Nina yang sekarang bukan lagi wanita muda lemah. Ketidakadilan sekaligus kekejian yang pernah Nina dapatkan dan itu bertubi-tubuh hingga sekarang, menjadi alasannya. Sebab Nina baru akan bisa hidup maupun mati dengan tenang andai dirinya sudah balas dendam.
Turun dari pesawat, Nina sudah siaga. Ia sudah tidak lagi ditangani oleh orang Korea Selatan. Pria itu hanya mengantarnya hingga Bandara Incheon Korea Selatan, dan Nina diserahkan kepada seorang pria yang tak kalah berpenampilan sangar. Pria berpenampilan serba hitam, bertubuh tegap, berwajah dingin mirip psikopat.
Kini, belum apa-apa Nina sudah diberi satu kantong pakaian ganti.
“Pakai itu. Semuanya, termasuk cadar yang ada di dalamnya,” ucap si Pria yang sampai memakai kacamata hitam dan juga masker berwarna senada hingga wajahnya nyaris tak terlihat.
Walau ragu, Nina berangsur menerima kantong karton berwarna hitam tersebut. Ia mencoba menatap kedua mata si pria dan baginya memiliki wajah tampan. “Kok aku rasa, dia enggak jahat yah? Dia terbilang perhatian, beda dengan yang di Korea Selatan tadi. Yang tadi sampai dorong, tarik, ban*ting juga,” batin Nina yang merasa, pria di Korea Selatan yang sempat mengurusnya, memperlakukannya layaknya tawanan perang dan tak segan main kasar.
“Enggak usah takut,” ucap si pria dengan suara terbilang lembut.
“Apa ini taktik dari Cinta agar aku percaya bahkan bergantung kepada pria ini?” pikir Nina yang juga berpikir, apakah kini menjadi waktu yang tepat untuk melarikan diri? Namun andai iya, bagaimana caranya agar dirinya bisa bertukar posisi dengan Cinta hingga mereka juga tukar nasib? “Aku harus membuat Cinta yang asli menjadi tawanan orang-orangnya sendiri!” Sampai detik ini, Nina yang masih berbicara dalam hati, juga masih sibuk menyusun rencana.
Nina masuk ke toilet perempuan yang ada di lorong sebelah. Karena masih curiga pada pria yang mengurusnya, ia yang menjadi melangkah ragu juga refleks menoleh, membuat tatapan mereka bertemu. Namun berbeda dengan pria di Korea Selatan, pria berseragam serba hitam itu langsung menjaga pandangan darinya, menunduk dan tampak hormat.
“Oh bisa jadi, ... dia menganggapku sebagai Cinta asli. Bisa jadi, Cinta memang orang penting yang juga punya kuasa hingga Cinta sangat dihormati oleh pria penjaga itu!” pikir Nina masih sibuk berpikir sendiri.
Di tempat berbeda, di ballroom hotel mewah, Excel Lucas tengah melangkah santai sembari mengawasi sebuah ruang resepsi pernikahan yang terbilang mewah. Kendati demikian, yang Excel perhatikan bukanlah dekorasi dan kemewahan gedung acara yang menyertai. Karena tatapan Excel diam-diam tengah mengawasi Cinta dengan sangat keji. Saat ini, Cinta yang memakai setelan warna mint, tengah berdiri di sebelah pria bertubuh tegap dan berpakaian serba hitam. Pria tersebut merupakan Helios, calon suami yang juga akan menjadi Raja dan Ratu bersama Cinta di resepsi pernikahan dan akan digelar besok.
“Di balik diammu yang membuat semua hati iba, kau tak lebih dari ibli*s yang harus secepatnya mendapatkan siksaan. Hanya karena aku dekat dengan Helios bahkan Akala, kamu berpikir aku akan diam saja. Kamu berpikir aku tidak bisa apa-apa? Baik! Kamu yang aku jaga perasaannya saja berani bermain-main dengan takdir, jadi jangan salahkan aku jika aku juga mempermainkan takdirmu. Aku pastikan, kamu akan merasakan luka yang akan membuatmu menjadi manusiawi!” batin Excel yang kemudian pergi dari sana. Ia keluar dan berakhir menuju anak tangga darurat yang menghubungkan ke lantai bawah basement.
Helios merupakan pria bertubuh tegap, seorang ketua mafia ternama di negara mereka yang telah membantu keluarga Cinta keluar dari kebangkrutan. Namun di balik bantuan yang pria itu berikan, ternyata Helios menginginkan Cinta menjadi istrinya. Hanya saja, selain mata kanan Helios buta dan wajah pria itu buruk rupa, Cinta sudah memiliki kekasih. Laki-laki yang juga sudah menjadi kekasih Cinta hampir empat tahun terakhir. Pria yang usianya lebih muda dari Cinta itu bernama Akala Ramadani Kalandra, dan tak lain adik ipar dari seorang Excel Lucas. Excel Lucas sendiri merupakan sahabat sekaligus orang kepercayaan Helios. Walau sudah tidak aktif di dunia mafia, Excel Lucas masih berperan penting membantu Helios, selain Excel Lucas yang selalu peka terhadap bahaya yang mengincar orang-orang di sekitarnya. Walau untuk kasus yang menyeret Nina kali ini, Excel Lucas memang kecolongan. Namun, Excel Lucas tidak akan menyia-nyiakan pengorbanan Nina. Malahan, niat Excel nyaris sama dengan Nina. Karena Excel akan membuat Cinta tukar posisi bahkan nasib. Agar Cinta jauh lebih bisa menghargai apa yang sudah wanita itu miliki. Juga, agar Cinta juga bisa menghargai kehidupan sekaligus kebahagiaan orang lain.
“Kamu di mana?” ucap Excel Lucas lirih berbincang melalui sambungan telepon suara di ponselnya. Melangkah cepat, ia menuju mobil Pajero hitam di seberang. Menekan remote dan membuat mobil tersebut bunyi disertai lampu sensor yang menyertai.
“Saya masih di bandara, Bos. Masih menunggu Nona Cinta ganti pakaian di toilet,” balas seorang pria di seberang sana.
Di balik pintu toilet Nina berada, wanita berusia dua puluh satu tahun itu mendengar obrolan lirih si pria dengan Excel Lucas melalui sambungan telepon.
“Ternyata benar, dia mengenaliku sebagai Cinta!” batin Nina mulai menyusun rencana. Ia membiarkan pria di luar sana menyelesaikan obrolannya, yang mana ia juga terus menguping sambil menempelkan sebelah telinganya ke pintu.
Tak sampai satu menit kemudian, Nina yang sudah bercadar sengaja keluar dari ruang toilet dia berada.
“Maaf sudah membuat kamu menunggu,” ucap Nina sengaja menciptakan obrolan.
“Kok suaranya Nona Cinta, beda banget, ya? Suaranya mendadak imut padahal biasanya tegas dan logatnya khas suara wanita sudah berumur?” pikir si pria Max tersebut.
“Kok dia kelihatan bingung? Apa efek suaraku yang menang beda dengan suara Cinta?” pikir Nina yang kemudian bertanya, mereka akan ke mana?
“Kita langsung ke hotel Nona dan Bos menggelar resepsi, Non!” balas Max.
Untuk beberapa saat, Nina terdiam dan langsung berpikir keras. “Kalau enggak langsung ke hotel, kita bisa ke mana dulu, Mas? Bagaimana kalau Mas antar saya ke rumah dulu?” balasnya yang berusaha menggagalkan rencana Cinta.
“Oh, ... Non Cinta mau pulang ke rumah dulu? Tapi ke rumah orang tua, rumah bersama Non dan Bos, apa rumah yang ada di kampung?” tanya Max lagi.
“Di kampung ...?” lirih Nina yang menatap tak paham Max. “Ternyata Cinta punya rumah di kampung? Kampung dia di mana? Kalau sampai dekat dengan kampungku, ini bakalan lebih seru!” batinnya.
“Iya, kampung. Cilacap!” ucap Max masih sangat santun.
“Hah ...? Masih di Cilacap juga? Dekat, dong ... aku bisa langsung kabur sekaligus memulai balas dendamku ke ibl*is-ibl*is berkedok orang tua itu!” batin Nina kegirangan dan langsung bersemangat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 102 Episodes
Comments
Nendah Wenda
ternyata cinta tidak sebaik yang akala kenal berarti benar kata Arimbi
2024-11-15
0
Kamiem sag
Cntaaaa!!!!!!! luarbiasa jahatmu!!
2025-01-11
0
Samsia Chia Bahir
😥😥😥😥😥😥
2024-05-06
0