Bab 8 Menginap

Alana, Bara dan kedua orang tua mereka, bercengkerama di ruang keluarga. Mereka sangat senang karena hubungan putra putri mereka sangat baik. Apalagi kedua pasangan pengantin baru itu terlihat mesra di depan mereka.

Mereka tidak tahu saja jika semua itu hanya akting. Keduanya akan terlihat mesra hanya di depan orang tua saja. Selebihnya, mereka seperti dua orang asing yang saling menguntungkan satu sama lain, yang hidup dalam satu atap.

"Kami sangat senang, hubungan kalian baik-baik saja. Ya, walaupun pada awalnya, kami khawatir karena bagaimanapun Alana sangat nakal. Tapi, sepertinya dia mengalami banyak perubahan sekarang." seru Erwin

"Iya, Bara mendidiknya dengan sangat baik. Bahkan aku yang ibunya saja, tidak bisa membuat Alana masuk ke dapur." sahut Sovia

"Jangan begitu mom, Dad!! Sebenarnya Alana ini anak yang baik. Hanya saja, selama ini dia malas. Makanya dia seperti itu." seru Bara

Alana melirik sinis Bara yang duduk di sampingnya. Apa maksudnya bicara seperti itu? Dia tidak malas, tapi dia tidak mau melakukan hal yang tidak dia sukai. Dan alasan kenapa dia suka berbuat ulah, karena dia tidak mau di tindas. Seperti tadi di sekolah. Jika bukan karena Bara, duo keong racun itu pasti sudah habis di tangannya.

"Kau juga jangan keras-keras pada Alana, Bar. Ingat, dia masih sekolah. Jangan biarkan dia mengerjakan pekerjaan rumah sendirian. Kau tidak kekurangan uang cuma untuk membayar seorang pembantu, bukan?" seru Bima

Alana mengangguk setuju. Dia tersenyum dan menatap Bara yang juga menatapnya. Alana mengedipkan kedua matanya, menampilkan wajah imutnya seolah memohon agar keinginannya di kabulkan. Tapi sayangnya, Bara hanya tersenyum simpul dan kembali menatap kedua orang tuanya.

"Aku sangat ingin mencari pembantu. Tapi kami hanya berdua saja. Jadi pekerjaan rumah masih bisa kami kerjakan. Bukan begitu, sayang?" Bara menatap Alana dan menekan kata Sayang yang membuat Alana tersenyum kikuk dan membenarkan ucapan Bara.

"I-iya, itu benar. Kami hanya berdua di rumah ini. Jadi pekerjaan rumah masih bisa kami kerjakan bersama." ucap Alana. Dalam hati dia mendengus kesal karena Bara menolak untuk mencari pembantu. Sepertinya Bara sengaja melakukan hal itu untuk mengerjainya, agar dia tidak mengeluarkan biaya untuk membayar pembantu. Hah.. Sangat menyebalkan. pikir Alana

"Baiklah, Kami terima keputusan kalian. Dan maksud kedatangan kami hari ini adalah, kami ingin menginap di rumah kalian. Tenang saja, kami hanya akan menginap satu malam saja."

"APA?" pekik keduanya

"A-ada apa sayang? Kenapa kalian seperti itu? Kalian tidak suka kami menginap?" tanya Cynthia

"Bu-bukan begitu mom. Hanya saja, kami belum membersihkan kamar tamu. Jika sebelumnya kalian memberitahu kami akan datang, kami pasti akan membersihkan nya terlebih dahulu." seru Bara

"I-iya, itu benar." sahut Alana

"Tidak masalah. Kami akan menunggu." seru Cynthia.

Bara dan Alan tersenyum kikuk. Mereka berpamitan untuk menyiapkan kamar untuk orang tua mereka. Bara dan Alana terlihat panik, Bara langsung meminta Alana memindahkan barang-barangnya ke kamarnya agar orang tua mereka tidak curiga. Bisa gawat, jika mereka tahu jika selama ini Bara dan Alana tidur terpisah.

"Cepat pindahkan semua barang mu, ke kamar ku. Jangan sampai mereka tahu jika selama ini kita tidur terpisah." perintahnya pada Alana. Alana hanya bisa mengangguk. Dia memindahkan satu persatu barangnya ke kamar Bara.

Dalam hati dia merasa sangat kesal. Di sekolah dia sudah di ganggu oleh dua makhluk astral yang dia juluki duo keong racun, sesampainya di rumah dia harus mengerjakan pekerjaan rumah dan sekarang, dia harus memindahkan semua barangnya ke kamar Bara, yang artinya mereka akan tidur di ruang yang sama. Benar-benar menyebalkan.

Setelah selesai menyiapkan kamar untuk orang tua mereka, Alana, Sovia dan Cynthia memasak untuk makan malam sambil bercengkerama di dapur. Sedangkan para pria, mereka bermain catur di ruang keluarga.

"Makanan sudah siap!!" seru Cynthia.

Para suami mengakhiri permainan mereka dan bergabung dengan para istri di meja makan.

"Bara, kami senang jika kau menjalani hidup dengan baik bersama istrimu. Untuk itu, kami sudah menyiapkan acara makan malam romantis di restoran agar kalian bisa lebih dekat lagi." seru Bima memulai pembicaraan

"A-apa? Makan malam?"

"Iya, Kami harap kau mau mengajak Alana pergi besok." lanjut Bima.

Bara menghela nafas panjang dan menyetujui permintaan ayahnya. Sedangkan Alana, tidak bisa berbuat apa-apa selain menerimanya. Hanya makan malam, kan? Jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan

Setelah selesai makan, mereka pergi ke kamar masing-masing. Begitu juga dengan Bara dan Alana. Mereka terdiam saling pandang setelah berada di ruangan yang sama. Alana berinisiatif mengambil bantal dan membaringkan tubuhnya di sofa. Dia sedang malas berdebat karena sangat lelah hari ini.

"Kenapa kau tidur di situ?" tanya Bara

"Kita tidak mungkin tidur di tempat tidur yang sama , kan?" seru Alana

Bara hanya terdiam. Dia menatap Alana cukup lama hingga gadis itu terlelap dalam tidurnya. "Cepat sekali dia tertidur." gumam Bara. Dia menghampiri Alana dan menatap wajah polos Alana yang terlelap. Dia tersenyum tipis dan memindahkan Alana ke tempat tidur, sedangkan dia membaringkan tubuhnya di sofa menggantikan Alana.

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

banyak² sabar Alana

2024-10-10

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Dijodohkan
2 Bab 2 Menikah
3 Bab 3 Di Hukum
4 Bab 4 Selingkuh?
5 Bab 5 Menjadi Istri Yang Baik
6 Bab 6 Menahan Emosi
7 Bab 7 Kedatangan Orang Tua
8 Bab 8 Menginap
9 Bab 9 Sandiwara Di Pagi Hari
10 Bab 10 Makan Malam Yang Gagal
11 Bab 11 Perasaan Aneh
12 Bab 12 Guru Baru
13 Bab 13 Meminta Penjelasan
14 Bab 14 Kegelisahan Bara
15 Bab 15 Aku Membencimu, Mr.
16 Bab 16 Dia Adalah Istri ku
17 Bab 17 Ciuman Pertama
18 Bab 18 Penjelasan Alana
19 Bab 19 Syarat
20 Bab 20 Peringatan
21 Bab 21 Percobaan Penculikan
22 Bab 22 Maaf Mr.
23 Bab 23 Rencana Lain Amanda
24 Bab 24 Balasan Alana
25 Bab 25 Balasan Alana 2
26 Bab 26 Aku Yang Menyebarkan Video Itu
27 Bab 27 Pengakuan Alana
28 Bab 28 Sakit
29 Bab 29 Jangan Baik Padaku, Mr.
30 Bab 30 Pamer
31 Bab 31 Bahaya Mengintai
32 Bab 32 Di Culik
33 Bab 33 Di Culik 2
34 Bab 34 Rencana Kabur
35 Bab 35 Pura-pura Kerasukan Hantu
36 Bab 36 Petunjuk
37 Bab 37 Kemarahan Bara
38 Bab 38 Pingsan
39 Bab 39 Rencana Bara Dan Rayhan
40 Bab 40 Tertangkap Lagi
41 Bab 41 Keberadaan Alana
42 Bab 42 Terluka
43 Bab 43 Membaik
44 Bab 44 Apa Benar Kau Mencintaiku?
45 Bab 45 Pertanyaan Yang Sama
46 Bab 46 Ketahuan
47 Bab 47 Menyesal
48 Bab 48 Sama-sama Gengsi
49 Bab 49 Pengakuan
50 Bab 50 Gagal
51 Bab 51 Keputusan
52 Bab 52 Mulai Bucin
53 Bab 53 Gosip
54 Bab 54 Pengumuman
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Bab 1 Dijodohkan
2
Bab 2 Menikah
3
Bab 3 Di Hukum
4
Bab 4 Selingkuh?
5
Bab 5 Menjadi Istri Yang Baik
6
Bab 6 Menahan Emosi
7
Bab 7 Kedatangan Orang Tua
8
Bab 8 Menginap
9
Bab 9 Sandiwara Di Pagi Hari
10
Bab 10 Makan Malam Yang Gagal
11
Bab 11 Perasaan Aneh
12
Bab 12 Guru Baru
13
Bab 13 Meminta Penjelasan
14
Bab 14 Kegelisahan Bara
15
Bab 15 Aku Membencimu, Mr.
16
Bab 16 Dia Adalah Istri ku
17
Bab 17 Ciuman Pertama
18
Bab 18 Penjelasan Alana
19
Bab 19 Syarat
20
Bab 20 Peringatan
21
Bab 21 Percobaan Penculikan
22
Bab 22 Maaf Mr.
23
Bab 23 Rencana Lain Amanda
24
Bab 24 Balasan Alana
25
Bab 25 Balasan Alana 2
26
Bab 26 Aku Yang Menyebarkan Video Itu
27
Bab 27 Pengakuan Alana
28
Bab 28 Sakit
29
Bab 29 Jangan Baik Padaku, Mr.
30
Bab 30 Pamer
31
Bab 31 Bahaya Mengintai
32
Bab 32 Di Culik
33
Bab 33 Di Culik 2
34
Bab 34 Rencana Kabur
35
Bab 35 Pura-pura Kerasukan Hantu
36
Bab 36 Petunjuk
37
Bab 37 Kemarahan Bara
38
Bab 38 Pingsan
39
Bab 39 Rencana Bara Dan Rayhan
40
Bab 40 Tertangkap Lagi
41
Bab 41 Keberadaan Alana
42
Bab 42 Terluka
43
Bab 43 Membaik
44
Bab 44 Apa Benar Kau Mencintaiku?
45
Bab 45 Pertanyaan Yang Sama
46
Bab 46 Ketahuan
47
Bab 47 Menyesal
48
Bab 48 Sama-sama Gengsi
49
Bab 49 Pengakuan
50
Bab 50 Gagal
51
Bab 51 Keputusan
52
Bab 52 Mulai Bucin
53
Bab 53 Gosip
54
Bab 54 Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!