Keesokan harinya, Alana tidak lagi menyiapkan sarapan ataupun membersihkan rumah. Dia sudah memutuskan untuk kembali menjadi Alana yang dulu. Dia sudah lelah menjadi sosok lain demi Bara dan kedua orang tuanya.
Sebenarnya semua itu dia lakukan untuk mengambil hati Bara dan membuatnya patah hati saat dia mencampakkannya. Tapi yang terjadi justru dia terjebak dalam permainannya sendiri.
Ya, dia akui jika dirinya mulai menyukai Bara. Tapi dia sadar jika Bara sudah mempunyai wanita yang dia cinta. Untuk itu, Alana memilih diam dan memendam perasaannya. Dia bahkan berniat membuang jauh-jauh perasaannya sebelum rasa itu tumbuh semakin besar.
Alana kembali berbuat ulah dengan membolos dan tidak mengerjakan pr. Dia bahkan kembali mendapatkan hukuman dari gurunya. Dia juga sudah tidak perduli dengan gosip suaminya dan Amanda. Terserah mereka mau melakukan apapun. Toh tidak ada yang tahu tentang pernikahan mereka.
Perubahan Alana membuat Rayhan bingung. Dia sudah terbiasa dengan sikap Alana yang seenaknya. Walaupun terkadang dia merasa kasihan karena Alana selalu di hukum oleh guru, tapi dia menyukai sifat Alana yang apa adanya tanpa menjaga image. Tapi saat Alana berubah menjadi lebih baik, Rayhan juga ikut senang. Hanya saja, dia merasa jika perubahan itu terlalu di paksakan. Tapi Rayhan juga tidak berani menanyakan pada Alana, kenapa dia bersikap seperti itu?
Dan sekarang, Alana sudah kembali. Dia menjadi Alana yang dulu, yang dia kenal. Tapi dia justru khawatir pada Alana.
"Ada apa sebenarnya, Al?" tanya Rayhan
"Ng? Apanya yang ada apa?" tanya Alana bingung
"Kemarin kau berubah menjadi anak baik, tapi sekarang kau kembali ke wujud asli mu."
Plak
"Aw..." Rayhan mengaduh saat kepalanya di pukul Alana. "kenapa kau memukulku?" gerutunya sambil mengusap kepalanya
"Apa maksudmu kembali ke wujud semula?" sungut Alana
"Aku kan hanya mengatakan yang sebenarnya." gerutu Rayhan
"Dengar ya, kemarin itu aku hanya mengikuti permintaan Daddy saja. Dia mengancam ku, jadi mau tidak mau, aku harus berubah menjadi gadis yang penurut. Tapi sekarang,...." Alana merangkul bahu Rayhan dan berkata, "Aku lelah berpura-pura baik di mata orang lain. Jadi, aku ingin orang melihat ku yang apa adanya. Seperti sekarang ini." ucap Alana
Rayhan tersenyum dan membalas pelukan Alana. "Ya, kau lebih cocok seperti ini. Kau terlihat aneh saat menjadi baik." ejek Rayhan
"Kau..." Alana melingkarkan lengannya di leher Rayhan dengan sesekali menjitak kepalanya. Tapi bukannya marah, Rayhan justru tertawa.
Hal itu di saksikan langsung oleh Bara. Dia menghampiri keduanya dengan hati yang panas. "Apa yang kalian lakukan?" tanyanya dengan wajah yang dingin
"Eh.. Mr. Bara." sapa Rayhan
Bara mengacuhkan Rayhan dan menatap Alana. Pandangannya beralih pada lengan Alana yang merangkul bahu Rayhan. Bara mengepalkan tangannya erat dan meminta Alana untuk ke ruangannya.
"Aku tunggu di ruangan ku!!" Bara pergi terlebih dahulu meninggalkan keduanya
Alana memutar kedua bola matanya malas. Dia meminta Rayhan untuk kembali ke kelas terlebih dahulu sedangkan dia mengikuti Bara ke ruangannya.
"Ada apa?" tanya Alana setelah masuk di ruangan Bara
"Apa maksudmu mengumbar kemesraan di sekolah? Apa kau tidak tahu batasanmu, Alana?" geram Bara
"Batasan? Batasan seperti apa yang Mr. maksud? Bukankah kita sudah sepakat untuk tidak ikut campur urusan masing-masing? Apa aku pernah ikut campur saat Mr. bersama dengan Mers. Amanda?"
Bara terdiam. Dia menghela nafas panjang dan berkata, "jadi kau mau balas dendam?" tanya Bara
Alana menggelengkan kepalanya. Dia berjalan mendekati Bara dan berhenti tepat di belakang kursinya, "aku tidak balas dendam padamu, Mr. Aku hanya merasa, jika kau saja bisa melakukan apapun sesuka hatimu, kenapa aku tidak? Toh tidak ada yang tahu kita sudah menikah. Aku juga tidak membawa pria ke rumah. Jadi, aku harap kau tidak ikut campur urusan ku."
Bara menggebrak meja dan berdiri, "Kau adalah tanggung jawab ku, bagaimana mungkin aku tidak ikut campur dengan apa yang kau lakukan? Bagaimana jika terjadi sesuatu padamu? Apa yang harus aku katakan pada orang tuamu nanti?" sentak Bara
"Kalau begitu, kita bercerai saja. Dengan begitu, Mr. tidak perlu lagi bertanggung jawab. Kau bisa hidup bahagia dengan Mrs. Amanda dan aku akan menjalani hidup ku layaknya anak remaja lainnya."
"Kau..." ucapan Bara terhenti. Dia mengepalkan tangannya dan menghela nafas panjang. "Sudah aku katakan, beri aku waktu, Alana!! Aku..."
"Berapa lama? Berapa lama waktu yang Mr. butuhkan? Tidak sekarang ataupun nanti, semua itu akan sama saja, Mr. Kita tetap akan bercerai, bukan?" sela Alana
Bara menggeram kesal. Dia berdiri dan menunjuk Alana, "Bersihkan Aula sekolah sekarang juga."
"A-apa?" pekik Alana
"Itu hukuman untuk mu." Bara memilih pergi sebelum Alana kembali protes. Jika dia tidak mengakhiri pembicaraan mereka, yang ada semua akan semakin runyam. Apalagi akhir-akhir ini Alana terus saja meminta untuk bercerai. Bukan dia tidak mau, tapi dia belum siap. Entah apa yang membuatnya merasa seperti itu. Yang jelas, untuk saat ini dia membutuhkan waktu. Dia masih ragu jika hatinya masih mencintai Amanda. Tapi dia juga tidak mempunyai perasaan apapun pada Alana.
Sementara Alana, jangan di tanya lagi. Dia sangat kesal karena Bara menghukumnya tanpa alasan yang jelas. Dia tidak melakukan kesalahan, tapi dia justru di hukum membersihkan Aula sekolah.
"Dasar menyebalkan!! Kenapa dia seenaknya menghukum ku? Memangnya apa salahku?" gerutu Alana. Dengan hati yang kesal, Alana membersihkan Aula yang luas seorang diri. Tapi, dia di kejutkan oleh seseorang yang tiba-tiba mendekati nya. Dia adalah Amanda.
"Kau yang bernama Alana?" tanya Amanda
"Hm." Jawab Alana malas
Amanda melihat Alana dari atas sampai bawah. Dia tersenyum sinis dan berkata, "Aku dengar kau dan Bara sudah menikah. Kau pasti tahu, kan jika aku adalah wanita yang Bara cintai. Jadi lebih baik kau mundur. Lagipula kalian hanya di jodohkan dan tidak saling mencintai, bukan?" seru Amanda
Alana tidak menghiraukannya. Dia meneruskan tugasnya membersihkan Aula. Rasanya sangat lucu jika wanita itu memintanya untuk mundur. Kenapa dia tidak meminta Bara untuk menceraikan nya saja?
Amanda mendengus kesal karena diacuhkan oleh Alana. Dia menarik tangan Alana dan kembali berkata, "aku sedang berbicara dengan mu, sialan!!"
"Lepaskan aku, dasar wanita penggoda." teriak Alana
"Apa kau bilang?"
"Ya, wanita penggoda. Kau terus meminta suami orang untuk menemani mu, apa namanya jika bukan wanita penggoda. Cih.. murahan."
"Kau..." Ucapan Amanda terhenti saat melihat siswa-siswi datang karena teriakan mereka. Dan sialnya, Alana tidak menyadarinya karena dia berdiri membelakangi pintu. Hal itu di manfaatkan oleh Amanda. Dia mendekati Alana dan membisikkan sesuatu yang membuat Alana marah.
"Justru kau itu adalah Jalan9 kecil. Kau masih sekolah tapi sudah menikah. Apa orang tuamu kekurangan uang, sampai-sampai kau menjual tubuh mu pada gurumu sendiri?"
Alana melotot kan kedua matanya sempurna. Dia mendorong Amanda dan menampar pipinya, "Apa yang kau katakan, sialan?" teriak Alana
Amanda tersungkur dan menangis. Hal itu membuat semua siswa yang menyaksikannya bersorak memarahi Alana.
"Apa yang kau lakukan, Al?" teriak para siswa. Bahkan salah satu dari mereka melaporkan pada guru
Alana tersentak dan menoleh. Dia terkejut saat melihat banyak siswa di luar sana. Sejenak dia terdiam dan kembali menatap Amanda yang menyeringai. "Kau menjebak ku?"
"Kau kalah, Alana." ejek Amanda
Alana mendengus dan ingin menghajar Amanda, tapi Bara datang dan langsung menarik kasar tangan Alana, "Apa yang kau lakukan, hah?" teriak Bara
Amanda merasa senang. Dia di bantu berdiri oleh guru lain, sementara Bara memarahi Alana.
"Kali ini kau benar-benar keterlaluan Alana. Kau di skors satu Minggu." seru Bara
"Tapi Mr, Aku....."
"Cukup!! sekarang minta maaf pada Mrs. Amanda." perintah Bara
Alana mengepalkan tangannya. Dia menatap tajam Bara dan Amanda bergantian. "Aku tidak akan meminta maaf padanya karena aku tidak bersalah." seru Alana
"ALANA!!" bentak Bara
Alana tersentak kaget, begitu juga dengan siswa lainnya. Ini pertama kalinya mereka melihat Bara begitu marah. Sedangkan Amanda merasa sangat senang. Dengan begini, akan banyak orang yang membenci Alana, terutama Bara.
"Kau tau Mr? Aku sangat membencimu." Alana membuang sapu di tangannya dan pergi begitu saja. Hatinya sakit karena orang yang dia cintai, justru membentaknya di depan semua orang. Bahkan, dia membela Amanda tanpa mau mendengarkan penjelasan Alana.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 54 Episodes
Comments
Yunerty Blessa
kasian Alana di marahi oleh Bara tanpa mendengar penjelasan Alana,pergi saja Alana....biarkan Bara menyesal
2024-10-10
0
Qaisaa Nazarudin
Nagus Alana jangan mau di tindas..
2024-09-25
0
Dynamite
hih kezel tuan bara tidak kebijaksanaan 😖😖😖
2023-09-06
0