Bab 9 Sandiwara Di Pagi Hari

Keesokan harinya, Alana mendapati dirinya yang terbangun di tempat tidur. Dia merasa bingung, karena dia yakin semalam tidur di sofa. "Kenapa aku bisa tidur di sini?" gumamnya. Dia menatap kearah sofa dan mendapati Bara yang tidur di sana. Dia jadi berfikir, apa pria itu yang memindahkannya? Tapi rasanya itu tidak mungkin.

Tidak mau ambil pusing, Alana memilih untuk mandi karena dia sudah sangat terlambat. Dia bangun kesiangan, dan saat ini pasti mertuanya akan berfikir hal yang buruk tentangnya. Ya, walaupun ada ibunya yang akan menjadi penyelamatnya, tapi tetap saja, dia tidak mau di cap buruk oleh mertuanya, karena hal itu bisa membuatnya kesulitan mengambil hati Bara.

Tapi sialnya, dia lupa membawa baju ganti saat ke kamar mandi. Dan dia kebingungan untuk keluar dari sana karena ada Bara di kamar. "Akh... Sial!! Aku lupa membawa baju ganti. Sekarang bagaimana aku keluar?" Alana hanya memakai selembar handuk yang melilit di tubuhnya. Tidak ada pilihan lain, dia membuka sedikit pintu kamar mandi dan menyembulkan kepalanya. Dia merasa lega, karena Bara yang masih tertidur. Dia buru-buru keluar dan mengambil seragamnya. Tapi tiba-tiba, Bara bangun dan berdiri dibelakang Alana.

"Apa yang kau lakukan?" tanya Bara dengan suara khas bangun tidur

"Oh my God!!" Alana terkejut dan refleks memukul Bara.

"Aw.." pekik Bara, "Apa yang kau lakukan?" teriaknya. Bara hendak membuat perhitungan, tapi Alana sudah lebih dulu berlari ke kamar mandi untuk berganti pakaian.

"Dasar!! Awas kau ya." gerutu Bara. Dia duduk di tepi tempat tidur dan mengusap perutnya yang mendapat bogem mentah dari Alana. Dia menunggu Alana keluar dari kamar mandi. Dan seolah menyimpan dendam, dia ingin membalas Alana.

Dia sudah mengalah dengan tidur di sofa, tapi dia justru mendapat bogem mentah di pagi hari. Tentu saja dia tidak terima. Dia melirik ke arah pintu dan terlihat seringai aneh dari wajah Bara.

Setelah selesai memakai baju seragamnya, Alana keluar dari kamar mandi. Dia menatap sinis Bara yang juga menatapnya. Pagi ini dia sangat sial karena lupa membawa baju ganti dan Bara dengan wajah tanpa berdosa, justru melihatnya yang hanya memakai handuk saja. Itu merupakan pelecehan, tapi di tuntut pun percuma karena mereka suami istri. Tapi tetap saja, dia tidak rela ada yang melihat tubuh indahnya.

Bara beranjak dan masuk kamar mandi tanpa memperdulikan Alana..Dia tersenyum sinis dan menutup pintu dengan keras.

"Monyet!!" sentak Alana kaget. Dia mendengus kesal dan menyisir rambutnya, baru setelahnya dia menyiapkan buku pelajarannya dan keluar dari kamar. Tapi saat dia membuka pintu, ternyata pintu tersebut terkunci. Dia mendengus kesal karena dia tahu, semua ini pasti ulah Bara.

Alana hanya bisa menunggu Bara selesai mandi. Tapi dengan tidak tahu malunya, Bara keluar dengan handuk melilit di pinggangnya. Alana refleks memalingkan wajahnya kesal. "Dasar tidak tahu malu." gerutu Alana

"Sama seperti dirimu, yang tidak tahu malu." balas Bara

"Aku lupa membawa baju ganti. Lagipula, waktu aku keluar, kau masih tidur. Kenapa tiba-tiba kau berdiri di belakangku? Harusnya kau tidak usah bangun." protes Alana

Bara berdecih pelan. Dia memakai baju dan celananya di depan Alana yang memalingkan wajahnya. Dia tersenyum sinis dan menghampiri Alana. "Aku sudah selesai berpakaian." ucapnya

Alana mendengus menatap Bara. Dia meminta pria itu untuk membuka pintunya karena dia tidak mau di cap sebagai istri yang tidak baik karena tidak menyiapkan sarapan. Walaupun dia tahu, jika ibunya pasti sudah menyiapkannya untuk mereka.

Bara dan Alana menuruni anak tangga sambil bergandengan tangan. Mereka menampilkan senyuman bahagia di depan orang tua mereka.

"Selamat pagi semua." Sapa Bara dan Alana bersamaan

"Selamat pagi sayang." sahut Sovia dan Chyntia

Alana menatap makanan yang tertata rapi di meja makan. Tepat seperti dugaannya, jika ibunya sudah menyiapkan sarapan untuk mereka.

"Maafkan aku tidak membantu kalian." sesal Alana

"Tidak apa-apa sayang. Lagipula kau pasti lelah mengerjakan pekerjaan rumah. Di tambah, kau harus belajar." seru Chyntia

Alana tersenyum dan mengangguk. Dia merasa lega karena mertuanya tidak mempermasalahkannya yang tidak membantu menyiapkan makanan. Sedangkan Bara berdecak dalam hati. Dia akui akting Alana sangat bagus. Gadis itu sangat pandai mengambil hati ibunya. Padahal dia sangat tahu jika ibunya tidak suka dengan orang yang tidak tepat waktu. Tapi sepertinya, hal itu tidak berlaku untuk Alana.

"Wah.. Kalian sudah berkumpul di sini? kalau begitu, ayo kita makan!!" Erwin dan Bimo ikut bergabung di meja makan. Dan dengan sigap, Alana melayani Bara dengan mengambilkan nasi dan lauk untuk suaminya itu. Bahkan Alana membuatnya kopi yang biasa Bara minum di pagi hari.

Entah karena ingin mengambil hati keluarga dan Bara, atau karena sudah terbiasa, tapi Alana melakukan hal itu tanpa berfikir panjang. Dan hal itu membuat orang tuanya merasa sangat senang.

Mereka beranggapan jika hubungan keduanya sangat dekat. Atau mungkin keduanya sudah saling mencintai? Entahlah, yang jelas mereka berharap putra putri mereka akan seperti itu selamanya. Sampai maut memisahkan.

Sayangnya mereka tidak tahu jika putra putri mereka sudah menandatangani surat perjanjian yang mana mereka akan bercerai setelah satu tahun menikah. Dan apa yang mereka lihat saat ini, hanyalah sandiwara semata.

Episodes
1 Bab 1 Dijodohkan
2 Bab 2 Menikah
3 Bab 3 Di Hukum
4 Bab 4 Selingkuh?
5 Bab 5 Menjadi Istri Yang Baik
6 Bab 6 Menahan Emosi
7 Bab 7 Kedatangan Orang Tua
8 Bab 8 Menginap
9 Bab 9 Sandiwara Di Pagi Hari
10 Bab 10 Makan Malam Yang Gagal
11 Bab 11 Perasaan Aneh
12 Bab 12 Guru Baru
13 Bab 13 Meminta Penjelasan
14 Bab 14 Kegelisahan Bara
15 Bab 15 Aku Membencimu, Mr.
16 Bab 16 Dia Adalah Istri ku
17 Bab 17 Ciuman Pertama
18 Bab 18 Penjelasan Alana
19 Bab 19 Syarat
20 Bab 20 Peringatan
21 Bab 21 Percobaan Penculikan
22 Bab 22 Maaf Mr.
23 Bab 23 Rencana Lain Amanda
24 Bab 24 Balasan Alana
25 Bab 25 Balasan Alana 2
26 Bab 26 Aku Yang Menyebarkan Video Itu
27 Bab 27 Pengakuan Alana
28 Bab 28 Sakit
29 Bab 29 Jangan Baik Padaku, Mr.
30 Bab 30 Pamer
31 Bab 31 Bahaya Mengintai
32 Bab 32 Di Culik
33 Bab 33 Di Culik 2
34 Bab 34 Rencana Kabur
35 Bab 35 Pura-pura Kerasukan Hantu
36 Bab 36 Petunjuk
37 Bab 37 Kemarahan Bara
38 Bab 38 Pingsan
39 Bab 39 Rencana Bara Dan Rayhan
40 Bab 40 Tertangkap Lagi
41 Bab 41 Keberadaan Alana
42 Bab 42 Terluka
43 Bab 43 Membaik
44 Bab 44 Apa Benar Kau Mencintaiku?
45 Bab 45 Pertanyaan Yang Sama
46 Bab 46 Ketahuan
47 Bab 47 Menyesal
48 Bab 48 Sama-sama Gengsi
49 Bab 49 Pengakuan
50 Bab 50 Gagal
51 Bab 51 Keputusan
52 Bab 52 Mulai Bucin
53 Bab 53 Gosip
54 Bab 54 Pengumuman
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Bab 1 Dijodohkan
2
Bab 2 Menikah
3
Bab 3 Di Hukum
4
Bab 4 Selingkuh?
5
Bab 5 Menjadi Istri Yang Baik
6
Bab 6 Menahan Emosi
7
Bab 7 Kedatangan Orang Tua
8
Bab 8 Menginap
9
Bab 9 Sandiwara Di Pagi Hari
10
Bab 10 Makan Malam Yang Gagal
11
Bab 11 Perasaan Aneh
12
Bab 12 Guru Baru
13
Bab 13 Meminta Penjelasan
14
Bab 14 Kegelisahan Bara
15
Bab 15 Aku Membencimu, Mr.
16
Bab 16 Dia Adalah Istri ku
17
Bab 17 Ciuman Pertama
18
Bab 18 Penjelasan Alana
19
Bab 19 Syarat
20
Bab 20 Peringatan
21
Bab 21 Percobaan Penculikan
22
Bab 22 Maaf Mr.
23
Bab 23 Rencana Lain Amanda
24
Bab 24 Balasan Alana
25
Bab 25 Balasan Alana 2
26
Bab 26 Aku Yang Menyebarkan Video Itu
27
Bab 27 Pengakuan Alana
28
Bab 28 Sakit
29
Bab 29 Jangan Baik Padaku, Mr.
30
Bab 30 Pamer
31
Bab 31 Bahaya Mengintai
32
Bab 32 Di Culik
33
Bab 33 Di Culik 2
34
Bab 34 Rencana Kabur
35
Bab 35 Pura-pura Kerasukan Hantu
36
Bab 36 Petunjuk
37
Bab 37 Kemarahan Bara
38
Bab 38 Pingsan
39
Bab 39 Rencana Bara Dan Rayhan
40
Bab 40 Tertangkap Lagi
41
Bab 41 Keberadaan Alana
42
Bab 42 Terluka
43
Bab 43 Membaik
44
Bab 44 Apa Benar Kau Mencintaiku?
45
Bab 45 Pertanyaan Yang Sama
46
Bab 46 Ketahuan
47
Bab 47 Menyesal
48
Bab 48 Sama-sama Gengsi
49
Bab 49 Pengakuan
50
Bab 50 Gagal
51
Bab 51 Keputusan
52
Bab 52 Mulai Bucin
53
Bab 53 Gosip
54
Bab 54 Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!