6 : Melarikan Diri

Bos Excel : Tunggu di tempat parkir, jangan pergi dulu.

Membaca itu, Max jadi bingung. “Ini bos Excel kenapa?” batinnya yang kemudian melirik Nina. Di hadapannya, lagi-lagi Nina yang ia yakini sebagai Cinta, mirip orang linglung. Itu sungguh bukan gaya Cinta yang biasanya. Karena biasanya, Cinta akan terlihat tenang, berkelas, tegas, benar-benar elegan. Karena Cinta yang biasa, juga memiliki jiwa pemimpin dan baginya sangat cocok bersanding dengan Helios yang super dingin bahkan kejam.

“Enggak perlu banyak rencana, cukup kabur saja terus langsung pulang. Karena semuanya dimulai dari mereka yang harus mengetahui wajah baruku, agar saat mereka bertemu Cinta, mereka ragu dan malah menganggap itu aku. Benar-benar ini yang harus aku lakukan dan pastinya, aku jangan sampai ke pernikahan Cinta. Biarkan Cinta saja yang menikah dengan pria buruk rupa itu!” pikir Nina yang mewajibkan dirinya bisa melarikan diri secepatnya. Karena hal yang harus Nina lakukan sekarang adalah membuat orang-orang yang telah membuatnya kehilangan jati diri, khususnya ibu Sulastri, pak Surat, dan juga Reno, melihat sekaligus bertemu dengannya secara langsung.

Tak peduli apa yang akan terjadi nanti, bahkan andai Nina menjadi buro*nan sekalipun, Nina harus siap karena hanya dengan begitu ia bisa memiliki kebebasan, termasuk kemenangan yang ia impi-impikan.

“Non, ayo kita ke tempat parkir!” sergah Max santun meski tampang khususnya tatapan kedua matanya mirip seorang psikopat.

Yang Max bingungkan, walau Cinta ada bersamanya dan wanita itu tampak tidak memegang ponsel, nomor ponsel Cinta juga terus mengiriminya pesan.

“Kok makin aneh, ya?” pikir Max.

Calon Istrinya Bos Helios : Max, langsung ke hotel ya. Hotel buat resepsi. Nanti turunin aku di basement saja. Habis itu berarti tugas kamu selesai. Sekali lagi, makasih banyak ya 🙏🏻

Hanya saja, Max yang baru akan masuk mobil dan siap mengemudi, justru makin bingung karena Cinta yang ia jemput dan belum lama ia bantu untuk masuk mobilnya, malah buru-buru pergi. Nina yang awalnya hanya melangkah cepat, kini justru lari, keluar dari area parkir menuju jalan raya.

“Sebenarnya Non Cinta kenapa? Barusan WA, tapi sekarang justru lari begitu,” batin Max yang kemudian menyusul kepergian Nina.

Awalnya, Max hanya melangkah lebar. Namun karena tak ada tanda-tanda Cinta di sekitar sana, ia buru-buru lari. “Sekarang bahkan menghilang.” Max uring-uringan sendiri dan memang kehilangan jejak Nina.

Di sana tidak ada tanda-tanda Cinta atau Nina. Max benar-benar kehilangan jejak Nina apalagi yang Max tahu, wanita itu sungguh calon istri sang bos. Hingga Max sengaja membuat dirinya memperlakukan Nina layaknya Ratu karena andai Max tahu, Nina merupakan tawanan Cinta, bisa ia pastikan wanita itu tak sedikit pun jauh dari pandangannya. Bukan malah seperti sekarang dan benar-benar tak meninggalkan jejak.

“Terus, ini aku harus gimana?” Max berpikir cepat. Max hendak mengirimi Cinta pesan singkat, tapi Excel Lucas sudah ada di hadapannya. Pria itu menggunakan motor trail.

Tanpa terlebih dulu mematikan mesin motornya, Excel yang melepas helmnya berkata, “Kamu langsung ke hotel saja. Bos Helios sudah menunggu di sana. Perketat keamanan takutnya Jay dan Cobra kembali rusuh!”

“Tapi ini non Cinta—” Sadar dirinya salah karena telah kehilangan jejak Cinta, bukannya melanjutkan ucapannya, ia justru buru-buru berlutut.

“Max, jangan begitu. Tugasmu mengurus Cinta sudah selesai. Sekarang tugasmu cukup kembali ke hotel dan perketat pengamanan. Urusan Cinta, biar aku yang ambil alih karena kami sudah janjian. Kami mau pulang kampung dan baru akan kembali besoknya. Cinta bilang mau ke makam mamahnya dulu yang ada di kampung. Ini kami langsung mau berangkat bareng.” Setelah berhasil meyakinkan Max dan Max juga buru-buru minta maaf hingga akhirnya pria itu pergi, Excel juga buru-buru bergegas. Tak jauh dari sana, di sekitar SPBU, seorang berpakaian serba panjang memakai celana panjang lengkap dengan jaket kulit panjang dan juga memakai helm rapat. Excel langsung menghampiri sekaligus membiarkan wanita itu memboncengnya.

“Pegangan yang erat, aku akan mengantarmu pulang! Selajutnya, lakukan apa pun yang kamu mau!” lanjut Excel masih berteriak lantaran ia sudah kembali memakai helem dan hanya membuka kaca bagian mulutnya.

“Iya, Mas. Aku siap! Terima kasih banyak!” Itu Nina, sementara pakaian yang sebelumnya ia dapat dari Max, sudah ia tinggalkan di kantong ruang toilet SPBU.

Memakai wajah Cinta membuat Nina membiasakan diri bergerak cepat layaknya seorang Ninja. Termasuk kini, sudah malam tapi ia harus memboceng motor trail. Beruntung, itu hanya sementara karena selang tiga puluh menit dari perjalanan mereka, Excel ganti motor. Masih motor gede tapi jauh lebih nyaman untuk Nina yang dibonceng.

“Mungkin ini sudah jalanku, dan dari sini aku yakin, Alloh mulai memberi jalan. Melalui orang baik ini yang akan membantuku menggagalkan rencana jahat Cinta, aku benar-benar melarikan diri. Aku akan mulai menjalani misi balas dendamku!” batin Nina tidak berani memeluk Excel walau dari tampangnya, Excel yang sangat tampan terlihat jauh lebih baik dari Max.

Perjalanan menggunakan motor dan membuat mereka ngebut sepanjang jalan itu membuat Nina kewalahan. Rasa dingin tetap Nina rasakan walau ia sudah memakai pakaian hangat serba panjang.

“Jangan lemah. Ini belum apa-apa karena ini baru awal. Makan yang banyak, habiskan agar kamu punya tenaga dan cepat sehat. Kamu juga tetap boleh menangis, tapi kamu tetap harus memberi mereka pelaja*ran. Percayalah, aku akan membantumu hingga akhir meski aku tidak akan selalu bersamamu selama dua puluh empat jam!” ucap Excel.

Di malam yang mulai sunyi, mereka tengah beristirahat di rest area. Excel membelikan Nina mie seduh dan teh manis hangat sekaligus segelas es teh manis.

Sambil tersedu-sedu karena merasa terharu, Nina melahap semua yang diberikan Excel. Bukan hanya makanan maupun minuman, tapi juga rencana Excel yang menyarankannya agar ia tidak langsung membuat orang tua tirinya mati. Nina harus membuat keduanya berakhir di penderitaan hidup segan mati pun tidak bisa.

“Kamu enggak perlu bikin mereka harus dipenjara. Karena membuat mereka hidup segan mati tidak bisa, lalu membuat kejahatan mereka vir*al hingga masyarakat luas bahkan dunia mengetahuinya, itu akan menjadi hukuman keji untuk ibl*is berwujud manusia seperti mereka!” lanjut Excel masih berdiri di sebelah Nina duduk yang mana Nina memang masih makan.

Nina yang masih tersedu-sedu, mengangguk-angguk. “Makasih banyak, Mas. Sekali lagi, doa terbaik untuk Mas sekeluarga. Semoga istri dan anak-anak Mas selalu sehat dan juga dilimpahkan rezekinya. Orang baik seperti Mas juga harus selalu sehat!” ucapnya masih tidak berani menatap Excel.

“Amin-amin. Terima kasih banyak juga buat doanya. Yang harus kamu ingat, walau sekarang kamu enggak berjuang sendiri, kamu jangan sampai jadi orang lemah! Kamu harus selalu siaga. Pukul balas pukul, nyawa balas nyawa!” tegas Excel dan Nina langsung mengangguk-angguk paham.

Terpopuler

Comments

Kamiem sag

Kamiem sag

Axcel keren mak

2025-01-11

0

Nendah Wenda

Nendah Wenda

good excel

2024-11-16

0

Samsia Chia Bahir

Samsia Chia Bahir

Oooooooo bangggg exel 🤗🤗🤗

2024-05-06

2

lihat semua
Episodes
1 1 : Kehidupan Nina yang Kejam
2 2 : Dinikahkan Paksa
3 3 : Rencana Para Ibli*s
4 4 : Kehidupan Baru Nina dan Rencana Balas Dendam
5 5 : Excel Lucas Dan Peran Pentingnya
6 6 : Melarikan Diri
7 7 : Memulai Balas Dendam
8 8 : Sera-ngan Balik
9 9 : Akhir Dari Pelarian Dan Bertemu Akala
10 10 : Langsung Diurus
11 11 : Kebenaran dan Hukuman yang Mulai Berbicara
12 12 : Kabar Terbaru Cinta
13 MOHON PERHATIAN
14 13 : Silakan Jelaskan!
15 14 : Kecewa dan Menyakitkan
16 15 : Hukuman yang Pantas
17 16 : Motivasi Untuk Nina
18 17 : Cinta yang Membuat Semuanya Lelah, Menyerah
19 18 : Kabar yang Mulai Menyebar
20 19 : Teguran Keras
21 20 : Tak Mau Buruk Rupa
22 21 : Fitnah dan Tawaran
23 22 : Bantuan Dan Termotivasi
24 23 : Mencari Cinta
25 24 : Kabar yang Menghancurkan
26 25 : Sambal
27 26 : Tetap Belum Bisa Memaafkan
28 27 : Niat Untuk Menikahi Nina
29 28 : Senyum Pertama
30 29 : Gaji Pertama
31 30 : Akala, Pria yang Sangat Baik
32 31 : Ser*angan Tiba-Tiba
33 32 : Kebahagiaan Nyaris Sempurna
34 33 : Begitu Dekat
35 34 : Kikuk
36 35 : Langsung Gugup
37 36 : Hukuman yang Sudah Ada Di Depan Mata
38 37 : Telanjur Kecewa
39 38 : Merinding ....
40 39 : Antara Lega, Takut, Tapi Juga Tak Tega
41 40 : Berharap Semuanya Hanya Mimpi
42 41 : Mendadak Restu
43 42 : Sebelum Direbut Ojan
44 43 : Ajakan Nikah
45 44 : Ini, ... Beneran?
46 45 : Antara Malu, Mau, Tapi Juga Takut
47 46 : Merasa Cocok
48 47 : Enggak Ada Tegang-Tegangnya
49 48 : Dukungan Untuk Nina
50 49 : Anca-man dan Pak-saan
51 50 : Mertua Kedaluwarsa dan Ailapyu
52 51 : Mulai Posesif
53 52 : Si Paling Bikin Geregetan
54 53 : Perjalanan Cinta Pertama
55 54 : Jadi Ge-nit
56 55 : Rencana Meresmikan Hubungan
57 56 : Trauma Nina
58 57 : Semuanya Baik-Baik Saja, Nin!
59 58 : 4 Menit 47 Detik
60 59 : Menjadi Pribadi Tanggung Jawab Menuju Kehidupan yang Bahagia
61 60 : Wisata Rasa Kencan
62 61: Berhak Bahagia
63 62 : Hari Pernikahan yang Sudah Ditentukan
64 63 : Balas Dendam Elegan
65 64 : Persiapan Syukuran Sebelum Pernikahan
66 65 : Sebelum Ijab Kabul
67 66 : Benar-Benar Berdamai Dengan Kenyataan
68 67 : SAH!
69 68 : Kondangan dan Kado
70 69 : Peluk Aku
71 Novel Baru : Saling Cinta Setelah Menikah
72 70 : Pacaran Setelah Menikah
73 71 : Belajar Menjadi Pasangan yang Baik
74 72 : Bersayap, Berekor, Atau Bertaring?
75 73 : Perubahan Luar Biasa
76 74 : Rezeki
77 75 : Nyaman
78 76 : Surat Cinta Untuk Suamiku
79 77 : Deep Talk
80 78 : Bulan Madu
81 79 : Tidak Bisa Memaafkan
82 80 : Rezeki yang Terus Berdatangan
83 81 : Kembar
84 82 : Malini
85 83 : Kembar Perempuan
86 84 : Alina dan Akina
87 85 : LDR Pertama
88 86 : Penuh Suka Cita
89 87 : Kedatangan Bapak Dan Mamak Nina
90 88 : Kebahagiaan Keluarga Besar
91 89 : Ijab Kabul Papah Azzam
92 90 : Menjadi Pengantin Lagi
93 Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan (Novel Baru)
94 AKHIR YANG SANGAT MANIS
95 Novel OJAN dan novel Aqwa
96 Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
97 Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
98 Novel : Mendadak Menikahi Mantan
99 Novel Cinta dan Syam
100 Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
101 Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Anak Bos
102 Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa
Episodes

Updated 102 Episodes

1
1 : Kehidupan Nina yang Kejam
2
2 : Dinikahkan Paksa
3
3 : Rencana Para Ibli*s
4
4 : Kehidupan Baru Nina dan Rencana Balas Dendam
5
5 : Excel Lucas Dan Peran Pentingnya
6
6 : Melarikan Diri
7
7 : Memulai Balas Dendam
8
8 : Sera-ngan Balik
9
9 : Akhir Dari Pelarian Dan Bertemu Akala
10
10 : Langsung Diurus
11
11 : Kebenaran dan Hukuman yang Mulai Berbicara
12
12 : Kabar Terbaru Cinta
13
MOHON PERHATIAN
14
13 : Silakan Jelaskan!
15
14 : Kecewa dan Menyakitkan
16
15 : Hukuman yang Pantas
17
16 : Motivasi Untuk Nina
18
17 : Cinta yang Membuat Semuanya Lelah, Menyerah
19
18 : Kabar yang Mulai Menyebar
20
19 : Teguran Keras
21
20 : Tak Mau Buruk Rupa
22
21 : Fitnah dan Tawaran
23
22 : Bantuan Dan Termotivasi
24
23 : Mencari Cinta
25
24 : Kabar yang Menghancurkan
26
25 : Sambal
27
26 : Tetap Belum Bisa Memaafkan
28
27 : Niat Untuk Menikahi Nina
29
28 : Senyum Pertama
30
29 : Gaji Pertama
31
30 : Akala, Pria yang Sangat Baik
32
31 : Ser*angan Tiba-Tiba
33
32 : Kebahagiaan Nyaris Sempurna
34
33 : Begitu Dekat
35
34 : Kikuk
36
35 : Langsung Gugup
37
36 : Hukuman yang Sudah Ada Di Depan Mata
38
37 : Telanjur Kecewa
39
38 : Merinding ....
40
39 : Antara Lega, Takut, Tapi Juga Tak Tega
41
40 : Berharap Semuanya Hanya Mimpi
42
41 : Mendadak Restu
43
42 : Sebelum Direbut Ojan
44
43 : Ajakan Nikah
45
44 : Ini, ... Beneran?
46
45 : Antara Malu, Mau, Tapi Juga Takut
47
46 : Merasa Cocok
48
47 : Enggak Ada Tegang-Tegangnya
49
48 : Dukungan Untuk Nina
50
49 : Anca-man dan Pak-saan
51
50 : Mertua Kedaluwarsa dan Ailapyu
52
51 : Mulai Posesif
53
52 : Si Paling Bikin Geregetan
54
53 : Perjalanan Cinta Pertama
55
54 : Jadi Ge-nit
56
55 : Rencana Meresmikan Hubungan
57
56 : Trauma Nina
58
57 : Semuanya Baik-Baik Saja, Nin!
59
58 : 4 Menit 47 Detik
60
59 : Menjadi Pribadi Tanggung Jawab Menuju Kehidupan yang Bahagia
61
60 : Wisata Rasa Kencan
62
61: Berhak Bahagia
63
62 : Hari Pernikahan yang Sudah Ditentukan
64
63 : Balas Dendam Elegan
65
64 : Persiapan Syukuran Sebelum Pernikahan
66
65 : Sebelum Ijab Kabul
67
66 : Benar-Benar Berdamai Dengan Kenyataan
68
67 : SAH!
69
68 : Kondangan dan Kado
70
69 : Peluk Aku
71
Novel Baru : Saling Cinta Setelah Menikah
72
70 : Pacaran Setelah Menikah
73
71 : Belajar Menjadi Pasangan yang Baik
74
72 : Bersayap, Berekor, Atau Bertaring?
75
73 : Perubahan Luar Biasa
76
74 : Rezeki
77
75 : Nyaman
78
76 : Surat Cinta Untuk Suamiku
79
77 : Deep Talk
80
78 : Bulan Madu
81
79 : Tidak Bisa Memaafkan
82
80 : Rezeki yang Terus Berdatangan
83
81 : Kembar
84
82 : Malini
85
83 : Kembar Perempuan
86
84 : Alina dan Akina
87
85 : LDR Pertama
88
86 : Penuh Suka Cita
89
87 : Kedatangan Bapak Dan Mamak Nina
90
88 : Kebahagiaan Keluarga Besar
91
89 : Ijab Kabul Papah Azzam
92
90 : Menjadi Pengantin Lagi
93
Novel : Anak Genius Dari Istri yang Tak Perawan (Novel Baru)
94
AKHIR YANG SANGAT MANIS
95
Novel OJAN dan novel Aqwa
96
Novel : Kisah Kita Belum Usai (Tuan Muda yang Dianggap Miskin)
97
Novel : Serangan Balik Dokter Terbaik
98
Novel : Mendadak Menikahi Mantan
99
Novel Cinta dan Syam
100
Novel Wanita Kuat : Serangan Balik Dokter Terhebat (Season 1-2)
101
Promo Novel : Dituduh Mandul Dan Dicerai, Tapi Anak Bos
102
Novel Baru : Pengantin Samaran Milik Tuan Muda Pura-Pura Lumpuh Dan Buruk Rupa

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!