Sudah beberapa hari terakhir, Alana berubah. Dia benar-benar menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri. Dan hal itu membuat Bara merasa senang, karena perubahan Alana membawa dampak positif untuknya.
Tidak hanya menghemat biaya, perubahan Alana juga membuatnya tidak perlu capek mengurus rumah sendiri. Jika dia ingin makan, Alana akan memasak. Jika dia menginginkan sesuatu, Alana akan membuatkan untuknya, rumah bersih, baju bersih dan tersusun rapi.
Tidak hanya itu, perubahan Alana juga membawa dampak baik di sekolah. Dia tidak lagi di hukum oleh guru, pr juga dia kerjakan dengan baik. Bahkan Alana tidak lagi berbuat ulah seperti biasanya, sampai-sampai para guru merasa heran.
Begitu juga dengan Duo keong racun. Mereka tidak percaya jika seorang Alana berubah menjadi baik. Untuk itu mereka ingin membuktikannya. Mereka mencari Alana dan membuat masalah dengan gadis itu.
"Alana, aku mencarimu. Ternyata kau ada di sini." Agnes dan Erika duduk di depan Alana yang sedang menikmati makan siangnya di kantin.
"Aku dengar, kau banyak berubah. Kau tidak lagi berbuat ulah dan sekarang justru lebih rajin dari yang lainnya, apa itu benar?" seru Ericka dengan nada mengejek. Tapi lagi-lagi Alana hanya diam saja. Dia seolah enggan untuk merespon keduanya.
"Wah, ternyata semua benar. Tidak hanya berubah baik, tapi kau juga menjadi pendiam, ya." sahut Agnes.
Interaksi ketiganya di saksikan seluruh siswa yang juga makan di kantin. Mereka berbisik-bisik, karena tidak biasanya Alana akan diam saja saat diganggu oleh Agnes dan Ericka. Karena yang mereka tahu, Alana akan langsung membalas mereka berdua dan membuatnya jera agar tidak mengganggunya lagi. Tapi sekarang?
"Baiklah!! Kita lihat apakah kau benar-benar berubah atau tidak." Agnes menuangkan minuman kedalam makanan Alana. "Upss... Sorry!!" ejek Agnes
"Woah..." Semua siswa yang ada di sana, mengeluarkan ponsel mereka dan merekam ketiganya. Mereka yakin, setelah ini akan terjadi adegan menarik. Mereka akan mengunggahnya ke grup sekolah, dan hal itu akan menjadi berita besar.
Tapi yang mereka lihat, Alana hanya diam saja. Mereka tidak tahu saja, jika Alana berusaha keras untuk tidak terpancing emosi. Dia sangat ingin menyiram makanan itu ke kepala duo keong racun di depannya, tapi jika dia melakukan hal itu, maka usahanya untuk terlihat baik di depan Bara akan sia-sia. Walaupun dia hanya berniat membela diri, tapi tetap saja dia akan mendapat hukuman.
"Sepertinya ini masih kurang Nes," Ericka mengambil minuman milik siswa lain dan menyiramnya di atas kepala Alana.
"Wah..." semua siswa terkejut. Kali ini, Ericka dan Agnes akan tamat.
"Ha ha ha.. Bagaimana Alana? Apa itu membantu mendinginkan otakmu?" ejek Ericka. Dia ber tos ria dengan Agnes dan tertawa senang karena bisa mengerjai Alana sepuasnya.
Sedangkan Alana, jangan di tanya lagi. Dia mengepalkan tangannya geram. Dan menggebrak meja keras.
Brakh
Semua siswa tersentak kaget, begitu juga dengan duo keong racun. Baru saja Alana ingin membalas keduanya, tapi ekor matanya melihat bayangan Bara dan beberapa guru yang melewati kantin.
Alana berdehem pelan dan menarik kerah keduanya agar mendekat, "kali ini kalian lolos. Tapi tidak untuk lain kali." Alana menyeringai dan mendorong keduanya hingga terduduk kembali di kursi. Dia menatap satu persatu siswa dan mengacungkan jari tengah. Baru setelahnya dia pergi ke toilet untuk membersihkan rambutnya.
"Sial!! Jika bukan karena ingin mengambil hati Mr. Bara, aku tidak akan mengalami hal seperti ini." Alana melepas ikat rambutnya dan menunduk di wastafel untuk mencuci rambutnya.
"Argh... Benar-benar sialan mereka berdua. Rambutku jadi lengket seperti ini. Awas saja, aku akan membalas mereka berdua." geram Alana
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments