Angel kembali tersadar. Matanya terbelalak menatap Neville dengan rasa tak percaya.
'Tidak mungkin! Tidak mungkin! Bagaimana mungkin aku berjodoh dengan makhluk ini?!' sanggah Angel dalam hati.
Namun Neville dapat membaca pikiran Angel. Ia bisa mengetahui apa yang dipikirkan dan dikatakan Angel di dalam hati. Neville mengangkat sebelah alisnya.
"Kita berjodoh!?" ucap Neville tepat dengan pemikiran Angel.
Dengan cepat Angel membantah. "Tidak mungkin! Itu ... itu tidak mungkin! Pasti ada yang salah dengan mantra itu."
"Mungkin tidak. Bukankah kamu sudah mengucapkan mantra itu dan kemudian aku keluar dari cermin ini?" ujar Neville masih menggenggam cermin di tangannya.
"Tapi ... Tidak! Tidak! Aku ... Aku tidak mungkin berjodoh dengan mahkluk aneh sepertimu. Aku tidak mau!" tolak Angel mentah-mentah.
"Tidak mau? Mungkin jika kamu bisa mengembalikan aku ke dalam cermin ini," ucap Neville sambil menunjuk ke permukaan cermin yang dipegangnya kepada Angel.
"Aku tidak bisa. Aku ... Aku mana tahu caranya. Hiks ... Hiks ... Sekarang harus bagaimana? Pokoknya aku tidak mau," kata Angel lirih.
"Kalau begitu terima saja kenyataan bahwa kita ini berjodoh," kata Neville sambil berjalan mendekat ke tempat Angel berada. Angel dengan cepat mencegahnya. "Jangan mendekat!"
"Kenapa? Kamu masih takut kepadaku? Aku tidak akan berbuat jahat kepadamu. Percayalah!" janji Neville yang langsung menghentikan langkahnya.
"Kenapa jadi begini? Sebenarnya kamu ini siapa? Kamu itu manusia atau apa? Kenapa ada sayap hitam di punggungmu? Mahkluk apa sebenarnya kamu itu?" tanya Angel sambil menghapus sisa air mata di pipinya.
"Aku ... malaikat. Tapi, tenang saja aku bukan malaikat pencabut nyawa seperti yang kamu pikirkan," jawab Neville apa adanya.
"Jika kamu sudah tidak takut lagi kepadaku, keluarlah! Kita bisa bicara lebih banyak," lanjut Neville kemudian.
Angel lalu keluar dari balik tempat tidurnya perlahan-lahan. Ia duduk di atas kasurnya yang empuk beberapa langkah dari tempat Neville berdiri.
"Seperti malaikat ...," gumam Neville sambil menatap Angel yang menurutnya gadis yang sangat cantik.
"Aku bukan malaikat. Namaku Angel," potong Angel sebelum Neville melanjutkan kalimatnya.
"Kamu benarkah malaikat? Bukan malaikat pencabut nyawa, kan? Aku belum mau mati," lanjut Angel lagi.
"Sudah kukatakan aku bukan malaikat pencabut nyawa. Kamu tidak perlu takut. Aku juga tidak memiliki keahlian untuk mengambil nyawa orang lain," jawab Neville kalem.
Angel menatap Neville mencoba meyakinkan apa yang dikatakan Neville adalah kesungguhan. Ia memperhatikan Neville dengan seksama dari kepala hingga kaki. Neville mengenakan pakaian serba hitam, memiliki sepasang sayap hitam, warna kukunya putih seperti kulitnya, bola matanya hitam pekat, dan ia bertelanjang kaki. Ia tidak memiliki tanduk ataupun lingkaran cahaya malaikat di kepala seperti malaikat biasanya. Dia juga tidak memegang tombak ataupun berekor panah bahkan tidak memiliki ekor. Secara fisik memang mirip manusia jika saja dia bisa melenyapkan sepasang sayap di punggungnya itu. Wajahnya pun sangat tampan dengan kulitnya yang putih bersih. Mendadak Angel menjadi begitu terpesona dengan rupa malaikat didepannya itu. Angel segera menggelengkan kepala membuyarkan lamunan itu. Ketakutan dalam diri Angel perlahan mulai menghilang.
"Lalu, kau berasal darimana?" tanya Angel ingin tahu.
"Aku dari Obscur, negeri para Dark Angel," jawab Neville.
"Dark Angel? Jadi ada jenis malaikat lain juga? Apa Obscur itu seperti dunia manusia?" tanya Angel mulai tertarik. Rasa takutnya telah berganti menjadi rasa penasaran.
"Ada malaikat lain yang disebut White Angel. Layaknya dunia manusia memiliki banyak kota dan negara. Di dunia malaikat hanya ada dua wilayah yang terpisah berdasarkan golongan malaikat. Kamu tahu tidak? Batas antara dunia manusia dan dunia malaikat hanya setipis kaca yang tembus pandang," jelas Neville.
"Kalau begitu kalian bebas datang dan pergi ke dunia manusia dengan mudah. Apa kalian sering mengganggu manusia seperti hantu? Menakut-nakuti ketika malam tiba? Atau mungkin menolong mereka yang sedang susah?" tanya Angel polos.
"Tidak. Kami tidak menakut-nakuti dan kami punya peraturan yang harus ditaati. Malaikat seperti kami dilarang berkeliaran di dunia manusia tanpa izin dari Astru. Apalagi jika sampai mengganggu ketentraman hidup manusia. Hal itu bisa dianggap sebagai perbuatan jahat dan dapat dikenai hukuman berat," jelas Neville menegaskan.
"Memangnya Astru itu siapa?" tanya Angel penasaran.
"Dia adalah malaikat paling berkuasa dari semua golongan malaikat. Istananya berada di Lumina, negeri para White Angel. Dia malaikat yang dihormati, ditinggikan sekaligus disegani, pemimpin dan hakim di dunia malaikat," Neville menjelaskan.
"Oh. Seperti seorang raja. Jadi, sekarang apa yang akan kamu lakukan?" tanya Angel kembali ke sosok yang ada di depannya.
"Tidak akan melakukan apa-apa," jawab Neville singkat.
"Eh ... Maksudku kamu tidak mungkin muncul dan hanya diam di kamarku tanpa melakukan apa-apa, bukan!?" tanya Angel memastikan.
"Bukankah kamu sudah memanggilku? Jadi, aku akan tetap ada di mana pun kamu berada," jawab Neville menyunggingkan senyum.
"Heh ... I, itu, itu kan tidak disengaja. Ah, sudahlah pokoknya sekarang kamu harus pergi dari sini! Mau ke mana terserah. Kamu kan malaikat, bisa terbang atau hilang ke mana saja. Sudah kamu keluar sekarang juga dari kamarku! Aku ingin tidur. Besok aku harus sekolah," desak Angel memaksa.
"Begitu, ya. Tidak masalah," kata Neville kemudian meletakkan buku kuno itu ke atas meja belajar Angel.
"Mantranya tidak salah. Sepertinya cerminnya yang bermasalah," lanjut Neville lagi sambil mengangkat cermin hexagram dan memutarnya membuat pantulan wajahnya di cermin itu muncul dan menghilang berulang-ulang.
"Maksudmu?" tanya Angel tak mengerti.
Neville kembali menyunggingkan senyum yang misterius sambil menatap Angel. Ia lalu menaruh cermin hexagram itu ke atas meja dan berjalan menuju jendela kamar Angel. Ia mengangkat tangannya dan dengan lembut membuat gerakan menggeser di udara. Jendela kaca itu pun sontak terbuka mengikuti gerakan tangannya. Neville kemudian naik dan berjongkok di atas jendela. Ia mengembangkan kedua sayapnya kemudian terbang ke langit meninggalkan Angel yang diam setengah tak percaya dengan kejadian yang tengah dialaminya saat ini.
"Dark Angel? White Angel? Apakah Dark Angel itu sama dengan Devil? Jika iya berarti aku sudah memanggil iblis itu kemari. Tunggu! Apa? Oh, no! Tidak, tidak. Tidak mungkin! Jodohku tidak mungkin seorang iblis, bukan?" Angel berbicara seorang diri.
"Aduh, gawat sekali! Yang benar saja. Tadinya aku hanya penasaran dan iseng-iseng saja melakukannya. Tapi kenapa malah jadi seperti ini? Aku harus bagaimana sekarang? Aduh ...." Angel yang menjadi gelisah berjalan bolak-balik di kamarnya.
Dirinya sama sekali tidak menyangka kalau makhluk dari dunia lain akan keluar dari cermin itu. Bukannya menampilkan sosok wajah pria yang akan berjodoh dengannya kelak seperti yang tertulis di buku.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
🎵⭕🦾
tanyakan pd othor cb🤭
2024-01-28
4
🎵⭕🦾
kali ajh Neville nantinya berubah jd manusia seutuhnya.
2024-01-28
3
🎵⭕🦾
wah.. gimana dg Neville. krn Angel membaca mantra, akibatnya dia pindah ke alam manusia. bisa" kena hukuman. kasihan dh
2024-01-28
3