8# Pertemuan Yang Tak Terduga

Pagi ini Angel datang ke sekolah lebih awal dari biasanya. Gedung sekolah masih terlihat sepi, hanya ada beberapa murid di dalam kelas. Lei juga tidak terlihat bersamanya.

Sampai di tempat duduk, Angel lalu mengeluarkan bukunya dan mulai menyelesaikan sisa PR yang tak sempat dikerjakan semalam. Suasana kelas yang masih sunyi menambah konsentrasi belajarnya. Sehingga dengan mudah dapat ia selesaikan. Lei yang baru datang langsung menghampiri Angel.

"Aku mencari mu di rumah ternyata kamu sudah ada di sini," kata Lei sambil memperhatikan apa yang Angel kerjakan. "Apa yang kamu kerjakan? Pagi-pagi sekali sudah sampai di sekolah."

"Menyelesaikan sisa PR. Semalam aku tak sempat mengerjakannya karena sudah mengantuk sekali. Jadi datang agak pagi untuk menyelesaikannya," jawab Angel sambil menulis.

"Oh," gumam Lei. Ia tiba-tiba menunduk mendekati Angel dan berkata dengan setengah berbisik. "Mau pinjam punyaku?"

"Tidak. Aku sudah selesai," tolak Angel yang lalu menutup bukunya dan memasukkannya kembali ke dalam tas.

Angel menyandarkan punggungnya ke kursi dengan santai dan menarik nafas dalam-dalam.

"Ah ... Udara pagi memang masih segar," ucapnya sambil diikuti hembusan nafas yang pelan.

Beberapa murid telah masuk ke dalam kelas. Suasana mulai berisik. Sekolah mulai ramai oleh murid yang berdatangan.

Angel berdiri melangkahkan kaki menuju tempat duduk Lei di samping jendela. Pemandangan di bawah yang merupakan taman sekolah terlihat jelas dari kelasnya yang berada di lantai dua ini. Ia terlihat begitu menikmati pemandangan di luar. Lei yang berada di tempat duduk Angel hanya memperhatikan. Membiarkan gadis itu menikmati kesendiriannya.

Lucy masuk ke dalam kelas tanpa disadari oleh Angel. Lei yang berada di tempat duduk Angel dengan jelas menangkap sosok Lucy yang berjalan menuju kursinya yang berjarak dua bangku di depan bangku Angel. Lucy tersenyum tipis saat menyadari Lei melihatnya. Namun Lei tak menggubrisnya. Lucy pun duduk di bangkunya memunggungi Lei.

Angel membalikkan badannya memanggil Lei dan tak sengaja melihat Lucy di bangkunya. Lucy langsung membuang muka. Lei mendekati Angel tanpa memperdulikan Lucy. Padahal tempat duduk mereka berseberangan.

Sejak hari pertama Lei masuk ke kelas ini, Lucy mulai sering mencuri pandang ke arah teman sekelasnya itu. Tetapi Lei tak pernah menanggapi atau menyapanya. Yang membuat Lucy semakin benci kepada Angel adalah Lei hanya baik kepada Angel saja. Ditambah dengan melihat keakraban mereka berdua yang ada di sampingnya kini membuat hatinya semakin panas. Karena tak suka melihat kedekatan Angel dan Lei yang membuatnya cemburu, Lucy dengan perasaan jengkel langsung meninggalkan kelas. Lei menyadari hal itu dan tak mempedulikannya. Ia lebih peduli kepada Angel daripada siapapun.

Setelah puas menikmati pemandangan dari jendela Angel segera meninggalkan tempat duduk Lei dan kembali ke tempatnya. Kelas kini sudah ramai dengan semua penghuninya.

"Angel, ada yang mencari mu di luar!" kata ketua kelas yang baru tiba.

"Siapa?" tanya Angel kembali.

"Entah. Dia menunggumu di gerbang sekolah," jawabnya.

Angel merasa penasaran karena sebelumnya tidak pernah ada orang yang sampai mencarinya di sekolah. Ia pun segera keluar dari kelasnya menuju ke gerbang sekolah untuk mengetahui siapa yang datang menemuinya itu. Dan tentu saja Lei dengan setia mengikutinya di belakang.

Beberapa meter dari gerbang sekolah, Angel sudah dapat melihat siapa yang menunggunya di sana. Sosok seorang wanita berpakaian rapi serta menenteng tas bermerk melambaikan tangannya kepada Angel. Senyum di wajah Angel langsung mengembang. Ia berlari menghampiri wanita yang biasa disapa Gracia itu. Kemudian memeluk wanita itu dengan erat.

"Mama," panggil Angel yang dibalas senyuman sayang dari sang mama.

Kebahagiaan tersirat sangat jelas di wajah Angel. Lei memperhatikannya dari jauh manakala mengetahui wanita itu adalah mamanya Angel. Tak ingin mengganggu kebersamaan mereka, Lei memilih kembali ke kelas sendiri.

"Mama, kapan pulang? Surprise sekali sampai mengunjungiku di sekolah," tanya Angel senang. Ia memperhatikan mamanya yang meskipun sudah berusia empat puluhan tahun namun masih terlihat sangat modis dan awet muda.

"Baru sampai langsung datang kemari. Mama tidak memiliki kunci untuk masuk rumah," jawab wanita yang senang menguncir rapi rambut panjangnya ke belakang.

"Jadi, Mama kemari hanya untuk meminta kunci dariku?" tebak Angel yang langsung mengeluarkan kunci dari saku bajunya dan memberikannya kepada Gracia

"Tidak juga. Sekalian Mama ingin menemui teman lama Mama. Dia guru di sekolah ini," ucap Gracia.

"Ngomong-ngomong, bagaimana kabar anak Mama yang satu ini? Kelihatannya agak kurus," tanya Mama Angel sambil memperhatikan Angel dari kepala hingga kaki.

"Baik, Ma. Dari dulu memang kurus begini, kan," ucap Angel.

"Siapa nama teman Mama yang ingin Mama temui? Mungkin aku bisa mengantar Mama ke sana," Angel menawarkan diri.

"Namanya Michelle. Kamu tahu?" tanya Mamanya.

"Ibu Michelle. Ya, aku tahu. Dia guru biologi sekaligus perawat sekolah. Ayo, Ma, aku antar! Ibu Michelle biasanya ada di ruang UKS," ajak Angel sambil menggandeng mamanya menuju ke ruang UKS.

Pintu ruang UKS biasanya tertutup. Namun ada papan keterangan yang tergantung di depan pintu yang menunjukkan kehadiran. Angel mengetuk pintu itu tiga kali. Tidak lama terdengar suara dari dalam yang menyuruhnya masuk.

Angel meraih gagang pintu dan membukanya. Nampak seorang guru yang kelihatan masih muda dan cantik duduk di kursinya sedang sibuk memeriksa catatan.

"Michelle," panggil Gracia girang.

Michelle menoleh pada orang yang memanggilnya. "Gracia!" seru Michelle dengan senyum ramah.

Michelle langsung berdiri menghampiri Gracia. Keduanya berpelukan seperti sudah lama tidak bertemu. Michelle menyuruh mereka masuk dan mempersilahkan untuk duduk.

"Sudah lama sekali tidak bertemu. Kamu masih sama cantik seperti dulu," puji Gracia.

"Kamu terlalu berlebihan. Bagaimana kabarmu, Grace? Kamu juga terlihat hebat," balas Michelle. Dirinya tidak menyangka akan dikunjungi oleh teman lamanya.

"Dan ... Angel? Ada keperluan apa?" tanya Michelle yang baru menyadari Angel juga ada di ruangannya.

"Angel ini putriku, Michelle. Dia yang mengantarku ke ruangan ini," jelas Gracia.

"Oya?! Astaga, aku baru tahu Angel itu putrimu. Maaf ya, Angel," ucap Michelle merasa tidak enak.

"Tidak apa-apa, Bu!" balas Angel.

"Lalu Grace, kapan kamu pulang?" tanya Michelle sambil menyodorkan minuman kepada Angel dan mamanya.

"Baru pagi ini. Kebetulan aku ditugaskan selama seminggu di kota ini. Jadi, selama seminggu ini aku akan berada di sini," terang Gracia.

"Oh ... Lalu, selama ini Angel tinggal dengan siapa?" tanya Michelle.

"Angel tinggal sendiri di rumah," jawab Gracia.

"Tinggal sendiri? Oh, kasihan Angel. Andai aku tahu lebih cepat kalau Angel ini putrimu, aku bisa membantumu menjaganya. Angel, kalau merasa kesepian datanglah ke rumahku," ucap Michelle kepada Angel.

"Tidak apa-apa, Bu. Aku sudah terbiasa mandiri," sahut Angel.

"Aku benar-benar baru tahu kalau Angel ini putrimu," ujar Michelle pada Gracia.

"Tidak apa-apa. Aku pikir Angel bukan anak yang manja. Lagipula dia sudah besar," kata Gracia sambil merangkul Angel.

"Iya aku tahu. Namanya seorang anak meskipun sudah besar tetap butuh perhatian dari orang tuanya. Angel, jika kamu butuh teman datang cari Ibu, ya! Ini kartu nama Ibu. Kamu bisa datang ke alamat itu," suruh Michelle sembari memberikan kartu namanya pada Angel. Angel menerimanya sambil mengucapkan terima kasih.

Michelle dan Gracia melanjutkan kembali perbincangan mereka dengan akrab. Bercerita mengenai pekerjaan dan pengalaman baru mereka. Sampai hal-hal yang kurang begitu penting sekalipun. Mengingat kembali pekerjaan yang harus mereka lakukan akhirnya harus menyudahi percakapan ini.

"Baiklah, Michelle aku pamit dulu, ya. Masih ada urusan lain. Lain kali jika ada kesempatan aku akan datang mengunjungimu lagi," kata Gracia mohon pamit.

"Iya, aku mengerti. Mari, aku antar," ajak Michelle.

Ketiganya lalu berjalan keluar dari ruang UKS menuju gerbang sekolah. Tepat saat bel masuk kelas berbunyi terdengar suara Lei di belakang memanggil nama Angel.

Angel diikuti Gracia dan Michelle menoleh. Lei menghampiri mereka. Seketika raut wajah kaget menghiasi wajah Lei dan Michelle saat keduanya bertatap muka.

"Neville?!" ucap Michelle spontan.

Lei hanya diam saja. Perasaan kaget dan tak percaya terukir jelas di wajahnya. Angel pun terkejut mendengar Michelle memanggil nama asli Lei. Suasana tiba-tiba menjadi hening. Angel berinisiatif menarik tangan Lei pergi mengingat mereka harus segera kembali ke kelas.

"Mama, Ibu Michelle, kami duluan, ya. Bel sudah berbunyi, kami harus kembali ke kelas," pamit Angel yang menarik Lei pergi.

Tatapan Gracia dan Michelle mengikuti kedua anak itu hingga menghilang dari pandangan.

"Apa itu teman sekelasnya Angel? Mereka terlihat akrab," tanya Gracia.

"Sepertinya murid baru. Aku baru pertama kali ini melihatnya," jawab Michelle seperti sedang memikirkan sesuatu. "Memang dasarnya anak muda. Baru kenal cepat sudah akrab," lanjutnya menghilangkan ketegangan di wajahnya.

Michelle kembali ke ruangannya setelah mengantar Gracia sampai ke pintu gerbang. Kini ia duduk di kursinya dengan beribu pertanyaan dalam benaknya.

Saat sekolah telah usai dan semua guru telah pulang meninggalkan sekolah. Nampak Michelle masih berada di ruang guru. Ia sedang mencari data tentang murid yang baru masuk hingga akhirnya berhasil menemukan berkas milik Lei. Ternyata Lei berada satu kelas dengan Angel. Didalam formulir hanya tertulis keterangan nama Lei. Tidak tercantum alamat tinggal ataupun keterangan lainnya. Ini sangat aneh, karena setiap murid di sekolah ini wajib mencantumkan data diri lengkap sebelum diterima masuk ke sekolah ini.

Michelle masih menggenggam berkas data milik Lei. Ia tampak berpikir keras. Sambil bergumam di dalam hatinya.

'Apakah dia menggunakan kekuatannya untuk mengelabui mata manusia? Jika benar begitu berarti dia masih murni. Tapi, bagaimana caranya dia bisa sampai ke dunia manusia?'

Michelle tahu dia takkan menemukan jawabannya jika tidak bertanya langsung kepada Neville. Akhirnya Michelle meninggalkan ruang guru dan menunggu saat yang tepat untuk berbicara langsung dengan Neville.

Tanpa banyak basa-basi, apalagi spam,

hanya ingin minta tolong dukungan dari pembaca.

Mohon jangan di boom like!

Dan berkomentarlah sesuai dengan jalan cerita.

Terima kasih!

Terpopuler

Comments

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦𝐀⃝🥀𝑰voᷠnͦeͮℛᵉˣ

🍃⃝⃟𝟰ˢ🫦𝐀⃝🥀𝑰voᷠnͦeͮℛᵉˣ

Banyak kejutan ternyata ibu Michelle juga seorang Neville

2023-12-20

4

☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂

☠ᵏᵋᶜᶟ Fiqrie Nafaz Cinta🦂

jngan keras"...
nty bisa jadi batu looo itu

2023-12-20

1

🍁𝐀𝐑𝐀❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ

🍁𝐀𝐑𝐀❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ

Lei kamu adalah laki laki idaman

2023-11-09

5

lihat semua
Episodes
1 1# Mantra
2 2# Dark Angel
3 3# Murid Baru
4 4# Omelette
5 5# Retaknya Persahabatan
6 6# Dark Angel vs White Angel
7 7# Angel Bertanya, Neville Menjawab
8 8# Pertemuan Yang Tak Terduga
9 9# Dia Ibuku
10 10# Kisah Pierre dan Michelle
11 11# Kedatangan Murid Baru Yang Meresahkan
12 12# Janjian Bertemu Sebagai Pembuktian Diri
13 13# Ide Angel
14 14# Ayo, Kita Buat Sebuah Kenangan
15 15# Ungkapan Hati Mariabelle
16 16# Cokelat
17 17# Ibu dan Anak
18 18# Apa Yang Sebenarnya Terjadi?
19 19# Bolos
20 20# Permintaan Maaf Lucy
21 21# Teman Baru
22 22# Insiden di Taman Sekolah
23 23# Kembali Ke Sekolah
24 24# Malaikat Penyelamat Lucy
25 25# Hampir Celaka
26 26# Pertemuan Dua Orang
27 27# Kedatangan Annabelle
28 28# Jeremy Meminta Bantuan Lucy
29 29# Ungkapan Perasaan
30 30# Jebakan
31 31# Menyelamatkan Angel
32 32# Malaikat Jatuh Cinta
33 33# Annabelle Kembali Ke Lumina
34 #34 Kunjungan Annabelle Ke Obscur
35 35# Sembuh Dengan Ajaib
36 36# Menyampaikan Kabar
37 37# Menolong Pria Asing
38 38# Pertemuan Yang Mengharukan
39 39# Kedatangan Louis di Rumah Angel
40 40# Makan Malam
41 41# Tamu Yang Ternyata Adalah ....
42 42# Cermin Hexagram
43 43# Mencari Penawar
44 44# Malaikat Pelindung
45 45# Tidak Akan Pernah Mengatakan
46 46# Terkunci di Atap Sekolah
47 47# Apa? Terkunci Lagi?
48 48# Serangan Mariabelle
49 49# Permintaan Tolong Michelle
50 50# Menulis Surat
51 51# Hanya Manusia Biasa
52 52# Paket Untuk Lei
53 53# Beban Pikiran Angel
54 54# Inisial Nama di Balik Cermin
55 55# Pergi ke Dunia Malaikat
56 56# Tertangkap
57 57# POV Astru - Pertemuan Dengan Eve
58 58# POV Astru - Harus Berpisah
59 59# POV Astru - Pertemuan Terakhir
60 60# Perbincangan Dengan Astru
61 61# Hari Pertama di Lumina-- Dilayani Dengan Baik
62 62# Tinggal di Kamar Seharian
63 63# Mencari Tahu
64 64# Makan Malam Bersama Yang Mulia
65 65# Akhirnya Bertemu....
66 66# Michelle Ketahuan Berbohong Oleh Maria
67 67# Kabar Tentang Angel
68 68# Perjanjian
69 69# Pulang
70 70# Menemukan Tempat Persembunyian Maria
71 71# Mariabelle Tertangkap
72 72# Mengadili Mariabelle
73 #73 Hukuman
74 74# Pilihan
75 75# Persiapan Prom Night
76 76# Prom Night, Pernyataan Cinta
77 EPILOG
78 KATA PENUTUP
Episodes

Updated 78 Episodes

1
1# Mantra
2
2# Dark Angel
3
3# Murid Baru
4
4# Omelette
5
5# Retaknya Persahabatan
6
6# Dark Angel vs White Angel
7
7# Angel Bertanya, Neville Menjawab
8
8# Pertemuan Yang Tak Terduga
9
9# Dia Ibuku
10
10# Kisah Pierre dan Michelle
11
11# Kedatangan Murid Baru Yang Meresahkan
12
12# Janjian Bertemu Sebagai Pembuktian Diri
13
13# Ide Angel
14
14# Ayo, Kita Buat Sebuah Kenangan
15
15# Ungkapan Hati Mariabelle
16
16# Cokelat
17
17# Ibu dan Anak
18
18# Apa Yang Sebenarnya Terjadi?
19
19# Bolos
20
20# Permintaan Maaf Lucy
21
21# Teman Baru
22
22# Insiden di Taman Sekolah
23
23# Kembali Ke Sekolah
24
24# Malaikat Penyelamat Lucy
25
25# Hampir Celaka
26
26# Pertemuan Dua Orang
27
27# Kedatangan Annabelle
28
28# Jeremy Meminta Bantuan Lucy
29
29# Ungkapan Perasaan
30
30# Jebakan
31
31# Menyelamatkan Angel
32
32# Malaikat Jatuh Cinta
33
33# Annabelle Kembali Ke Lumina
34
#34 Kunjungan Annabelle Ke Obscur
35
35# Sembuh Dengan Ajaib
36
36# Menyampaikan Kabar
37
37# Menolong Pria Asing
38
38# Pertemuan Yang Mengharukan
39
39# Kedatangan Louis di Rumah Angel
40
40# Makan Malam
41
41# Tamu Yang Ternyata Adalah ....
42
42# Cermin Hexagram
43
43# Mencari Penawar
44
44# Malaikat Pelindung
45
45# Tidak Akan Pernah Mengatakan
46
46# Terkunci di Atap Sekolah
47
47# Apa? Terkunci Lagi?
48
48# Serangan Mariabelle
49
49# Permintaan Tolong Michelle
50
50# Menulis Surat
51
51# Hanya Manusia Biasa
52
52# Paket Untuk Lei
53
53# Beban Pikiran Angel
54
54# Inisial Nama di Balik Cermin
55
55# Pergi ke Dunia Malaikat
56
56# Tertangkap
57
57# POV Astru - Pertemuan Dengan Eve
58
58# POV Astru - Harus Berpisah
59
59# POV Astru - Pertemuan Terakhir
60
60# Perbincangan Dengan Astru
61
61# Hari Pertama di Lumina-- Dilayani Dengan Baik
62
62# Tinggal di Kamar Seharian
63
63# Mencari Tahu
64
64# Makan Malam Bersama Yang Mulia
65
65# Akhirnya Bertemu....
66
66# Michelle Ketahuan Berbohong Oleh Maria
67
67# Kabar Tentang Angel
68
68# Perjanjian
69
69# Pulang
70
70# Menemukan Tempat Persembunyian Maria
71
71# Mariabelle Tertangkap
72
72# Mengadili Mariabelle
73
#73 Hukuman
74
74# Pilihan
75
75# Persiapan Prom Night
76
76# Prom Night, Pernyataan Cinta
77
EPILOG
78
KATA PENUTUP

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!