Bab 7 Kedatangan Orang Tua

Alana masih merasa kesal dengan perbuatan duo keong racun. Bahkan hal itu masih berlanjut saat jam pulang sekolah. Alana melihat mereka yang keluar dari kelas dan hendak membuat perhitungan, tapi tiba-tiba, Raihan mencekal lengannya, "mau kemana?" tanyanya. Dia melihat arah pandang Alana dan tahu maksud gadis itu, "sudah!! Tidak usah hiraukan mereka. Jika kau membalas mereka, yang ada masalah kalian akan berkepanjangan." seru Raihan

Alana hanya mengangguk pelan dan mencoba meredam kekesalannya. Dia berjalan lebih dulu, diikuti Raihan di belakangnya. " Mau pulang bareng?" tanya Raihan menawarkan diri.

Alana terdiam. Sebenarnya dia mau saja pulang bersama dengan Raihan, tapi dia teringat dengan ucapan Bara. Dan lagi, dia juga takut Raihan akan curiga, karena saat pertama kali Raihan mengantarnya, dia mengatakan pada pria itu jika rumah itu milik neneknya.

Bagaimana jika Raihan terus bertanya dan ingin mampir? Bisa gawat jika hal itu terjadi. Apalagi sekarang dia sedang dalam misi untuk mengambil hati Bara agar nyaman dan jatuh cinta padanya. Jadi lebih baik dia menolak ajakan Raihan. Lagipula uang pemberian Bara masih banyak dan itu cukup untuk naik kendaraan umum dan jajannya beberapa hari kedepan.

"Ayo aku antar pulang!!" ajak Raihan lagi.

"Hm... Mungkin lain waktu saja, Ray." tolak Alana

Raihan hanya tersenyum simpul. Sebenarnya dia sedikit kecewa dengan penolakan Alana. Tapi tidak masalah. Lain waktu dia akan mencobanya lagi. "Kalau begitu, aku duluan ya." Raihan mengusap kepala Alana dan pergi begitu saja.

Alana memegang kepalanya dan tersenyum tipis. Dia bergegas ke halte bus untuk segera pulang.

Sesampainya di rumah, Alana sudah disibukkan dengan pekerjaan rumah yang sudah menumpuk. Dia yang awalnya mengeluh, tapi sekarang dia sudah mulai biasa. Terkadang, Bara juga membantunya. Seperti siang ini, Alana bertugas membersihkan setiap ruangan. sedangkan Bara menyiapkan makan siang. Dan setelah semua beres, mereka menikmati makan siang mereka bersama-sama.

"Apa kau lelah?" tanya Bara

"Sedikit. Mungkin karena aku belum terbiasa." jawab Alana

Bara mengangguk paham. Dia hanya meminta Alana menyiapkan makanan dan membersihkan rumah jika dia senggang. Dan untuk pakaian, mereka bisa memasukkannya ke laundry. Tapi Alana justru mengerjakan semuanya.

Dia tidak mau Alana kelelahan. Karena bagaimanapun, Alana masih harus belajar. Dia takut pekerjaan rumah justru membuat nilainya turun . Apalagi sekarang Alana sudah kelas Xll dan sebentar lagi akan di adakan ujian Nasional.

Tapi meskipun begitu, Bara sangat kagum dengan Alana. Dia sedikit tahu mengenai Alana dari para guru. Alana adalah siswi satu-satunya yang menjadi langganan tetap para guru. Alana selalu berulah dan hampir setiap hari dia mendapat hukuman. Tapi beberapa hari ini, dia tidak mendengar kabar Alana di hukum. Bahkan semua guru justru membicarakan perubahan Alana yang membuat para guru merasa senang.

"Aku sudah selesai." seru Alana

"Oh.. Aku juga sudah." Bara membantu Alana membersihkan meja makan, sedangkan Alana mencuci piring. Dan bersamaan dengan itu, tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi. Baik Bara maupun Alana merasa heran, siapa yang bertamu ke rumah mereka? Apa tetangga?

"Biar aku yang buka." seru Bara. Dia membuka pintu dan melihat siapa yang datang? Sedangkan Alana masih membereskan ruang dapur

Ting Tong Ting Tong

"Ya, sebentar!!" teriak Bara. Saat dia membuka pintu, dia dibuat terkejut dengan kedatangan empat manusia berusia hampir sama, berdiri di depan pintu rumahnya.

"Mo-mommy, Daddy!!" seru Bara terbata

"Halo putraku, apa kabar?" Cynthia dan Bima memeluk Bara bergantian.

"A-aku baik, Mom." jawab Bara

"O iya, Alana mana?" kali ini,Erwin yang bertanya. Dia sangat merindukan gadis nakalnya. Dan saat Bara menunjuk ke dapur, Erwin dan Sovia bergegas menghampiri putri semata wayangnya.

"Sayang!!!" sapa Sovia

Alana mengerutkan keningnya. Dia merasa tidak asing dengan suara ini. Suara orang yang tega mengusirnya secara halus dengan menjualnya pada pria menyebalkan seperti Bara.

"Alana, Kau tidak merindukan mommy, hm?" tanya Sovia yang kini berdiri tidak jauh di belakang Alana.

"Mommy?" lirih Alana. Dia memutar tubuhnya dan mendapati kedua orang tuanya berdiri disana.

"Mommy!! Daddy!!" Alana berlari memeluk ibu dan ayahnya bergantian. "Kenapa tidak memberitahuku, jika kalian akan kemari?"

"Kejutan sayang." seru Erwin. Dia melihat apa yang baru saja Alana kerjakan, dan hal itu membuat Erwin merasa senang. Untuk pertama kalinya, dia melihat Alana pergi ke dapur untuk mencuci piring. Apalagi Bara juga mengatakan jika Alana sekarang sudah banyak berubah. Putrinya jadi giat mengerjakan pekerjaan rumah dan tidak lagi membuat onar di sekolah. Untuk itu mereka datang mengunjungi Alana. Mereka ingin membuktikan, apakah benar yang di katakan Bara?

Dan ternyata semua benar. Sepertinya menjodohkan Alana dengan Bara adalah keputusan yang tepat.

Terpopuler

Comments

☠ᵏᵋᶜᶟ❤️⃟Wᵃf 𝐊𝐢𝐤𝐲𝐀⃝🥀

☠ᵏᵋᶜᶟ❤️⃟Wᵃf 𝐊𝐢𝐤𝐲𝐀⃝🥀

Semangat Thor.... and lanjut up nya klo bisa sekarang, tpi aku ga maksa yaa thor😂

2023-07-02

3

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Dijodohkan
2 Bab 2 Menikah
3 Bab 3 Di Hukum
4 Bab 4 Selingkuh?
5 Bab 5 Menjadi Istri Yang Baik
6 Bab 6 Menahan Emosi
7 Bab 7 Kedatangan Orang Tua
8 Bab 8 Menginap
9 Bab 9 Sandiwara Di Pagi Hari
10 Bab 10 Makan Malam Yang Gagal
11 Bab 11 Perasaan Aneh
12 Bab 12 Guru Baru
13 Bab 13 Meminta Penjelasan
14 Bab 14 Kegelisahan Bara
15 Bab 15 Aku Membencimu, Mr.
16 Bab 16 Dia Adalah Istri ku
17 Bab 17 Ciuman Pertama
18 Bab 18 Penjelasan Alana
19 Bab 19 Syarat
20 Bab 20 Peringatan
21 Bab 21 Percobaan Penculikan
22 Bab 22 Maaf Mr.
23 Bab 23 Rencana Lain Amanda
24 Bab 24 Balasan Alana
25 Bab 25 Balasan Alana 2
26 Bab 26 Aku Yang Menyebarkan Video Itu
27 Bab 27 Pengakuan Alana
28 Bab 28 Sakit
29 Bab 29 Jangan Baik Padaku, Mr.
30 Bab 30 Pamer
31 Bab 31 Bahaya Mengintai
32 Bab 32 Di Culik
33 Bab 33 Di Culik 2
34 Bab 34 Rencana Kabur
35 Bab 35 Pura-pura Kerasukan Hantu
36 Bab 36 Petunjuk
37 Bab 37 Kemarahan Bara
38 Bab 38 Pingsan
39 Bab 39 Rencana Bara Dan Rayhan
40 Bab 40 Tertangkap Lagi
41 Bab 41 Keberadaan Alana
42 Bab 42 Terluka
43 Bab 43 Membaik
44 Bab 44 Apa Benar Kau Mencintaiku?
45 Bab 45 Pertanyaan Yang Sama
46 Bab 46 Ketahuan
47 Bab 47 Menyesal
48 Bab 48 Sama-sama Gengsi
49 Bab 49 Pengakuan
50 Bab 50 Gagal
51 Bab 51 Keputusan
52 Bab 52 Mulai Bucin
53 Bab 53 Gosip
54 Bab 54 Pengumuman
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Bab 1 Dijodohkan
2
Bab 2 Menikah
3
Bab 3 Di Hukum
4
Bab 4 Selingkuh?
5
Bab 5 Menjadi Istri Yang Baik
6
Bab 6 Menahan Emosi
7
Bab 7 Kedatangan Orang Tua
8
Bab 8 Menginap
9
Bab 9 Sandiwara Di Pagi Hari
10
Bab 10 Makan Malam Yang Gagal
11
Bab 11 Perasaan Aneh
12
Bab 12 Guru Baru
13
Bab 13 Meminta Penjelasan
14
Bab 14 Kegelisahan Bara
15
Bab 15 Aku Membencimu, Mr.
16
Bab 16 Dia Adalah Istri ku
17
Bab 17 Ciuman Pertama
18
Bab 18 Penjelasan Alana
19
Bab 19 Syarat
20
Bab 20 Peringatan
21
Bab 21 Percobaan Penculikan
22
Bab 22 Maaf Mr.
23
Bab 23 Rencana Lain Amanda
24
Bab 24 Balasan Alana
25
Bab 25 Balasan Alana 2
26
Bab 26 Aku Yang Menyebarkan Video Itu
27
Bab 27 Pengakuan Alana
28
Bab 28 Sakit
29
Bab 29 Jangan Baik Padaku, Mr.
30
Bab 30 Pamer
31
Bab 31 Bahaya Mengintai
32
Bab 32 Di Culik
33
Bab 33 Di Culik 2
34
Bab 34 Rencana Kabur
35
Bab 35 Pura-pura Kerasukan Hantu
36
Bab 36 Petunjuk
37
Bab 37 Kemarahan Bara
38
Bab 38 Pingsan
39
Bab 39 Rencana Bara Dan Rayhan
40
Bab 40 Tertangkap Lagi
41
Bab 41 Keberadaan Alana
42
Bab 42 Terluka
43
Bab 43 Membaik
44
Bab 44 Apa Benar Kau Mencintaiku?
45
Bab 45 Pertanyaan Yang Sama
46
Bab 46 Ketahuan
47
Bab 47 Menyesal
48
Bab 48 Sama-sama Gengsi
49
Bab 49 Pengakuan
50
Bab 50 Gagal
51
Bab 51 Keputusan
52
Bab 52 Mulai Bucin
53
Bab 53 Gosip
54
Bab 54 Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!