Jam istirahat.
Perihal Angel dan Lei yang sama-sama terlambat masuk ke kelas menjadi gosip hangat di waktu istirahat. Gosip itu menyebar dengan cepat. Sampai-sampai hampir seisi sekolah tahu berita itu. Maklum saja karena Lei cukup populer di kalangan murid-murid perempuan jadi hal sepele semacam ini pun bisa menjadi heboh.
Seperti biasa tiap jam istirahat beberapa teman sekelas Angel yang semuanya perempuan pasti akan datang menghampiri Lei di tempat duduknya. Kadang ada juga dari kelas lain. Kali ini mereka mengajukan seribu satu pertanyaan terkait alasan terlambatnya Angel dan Lei bersama. Malah Angel pun ikut diinterogasi oleh beberapa fans dadakan Lei. Hal itu membuat Lucy semakin muak. Namun Angel tak menanggapi pertanyaan mereka. Ia lebih memilih menghindar ke tempat yang sepi dan tenang, di atap sekolah. Sudah bisa dipastikan Lei lah yang harus menjelaskannya kepada para fans-nya itu.
"Lei, kenapa kamu dan Angel bisa sama-sama terlambat masuk kelas?" tanya si A temen sekelasnya.
"Iya. Kalian habis dari mana?" timpal B.
"Terlambat saja pakai janjian. Aku juga mau terlambat masuk sama kamu. Cuma sayangnya kita tidak sekelas," ujar C murid dari kelas lain.
"Aku tadi tidak sengaja bertemu Angel di jalan. Dia kehilangan kunci rumahnya saat akan menuju ke sekolah. Jadi, aku membantunya mencari kunci yang hilang itu dulu," jelas Lei berbohong.
"Oh. Ternyata kamu baik sekali!" puji B dengan kekaguman di wajahnya.
"Iya, tidak hanya tampan tapi juga baik hati ya," sahut D yang diikuti anggukan oleh semuanya.
"Biasa saja. Kalian terlalu berlebihan," ucap Lei.
Ia berpikir bagaimana caranya untuk melarikan diri dari kerumunan gadis-gadis ini yang membuatnya gerah. Dipikiran Lei saat ini hanya tertuju kepada Angel.
"Lei, kamu tidak pacaran dengan Angel, kan?" tanya A tiba-tiba.
"Tidak. Kami hanya berteman," jawab Lei datar.
"Oh, syukurlah! Jadi, kamu tidak membuat kami patah hati," timpal A lagi. Sedangkan yang lainnya mengiyakan sambil cekikikan. Lei hanya bisa menghela nafas berat.
Di luar kelas terlihat tiga murid dari kelas lain yang merupakan anggota tim basket sedang mengawasi Lei. Mereka terlihat tidak senang dan mencibir Lei.
"Ck, lihat murid baru itu. Baru saja dua hari masuk ke sekolah ini sudah begitu digilai para perempuan. Hanya masalah terlambat masuk pun bisa jadi heboh," kata kapten basket yang bernama Marvel.
"Kita dari anggota tim basket yang terkenal di sekolah ini, masih kalah populer dari dia," timpal seorang temannya yang bernama Kevin.
"Pakai sihir kali tuh anak," tuduh teman lain yang bernama Alex.
"Sudahlah. Ayo, kita pergi," ajak Marvel kepada teman-temannya.
...🍀🍀🍀...
Angel masih menikmati kesendiriannya. Suasana yang penuh ketenangan membuat perasaannya nyaman. Merasa sedikit lebih rileks meskipun untuk sementara waktu. Karena masih banyak hal tak terduga yang akan ia hadapi selanjutnya. Namun Angel tidak ingin memikirkan semua itu. Ia ingin menikmati sedikit ketenangannya sampai bel kembali berbunyi dan memaksanya untuk kembali ke kelas.
...🍀🍀🍀...
Bel tanda berakhirnya pelajaran berbunyi nyaring. Murid-murid berhamburan meninggalkan kelas. Lucy pun dengan cepat meninggalkan kelas. Angel menghela nafas lega sambil membereskan buku-bukunya ke dalam tas. Beberapa murid masih asyik mengobrol di kelas. Lei masih sibuk menulis.
Usai memasukkan semua buku ke dalam tas, Angel berdiri hendak segera pulang. Angel berjalan melewati Lei.
"Tunggu sebentar, Angel!" panggil Lei.
Angel menoleh dan hanya diam. Ia melemparkan secarik kertas ke atas meja Lei dan pergi meninggalkannya. Lei membuka dan membaca isinya.
[𝚃𝚞𝚗𝚐𝚐𝚞 𝚊𝚔𝚞 𝚍𝚒 𝚛𝚞𝚖𝚊𝚑. 𝙻𝚊𝚗𝚓𝚞𝚝𝚔𝚊𝚗 𝚌𝚊𝚝𝚊𝚝𝚊𝚗𝚖𝚞 𝚍𝚒 𝚛𝚞𝚖𝚊𝚑 𝚜𝚊𝚓𝚊 𝚗𝚊𝚗𝚝𝚒 𝚊𝚔𝚊𝚗 𝚊𝚔𝚞 𝚙𝚒𝚗𝚓𝚊𝚖𝚔𝚊𝚗 𝚌𝚊𝚝𝚊𝚝𝚊𝚗𝚔𝚞.]
Lei kemudian membereskan buku-bukunya dan pulang mengikuti saran Angel.
...🍀🍀🍀...
Angel memasukkan kunci dan membuka pintu rumah. Dengan lelah berjalan memasuki ruang keluarga. Di sana sudah ada Neville yang duduk manis menunggu di sofa.
"Hai, Angel!" sapa Neville.
"Hari yang melelahkan," keluh Angel sambil melemparkan tasnya ke samping Neville kemudian menjatuhkan tubuhnya di atas sofa lain.
"Kamu baik-baik saja?" tanya Neville penuh perhatian.
"Ya. Kamu belum menyelesaikan catatanmu, kan? Ambillah buku catatanku di dalam tas," perintah Angel dengan malas.
"Aku sudah menyelesaikannya," kata Neville santai.
"Cepat sekali. Bagaimana caranya? Sedangkan aku baru pulang kamu sudah duduk di sini," tanya Angel tak percaya.
"Gampang. Aku mengingat semuanya di kepalaku dan menyalinnya begitu aku tiba di sini. Aku hanya perlu mengucapkannya saja maka pulpen itu akan bergerak sendiri menulis sesuai ucapan ku," jelas Neville pada Angel.
"Wah, hebat!" ucap Angel kagum.
"Tentu saja, aku kan malaikat," kata Neville bangga.
Angel menatap Neville dengan seksama saat malaikat itu tidak memperhatikannya.
'Dark Angel atau Devil bukankah sama? Masih menyebut diri sendiri malaikat,' batin Angel.
Neville menoleh pada Angel. "Apa menurutmu begitu?"
Angel gelagapan. Dia lupa kalau Neville bisa mendengar suara hatinya. "Eh, itu ... sepertinya memang begitu, kan?!"
Neville menyunggingkan senyum yang penuh misteri.
"Oh, aku harus masak. Aku ke dapur dulu!" ucap Angel yang sebenarnya berusaha menghindar.
"Tidak perlu masak. Aku belikan ramen untukmu. Ada di atas meja," sahut Neville.
"Hah? Kamu dapat uang dari mana?" tanya Angel tak sangka.
"Malaikat bisa melakukan apa saja," jawab Neville sembari mengedipkan sebelah mata.
"Hm, begitu," ucap Angel. Ia melihat bungkusan plastik di atas meja. Kemudian mengeluarkan dua porsi ramen.
"Kamu belum makan?"
"Aku menunggumu untuk makan bersama," jawab Neville. Dan ia pun mendekati meja makan lalu duduk di depan Angel. Mereka menikmati ramen bersama.
"Em, boleh aku bertanya?" tanya Angel setelah ia menghabiskan makanannya.
"Ya. Apa?" jawab Neville.
"Siapa itu ... dua malaikat yang tadi pagi menyerang mu?" tanya Angel penasaran.
"Malaikat kembar itu, Annabelle dan Mariabelle. Mereka itu White Angel. Malaikat kepercayaan Astru. Yang memegang pedang itu Annabelle dan yang ingin menyerang mu itu adiknya, Mariabelle. Tugas mereka menangkap malaikat yang suka mengacau dan berkeliaran di dunia manusia. Mereka bekerja sesuai perintah Astru," jelas Neville.
"Lalu, kenapa mereka ingin menangkap mu?" tanya Angel lagi.
"Mungkin karena aku diam-diam berada di dunia manusia dan berhubungan langsung dengan manusia. Aku juga tidak begitu paham. Tapi Inger mengawasi dunia manusia seperti mata yang tidak pernah tidur. Ada di mana-mana dan selalu melaporkan semuanya kepada Astru," ujar Neville.
"Siapa lagi itu Inger? Apa mereka juga malaikat?" tanya Angel.
"Inger adalah kelompok pasukan pengawas di dunia manusia. Keberadaan mereka sangat sulit dideteksi. Aku juga tidak tahu seperti apa wujud mereka. Apakah malaikat atau lainnya. Tidak ada yang tahu persis wujud mereka bahkan malaikat pun tak dapat mengetahuinya. Kecuali Astru sendiri," jawab Neville.
"Apa manusia selain aku juga bisa melihat sosok kedua malaikat tadi?" tanya Angel lagi penuh keingintahuan.
"Tidak. Kecuali manusia yang tanpa sengaja berhubungan langsung dengan malaikat-malaikat itu. Seperti kamu," ucap Neville mengarah pada saat pertama bertemu Angel.
Angel merenung sejenak sambil mengangguk-ngangguk mengingat peristiwa saat tanpa sengaja Neville keluar dari cermin nya ketika membaca mantra cinta.
Angel kembali mengarahkan perhatiannya pada Neville dan memberikan banyak pertanyaan yang masih mengganjal di hatinya. Neville dengan senang hati menjawab dan menjelaskan semua keingintahuan Angel tentang dirinya dan dunianya.
"Oya ... Bukankah Mariabelle dan Annabelle itu memiliki sayap putih dan mengenakan pakaian serba putih. Kenapa kamu memiliki sayap hitam? Sangat bertolak belakang," tanya Angel kepada Neville dengan wajah polos.
"Kan sudah kubilang mereka itu White Angel dan aku Dark Angel. Seperti manusia, ada yang kaya dan miskin, yang baik dan jahat, yang terhormat dan terhina. Yang kaya pasti dihormati dan dianggap baik dan yang miskin selalu dipandang rendah dan buruk," jelas Neville menggunakan perumpamaan.
'Bukankah kamu itu Devil?' Angel tiba-tiba menyelutuk di dalam hati. Neville seketika menaikkan sebelah alisnya. Angel tersadar.
"Itu tidak benar. Tidak semua manusia yang kaya itu baik. Banyak yang kaya karena menipu. Meskipun terhormat itu hanya terlihat di luarnya saja. Dan tidak juga semua yang miskin itu jahat atau buruk. Malah mereka itu lebih bertindak jujur dan rendah hati," sanggah Angel tak setuju.
"Aku kan hanya mengumpamakan. Tapi, dunia kami White Angel selalu dianggap baik dan dihormati. Mereka memiliki derajat yang lebih tinggi daripada kami," terang Neville menjelaskan keadaan di dunianya yang berbeda.
"Apakah kamu termasuk jahat? Bukankah Dark Angel itu malaikat kegelapan? Atau ... iblis?" tanya Angel hati-hati.
"Apa aku pernah menyakitimu?" Neville bertanya balik.
Angel menggelengkan kepalanya pelan.
"Aku minta maaf tentang masalah Lucy. Dan juga kejadian tadi pagi yang hampir mencelakakan dirimu." Neville merasa bersalah karena sejak kemunculannya telah banyak membuat masalah bagi Angel. Meskipun sekarang Angel tidak lagi menyalahkan Neville dan karena emosi sehingga memarahinya.
"Itu bukan salahmu. Aku yang membawamu kemari. Aku yang harus minta maaf telah marah-marah dan membuatmu sampai dikejar oleh dua kembaran itu," kata Angel kini merasa tak enak hati.
"Sebenarnya itulah alasan mengapa aku muncul sebagai murid baru di sekolahmu. Aku ingin selalu melindungi mu. Karena mereka bukan hanya ingin menangkap ku tapi kamu juga. Kamu juga sedang diincar," ucap Neville yang membuat Angel tak mengerti.
"Aku? Kenapa aku juga termasuk?" tanyanya tak mengerti.
"Karena manusia tidak boleh terlibat dalam hubungan apapun dengan malaikat. Seharusnya manusia tidak mengetahui keberadaan kami apalagi melihat kami secara nyata. Katanya itu juga termasuk pelanggaran hukum," terang Neville tanpa berniat menakut-nakuti Angel.
Sepertinya Angel mulai mengerti. Ia hanya terdiam memikirkan setiap penjelasan Neville mencoba untuk memahaminya. Tapi semua sudah terjadi sampai di sini. Kalaupun pada akhirnya ia terpaksa dibawa ke dunia malaikat oleh utusan Astru, ia tidak akan takut karena Neville pasti akan melindunginya. Angel menghela nafas panjang dan memfokuskan pikiran kembali pada Neville yang sedang memainkan kuku jarinya. Masih ada yang ingin ia ketahui.
"Em ... Neville, apa kamu punya saudara?" tanya Angel pelan.
"Tidak," jawab Neville singkat.
"Orang tua?"
"Tentu saja ada," sahut Neville.
"Apa mereka juga tinggal di dunia malaikat?" tanya Angel dengan antusias.
Neville terdiam sejenak seperti sedang memikirkan sesuatu. Lalu melemparkan tatapannya ke sebuah jam dinding yang tak jauh dari sana. Jam menunjukkan pukul 15.46 sore.
"Sudah sore. Besok saja aku ceritakan. Aku harus pergi. Kamu istirahatlah!" kata Neville lalu bangkit dari kursinya.
Ia berjalan menuju ke halaman belakang dan melayang pergi dari kediaman Angel. Angel hanya terdiam.
'Aneh sekali. Apa dia marah?' ucap Angel dalam hati.
"Oya, aku harus beres-beres dulu," ucapnya pada diri sendiri dan mulai sibuk dengan piring kotor yang ada di meja. Kemudian melanjutkan dengan pekerjaan rumah lainnya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂
kok diem... harusnya pke mode urak urakan
2023-12-20
1
🔵🍭ͪ ͩ🥜⃫⃟⃤🍁ѕαηti❣️🦚⃝⃟ˢᴴ
Marvel iri kayak nya sama lei karena perhatian gadis gadis berubah haluan ke lei
2023-11-08
1
🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦𝐀⃝🥀𝑰voᷠnͦeͮℛᵉˣ
Ternyata dunia malaikatpun dibedakan menurut kasta2nya.. dan yaa baru tau tidak semua dark angel itu jahat 🤭
2023-10-17
1