Bab 11 Perasaan Aneh

Keesokan harinya, Bara baru sampai di rumah. Dia menghela nafas panjang mengingat wanita yang dia cintai akhirnya kembali. Hatinya merasa sangat senang. Mungkin ada kesempatan untuk bisa bersama? Tapi mengingat dirinya yang sudah menikah, rasanya itu akan sulit.

"Sepertinya aku harus membicarakannya dengan Alana." gumam Bara. Dia membuka pintu dan melihat Alana yang tertidur di sofa

"Kenapa dia tidur di situ? Apa dia menunggu ku?" batin Bara. Untuk sesaat dia merasa bersalah. Karena kehadiran Amanda, makan malam mereka menjadi kacau. Bahkan dia mengabaikan Alana. Dia sampai tidak sadar jika gadis itu sudah tidak ada di sampingnya. Tapi pelayan mengatakan jika Alana pergi dengan taksi, dia yakin jika gadis itu pulang. Dan sesuai dugaan, Alana ada di rumah.

Bara jongkok di samping sofa. Dia menyelipkan anak rambut Alana kebelakang telinga, sehingga membuat tidur gadis itu terganggu.

"Ngg..." Alana menggeliat dan membuka matanya, "Mr? Kau sudah pulang?" Alana menegakkan tubuhnya. Dia melihat jam di dinding dan terdiam sejenak.

"Apa dia baru pulang? Jadi semalaman dia bersama wanita itu?" batin Alana.

"Apa kau menunggu ku semalaman?" tanya Bara

Alana beralih menatap kedua mata Bara. Pertanyaan Bara menjelaskan jika pria itu baru saja datang. Hah... Kenapa rasanya sangat aneh? Tapi dia juga tidak bisa melarangnya karena mereka sudah sepakat untuk tidak ikut campur urusan masing-masing.

"Sudah pagi ya, kalau begitu aku akan menyiapkan sarapan untuk kita." Alana hendak beranjak, tapi Bara menahan tangan Alana untuk tetap duduk.

"Ada yang ingin aku katakan padamu." seru Bara

Alana hanya diam menunggu. Dia tahu apa yang ingin Bara katakan padanya. Dan entah mengapa jantungnya tiba-tiba berdetak kencang. Dia takut mendengar kenyataan mengenai siapa wanita itu?

"Kau pasti bertanya-tanya, siapa wanita itu?" Bara menjeda ucapannya dan menatap kedua mata Alana, "Dia adalah wanita yang aku cintai."

Deg

"Aku pernah bilang padamu, kan? Jika aku mencintai wanita lain. Karena itu aku menolak perjodohan ini. Tapi Daddy tidak mau mendengar alasan ku. Dan Daddy tetap keukeh menjodohkan kita." seru Bara. Dia berpindah duduk di samping Alana dan kembali berkata, "Aku memang mencintainya, tapi dia tidak tahu hal itu. Dan saat aku ingin mengungkapkan perasaanku, tiba-tiba dia pergi tanpa berpamitan padaku. Dan sekarang, dia kembali. Aku sangat senang." lanjut Bara

"Syukurlah kalau begitu." seru Alana mencoba tersenyum. Dia tidak bisa berkata-kata. Dia tersenyum tapi hatinya berdenyut sakit. Ini sangat aneh. Dia ingin membuat Bara jatuh cinta padanya dan kemudian mencampakkannya. Tapi kenapa mendengar siapa Amanda membuat hatinya sakit? Apa dia terjebak dalam permainannya sendiri?

"Ada apa dengan ku? Kenapa rasanya sakit sekali?" batin Alana. Dia mencoba menepis perasaannya. Dia tersenyum dan bergegas menuju dapur untuk menyiapkan sarapan.

Hari ini adalah hari Minggu jadi dia bisa sedikit lebih bersantai. Tapi, apa dia bisa? Mengingat Bara yang semalam tidak pulang, justru membuat hatinya merasa tidak nyaman. Dia menoleh menatap Bara yang tersenyum. Mungkin pria itu teringat apa yang terjadi semalam.

"Bukan kah ini bagus? Jika dia bisa kembali dengan wanita itu, maka semakin cepat pula kita mengakhiri pernikahan ini." batin Alana.

Setelah cukup lama berkutat dengan peralatan dapur, sarapan buatan Alana akhirnya selesai. Dia menyajikan makanan tersebut di meja makan dan memanggil Bara untuk sarapan.

Tapi saat dia menghampiri pria itu, lagi-lagi dia melihat Bara yang terkikik sambil menatap ponselnya. Mungkin saat ini dia sedang berbalas pesan dengan wanita itu. pikir Alana

"Mr, sarapan sudah siap." seru Alana.

"Oh iya." Bara beranjak melewati Alana begitu saja. Gadis itu hanya bisa menahan sesak di dadanya. Dia berusaha untuk tersenyum dan menyusul Bara ke ruang makan.

"Nanti aku akan pergi sebentar." ucap Bara

"Baik." jawab Alana singkat. Nafsu makan Alana mendadak hilang. Dia tahu jika Bara pasti ingin menemui wanita itu. "Hah... Apa semalam itu masih kurang? Kenapa tidak sekalian pindah saja ke rumah wanita itu?" gerutu Alana dalam hati

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

sabar Alana

2024-10-10

0

semangat mom.. 😍

2023-07-08

1

fafa

fafa

hahaha blm dapat karmanya si bara... lanjut kak up banyak dong

2023-07-07

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Dijodohkan
2 Bab 2 Menikah
3 Bab 3 Di Hukum
4 Bab 4 Selingkuh?
5 Bab 5 Menjadi Istri Yang Baik
6 Bab 6 Menahan Emosi
7 Bab 7 Kedatangan Orang Tua
8 Bab 8 Menginap
9 Bab 9 Sandiwara Di Pagi Hari
10 Bab 10 Makan Malam Yang Gagal
11 Bab 11 Perasaan Aneh
12 Bab 12 Guru Baru
13 Bab 13 Meminta Penjelasan
14 Bab 14 Kegelisahan Bara
15 Bab 15 Aku Membencimu, Mr.
16 Bab 16 Dia Adalah Istri ku
17 Bab 17 Ciuman Pertama
18 Bab 18 Penjelasan Alana
19 Bab 19 Syarat
20 Bab 20 Peringatan
21 Bab 21 Percobaan Penculikan
22 Bab 22 Maaf Mr.
23 Bab 23 Rencana Lain Amanda
24 Bab 24 Balasan Alana
25 Bab 25 Balasan Alana 2
26 Bab 26 Aku Yang Menyebarkan Video Itu
27 Bab 27 Pengakuan Alana
28 Bab 28 Sakit
29 Bab 29 Jangan Baik Padaku, Mr.
30 Bab 30 Pamer
31 Bab 31 Bahaya Mengintai
32 Bab 32 Di Culik
33 Bab 33 Di Culik 2
34 Bab 34 Rencana Kabur
35 Bab 35 Pura-pura Kerasukan Hantu
36 Bab 36 Petunjuk
37 Bab 37 Kemarahan Bara
38 Bab 38 Pingsan
39 Bab 39 Rencana Bara Dan Rayhan
40 Bab 40 Tertangkap Lagi
41 Bab 41 Keberadaan Alana
42 Bab 42 Terluka
43 Bab 43 Membaik
44 Bab 44 Apa Benar Kau Mencintaiku?
45 Bab 45 Pertanyaan Yang Sama
46 Bab 46 Ketahuan
47 Bab 47 Menyesal
48 Bab 48 Sama-sama Gengsi
49 Bab 49 Pengakuan
50 Bab 50 Gagal
51 Bab 51 Keputusan
52 Bab 52 Mulai Bucin
53 Bab 53 Gosip
54 Bab 54 Pengumuman
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Bab 1 Dijodohkan
2
Bab 2 Menikah
3
Bab 3 Di Hukum
4
Bab 4 Selingkuh?
5
Bab 5 Menjadi Istri Yang Baik
6
Bab 6 Menahan Emosi
7
Bab 7 Kedatangan Orang Tua
8
Bab 8 Menginap
9
Bab 9 Sandiwara Di Pagi Hari
10
Bab 10 Makan Malam Yang Gagal
11
Bab 11 Perasaan Aneh
12
Bab 12 Guru Baru
13
Bab 13 Meminta Penjelasan
14
Bab 14 Kegelisahan Bara
15
Bab 15 Aku Membencimu, Mr.
16
Bab 16 Dia Adalah Istri ku
17
Bab 17 Ciuman Pertama
18
Bab 18 Penjelasan Alana
19
Bab 19 Syarat
20
Bab 20 Peringatan
21
Bab 21 Percobaan Penculikan
22
Bab 22 Maaf Mr.
23
Bab 23 Rencana Lain Amanda
24
Bab 24 Balasan Alana
25
Bab 25 Balasan Alana 2
26
Bab 26 Aku Yang Menyebarkan Video Itu
27
Bab 27 Pengakuan Alana
28
Bab 28 Sakit
29
Bab 29 Jangan Baik Padaku, Mr.
30
Bab 30 Pamer
31
Bab 31 Bahaya Mengintai
32
Bab 32 Di Culik
33
Bab 33 Di Culik 2
34
Bab 34 Rencana Kabur
35
Bab 35 Pura-pura Kerasukan Hantu
36
Bab 36 Petunjuk
37
Bab 37 Kemarahan Bara
38
Bab 38 Pingsan
39
Bab 39 Rencana Bara Dan Rayhan
40
Bab 40 Tertangkap Lagi
41
Bab 41 Keberadaan Alana
42
Bab 42 Terluka
43
Bab 43 Membaik
44
Bab 44 Apa Benar Kau Mencintaiku?
45
Bab 45 Pertanyaan Yang Sama
46
Bab 46 Ketahuan
47
Bab 47 Menyesal
48
Bab 48 Sama-sama Gengsi
49
Bab 49 Pengakuan
50
Bab 50 Gagal
51
Bab 51 Keputusan
52
Bab 52 Mulai Bucin
53
Bab 53 Gosip
54
Bab 54 Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!