Sudah beberapa hari, Bara mengacuhkannya. Setiap pulang dari sekolah, Bara akan pergi menemui wanita itu. Harusnya Alana senang karena dia bisa bebas. Tapi semua justru membuat Alana berfikiran yang tidak-tidak.
Dia membayangkan apa yang Bara lakukan dengan wanita itu. Apa mereka melakukan hal yang senonoh? Mungkin saja saat ini mereka sudah saling mengungkapkan perasaan satu sama lain. Untuk itu mereka lebih sering menghabiskan waktu bersama. Bukankah seperti itu jika sedang jatuh cinta? Kita rela melakukan apapun demi bisa bersama dengan orang yang kita cintai.
Tapi tetap saja, perasaan Alana tidak tenang. Terkadang dia merasa khawatir karena Bara yang tidak kunjung pulang. Kadang dia merasa bodoh karena menunggu Bara. Bahkan untuk menghilangkan pikiran buruknya, Alana memilih membersihkan kembali rumah Bara. Dia melakukan hal itu untuk mengalihkan pikirannya agar tidak tertuju pada Bara. Dan jika di sekolah, dia akan mengikuti semua kegiatan untuk membuat nya sibuk agar bisa melupakan perasaan aneh yang dia rasakan saat ini.
Dia berusaha bersikap seperti biasanya saat di rumah maupun di sekolah. Dia juga melakukan kewajibannya seperti biasa. Tapi hari ini sedikit berbeda. Saat dia berangkat ke sekolah, dia merasa heran karena semua temannya berkumpul. Dia menerobos kerumunan itu dan melihat Amanda yang datang bersama dengan Bara.
"Wanita itu." geram Alana dalam hati
"Siapa wanita cantik yang datang dengan Mr. Bara?"
"Sepertinya dia guru baru di sini. Tadi aku melihat wanita itu masuk ke ruang kepala sekolah."
"Bukankah mereka terlihat serasi?"
Alana mendengus kesal mendengar pembicaraan siswa yang berkumpul disana. Dia keluar dari kerumunan dan memilih masuk ke kelasnya.
Dalam hati, dia tidak berhenti mengumpat karena Bara secara terang-terangan menunjukkan kedekatannya dengan wanita itu. Hah.. Apa mereka ingin go publik? Bahkan saat dia dekat dengan Rayhan, Bara terlihat sangat marah dan menuduhnya berselingkuh. Lalu sekarang yang pria itu lakukan, apa namanya? Bukankah itu tidak adil?
Alana duduk di kursinya dengan kesal. Dan Rayhan yang duduk di sebelahnya merasa heran, "kau kenapa?" tanyanya
"Tidak." jawab Alana singkat
"O iya, apa kau lihat wanita yang datang bersama Mr. Bara? Ternyata dia guru baru di sekolah ini. Namanya Mrs. Amanda. Bahkan baru pertama masuk saja, Mrs. Amanda sudah terkenal dan terlihat serasi dengan Mr. Bara." seru Rayhan panjang lebar
Alana menatap sinis Rayhan. Lihat!! Bahkan sahabatnya memuji wanita itu. Hah.. sebenarnya apa hebatnya wanita itu?? Tapi, jika wanita itu menjadi guru di sekolah ini, itu artinya dia akan sering bertemu dengan Bara, bukan?
Hah... Sial!! Jika begini, rencana untuk membalas Bara akan gagal. Tapi, sekarang bukan saatnya memikirkan dendamnya. Mungkin dia bisa membicarakan hal ini dengan Bara, mau bagaimana kelanjutan pernikahan ini? Atau dia mengadu saja pada mertuanya jika Bara berselingkuh, siapa tahu dengan begitu, mereka akan bercerai dan dia akan bebas. Ide yang bagus, bukan?
Tapi, apa benar itu yang dia inginkan?
Saat ini, rasanya dia tidak rela jika Bara bersama dengan Amanda. Bahkan karena wanita itu, Bara mengacuhkannya. Sepertinya dia harus mencari cara untuk menarik perhatian Bara lagi. Apa dia harus berulah kembali agar Bara melihatnya?
Alana menampilkan senyum evil nya. Dia mencari duo keong racun dan mencari masalah dengan keduanya.
"Hai... Bagaimana kabar kalian berdua? Kalian baik-baik saja? Apa kalian menjalani hari-hari kalian dengan baik?" Alana duduk di depan keduanya yang sedang menikmati makanan mereka di kantin.
"Ma-mau apa kau? Bu-bukan kah kita sudah impas?" seru Ericka ketakutan
Alana tersenyum manis. Dia mengambil minuman Agnes dan meminumnya. "Ah... Segarnya." ucapnya. Tapi kemudian dia menuangkan minuman itu kedalam makanan Agnes. "Kau juga harus mencobanya, Nes." seru Alana mengejek
Agnes mengepalkan kedua tangannya geram. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Mau melawan pun percuma karena dia akan kalah. Ingin mengadu? Itu juga tidak mungkin karena Alana akan menyebarkan video dirinya yang memalukan.
"Apa yang kau lakukan, hah?" teriak Ericka
"Oh... Kau marah?? Padahal aku cuma melakukan hal yang sama seperti yang kalian lakukan."
"Tapi bukannya kau......"
"Apa?" sela Alana. Dia menang karena keduanya tidak berani membalasnya. Tapi sialnya, perbuatannya di lihat oleh Amanda. Wanita itu menghampiri mereka.
"Ada apa ini?" tanya Amanda
Agnes dan Ericka hanya terdiam, sedangkan Alana memutar kedua bola matanya malas. Kenapa harus wanita itu yang datang dan bukan Bara?
Amanda melihat makanan Agnes yang bercampur dengan minuman. Dia melirik Alana dan Agnes bergantian. "Siapapun yang melakukan hal itu, aku rasa dia bukan seorang manusia. Dia membuang makanan dengan sia-sia. Padahal di luar sana masih banyak orang yang kesusahan."
Alana menatap Amanda tajam. Apa wanita ini mencoba mempermalukannya? Dia melihat sekitarnya yang menatap kearah meja mereka. Bahkan dia mendengar bisikan-bisikan mereka yang memuji Amanda.
Alana mendengus kesal dan beralih menatap Amanda dan berkata, "Berarti mereka bukan manusia, karena mereka juga melakukan hal itu lebih dulu. Dan aku hanya ingin mereka berdua tahu, bagaimana rasanya di perlakukan seperti itu. Permisi Mrs.!!!" Alana menekan panggilan ke Amanda dan memilih pergi. Niatnya ingin mengundang perhatian Bara, jadi sia-sia karena kemunculan wanita itu.
Justru dia terlihat sangat konyol di depan semua orang dengan apa yang sudah dia perbuat. Hah... Rasanya sangat aneh saat dia melakukan hal itu di depan semua orang. Apalagi image nya sudah berubah di mata semua orang.
Tapi dia juga muak saat semua memuji Amanda. Wanita itu baru masuk, sudah bisa mengambil hati semua orang. Cih... Alana yakin jika semua itu hanya topeng saja. Lihat saja nanti!! Lama kelamaan, seringai asli wanita itu pasti akan terlihat.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
fafa
hahaha bagus kak lanjut
2023-07-08
1