Bab 20 Peringatan

Bara menemani Alana belajar. Kadang dia mengajari gadis itu pelajaran yang tidak dia mengerti. Hingga lama kelamaan, gadis itu tertidur di meja belajar. Bara tersenyum simpul. Dia mengangkat Alana ala bridal dan memindahkannya di tempat tidur.

Bara menyelimuti tubuh Alana dan mengecup singkat kening gadis itu. "Good night." ucap Bara. Dia melirik kearah meja belajar, di mana ponsel Alana bergetar terus menerus. Dia mengambil ponsel tersebut dan memeriksanya. Dia ingin tahu, apa yang Alana bahas dengan pria bernama Rayhan itu.

Tapi tidak ada yang aneh. Alana hanya menanyakan tentang pelajaran hari ini. Bahkan tidak ada pembahasan mengenai pernikahan Alana dan Bara. Apa mungkin Rayhan masih belum percaya dengan pengakuannya waktu di taman? Atau pria itu menunggu penjelasan Alana? Entahlah, tapi selama mereka tidak macam-macam, maka Bara akan membiarkannya.

Bara mematikan lampu kamar Alana dan keluar dari sana. Dia masuk ke kamar sendiri dan mengambil ponselnya yang tergeletak begitu saja di tempat tidur. Banyak panggilan tidak terjawab dari Amanda. Dan hal itu membuat Bara khawatir? Ada apa Amanda menghubunginya berkali-kali? Apakah terjadi sesuatu pada wanita itu? Tapi dia sudah berjanji pada Alana untuk menjauhi Amanda agar dia tahu perasaannya yang sebenarnya saat ini. Apakah dia masih mencintai Amanda atau tidak. Jadi dia akan bersikap masa bodoh. Bara membuang jauh-jauh rasa khawatirnya dan mencoba untuk tenang.

Bara menghela nafas panjang dan mematikan ponselnya. Dia melempar begitu saja ponsel tersebut dan pergi tidur. Besok dia akan bertanya langsung pada Amanda, kenapa Amanda menghubunginya. Itupun jika wanita itu sudah sembuh dan berangkat mengajar.

Sementara Amanda terlihat geram karena Bara berani mengabaikan teleponnya. "Sial!!! Kenapa Bara tidak mengangkat telepon dariku?" Amanda kembali mencoba menghubungi Bara, tapi kali ini nomor pria itu justru tidak aktif.

"Brengsek!!" Amanda melempar ponselnya begitu saja. Dia merasa frustasi karena Bara mengabaikannya. Ada apa sebenarnya? Tidak biasanya Bara seperti ini.

"Ini pasti gara-gara jalan9 kecil sialan itu, Bara jadi mengabaikan ku. Awas saja, aku pasti akan membalasnya." geram Amanda

Keesokan harinya, Alana menjalani aktivitas seperti biasanya. Dia menyiapkan sarapan untuk Bara dan membuatkannya bekal. Bahkan dia berpesan agar Bara pulang tepat waktu dan mengancam akan pergi dengan teman-temannya jika Bara pergi ke apartemen Amanda.

Tentu saja Bara mengiyakan. Dia tidak ingin Alana berkeliaran tidak jelas dengan teman-temannya. Apalagi pasti ada Rayhan di salah satu daftar teman Alana.

"Aku akan segera pulang begitu selesai mengajar. Kau ingin aku belikan apa?" tanya Bara

"Emmm... Aku ingin cilok goreng yang dijual di depan sekolah." seru Alana. Tapi Bara segera menolak, "tidak boleh. Itu makanan tidak sehat." seru Bara

"Tapi aku ingin." gerutu Alana

"Makanan yang dijual di pinggir jalan, pasti tidak higienis. Yang lain saja."

"Baiklah kalau begitu. Seblak saja."

Bara hendak protes tapi Alana lebih dulu menyanggahnya, "Tadi kau menawari ku. jadi aku ingin itu saja."

"Tapi Alana, nanti perutmu sakit."

"Tidak akan. Sudah sana berangkat." Alana mendorong Bara agar cepat masuk ke mobil. Dia melambaikan tangannya saat mobil Bara mulai melaju meninggalkan pekarangan rumah. Baru setelahnya Alana masuk dan mulai mengerjakan pekerjaan rumah.

Sesampainya di sekolah, Bara benar-benar menghindar dari Amanda. Dia hanya bicara seperlunya saja dan selebihnya, Bara memilih diam dan pergi begitu saja.

Tidak ada perasaan hampa atau kehilangan. Bara justru merasa lega karena tidak tertekan dengan rasa tanggung jawab menjaga dan melindungi Amanda.

Benar yang dikatakan Alana, Dia adalah orang lain dan bukan keluarga Amanda. Yang lebih berhak untuk melindungi wanita itu adalah keluarganya. Dia hanya orang luar dan tidak berhak ikut campur. Apalagi status nya saat ini adalah suami Alana. Apa kata orang-orang nanti jika mereka tahu yang sebenarnya. Yang ada, dia akan di bully dan di cap sebagai suami yang buruk.

Tapi sepertinya Amanda tidak terima dengan sikap acuh tak acuh Bara padanya. Dia menarik Bara masuk keruangan nya dan menyudutkannya di dinding.

"Manda, apa yang kau lakukan?" sentak Bara

"Justru aku yang harusnya bertanya Bar. Kenapa kau menghindar dariku? Apa aku melakukan kesalahan?" tanya Amanda

Bara mendorong pelan tubuh Amanda dan berpindah duduk di sofa, "Tidak. Kau tidak melakukan kesalahan apapun. Justru aku yang bersalah disini."

"Apa maksudmu, Bara?" Amanda duduk di samping Bara dan menggenggam tangannya, tapi pria itu kembali menghindar.

"Aku sudah menikah Manda. Jadi tidak seharusnya kita seperti ini." seru Bara

"Tapi Bar, bukankah kalian di jodohkan? Kalian tidak saling mencintai, bukan? Jadi....."

"Tetap saja ini salah, Manda. Walaupun kami tidak saling mencintai tapi kami terikat dalam tali suci pernikahan."

"Tapi Bar...."

"Please Manda, Jangan jadikan aku pria bajingan yang mempermainkan pernikahan. Aku dan Alana memang sudah membuat kesepakatan. Jadi, aku harap kau mau bersabar sampai kesepakatan kami berakhir." setelah mengatakan hal itu, Bara keluar dari ruangan Amanda.

"BRENGSEK!! AARRGGH....." Amanda berteriak geram. "Aku tidak akan membiarkan mu melakukan hal itu padaku, Bar. Tidak akan."

...----------------...

Beberapa hari kemudian, Alana sudah kembali bersekolah. Banyak siswa yang menatap sinis dirinya. Tapi Alana tidak perduli. Mungkin mereka masih marah padanya karena berani menampar guru kesayangan mereka. Tapi dia mempunyai alasan kenapa melakukan hal itu, jadi tidak masalah untuknya jika di musuhi satu sekolahan hanya karena sudah memukul seorang guru. Lagipula, bukankah dia dikenal sebagai si pembuat onar? Jadi tidak masalah untuk nya.

Dan hari ini dia berencana untuk menemui Amanda secara pribadi. Dia akan memberi peringatan pada wanita itu untuk tidak mencari masalah dengannya atau rahasianya yang mencoba menggoda suami orang akan dia bongkar

Apa itu artinya Alana siap go publik mengenai statusnya dengan Bara? Tidak masalah untuknya selama demi membasmi para pelakor yang kegatelan seperti Amanda.

"Selamat pagi Mrs. Amanda." Alana menerobos masuk ke ruangan Amanda dan menyapanya.

"Kau masuk keruangan ku tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Sungguh tidak sopan." seru Amanda

"Tidak sopan lagi jika aku merebut sesuatu yang bukan milikku, Mrs. Merebut suami orang misalnya."

"Kau...." Ucapan Amanda tertahan saat Alana menyela, "Aku hanya bilang misal, Mrs. Tidak perlu sampai marah seperti itu. Atau Mrs. merasa melakukan hal itu? Itu wajar karena Mrs. sangat ahli menjadi pelakor."

Amanda mengepalkan tangannya geram. Dia tidak menyangka jika Alana berani padanya. Bahkan terang-terangan mengatainya.

"Mungkin Mrs. berhasil mendapatkan hati para siswa karena peristiwa seminggu yang lalu, tapi bukan berarti aku akan diam saja. Aku akan membongkar kebusukan mu dan mengatakan pada semua orang seperti apa kau sebenarnya jika kau berani macam-macam dengan ku. Jadi, anggap saja ini peringatan untuk mu, Mrs. Jauhi Mr. Bara karena dia adalah suamiku." Alana menyeringai dan pergi dari ruangan Amanda.

Amanda menggeram kesal. Dia melempar apapun yang ada di dekatnya. "Brengsek!! Beraninya dia mengancamku." dada Amanda kembang kempis menahan amarah, "kita lihat saja, siapa yang akan menang." Amanda menghubungi seseorang dan mulai menyusun rencana untuk menculik Alana. Dia sudah memberi peringatan pada Alana sebelumnya tapi gadis itu tidak menghiraukannya. Justru sekarang Alana berbalik mengancamnya. Jadi Amanda akan menggunakan cara ekstrim dengan menculik Alana. Untuk mendapatkan Bara, dia harus melenyapkan terlebih dahulu penghalangnya, yaitu Alana

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

syabas Alana

2024-10-10

0

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

kau yang jalang Amanda 😡😡

2024-10-10

0

Andi Fitri

Andi Fitri

ada ya guru gtu bukan jdi teladan malah jdi pelakor .

2023-10-27

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Dijodohkan
2 Bab 2 Menikah
3 Bab 3 Di Hukum
4 Bab 4 Selingkuh?
5 Bab 5 Menjadi Istri Yang Baik
6 Bab 6 Menahan Emosi
7 Bab 7 Kedatangan Orang Tua
8 Bab 8 Menginap
9 Bab 9 Sandiwara Di Pagi Hari
10 Bab 10 Makan Malam Yang Gagal
11 Bab 11 Perasaan Aneh
12 Bab 12 Guru Baru
13 Bab 13 Meminta Penjelasan
14 Bab 14 Kegelisahan Bara
15 Bab 15 Aku Membencimu, Mr.
16 Bab 16 Dia Adalah Istri ku
17 Bab 17 Ciuman Pertama
18 Bab 18 Penjelasan Alana
19 Bab 19 Syarat
20 Bab 20 Peringatan
21 Bab 21 Percobaan Penculikan
22 Bab 22 Maaf Mr.
23 Bab 23 Rencana Lain Amanda
24 Bab 24 Balasan Alana
25 Bab 25 Balasan Alana 2
26 Bab 26 Aku Yang Menyebarkan Video Itu
27 Bab 27 Pengakuan Alana
28 Bab 28 Sakit
29 Bab 29 Jangan Baik Padaku, Mr.
30 Bab 30 Pamer
31 Bab 31 Bahaya Mengintai
32 Bab 32 Di Culik
33 Bab 33 Di Culik 2
34 Bab 34 Rencana Kabur
35 Bab 35 Pura-pura Kerasukan Hantu
36 Bab 36 Petunjuk
37 Bab 37 Kemarahan Bara
38 Bab 38 Pingsan
39 Bab 39 Rencana Bara Dan Rayhan
40 Bab 40 Tertangkap Lagi
41 Bab 41 Keberadaan Alana
42 Bab 42 Terluka
43 Bab 43 Membaik
44 Bab 44 Apa Benar Kau Mencintaiku?
45 Bab 45 Pertanyaan Yang Sama
46 Bab 46 Ketahuan
47 Bab 47 Menyesal
48 Bab 48 Sama-sama Gengsi
49 Bab 49 Pengakuan
50 Bab 50 Gagal
51 Bab 51 Keputusan
52 Bab 52 Mulai Bucin
53 Bab 53 Gosip
54 Bab 54 Pengumuman
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Bab 1 Dijodohkan
2
Bab 2 Menikah
3
Bab 3 Di Hukum
4
Bab 4 Selingkuh?
5
Bab 5 Menjadi Istri Yang Baik
6
Bab 6 Menahan Emosi
7
Bab 7 Kedatangan Orang Tua
8
Bab 8 Menginap
9
Bab 9 Sandiwara Di Pagi Hari
10
Bab 10 Makan Malam Yang Gagal
11
Bab 11 Perasaan Aneh
12
Bab 12 Guru Baru
13
Bab 13 Meminta Penjelasan
14
Bab 14 Kegelisahan Bara
15
Bab 15 Aku Membencimu, Mr.
16
Bab 16 Dia Adalah Istri ku
17
Bab 17 Ciuman Pertama
18
Bab 18 Penjelasan Alana
19
Bab 19 Syarat
20
Bab 20 Peringatan
21
Bab 21 Percobaan Penculikan
22
Bab 22 Maaf Mr.
23
Bab 23 Rencana Lain Amanda
24
Bab 24 Balasan Alana
25
Bab 25 Balasan Alana 2
26
Bab 26 Aku Yang Menyebarkan Video Itu
27
Bab 27 Pengakuan Alana
28
Bab 28 Sakit
29
Bab 29 Jangan Baik Padaku, Mr.
30
Bab 30 Pamer
31
Bab 31 Bahaya Mengintai
32
Bab 32 Di Culik
33
Bab 33 Di Culik 2
34
Bab 34 Rencana Kabur
35
Bab 35 Pura-pura Kerasukan Hantu
36
Bab 36 Petunjuk
37
Bab 37 Kemarahan Bara
38
Bab 38 Pingsan
39
Bab 39 Rencana Bara Dan Rayhan
40
Bab 40 Tertangkap Lagi
41
Bab 41 Keberadaan Alana
42
Bab 42 Terluka
43
Bab 43 Membaik
44
Bab 44 Apa Benar Kau Mencintaiku?
45
Bab 45 Pertanyaan Yang Sama
46
Bab 46 Ketahuan
47
Bab 47 Menyesal
48
Bab 48 Sama-sama Gengsi
49
Bab 49 Pengakuan
50
Bab 50 Gagal
51
Bab 51 Keputusan
52
Bab 52 Mulai Bucin
53
Bab 53 Gosip
54
Bab 54 Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!