Alana dan Bara menjalani aktivitasnya seperti biasa. Alana yang giat belajar dan Bara sebagai guru yang memperhatikan murid-muridnya. Tapi apakah benar Alana tidak berbuat ulah hari ini?
Sebenarnya iya, hanya saja tidak ada yang mengetahuinya. Dia membalas perbuatan duo keong racun padanya kemarin.
Ya, walaupun Rayhan sudah memperingatkan Alana untuk tidak membalas Agnes dan Ericka, tapi tetap saja, Alana seolah menyimpan dendam pada keduanya.
Saat Agnes dan Ericka ke toilet, saat itu juga Alana melancarkan aksinya. Dia mengunci pintu kamar mandi dari luar dan menyiram air pada keduanya melalui atas pintu toilet. Bahkan dia merekam semua adegan itu dan mengancam mereka untuk tidak mengadu pada siapapun atau Alana akan menyebarkan video tersebut.
Alana merasa puas. Dengan begitu, duo keong racun tidak akan mengganggunya untuk sementara waktu. Dia tidak mau usahanya untuk mengambil hati Bara menjadi sia-sia karena ulah mereka berdua. Dan sekarang, yang harus dia lakukan adalah membeli baju yang bagus sepulang sekolah nanti karena nanti malam, dia akan makan malam dengan Bara di restoran yang sudah di siapkan oleh orang tua mereka.
...----------------...
Malam pun telah tiba. Baik Alana maupun Bara tengah bersiap untuk makan malam di restoran. Alana berdandan sangat cantik dengan memakai gaun yang dia beli tadi sepulang sekolah. Gaun sederhana yang cantik tapi elegan dan cocok untuk dirinya yang masih remaja. Dia juga mengaplikasikan make up tipis di wajahnya, seperti yang ibu nya pernah lakukan. Dia yakin, Bara akan terpesona dengan kecantikannya.
Malam ini adalah kesempatan baik untuk membuat Bara memandang dirinya. Dia sudah membaca tutorial di internet cara memikat suami agar jatuh cinta pada istri. Dan malam ini Alana akan mempraktekkan nya. Jika sebelumnya saja dia berhasil membuat penilaian Bara pada dirinya berubah, tidak menutup kemungkinan jika kali ini pun ia akan berhasil.
Bara sudah selesai bersiap dan menunggu Alana di ruang tamu. Dia melihat arlojinya, sudah jam 19:00 tapi Alana belum juga turun. "Sebenarnya apa yang gadis itu lakukan? Apa wanita selalu lama jika berdandan?" gerutu Bara. Dia berdecak kesal karena di buat menunggu. Dia beranjak dari tempat duduknya dan hendak menyusul Alana, tapi tiba-tiba pandangan nya tertuju pada gadis yang menuruni anak tangga. Dan dia adalah Alana.
Bara menatap gadis itu tak berkedip. Dia baru sadar jika Alana sangat cantik. Walaupun gaun yang dia gunakan bukan gaun yang mahal, tapi gaun tersebut sangat cocok di gunakan untuk gadis seumuran Alana.
"Aku sudah siap." seru Alana saat sampai di depan Bara
"A-ah.. I-iya, kalau begitu, ayo berangkat!!" Bara terlihat gugup dan berjalan lebih dulu.
Alana tersenyum dalam hati. Sepertinya rencananya berhasil. Dia bisa melihat jika Bara terpesona padanya tadi. "Lebih baik aku segera menyusulnya." gumamnya bermonolog. Dia menyusul Bara dan masuk di samping kemudi.
Di sepanjang perjalanan, Bara terlihat fokus menyetir. Tapi sesekali dia melirik Alana. Entahlah, dia merasa aneh dalam dirinya. Selain cantik, Alana juga terlihat anggun.
"A-ada apa Mr.? Kenapa kau melihat ku terus? Apa ada yang aneh di diriku?" tanya Alana memperhatikan dirinya sendiri
"Ti-tidak. Tidak ada yang aneh." seru Bara terbata. Dia kembali fokus menyetir hingga tidak berapa lama, mobil yang dia kendarai sampai di restoran tempat mereka akan makan malam.
Bara memarkirkan mobilnya. Kemudian dia turun terlebih dahulu dan membukakan pintu mobil untuk Alana. "Terimakasih," seru Alana
Bara tersenyum dan refleks menggenggam tangan Alana, masuk ke dalam restoran. Dia mengatakan pada pelayan jika mereka sudah memesan tempat. Dan mereka di giring oleh pelayan ke meja yang sudah di pesan sebelumnya.
Bara menarik kursi untuk Alana duduk. Baru kemudian dia duduk berseberangan dengan gadis itu. Dengan begitu, Bara bisa melihat dengan jelas kecantikan Alana. Bahkan dia tidak berkedip menatapnya. Tapi tiba-tiba terdengar suara seorang wanita yang menyapa Bara.
"Bara?"
Baik Alana maupun Bara, refleks menoleh kearah sumber suara. Dan....
Deg
Bara berdiri menatap wanita yang berdiri tidak jauh darinya. "A-amanda?" lirihnya
Wanita yang bernama Amanda, terlihat tersenyum dan berlari memeluk Bara. "Ternyata ini benar-benar kau, Bar. Aku senang bisa bertemu denganmu. Aku merindukanmu." seru Amanda
Bara terpaku sejenak. Tapi lama kelamaan, dia membalas pelukan wanita itu. Bahkan Bara memeluknya dengan erat. "Aku juga merindukanmu, Amanda." sahut Bara
Sedangkan Alana, Jangan ditanyakan lagi. Melihat suaminya berpelukan dengan wanita lain, entah mengapa dia merasa aneh. Hatinya berdenyut sakit. Dia hanya bisa mengepalkan tangannya dan berharap semua ini hanya mimpi. Tapi sayangnya semua adalah nyata. Dia mencoba untuk tersenyum. Dia ikut berdiri dan mendekati keduanya tapi yang terjadi justru Bara mengacuhkan nya.
Amanda menarik Bara untuk duduk di meja wanita itu. Dan gilanya, tidak ada penolakan dari pria itu. Bahkan dia melupakan istrinya.
Alana tidak tahan lagi.Dia mendekati Bara dan wanita itu, tapi Bara seolah tidak menganggap Alana ada. Pria itu lebih fokus pada wanita yang baru saja dia temui.
Alana merasa tidak nyaman. Dan hatinya terasa nyeri melihat Bara yang tiba-tiba mengacuhkan. Akhirnya dia memilih untuk pulang tanpa berpamitan dengan bara.
Dia memesan taksi dan pulang dengan airmata yang menetes di kedua pipinya. Dia mengusap pelan air matanya dan melihat di telapak tangannya, "kenapa aku menangis?" gumamnya. Tapi tangisnya semakin menjadi. Dia menghela nafas panjang dan kembali mengusap kasar air matanya.
Sesampainya di rumah, Alana masuk ke kamarnya dan melepas gaun yang dia pakai. Dia juga menghapus riasannya. Dia teringat saat Bara mengacuhkannya. Bara seolah lupa dengan keberadaan nya Siapa sebenarnya wanita itu? Kenapa dia bisa mengalihkan perhatian Bara darinya? Apa wanita itu, wanita yang Bara cintai?
"Hah... Ada apa dengan ku? Kenapa aku jadi begini?" gumamnya. Dia menatap dirinya di cermin. Dia terlihat sangat kacau
"Aku tidak mungkin sedang cemburu, kan? Itu tidak mungkin. Aku tidak mungkin cemburu pada wanita itu." Alana menghela nafas panjang dan mencoba untuk tidak memikirkan apa yang sudah terjadi. Tapi semakin lama, Alana semakin gelisah. Pasalnya, ini sudah hampir tengah malam, tapi Bara belum juga pulang.
Hal itu membuatnya khawatir. Dia juga penasaran, Apa yang Bara lakukan dengan wanita itu? Kenapa sampai sekarang belum juga pulang? Bahkan Bara tidak menghubunginya.
Alana terlihat mondar-mandir di ruang tamu. Sesekali dia menginap di balik jendela, tapi tidak ada tanda-tanda Bara datang. Hingga akhirnya dia tertidur di sofa karena mengantuk.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
kasian Alana
2024-10-10
0
fafa
lanjut kak up banyak seru nih...
2023-07-06
2