Angel tersadar dari lamunannya ketika suara Gracia memanggil.
"Angel, Mama sudah mau berangkat nih!" panggil Gracia dari ruang tengah.
Angel bergegas turun menemui mamanya yang telah siap dengan kopernya.
"Angel, jaga diri baik-baik, ya! Mama akan sering telepon. Ingat kalau ada apa-apa telepon Mama, ya!" pesan Gracia.
"Iya, Ma!" jawab Angel pelan.
"Kamu kenapa? Apa tidak enak badan? Dari pulang sekolah tadi kamu terus mengurung diri di kamar," ucap Gracia cemas sambil memegang wajah Angel. Ia merasa ada yang aneh dengan Angel.
"Aku tidak apa-apa, Ma. Hanya sedikit lelah," jawab Angel pelan. Dari matanya tiba-tiba setetes air mata jatuh membasahi pipi.
"Angel, kenapa menangis? Mama minta maaf tidak bisa lama-lama menemanimu. Tapi Mama janji sebisa mungkin untuk sering pulang menjengukmu. Kamu jangan sedih, ya! Mama jadi tidak tega meninggalkanmu," bujuk Gracia yang langsung memeluk Angel. Melihat putrinya itu menangis membuatnya berat untuk pergi.
"Tidak apa-apa, Ma. Mama tidak perlu khawatir. Angel akan baik-baik saja. Kan ada Ibu Michelle yang bisa menemani Angel," kata Angel berusaha tersenyum untuk menenangkan hati mamanya.
Sebenarnya bukan karena kepergian Gracia yang membuat Angel menangis. Tapi karena teringat akan Lei yang akhirnya membuatnya tak bisa menahan air matanya untuk jatuh. Ia ingin sekali memiliki teman yang bisa mendengarnya saat ini. Ia ingin sekali menceritakan semua perasaannya pada mamanya. Tapi ia tak ingin membuat mamanya jadi cemas. Jadi Angel hanya bisa memendamnya sendiri.
Gracia mengelus-elus rambut Angel dengan rasa sayang. Kemudian mencium keningnya. Bunyi klakson mobil terdengar dari luar.
"Taksinya sudah datang. Mama pergi dulu. Kamu jaga diri baik-baik, ya! Ingat, kalau ada apa-apa segera telepon Mama atau temui Michelle," pesan Gracia sebelum pergi.
Angel menjawabnya dengan anggukan. Mereka lalu berjalan ke luar. Gracia memeluk Angel dengan erat sebelum masuk ke dalam mobil. Angel melambaikan tangannya dibalas Gracia dari balik jendela mobil. Taksi kemudian melaju membawa Gracia meninggalkan rumah Angel. Angel kembali masuk ke dalam rumah. Suasana rumah menjadi sangat sepi dan hampa. Sehampa hati Angel kini.
...🍂🍂🍂...
Pagi ini dengan seragam lengkap Angel pergi ke sekolah seperti biasanya. Yang berbeda, dia mengambil jalur yang berlawanan menuju arah sekolah. Kemana ia akan pergi?
Angel berjalan menuju ke halte dan menaiki sebuah bus. Setelah semua penumpang naik, bus melaju meninggalkan halte. Dan semakin jauh meninggalkan sekolah. Angel mengeluarkan hoodie hitam dari dalam tas. Ia segera mengenakannya untuk menutupi seragam sekolahnya. Tatapannya menyapu pemandangan di luar jendela.
Bus masih terus melaju. Satu jam perjalanan, aroma laut mulai tercium dari kejauhan. Deburan ombak mulai terdengar perlahan. Angel sampai di tempat tujuan. Ia segera turun. Setelah berjalan beberapa meter. Hamparan pasir putih telah terbentang luas di depannya.
Benar, hari ini Angel bolos sekolah. Ia tidak punya semangat untuk masuk sekolah. Apalagi harus melihat orang yang disukainya bergandengan tangan dengan orang lain. Di dalam hati Angel masih menyimpan banyak tanda tanya. Melihat sikap Maria yang tidak akan memberikan sedikitpun kesempatan bagi Angel untuk berbicara dengan Lei. Maka Angel hanya bisa menyerah dan berusaha melupakannya.
Hari ini Angel memutuskan untuk bolos sekolah dan pergi ke pantai. Pantai yang sama ketika masih bersama Lei. Meskipun mengingatkan kenangan bersama dirinya. Itu tidak seberapa dibandingkan harus berhadapan langsung dengannya. Dan berpura-pura bahwa semua baik-baik saja. Dia sudah terlanjur menyukai Lei. Padahal ia belum sempat mengatakannya tapi sudah harus merasakan pedihnya patah hati.
Angel menutupi kepalanya dengan hoodie. Kemudian berjalan menyusuri sisi pantai. Ia memutuskan untuk duduk di tepi pantai yang tak terjangkau debur ombak.
Deburan ombak kencang datang bergulung-gulung. Angel hanya diam memperhatikan. Kenangan saat bersama Lei kembali terlintas. Saat mereka saling menyemburkan air hingga basah kuyup, bermain kejar-kejaran, membangun istana pasir sampai melihat matahari terbenam. Semua masih teringat jelas. Meskipun sinar matahari semakin panas. Tapi Angel tak peduli. Ia masih duduk diam dengan tangan memeluk lutut.
Sementara itu, dari jarak yang cukup jauh nampak ada seseorang yang seperti sedang memperhatikan Angel. Namun Angel tidak menyadarinya.
...🍂🍂🍂...
Suasana sekolah tetap sama seperti biasanya walaupun tanpa kehadiran Angel. Maria dan Lei masih sama lengketnya seperti hari kemarin. Pagi ini mereka datang lebih awal. Sekarang mereka sedang berjalan menuju ke kantin. Seperti kata May kemarin, Maria beberapa kali melotot tajam pada beberapa murid perempuan yang berani menatap kagum pada Lei saat berpapasan dengannya. Mereka sampai dibuat bergidik dan memilih menghindar. Sedangkan Lei tetap menunjukkan sikap dingin. Sangat berbeda dengan Lei yang hangat saat bersama Angel. Walau sudah menjadi kekasih Maria tetapi sikapnya sangat berbeda dengan saat dirinya bersama Angel.
Meskipun Maria berhasil membuat Lei jatuh cinta kepadanya tetapi ia tidak akan bisa mengubah sifatnya seperti perlakuan Lei kepada Angel. Karena di hati Lei tidak menginginkan Maria.
Maria berjalan dengan angkuh sambil memandang sekelilingnya. Sedang tangan kanannya menggandeng lengan Lei. Mereka sampai di kantin dan duduk di meja yang berada di tengah-tengah ruangan
Lucy berjalan menuju ke kelasnya. Hari ini ia berniat untuk berbicara dengan Angel. Ia telah salah paham kepada Angel dan merasa bersalah padanya. Oleh karena itu ia ingin meminta maaf dan memperbaiki hubungan persahabatan mereka. Meski masih tidak begitu yakin dengan cerita Angel mengenai sosok asli Lei. Namun ia tidak ingin memikirkan hal itu. Ia tidak mau bertengkar lagi karena hal bodoh semacam itu. Lucy baru sadar tidak ada teman yang sebaik Angel. Angel adalah satu-satunya sahabat yang paling baik yang bisa mengerti dirinya. Jarang Lucy punya teman yang begitu dekat selain Angel. Kebanyakan teman yang ia kenal sangat egois dan munafik, seperti misalnya hanya baik di depan dan menjelekkan di belakang. Salah satu sifat yang dibenci Lucy. Dan Angel tidak seperti itu. Angel, teman yang apa adanya. Makanya ia sangat menyesal telah memusuhinya. Sekarang ia hanya berharap semoga Angel mau memaafkannya.
Lucy masuk ke kelas. Ia melihat bangku Angel yang masih kosong. Ia lalu duduk di bangkunya sambil menunggu kedatangan Angel, Lucy mengeluarkan sebuah buku dan membacanya.
Bel telah berbunyi. Semua murid telah masuk ke dalam kelas, kecuali Angel. Bangkunya masih kosong. Sampai Guru masuk ke dalam kelas dan pelajaran pertama berakhir Angel tidak juga muncul. Yakinlah Lucy bahwa hari ini Angel tidak masuk. Ia berkata dalam hati. 'Angel tidak masuk sekolah? Apa yang terjadi? Apa dia masih sakit?'
Lucy mulai mengkhawatirkannya. Ia menatap Lei di seberang tempat duduknya. Lei nampak biasa saja. Wajahnya tetap tanpa ekspresi.
Setelah berpikir agak lama, akhirnya ia memutuskan untuk pergi ke rumah Angel sepulang sekolah nanti. Seperti rencana Lucy barusan, sepulang sekolah ia langsung pergi ke rumah Angel. Sesampai di rumah Angel, Lucy masih nampak ragu. Takut kalau kedatangannya tidak disambut baik oleh Angel. Ia berdiri cukup lama di depan pintu rumah Angel. Ia kembali mengingat tujuannya hari ini untuk berbaikan dengan Angel. Akhirnya dengan penuh tekad dan keberanian ia mengetuk pintu rumah Angel.
Tok ... Tok ... Tok ...
Tak ada jawaban. Kembali Lucy mengetuk pintu sambil terus menunggu. Lagi-lagi tidak ada jawaban. Lucy mencoba sekali lagi. Dan tetap tidak ada jawaban.
'Aneh sekali. Apa Angel tidak ada di rumah? Ke mana dia pergi?' pikir Lucy.
Setelah menunggu hampir setengah jam, akhirnya Lucy memutuskan untuk pergi. Dan menemui Angel besok di sekolah. Angel baru pulang setelah hari menjelang sore.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
AngeL curhat aja sama Angela ... eh aku tau rasanya yg kmu rasakan sekarang
2023-12-20
1