Bab 10 Makan Malam Yang Gagal

Alana dan Bara menjalani aktivitasnya seperti biasa. Alana yang giat belajar dan Bara sebagai guru yang memperhatikan murid-muridnya. Tapi apakah benar Alana tidak berbuat ulah hari ini?

Sebenarnya iya, hanya saja tidak ada yang mengetahuinya. Dia membalas perbuatan duo keong racun padanya kemarin.

Ya, walaupun Rayhan sudah memperingatkan Alana untuk tidak membalas Agnes dan Ericka, tapi tetap saja, Alana seolah menyimpan dendam pada keduanya.

Saat Agnes dan Ericka ke toilet, saat itu juga Alana melancarkan aksinya. Dia mengunci pintu kamar mandi dari luar dan menyiram air pada keduanya melalui atas pintu toilet. Bahkan dia merekam semua adegan itu dan mengancam mereka untuk tidak mengadu pada siapapun atau Alana akan menyebarkan video tersebut.

Alana merasa puas. Dengan begitu, duo keong racun tidak akan mengganggunya untuk sementara waktu. Dia tidak mau usahanya untuk mengambil hati Bara menjadi sia-sia karena ulah mereka berdua. Dan sekarang, yang harus dia lakukan adalah membeli baju yang bagus sepulang sekolah nanti karena nanti malam, dia akan makan malam dengan Bara di restoran yang sudah di siapkan oleh orang tua mereka.

...----------------...

Malam pun telah tiba. Baik Alana maupun Bara tengah bersiap untuk makan malam di restoran. Alana berdandan sangat cantik dengan memakai gaun yang dia beli tadi sepulang sekolah. Gaun sederhana yang cantik tapi elegan dan cocok untuk dirinya yang masih remaja. Dia juga mengaplikasikan make up tipis di wajahnya, seperti yang ibu nya pernah lakukan. Dia yakin, Bara akan terpesona dengan kecantikannya.

Malam ini adalah kesempatan baik untuk membuat Bara memandang dirinya. Dia sudah membaca tutorial di internet cara memikat suami agar jatuh cinta pada istri. Dan malam ini Alana akan mempraktekkan nya. Jika sebelumnya saja dia berhasil membuat penilaian Bara pada dirinya berubah, tidak menutup kemungkinan jika kali ini pun ia akan berhasil.

Bara sudah selesai bersiap dan menunggu Alana di ruang tamu. Dia melihat arlojinya, sudah jam 19:00 tapi Alana belum juga turun. "Sebenarnya apa yang gadis itu lakukan? Apa wanita selalu lama jika berdandan?" gerutu Bara. Dia berdecak kesal karena di buat menunggu. Dia beranjak dari tempat duduknya dan hendak menyusul Alana, tapi tiba-tiba pandangan nya tertuju pada gadis yang menuruni anak tangga. Dan dia adalah Alana.

Bara menatap gadis itu tak berkedip. Dia baru sadar jika Alana sangat cantik. Walaupun gaun yang dia gunakan bukan gaun yang mahal, tapi gaun tersebut sangat cocok di gunakan untuk gadis seumuran Alana.

"Aku sudah siap." seru Alana saat sampai di depan Bara

"A-ah.. I-iya, kalau begitu, ayo berangkat!!" Bara terlihat gugup dan berjalan lebih dulu.

Alana tersenyum dalam hati. Sepertinya rencananya berhasil. Dia bisa melihat jika Bara terpesona padanya tadi. "Lebih baik aku segera menyusulnya." gumamnya bermonolog. Dia menyusul Bara dan masuk di samping kemudi.

Di sepanjang perjalanan, Bara terlihat fokus menyetir. Tapi sesekali dia melirik Alana. Entahlah, dia merasa aneh dalam dirinya. Selain cantik, Alana juga terlihat anggun.

"A-ada apa Mr.? Kenapa kau melihat ku terus? Apa ada yang aneh di diriku?" tanya Alana memperhatikan dirinya sendiri

"Ti-tidak. Tidak ada yang aneh." seru Bara terbata. Dia kembali fokus menyetir hingga tidak berapa lama, mobil yang dia kendarai sampai di restoran tempat mereka akan makan malam.

Bara memarkirkan mobilnya. Kemudian dia turun terlebih dahulu dan membukakan pintu mobil untuk Alana. "Terimakasih," seru Alana

Bara tersenyum dan refleks menggenggam tangan Alana, masuk ke dalam restoran. Dia mengatakan pada pelayan jika mereka sudah memesan tempat. Dan mereka di giring oleh pelayan ke meja yang sudah di pesan sebelumnya.

Bara menarik kursi untuk Alana duduk. Baru kemudian dia duduk berseberangan dengan gadis itu. Dengan begitu, Bara bisa melihat dengan jelas kecantikan Alana. Bahkan dia tidak berkedip menatapnya. Tapi tiba-tiba terdengar suara seorang wanita yang menyapa Bara.

"Bara?"

Baik Alana maupun Bara, refleks menoleh kearah sumber suara. Dan....

Deg

Bara berdiri menatap wanita yang berdiri tidak jauh darinya. "A-amanda?" lirihnya

Wanita yang bernama Amanda, terlihat tersenyum dan berlari memeluk Bara. "Ternyata ini benar-benar kau, Bar. Aku senang bisa bertemu denganmu. Aku merindukanmu." seru Amanda

Bara terpaku sejenak. Tapi lama kelamaan, dia membalas pelukan wanita itu. Bahkan Bara memeluknya dengan erat. "Aku juga merindukanmu, Amanda." sahut Bara

Sedangkan Alana, Jangan ditanyakan lagi. Melihat suaminya berpelukan dengan wanita lain, entah mengapa dia merasa aneh. Hatinya berdenyut sakit. Dia hanya bisa mengepalkan tangannya dan berharap semua ini hanya mimpi. Tapi sayangnya semua adalah nyata. Dia mencoba untuk tersenyum. Dia ikut berdiri dan mendekati keduanya tapi yang terjadi justru Bara mengacuhkan nya.

Amanda menarik Bara untuk duduk di meja wanita itu. Dan gilanya, tidak ada penolakan dari pria itu. Bahkan dia melupakan istrinya.

Alana tidak tahan lagi.Dia mendekati Bara dan wanita itu, tapi Bara seolah tidak menganggap Alana ada. Pria itu lebih fokus pada wanita yang baru saja dia temui.

Alana merasa tidak nyaman. Dan hatinya terasa nyeri melihat Bara yang tiba-tiba mengacuhkan. Akhirnya dia memilih untuk pulang tanpa berpamitan dengan bara.

Dia memesan taksi dan pulang dengan airmata yang menetes di kedua pipinya. Dia mengusap pelan air matanya dan melihat di telapak tangannya, "kenapa aku menangis?" gumamnya. Tapi tangisnya semakin menjadi. Dia menghela nafas panjang dan kembali mengusap kasar air matanya.

Sesampainya di rumah, Alana masuk ke kamarnya dan melepas gaun yang dia pakai. Dia juga menghapus riasannya. Dia teringat saat Bara mengacuhkannya. Bara seolah lupa dengan keberadaan nya Siapa sebenarnya wanita itu? Kenapa dia bisa mengalihkan perhatian Bara darinya? Apa wanita itu, wanita yang Bara cintai?

"Hah... Ada apa dengan ku? Kenapa aku jadi begini?" gumamnya. Dia menatap dirinya di cermin. Dia terlihat sangat kacau

"Aku tidak mungkin sedang cemburu, kan? Itu tidak mungkin. Aku tidak mungkin cemburu pada wanita itu." Alana menghela nafas panjang dan mencoba untuk tidak memikirkan apa yang sudah terjadi. Tapi semakin lama, Alana semakin gelisah. Pasalnya, ini sudah hampir tengah malam, tapi Bara belum juga pulang.

Hal itu membuatnya khawatir. Dia juga penasaran, Apa yang Bara lakukan dengan wanita itu? Kenapa sampai sekarang belum juga pulang? Bahkan Bara tidak menghubunginya.

Alana terlihat mondar-mandir di ruang tamu. Sesekali dia menginap di balik jendela, tapi tidak ada tanda-tanda Bara datang. Hingga akhirnya dia tertidur di sofa karena mengantuk.

Terpopuler

Comments

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

kasian Alana

2024-10-10

0

fafa

fafa

lanjut kak up banyak seru nih...

2023-07-06

2

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Dijodohkan
2 Bab 2 Menikah
3 Bab 3 Di Hukum
4 Bab 4 Selingkuh?
5 Bab 5 Menjadi Istri Yang Baik
6 Bab 6 Menahan Emosi
7 Bab 7 Kedatangan Orang Tua
8 Bab 8 Menginap
9 Bab 9 Sandiwara Di Pagi Hari
10 Bab 10 Makan Malam Yang Gagal
11 Bab 11 Perasaan Aneh
12 Bab 12 Guru Baru
13 Bab 13 Meminta Penjelasan
14 Bab 14 Kegelisahan Bara
15 Bab 15 Aku Membencimu, Mr.
16 Bab 16 Dia Adalah Istri ku
17 Bab 17 Ciuman Pertama
18 Bab 18 Penjelasan Alana
19 Bab 19 Syarat
20 Bab 20 Peringatan
21 Bab 21 Percobaan Penculikan
22 Bab 22 Maaf Mr.
23 Bab 23 Rencana Lain Amanda
24 Bab 24 Balasan Alana
25 Bab 25 Balasan Alana 2
26 Bab 26 Aku Yang Menyebarkan Video Itu
27 Bab 27 Pengakuan Alana
28 Bab 28 Sakit
29 Bab 29 Jangan Baik Padaku, Mr.
30 Bab 30 Pamer
31 Bab 31 Bahaya Mengintai
32 Bab 32 Di Culik
33 Bab 33 Di Culik 2
34 Bab 34 Rencana Kabur
35 Bab 35 Pura-pura Kerasukan Hantu
36 Bab 36 Petunjuk
37 Bab 37 Kemarahan Bara
38 Bab 38 Pingsan
39 Bab 39 Rencana Bara Dan Rayhan
40 Bab 40 Tertangkap Lagi
41 Bab 41 Keberadaan Alana
42 Bab 42 Terluka
43 Bab 43 Membaik
44 Bab 44 Apa Benar Kau Mencintaiku?
45 Bab 45 Pertanyaan Yang Sama
46 Bab 46 Ketahuan
47 Bab 47 Menyesal
48 Bab 48 Sama-sama Gengsi
49 Bab 49 Pengakuan
50 Bab 50 Gagal
51 Bab 51 Keputusan
52 Bab 52 Mulai Bucin
53 Bab 53 Gosip
54 Bab 54 Pengumuman
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Bab 1 Dijodohkan
2
Bab 2 Menikah
3
Bab 3 Di Hukum
4
Bab 4 Selingkuh?
5
Bab 5 Menjadi Istri Yang Baik
6
Bab 6 Menahan Emosi
7
Bab 7 Kedatangan Orang Tua
8
Bab 8 Menginap
9
Bab 9 Sandiwara Di Pagi Hari
10
Bab 10 Makan Malam Yang Gagal
11
Bab 11 Perasaan Aneh
12
Bab 12 Guru Baru
13
Bab 13 Meminta Penjelasan
14
Bab 14 Kegelisahan Bara
15
Bab 15 Aku Membencimu, Mr.
16
Bab 16 Dia Adalah Istri ku
17
Bab 17 Ciuman Pertama
18
Bab 18 Penjelasan Alana
19
Bab 19 Syarat
20
Bab 20 Peringatan
21
Bab 21 Percobaan Penculikan
22
Bab 22 Maaf Mr.
23
Bab 23 Rencana Lain Amanda
24
Bab 24 Balasan Alana
25
Bab 25 Balasan Alana 2
26
Bab 26 Aku Yang Menyebarkan Video Itu
27
Bab 27 Pengakuan Alana
28
Bab 28 Sakit
29
Bab 29 Jangan Baik Padaku, Mr.
30
Bab 30 Pamer
31
Bab 31 Bahaya Mengintai
32
Bab 32 Di Culik
33
Bab 33 Di Culik 2
34
Bab 34 Rencana Kabur
35
Bab 35 Pura-pura Kerasukan Hantu
36
Bab 36 Petunjuk
37
Bab 37 Kemarahan Bara
38
Bab 38 Pingsan
39
Bab 39 Rencana Bara Dan Rayhan
40
Bab 40 Tertangkap Lagi
41
Bab 41 Keberadaan Alana
42
Bab 42 Terluka
43
Bab 43 Membaik
44
Bab 44 Apa Benar Kau Mencintaiku?
45
Bab 45 Pertanyaan Yang Sama
46
Bab 46 Ketahuan
47
Bab 47 Menyesal
48
Bab 48 Sama-sama Gengsi
49
Bab 49 Pengakuan
50
Bab 50 Gagal
51
Bab 51 Keputusan
52
Bab 52 Mulai Bucin
53
Bab 53 Gosip
54
Bab 54 Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!