “Harusnya di sini ada bekas bibir baji*ngan itu!”

Sempat kembali mundur karena terlalu terpukul lantaran wanita cantik yang ia dapat justru sudah terbiasa dipakai oleh pak Surat, padahal pak Surat berdalih Nina masih perawan, dan usianya juga baru 19 tahun, Reno yang dongkol sengaja mendekat. Ia melepas paksa kancing kemeja warna oren kedodoran yang menutupi tubuh Nina.

Ulah Reno membuat sebagian kancing kemeja Nina menggelinding di lantai. Demi memastikan kebenaran dari ucapan Nina, di tengah kenyataan dadanya yang bergemuruh menahan amarah, pada kenyataannya apa yang Nina katakan memang benar. Bekas-bekas yang Nina maksud benar-benar banyak. Refleks ia yang merasa ditipu mentah-mentah, mendorong Nina, memuku*linya tanpa jeda dan terakhir menendan*gnya lantaran tubuh Nina sudah terkapar meringkuk di sebelah kloset.

“Kamu sudah terbiasa ‘dipakai’? Kamu sudah terbiasa melaya*ni banyak laki-laki? Lalu, apa bedanya kamu dengan pelacu*r di luar sana?” marah Reno.

“Aku enggak pernah minta Mas buat nikahin aku!” ucap Nina yang sudah tak karuan.

Nina yakin, bersama pandangannya yang sudah tidak jelas dan makin lama makin gelap, ditambah napasnya yang benar-benar sesak, sebentar lagi ia akan kembali sekarat.

Di lain sisi, Reno tidak peduli pada ucapan Nina yang berdalih tidak pernah memintanya menikahi wanita itu. Reno sudah telanjur mengambil Nina, jadi jika ia tidak bisa memiliki Nina, Nina wajib menjadi sumber penghasilannya.

***

Entah sudah berapa lama Nina tak sadarkan diri. Namun lagi-lagi, Nina terbangun dengan keadaan yang serba berat. Bukan hanya kepalanya yang masih sangat pening dan tubuhnya begitu terbatas dalam bergerak, tapi juga kenyataan tempat keberadaannya yang lagi-lagi berbeda.

Kali ini, Nina terbangun di sebuah kamar terbilang bagus, tapi suara wanita yang lagi-lagi asing sudah langsung menyapa pendengarannya.

“Dia terlihat masih sangat muda. Kulitnya juga beda dengan warna kulitku. Memangnya kamu enggak ada ‘barang’ lain? Temanku bilang, kamu punya banyak ‘barang’?” ucap si wanita berkulit tidak lebih cerah dari kulit Nina.

“Ibu Cinta, dia asli gadis desa. Dia masih perawan dan saya terbiasa cari yang muda karena pasarannya memang lebih rame yang muda,” ucap Reno meyakinkan pada wanita di hadapannya.

“Hah? Maksud mereka, Mas Reno sudah terbiasa jual beli perawan khususnya gadis desa?” pikir Nina yang tetap pura-pura tidur guna menguping apa yang sebenarnya terjadi.

“Saya enggak peduli, dia masih perawan atau enggak. Yang jelas, saya nyari wanita yang kurang lebih mirip saya. Karena nantinya, wanita itu harus operasi mirip saya, agar dia bisa menggantikan saya. Saya akan membelinya dengan mahal karena dia benar-benar harus menggantikan saya!” tegas si wanita yang berbicara dengan elegan.

“Ibli*s banget tuh orang. Wanita kok sejahat itu?!” batin Nina benar-benar tak habis pikir. “Buat apa dia hidup kalau dia saja sampai butuh orang buat gantiin dia!” Sampai detik ini, Nina masih berbicara dalam hati. Dan ia mendengar suara langkah mendekat. Dari dua langkah sekaligus dan Nina yakin, itu langkah Reno dan wanita yang dipanggil Cinta.

Reno dan Cinta mengawasi Nina dari jarak lebih dekat.

“Kamu kan pakai jilbab, oke lah. Kan nantinya dia juga harus meniru semua gayamu, termasuk cara berpakaian, kan? Memangnya calon suami kamu paham banget ke warna kulit kamu?” ucap Reno.

“Oh iya, ya. Ya sudah deh, aku oke. Tapi kamu wajib bikin dia menuruti semua yang aku mau, ya? Maksudnya, dia beneran harus mengikuti skenario yang sudah aku siapin!” balas Cinta.

“Semua itu tergantung ... harga yang kamu kasih!” ucap Reno sambil tersenyum semringah menatap wanita bernama Cinta.

“Berapa?” balas Cinta sambil bersedekap dan tersenyum geli menatap Reno yang baginya sama saja dengan laki-laki di luar sana, bajin*gan.

Sengaja jaim, Reno menyodorkan kelima jari tangan kanannya.

“Lima—” Cinta mengernyit dan menerka-nerka.

“Ratus juta!” ucap Reno semringah.

“Oke, enggak masalah. Tapi wajib ada hitam di atas materai, ya.” Cinta menyanggupi tanpa pikir panjang.

“Siaap, wajib ada uang muka sebelum dia dioperasi mirip kamu!” sanggup Reno. “Thank you, Nin! Gara-gara kamu, aku mendadak jadi jutawan!” batin Reno benar-benar girang.

“Oke. Besok malam juga kita langsung operasi! Aku beneran enggak punya banyak waktu, apalagi hasil operasi juga biasanya bertahap, enggak bisa langsung jadi,” ucap Cinta.

“Ya Alloh, dua orang ini benar-benar ibli*s!” batin Nina. Pikirannya makin kacau. Ia bingung sebingung-bingungnya. Apa yang akan ia alami memang membuatnya kehilangan jati diri, tapi dengan menjadi Cinta, ia juga bisa memulai membalaskan dendamnya. Ia bahkan bisa menghancurkan wanita bernama Cinta yang kelakuannya tak beda dengan ibl*is.

“Apa yang harus aku lakukan?” batin Nina belum berani membuka mata apalagi memberontak lantaran tak mau, sesuatu yang lebih buruk malah terjadi, sementara dirinya belum balas dendam kepada ibu Sulastri, pak Surat, Reno, dan juga Cinta.

Terpopuler

Comments

Kamiem sag

Kamiem sag

Cinta?? bener sejahat ini!??
thor tolong jangan tulis Cinta berjodoh dgn Akala mak gak rela

2025-01-11

0

Nendah Wenda

Nendah Wenda

ini cinta beneran jahat banget apa maksudnya

2024-11-15

0

himawatidewi satyawira

himawatidewi satyawira

lambemu blm pernah disleding gilingan daging ya no?

2024-10-19

0

lihat semua
Episodes
1 1 : Kehidupan Nina yang Kejam
2 2 : Dinikahkan Paksa
3 3 : Rencana Para Ibli*s
4 4 : Kehidupan Baru Nina dan Rencana Balas Dendam
5 5 : Excel Lucas Dan Peran Pentingnya
6 6 : Melarikan Diri
7 7 : Memulai Balas Dendam
8 8 : Sera-ngan Balik
9 9 : Akhir Dari Pelarian Dan Bertemu Akala
10 10 : Langsung Diurus
11 11 : Kebenaran dan Hukuman yang Mulai Berbicara
12 12 : Kabar Terbaru Cinta
13 MOHON PERHATIAN
14 13 : Silakan Jelaskan!
15 14 : Kecewa dan Menyakitkan
16 15 : Hukuman yang Pantas
17 16 : Motivasi Untuk Nina
18 17 : Cinta yang Membuat Semuanya Lelah, Menyerah
19 18 : Kabar yang Mulai Menyebar
20 19 : Teguran Keras
21 20 : Tak Mau Buruk Rupa
22 21 : Fitnah dan Tawaran
23 22 : Bantuan Dan Termotivasi
24 23 : Mencari Cinta
25 24 : Kabar yang Menghancurkan
26 25 : Sambal
27 26 : Tetap Belum Bisa Memaafkan
28 27 : Niat Untuk Menikahi Nina
29 28 : Senyum Pertama
30 29 : Gaji Pertama
31 30 : Akala, Pria yang Sangat Baik
32 31 : Ser*angan Tiba-Tiba
33 32 : Kebahagiaan Nyaris Sempurna
34 33 : Begitu Dekat
35 34 : Kikuk
36 35 : Langsung Gugup
37 36 : Hukuman yang Sudah Ada Di Depan Mata
38 37 : Telanjur Kecewa
39 38 : Merinding ....
40 39 : Antara Lega, Takut, Tapi Juga Tak Tega
41 40 : Berharap Semuanya Hanya Mimpi
42 41 : Mendadak Restu
43 42 : Sebelum Direbut Ojan
44 43 : Ajakan Nikah
45 44 : Ini, ... Beneran?
46 45 : Antara Malu, Mau, Tapi Juga Takut
47 46 : Merasa Cocok
48 47 : Enggak Ada Tegang-Tegangnya
49 48 : Dukungan Untuk Nina
50 49 : Anca-man dan Pak-saan
51 50 : Mertua Kedaluwarsa dan Ailapyu
52 51 : Mulai Posesif
53 52 : Si Paling Bikin Geregetan
54 53 : Perjalanan Cinta Pertama
55 54 : Jadi Ge-nit
56 55 : Rencana Meresmikan Hubungan
57 56 : Trauma Nina
58 57 : Semuanya Baik-Baik Saja, Nin!
59 58 : 4 Menit 47 Detik
60 59 : Menjadi Pribadi Tanggung Jawab Menuju Kehidupan yang Bahagia
61 60 : Wisata Rasa Kencan
62 61: Berhak Bahagia
63 62 : Hari Pernikahan yang Sudah Ditentukan
64 63 : Balas Dendam Elegan
65 64 : Persiapan Syukuran Sebelum Pernikahan
66 65 : Sebelum Ijab Kabul
67 66 : Benar-Benar Berdamai Dengan Kenyataan
68 67 : SAH!
69 68 : Kondangan dan Kado
70 69 : Peluk Aku
71 Novel Baru : Saling Cinta Setelah Menikah
72 70 : Pacaran Setelah Menikah
73 71 : Belajar Menjadi Pasangan yang Baik
74 72 : Bersayap, Berekor, Atau Bertaring?
75 73 : Perubahan Luar Biasa
76 74 : Rezeki
77 75 : Nyaman
78 76 : Surat Cinta Untuk Suamiku
79 77 : Deep Talk
80 78 : Bulan Madu
81 79 : Tidak Bisa Memaafkan
82 80 : Rezeki yang Terus Berdatangan
83 81 : Kembar
84 82 : Malini
85 83 : Kembar Perempuan
86 84 : Alina dan Akina
87 85 : LDR Pertama
88 86 : Penuh Suka Cita
89 87 : Kedatangan Bapak Dan Mamak Nina
90 88 : Kebahagiaan Keluarga Besar
91 89 : Ijab Kabul Papah Azzam
92 90 : Menjadi Pengantin Lagi
93 Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan (Novel Baru)
94 AKHIR YANG SANGAT MANIS
95 Novel OJAN dan novel Aqwa
96 Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
97 Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
98 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
99 Novel Cinta dan Syam
100 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
101 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Anak Bos
102 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 102 Episodes

1
1 : Kehidupan Nina yang Kejam
2
2 : Dinikahkan Paksa
3
3 : Rencana Para Ibli*s
4
4 : Kehidupan Baru Nina dan Rencana Balas Dendam
5
5 : Excel Lucas Dan Peran Pentingnya
6
6 : Melarikan Diri
7
7 : Memulai Balas Dendam
8
8 : Sera-ngan Balik
9
9 : Akhir Dari Pelarian Dan Bertemu Akala
10
10 : Langsung Diurus
11
11 : Kebenaran dan Hukuman yang Mulai Berbicara
12
12 : Kabar Terbaru Cinta
13
MOHON PERHATIAN
14
13 : Silakan Jelaskan!
15
14 : Kecewa dan Menyakitkan
16
15 : Hukuman yang Pantas
17
16 : Motivasi Untuk Nina
18
17 : Cinta yang Membuat Semuanya Lelah, Menyerah
19
18 : Kabar yang Mulai Menyebar
20
19 : Teguran Keras
21
20 : Tak Mau Buruk Rupa
22
21 : Fitnah dan Tawaran
23
22 : Bantuan Dan Termotivasi
24
23 : Mencari Cinta
25
24 : Kabar yang Menghancurkan
26
25 : Sambal
27
26 : Tetap Belum Bisa Memaafkan
28
27 : Niat Untuk Menikahi Nina
29
28 : Senyum Pertama
30
29 : Gaji Pertama
31
30 : Akala, Pria yang Sangat Baik
32
31 : Ser*angan Tiba-Tiba
33
32 : Kebahagiaan Nyaris Sempurna
34
33 : Begitu Dekat
35
34 : Kikuk
36
35 : Langsung Gugup
37
36 : Hukuman yang Sudah Ada Di Depan Mata
38
37 : Telanjur Kecewa
39
38 : Merinding ....
40
39 : Antara Lega, Takut, Tapi Juga Tak Tega
41
40 : Berharap Semuanya Hanya Mimpi
42
41 : Mendadak Restu
43
42 : Sebelum Direbut Ojan
44
43 : Ajakan Nikah
45
44 : Ini, ... Beneran?
46
45 : Antara Malu, Mau, Tapi Juga Takut
47
46 : Merasa Cocok
48
47 : Enggak Ada Tegang-Tegangnya
49
48 : Dukungan Untuk Nina
50
49 : Anca-man dan Pak-saan
51
50 : Mertua Kedaluwarsa dan Ailapyu
52
51 : Mulai Posesif
53
52 : Si Paling Bikin Geregetan
54
53 : Perjalanan Cinta Pertama
55
54 : Jadi Ge-nit
56
55 : Rencana Meresmikan Hubungan
57
56 : Trauma Nina
58
57 : Semuanya Baik-Baik Saja, Nin!
59
58 : 4 Menit 47 Detik
60
59 : Menjadi Pribadi Tanggung Jawab Menuju Kehidupan yang Bahagia
61
60 : Wisata Rasa Kencan
62
61: Berhak Bahagia
63
62 : Hari Pernikahan yang Sudah Ditentukan
64
63 : Balas Dendam Elegan
65
64 : Persiapan Syukuran Sebelum Pernikahan
66
65 : Sebelum Ijab Kabul
67
66 : Benar-Benar Berdamai Dengan Kenyataan
68
67 : SAH!
69
68 : Kondangan dan Kado
70
69 : Peluk Aku
71
Novel Baru : Saling Cinta Setelah Menikah
72
70 : Pacaran Setelah Menikah
73
71 : Belajar Menjadi Pasangan yang Baik
74
72 : Bersayap, Berekor, Atau Bertaring?
75
73 : Perubahan Luar Biasa
76
74 : Rezeki
77
75 : Nyaman
78
76 : Surat Cinta Untuk Suamiku
79
77 : Deep Talk
80
78 : Bulan Madu
81
79 : Tidak Bisa Memaafkan
82
80 : Rezeki yang Terus Berdatangan
83
81 : Kembar
84
82 : Malini
85
83 : Kembar Perempuan
86
84 : Alina dan Akina
87
85 : LDR Pertama
88
86 : Penuh Suka Cita
89
87 : Kedatangan Bapak Dan Mamak Nina
90
88 : Kebahagiaan Keluarga Besar
91
89 : Ijab Kabul Papah Azzam
92
90 : Menjadi Pengantin Lagi
93
Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan (Novel Baru)
94
AKHIR YANG SANGAT MANIS
95
Novel OJAN dan novel Aqwa
96
Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
97
Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
98
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
99
Novel Cinta dan Syam
100
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
101
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Anak Bos
102
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!