Bab 12 Guru Baru

Sudah beberapa hari, Bara mengacuhkannya. Setiap pulang dari sekolah, Bara akan pergi menemui wanita itu. Harusnya Alana senang karena dia bisa bebas. Tapi semua justru membuat Alana berfikiran yang tidak-tidak.

Dia membayangkan apa yang Bara lakukan dengan wanita itu. Apa mereka melakukan hal yang senonoh? Mungkin saja saat ini mereka sudah saling mengungkapkan perasaan satu sama lain. Untuk itu mereka lebih sering menghabiskan waktu bersama. Bukankah seperti itu jika sedang jatuh cinta? Kita rela melakukan apapun demi bisa bersama dengan orang yang kita cintai.

Tapi tetap saja, perasaan Alana tidak tenang. Terkadang dia merasa khawatir karena Bara yang tidak kunjung pulang. Kadang dia merasa bodoh karena menunggu Bara. Bahkan untuk menghilangkan pikiran buruknya, Alana memilih membersihkan kembali rumah Bara. Dia melakukan hal itu untuk mengalihkan pikirannya agar tidak tertuju pada Bara. Dan jika di sekolah, dia akan mengikuti semua kegiatan untuk membuat nya sibuk agar bisa melupakan perasaan aneh yang dia rasakan saat ini.

Dia berusaha bersikap seperti biasanya saat di rumah maupun di sekolah. Dia juga melakukan kewajibannya seperti biasa. Tapi hari ini sedikit berbeda. Saat dia berangkat ke sekolah, dia merasa heran karena semua temannya berkumpul. Dia menerobos kerumunan itu dan melihat Amanda yang datang bersama dengan Bara.

"Wanita itu." geram Alana dalam hati

"Siapa wanita cantik yang datang dengan Mr. Bara?"

"Sepertinya dia guru baru di sini. Tadi aku melihat wanita itu masuk ke ruang kepala sekolah."

"Bukankah mereka terlihat serasi?"

Alana mendengus kesal mendengar pembicaraan siswa yang berkumpul disana. Dia keluar dari kerumunan dan memilih masuk ke kelasnya.

Dalam hati, dia tidak berhenti mengumpat karena Bara secara terang-terangan menunjukkan kedekatannya dengan wanita itu. Hah.. Apa mereka ingin go publik? Bahkan saat dia dekat dengan Rayhan, Bara terlihat sangat marah dan menuduhnya berselingkuh. Lalu sekarang yang pria itu lakukan, apa namanya? Bukankah itu tidak adil?

Alana duduk di kursinya dengan kesal. Dan Rayhan yang duduk di sebelahnya merasa heran, "kau kenapa?" tanyanya

"Tidak." jawab Alana singkat

"O iya, apa kau lihat wanita yang datang bersama Mr. Bara? Ternyata dia guru baru di sekolah ini. Namanya Mrs. Amanda. Bahkan baru pertama masuk saja, Mrs. Amanda sudah terkenal dan terlihat serasi dengan Mr. Bara." seru Rayhan panjang lebar

Alana menatap sinis Rayhan. Lihat!! Bahkan sahabatnya memuji wanita itu. Hah.. sebenarnya apa hebatnya wanita itu?? Tapi, jika wanita itu menjadi guru di sekolah ini, itu artinya dia akan sering bertemu dengan Bara, bukan?

Hah... Sial!! Jika begini, rencana untuk membalas Bara akan gagal. Tapi, sekarang bukan saatnya memikirkan dendamnya. Mungkin dia bisa membicarakan hal ini dengan Bara, mau bagaimana kelanjutan pernikahan ini? Atau dia mengadu saja pada mertuanya jika Bara berselingkuh, siapa tahu dengan begitu, mereka akan bercerai dan dia akan bebas. Ide yang bagus, bukan?

Tapi, apa benar itu yang dia inginkan?

Saat ini, rasanya dia tidak rela jika Bara bersama dengan Amanda. Bahkan karena wanita itu, Bara mengacuhkannya. Sepertinya dia harus mencari cara untuk menarik perhatian Bara lagi. Apa dia harus berulah kembali agar Bara melihatnya?

Alana menampilkan senyum evil nya. Dia mencari duo keong racun dan mencari masalah dengan keduanya.

"Hai... Bagaimana kabar kalian berdua? Kalian baik-baik saja? Apa kalian menjalani hari-hari kalian dengan baik?" Alana duduk di depan keduanya yang sedang menikmati makanan mereka di kantin.

"Ma-mau apa kau? Bu-bukan kah kita sudah impas?" seru Ericka ketakutan

Alana tersenyum manis. Dia mengambil minuman Agnes dan meminumnya. "Ah... Segarnya." ucapnya. Tapi kemudian dia menuangkan minuman itu kedalam makanan Agnes. "Kau juga harus mencobanya, Nes." seru Alana mengejek

Agnes mengepalkan kedua tangannya geram. Tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa. Mau melawan pun percuma karena dia akan kalah. Ingin mengadu? Itu juga tidak mungkin karena Alana akan menyebarkan video dirinya yang memalukan.

"Apa yang kau lakukan, hah?" teriak Ericka

"Oh... Kau marah?? Padahal aku cuma melakukan hal yang sama seperti yang kalian lakukan."

"Tapi bukannya kau......"

"Apa?" sela Alana. Dia menang karena keduanya tidak berani membalasnya. Tapi sialnya, perbuatannya di lihat oleh Amanda. Wanita itu menghampiri mereka.

"Ada apa ini?" tanya Amanda

Agnes dan Ericka hanya terdiam, sedangkan Alana memutar kedua bola matanya malas. Kenapa harus wanita itu yang datang dan bukan Bara?

Amanda melihat makanan Agnes yang bercampur dengan minuman. Dia melirik Alana dan Agnes bergantian. "Siapapun yang melakukan hal itu, aku rasa dia bukan seorang manusia. Dia membuang makanan dengan sia-sia. Padahal di luar sana masih banyak orang yang kesusahan."

Alana menatap Amanda tajam. Apa wanita ini mencoba mempermalukannya? Dia melihat sekitarnya yang menatap kearah meja mereka. Bahkan dia mendengar bisikan-bisikan mereka yang memuji Amanda.

Alana mendengus kesal dan beralih menatap Amanda dan berkata, "Berarti mereka bukan manusia, karena mereka juga melakukan hal itu lebih dulu. Dan aku hanya ingin mereka berdua tahu, bagaimana rasanya di perlakukan seperti itu. Permisi Mrs.!!!" Alana menekan panggilan ke Amanda dan memilih pergi. Niatnya ingin mengundang perhatian Bara, jadi sia-sia karena kemunculan wanita itu.

Justru dia terlihat sangat konyol di depan semua orang dengan apa yang sudah dia perbuat. Hah... Rasanya sangat aneh saat dia melakukan hal itu di depan semua orang. Apalagi image nya sudah berubah di mata semua orang.

Tapi dia juga muak saat semua memuji Amanda. Wanita itu baru masuk, sudah bisa mengambil hati semua orang. Cih... Alana yakin jika semua itu hanya topeng saja. Lihat saja nanti!! Lama kelamaan, seringai asli wanita itu pasti akan terlihat.

Terpopuler

Comments

fafa

fafa

hahaha bagus kak lanjut

2023-07-08

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1 Dijodohkan
2 Bab 2 Menikah
3 Bab 3 Di Hukum
4 Bab 4 Selingkuh?
5 Bab 5 Menjadi Istri Yang Baik
6 Bab 6 Menahan Emosi
7 Bab 7 Kedatangan Orang Tua
8 Bab 8 Menginap
9 Bab 9 Sandiwara Di Pagi Hari
10 Bab 10 Makan Malam Yang Gagal
11 Bab 11 Perasaan Aneh
12 Bab 12 Guru Baru
13 Bab 13 Meminta Penjelasan
14 Bab 14 Kegelisahan Bara
15 Bab 15 Aku Membencimu, Mr.
16 Bab 16 Dia Adalah Istri ku
17 Bab 17 Ciuman Pertama
18 Bab 18 Penjelasan Alana
19 Bab 19 Syarat
20 Bab 20 Peringatan
21 Bab 21 Percobaan Penculikan
22 Bab 22 Maaf Mr.
23 Bab 23 Rencana Lain Amanda
24 Bab 24 Balasan Alana
25 Bab 25 Balasan Alana 2
26 Bab 26 Aku Yang Menyebarkan Video Itu
27 Bab 27 Pengakuan Alana
28 Bab 28 Sakit
29 Bab 29 Jangan Baik Padaku, Mr.
30 Bab 30 Pamer
31 Bab 31 Bahaya Mengintai
32 Bab 32 Di Culik
33 Bab 33 Di Culik 2
34 Bab 34 Rencana Kabur
35 Bab 35 Pura-pura Kerasukan Hantu
36 Bab 36 Petunjuk
37 Bab 37 Kemarahan Bara
38 Bab 38 Pingsan
39 Bab 39 Rencana Bara Dan Rayhan
40 Bab 40 Tertangkap Lagi
41 Bab 41 Keberadaan Alana
42 Bab 42 Terluka
43 Bab 43 Membaik
44 Bab 44 Apa Benar Kau Mencintaiku?
45 Bab 45 Pertanyaan Yang Sama
46 Bab 46 Ketahuan
47 Bab 47 Menyesal
48 Bab 48 Sama-sama Gengsi
49 Bab 49 Pengakuan
50 Bab 50 Gagal
51 Bab 51 Keputusan
52 Bab 52 Mulai Bucin
53 Bab 53 Gosip
54 Bab 54 Pengumuman
Episodes

Updated 54 Episodes

1
Bab 1 Dijodohkan
2
Bab 2 Menikah
3
Bab 3 Di Hukum
4
Bab 4 Selingkuh?
5
Bab 5 Menjadi Istri Yang Baik
6
Bab 6 Menahan Emosi
7
Bab 7 Kedatangan Orang Tua
8
Bab 8 Menginap
9
Bab 9 Sandiwara Di Pagi Hari
10
Bab 10 Makan Malam Yang Gagal
11
Bab 11 Perasaan Aneh
12
Bab 12 Guru Baru
13
Bab 13 Meminta Penjelasan
14
Bab 14 Kegelisahan Bara
15
Bab 15 Aku Membencimu, Mr.
16
Bab 16 Dia Adalah Istri ku
17
Bab 17 Ciuman Pertama
18
Bab 18 Penjelasan Alana
19
Bab 19 Syarat
20
Bab 20 Peringatan
21
Bab 21 Percobaan Penculikan
22
Bab 22 Maaf Mr.
23
Bab 23 Rencana Lain Amanda
24
Bab 24 Balasan Alana
25
Bab 25 Balasan Alana 2
26
Bab 26 Aku Yang Menyebarkan Video Itu
27
Bab 27 Pengakuan Alana
28
Bab 28 Sakit
29
Bab 29 Jangan Baik Padaku, Mr.
30
Bab 30 Pamer
31
Bab 31 Bahaya Mengintai
32
Bab 32 Di Culik
33
Bab 33 Di Culik 2
34
Bab 34 Rencana Kabur
35
Bab 35 Pura-pura Kerasukan Hantu
36
Bab 36 Petunjuk
37
Bab 37 Kemarahan Bara
38
Bab 38 Pingsan
39
Bab 39 Rencana Bara Dan Rayhan
40
Bab 40 Tertangkap Lagi
41
Bab 41 Keberadaan Alana
42
Bab 42 Terluka
43
Bab 43 Membaik
44
Bab 44 Apa Benar Kau Mencintaiku?
45
Bab 45 Pertanyaan Yang Sama
46
Bab 46 Ketahuan
47
Bab 47 Menyesal
48
Bab 48 Sama-sama Gengsi
49
Bab 49 Pengakuan
50
Bab 50 Gagal
51
Bab 51 Keputusan
52
Bab 52 Mulai Bucin
53
Bab 53 Gosip
54
Bab 54 Pengumuman

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!