17# Ibu dan Anak

Taman hiburan memang selalu ramai di hari libur. Angel tampak sangat gembira. Begitu pula Michelle yang menikmati waktu bersamanya ini dengan Angel. Di taman hiburan, keduanya menaiki beberapa wahana permainan juga bermain games di beberapa stand. Puas bermain Angel mulai merasa lelah, Michelle mengajaknya untuk beristirahat. Setelah menemukan bangku kosong di pinggir taman hiburan, keduanya pun duduk di sana. Michelle berjalan ke counter es krim yang tidak jauh dari tempat duduknya dan membeli dua buah es krim untuk dirinya dan Angel. Michelle kembali ke tempat duduknya dan memberikan satu es krim kepada Angel. Berdua bersama Angel menikmati es krim sambil sesekali bercanda dan tertawa. Keduanya terlihat sangat akrab. Orang lain yang tidak tahu pasti mengira mereka adalah ibu dan anak.

"Bagaimana, Angel? Apa kamu senang?" tanya Michelle dengan perhatian penuh kepada Angel.

"Iya. Senang sekali. Sudah lama sekali rasanya tidak pernah bermain seperti ini," jawab Angel diliputi senyum kebahagiaan.

"Baguslah. Mungkin lain kali kita bisa pergi bersama lagi. Ibu juga baru pertama kali ini datang ke tempat ini. Ternyata cukup menyenangkan juga," ucap Michelle sambil tertawa.

"Ibu Michelle, terima kasih ya sudah menemaniku ke sini," ucap Angel.

"Iya. Tidak perlu sungkan, Angel. Kamu sudah Ibu anggap seperti anak sendiri. Sebelum bertemu kembali dengan putra Ibu, Ibu juga sering merasa kesepian dan sendirian di rumah. Oleh karena itu, Ibu mengerti bahwa sendiri itu tidak menyenangkan. Angel, jika merasa kesepian datanglah ke rumah Ibu. Atau kamu bisa menelepon Ibu, Ibu pasti akan datang menemanimu," kata Michelle dengan tulus.

"Iya, Bu. Terima kasih," ujar Angel.

"Nampaknya sudah sore. Apa kamu masih ingin bermain?" tanya Michelle.

"Tidak. Aku sudah merasa agak lelah," jawab Angel.

"Kalau begitu kita pulang saja, ya. Agar kamu bisa beristirahat dan supaya saat di sekolah besok tidak lelah lagi," ajak Michelle.

"Iya," sahut Angel menyetujui.

Keduanya pun berjalan pergi meninggalkan taman hiburan untuk pulang ke rumah masing-masing.

...🍂🍂🍂...

Maria masih berada di rumah Lei. Ia duduk di samping Lei sambil menyandarkan kepalanya ke bahu pemuda itu. Sedang jari tangannya terselip di antara jari-jari tangan Lei. Keduanya berpegangan tangan. Bahkan sesekali Lei menciumi pipi Maria. Maria tersenyum lebar. Keinginannya untuk mendapatkan Lei telah benar-benar terwujud.

Maria melepaskan genggaman tangan Lei. Lalu bangkit berdiri.

"Hari sudah sore. Aku pulang dulu, ya!" pamit Maria.

"Tapi, aku masih ingin kamu menemani ku di sini," ucap Lei seperti orang yang sedang mabuk.

"Besok kan kita bertemu di sekolah. Aku pasti akan menemanimu" kata Maria kemudian mencium pipi Lei dan pergi dengan perasaan penuh kemenangan.

...🍂🍂🍂...

Angel berjalan seorang diri menuju ke rumahnya karena arah rumahnya dan Michelle berlawanan arah. Awalnya Michelle menawarkan diri untuk menemaninya sampai di rumah tetapi Angel menolak karena tidak ingin merepotkan Michelle. Tak berapa lama akhirnya Angel sampai di rumah. Ia membuka pintu dan masuk ke dalam. Saat hendak menaiki anak tangga lantai atas untuk menuju kamarnya, Gracia muncul dari dapur.

"Angel, kamu sudah pulang?" tanyanya.

"Iya," jawab Angel.

"Segera mandilah dulu. Setelah mandi turun untuk makan malam, ya!" pesan Gracia.

Angel mengangguk pelan dan naik menuju ke kamarnya. Seperti perintah mamanya, setelah selesai mandi dan berganti pakaian ia langsung turun ke bawah, berjalan ke ruang tengah dan menyalakan TV. Gracia masih sibuk menyiapkan makanan ke meja makan. Setelah semua makanan siap ia memanggil Angel untuk makan.

"Angel, makanannya sudah siap. Ayo, makan dulu!" panggil Gracia dari meja makan.

Angel langsung berdiri kemudian berjalan ke meja makan dan duduk di kursi. Gracia mengambil nasi ke piring dan memberikannya pada Angel. Kemudian keduanya makan bersama.

"Angel, maaf, Mama jadinya meminta tolong Michelle untuk menemanimu ke taman hiburan. Bagaimana kalian tadi di sana? Apa bermain dengan seru?" tanya Gracia.

"Lumayan," jawab Angel tanpa menatap Gracia.

"Angel, kamu masih marah pada Mama?" tanya Gracia sembari menatapnya.

"Tidak," jawab Angel singkat.

"Mama minta maaf karena tidak bisa pergi denganmu. Mama ingin sekali pergi tapi mendadak ada rapat penting dan Mama tidak bisa tidak hadir. Mama tahu kamu pasti kecewa. Selama ini Mama tidak pernah ada waktu untukmu. Kamu pasti selalu merasa kesepian di rumah," ujar Gracia.

Angel tersenyum tipis. "Tidak. Harusnya aku lebih bisa mengerti Mama. Karena Mama sibuk seperti ini juga demi diriku. Aku minta maaf, ya, Ma. Jika selama ini aku belum menjadi anak yang berguna untuk Mama," kata Angel mencoba memahami posisi Gracia.

Gracia hanya tersenyum. Sambil memegang tangan Angel, ia berkata, "Kamu sudah menjadi anak yang baik. Itu sudah cukup untuk Mama."

"Oh ... besok Mama harus pergi lagi. Mama harus meninggalkan mu sendiri lagi. Kamu tidak apa-apa kan?" lanjut Gracia.

"Tidak, Ma. Aku sudah terbiasa mandiri. Jam berapa Mama pergi?" jawab Angel.

"Em ... Mungkin jam 3 sore. Mama akan berusaha untuk sering-sering pulang melihatmu," janji Gracia.

"Tidak perlu dipaksakan jika Mama memang sibuk. Telepon saja sudah cukup. Aku juga tidak apa-apa," kata Angel.

"Kamu yakin? Jika kamu merasa kesepian pergilah ke tempat Michelle. Dia teman Mama yang sangat baik. Mama akan tenang jika kamu didekatnya. Dan kalau ada apa-apa segera telepon Mama, ya," pesan Gracia pada Angel.

"Iya, Ma. Baiklah, aku sudah kenyang," kata Angel lalu bangkit dari tempat duduk.

"Ya sudah, kamu istirahat saja sana. Nanti biar Mama yang bereskan semuanya," ujar Gracia menyelesaikan makannya.

"Aku ke kamar ya, Ma," kata Angel.

"Iya," jawab Gracia.

Baru beberapa langkah Angel berhenti dan kembali menatap Gracia.

"Tapi ... ada bagusnya juga kalau Mama sering pulang. Aku jadi bisa sedikit bermalas-malasan. Hehehe ...," goda Angel sambil melirik Gracia dengan tawa.

"Hah ... Kamu ini ...," balas Gracia sambil melemparkan senyum.

Angel pun pergi ke kamarnya. Sampai di kamar Angel langsung merebahkan diri ke atas kasur. Pikirannya melayang teringat kepada Neville.

'Lei pergi ke mana ya? Hari ini tidak datang sama sekali. Tidak biasanya. Apa ada sesuatu yang terjadi padanya? Ah, tidak. Dia pasti baik-baik saja,' ucap Angel dalam hati yang sedikit merasa cemas.

Ia melirik jam weker di nakas samping tempat tidurnya. Waktu menunjukkan pukul 18.15. Angel kemudian bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke meja belajar. Ia memilih belajar sebentar untuk mengalihkan pikirannya dari Neville. Setelah itu menyiapkan buku pelajaran yang akan dibawa besok dan memasukkannya ke dalam tas. Setelah semuanya selesai ia pun pergi tidur.

Terpopuler

Comments

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️

Iya dikira Angel dan mamanya adik kakak saking kompaknya

2023-11-09

3

lihat semua
Episodes
1 1# Mantra
2 2# Dark Angel
3 3# Murid Baru
4 4# Omelette
5 5# Retaknya Persahabatan
6 6# Dark Angel vs White Angel
7 7# Angel Bertanya, Neville Menjawab
8 8# Pertemuan Yang Tak Terduga
9 9# Dia Ibuku
10 10# Kisah Pierre dan Michelle
11 11# Kedatangan Murid Baru Yang Meresahkan
12 12# Janjian Bertemu Sebagai Pembuktian Diri
13 13# Ide Angel
14 14# Ayo, Kita Buat Sebuah Kenangan
15 15# Ungkapan Hati Mariabelle
16 16# Cokelat
17 17# Ibu dan Anak
18 18# Apa Yang Sebenarnya Terjadi?
19 19# Bolos
20 20# Permintaan Maaf Lucy
21 21# Teman Baru
22 22# Insiden di Taman Sekolah
23 23# Kembali Ke Sekolah
24 24# Malaikat Penyelamat Lucy
25 25# Hampir Celaka
26 26# Pertemuan Dua Orang
27 27# Kedatangan Annabelle
28 28# Jeremy Meminta Bantuan Lucy
29 29# Ungkapan Perasaan
30 30# Jebakan
31 31# Menyelamatkan Angel
32 32# Malaikat Jatuh Cinta
33 33# Annabelle Kembali Ke Lumina
34 #34 Kunjungan Annabelle Ke Obscur
35 35# Sembuh Dengan Ajaib
36 36# Menyampaikan Kabar
37 37# Menolong Pria Asing
38 38# Pertemuan Yang Mengharukan
39 39# Kedatangan Louis di Rumah Angel
40 40# Makan Malam
41 41# Tamu Yang Ternyata Adalah ....
42 42# Cermin Hexagram
43 43# Mencari Penawar
44 44# Malaikat Pelindung
45 45# Tidak Akan Pernah Mengatakan
46 46# Terkunci di Atap Sekolah
47 47# Apa? Terkunci Lagi?
48 48# Serangan Mariabelle
49 49# Permintaan Tolong Michelle
50 50# Menulis Surat
51 51# Hanya Manusia Biasa
52 52# Paket Untuk Lei
53 53# Beban Pikiran Angel
54 54# Inisial Nama di Balik Cermin
55 55# Pergi ke Dunia Malaikat
56 56# Tertangkap
57 57# POV Astru - Pertemuan Dengan Eve
58 58# POV Astru - Harus Berpisah
59 59# POV Astru - Pertemuan Terakhir
60 60# Perbincangan Dengan Astru
61 61# Hari Pertama di Lumina-- Dilayani Dengan Baik
62 62# Tinggal di Kamar Seharian
63 63# Mencari Tahu
64 64# Makan Malam Bersama Yang Mulia
65 65# Akhirnya Bertemu....
66 66# Michelle Ketahuan Berbohong Oleh Maria
67 67# Kabar Tentang Angel
68 68# Perjanjian
69 69# Pulang
70 70# Menemukan Tempat Persembunyian Maria
71 71# Mariabelle Tertangkap
72 72# Mengadili Mariabelle
73 #73 Hukuman
74 74# Pilihan
75 75# Persiapan Prom Night
76 76# Prom Night, Pernyataan Cinta
77 EPILOG
78 KATA PENUTUP
Episodes

Updated 78 Episodes

1
1# Mantra
2
2# Dark Angel
3
3# Murid Baru
4
4# Omelette
5
5# Retaknya Persahabatan
6
6# Dark Angel vs White Angel
7
7# Angel Bertanya, Neville Menjawab
8
8# Pertemuan Yang Tak Terduga
9
9# Dia Ibuku
10
10# Kisah Pierre dan Michelle
11
11# Kedatangan Murid Baru Yang Meresahkan
12
12# Janjian Bertemu Sebagai Pembuktian Diri
13
13# Ide Angel
14
14# Ayo, Kita Buat Sebuah Kenangan
15
15# Ungkapan Hati Mariabelle
16
16# Cokelat
17
17# Ibu dan Anak
18
18# Apa Yang Sebenarnya Terjadi?
19
19# Bolos
20
20# Permintaan Maaf Lucy
21
21# Teman Baru
22
22# Insiden di Taman Sekolah
23
23# Kembali Ke Sekolah
24
24# Malaikat Penyelamat Lucy
25
25# Hampir Celaka
26
26# Pertemuan Dua Orang
27
27# Kedatangan Annabelle
28
28# Jeremy Meminta Bantuan Lucy
29
29# Ungkapan Perasaan
30
30# Jebakan
31
31# Menyelamatkan Angel
32
32# Malaikat Jatuh Cinta
33
33# Annabelle Kembali Ke Lumina
34
#34 Kunjungan Annabelle Ke Obscur
35
35# Sembuh Dengan Ajaib
36
36# Menyampaikan Kabar
37
37# Menolong Pria Asing
38
38# Pertemuan Yang Mengharukan
39
39# Kedatangan Louis di Rumah Angel
40
40# Makan Malam
41
41# Tamu Yang Ternyata Adalah ....
42
42# Cermin Hexagram
43
43# Mencari Penawar
44
44# Malaikat Pelindung
45
45# Tidak Akan Pernah Mengatakan
46
46# Terkunci di Atap Sekolah
47
47# Apa? Terkunci Lagi?
48
48# Serangan Mariabelle
49
49# Permintaan Tolong Michelle
50
50# Menulis Surat
51
51# Hanya Manusia Biasa
52
52# Paket Untuk Lei
53
53# Beban Pikiran Angel
54
54# Inisial Nama di Balik Cermin
55
55# Pergi ke Dunia Malaikat
56
56# Tertangkap
57
57# POV Astru - Pertemuan Dengan Eve
58
58# POV Astru - Harus Berpisah
59
59# POV Astru - Pertemuan Terakhir
60
60# Perbincangan Dengan Astru
61
61# Hari Pertama di Lumina-- Dilayani Dengan Baik
62
62# Tinggal di Kamar Seharian
63
63# Mencari Tahu
64
64# Makan Malam Bersama Yang Mulia
65
65# Akhirnya Bertemu....
66
66# Michelle Ketahuan Berbohong Oleh Maria
67
67# Kabar Tentang Angel
68
68# Perjanjian
69
69# Pulang
70
70# Menemukan Tempat Persembunyian Maria
71
71# Mariabelle Tertangkap
72
72# Mengadili Mariabelle
73
#73 Hukuman
74
74# Pilihan
75
75# Persiapan Prom Night
76
76# Prom Night, Pernyataan Cinta
77
EPILOG
78
KATA PENUTUP

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!