Taman hiburan memang selalu ramai di hari libur. Angel tampak sangat gembira. Begitu pula Michelle yang menikmati waktu bersamanya ini dengan Angel. Di taman hiburan, keduanya menaiki beberapa wahana permainan juga bermain games di beberapa stand. Puas bermain Angel mulai merasa lelah, Michelle mengajaknya untuk beristirahat. Setelah menemukan bangku kosong di pinggir taman hiburan, keduanya pun duduk di sana. Michelle berjalan ke counter es krim yang tidak jauh dari tempat duduknya dan membeli dua buah es krim untuk dirinya dan Angel. Michelle kembali ke tempat duduknya dan memberikan satu es krim kepada Angel. Berdua bersama Angel menikmati es krim sambil sesekali bercanda dan tertawa. Keduanya terlihat sangat akrab. Orang lain yang tidak tahu pasti mengira mereka adalah ibu dan anak.
"Bagaimana, Angel? Apa kamu senang?" tanya Michelle dengan perhatian penuh kepada Angel.
"Iya. Senang sekali. Sudah lama sekali rasanya tidak pernah bermain seperti ini," jawab Angel diliputi senyum kebahagiaan.
"Baguslah. Mungkin lain kali kita bisa pergi bersama lagi. Ibu juga baru pertama kali ini datang ke tempat ini. Ternyata cukup menyenangkan juga," ucap Michelle sambil tertawa.
"Ibu Michelle, terima kasih ya sudah menemaniku ke sini," ucap Angel.
"Iya. Tidak perlu sungkan, Angel. Kamu sudah Ibu anggap seperti anak sendiri. Sebelum bertemu kembali dengan putra Ibu, Ibu juga sering merasa kesepian dan sendirian di rumah. Oleh karena itu, Ibu mengerti bahwa sendiri itu tidak menyenangkan. Angel, jika merasa kesepian datanglah ke rumah Ibu. Atau kamu bisa menelepon Ibu, Ibu pasti akan datang menemanimu," kata Michelle dengan tulus.
"Iya, Bu. Terima kasih," ujar Angel.
"Nampaknya sudah sore. Apa kamu masih ingin bermain?" tanya Michelle.
"Tidak. Aku sudah merasa agak lelah," jawab Angel.
"Kalau begitu kita pulang saja, ya. Agar kamu bisa beristirahat dan supaya saat di sekolah besok tidak lelah lagi," ajak Michelle.
"Iya," sahut Angel menyetujui.
Keduanya pun berjalan pergi meninggalkan taman hiburan untuk pulang ke rumah masing-masing.
...🍂🍂🍂...
Maria masih berada di rumah Lei. Ia duduk di samping Lei sambil menyandarkan kepalanya ke bahu pemuda itu. Sedang jari tangannya terselip di antara jari-jari tangan Lei. Keduanya berpegangan tangan. Bahkan sesekali Lei menciumi pipi Maria. Maria tersenyum lebar. Keinginannya untuk mendapatkan Lei telah benar-benar terwujud.
Maria melepaskan genggaman tangan Lei. Lalu bangkit berdiri.
"Hari sudah sore. Aku pulang dulu, ya!" pamit Maria.
"Tapi, aku masih ingin kamu menemani ku di sini," ucap Lei seperti orang yang sedang mabuk.
"Besok kan kita bertemu di sekolah. Aku pasti akan menemanimu" kata Maria kemudian mencium pipi Lei dan pergi dengan perasaan penuh kemenangan.
...🍂🍂🍂...
Angel berjalan seorang diri menuju ke rumahnya karena arah rumahnya dan Michelle berlawanan arah. Awalnya Michelle menawarkan diri untuk menemaninya sampai di rumah tetapi Angel menolak karena tidak ingin merepotkan Michelle. Tak berapa lama akhirnya Angel sampai di rumah. Ia membuka pintu dan masuk ke dalam. Saat hendak menaiki anak tangga lantai atas untuk menuju kamarnya, Gracia muncul dari dapur.
"Angel, kamu sudah pulang?" tanyanya.
"Iya," jawab Angel.
"Segera mandilah dulu. Setelah mandi turun untuk makan malam, ya!" pesan Gracia.
Angel mengangguk pelan dan naik menuju ke kamarnya. Seperti perintah mamanya, setelah selesai mandi dan berganti pakaian ia langsung turun ke bawah, berjalan ke ruang tengah dan menyalakan TV. Gracia masih sibuk menyiapkan makanan ke meja makan. Setelah semua makanan siap ia memanggil Angel untuk makan.
"Angel, makanannya sudah siap. Ayo, makan dulu!" panggil Gracia dari meja makan.
Angel langsung berdiri kemudian berjalan ke meja makan dan duduk di kursi. Gracia mengambil nasi ke piring dan memberikannya pada Angel. Kemudian keduanya makan bersama.
"Angel, maaf, Mama jadinya meminta tolong Michelle untuk menemanimu ke taman hiburan. Bagaimana kalian tadi di sana? Apa bermain dengan seru?" tanya Gracia.
"Lumayan," jawab Angel tanpa menatap Gracia.
"Angel, kamu masih marah pada Mama?" tanya Gracia sembari menatapnya.
"Tidak," jawab Angel singkat.
"Mama minta maaf karena tidak bisa pergi denganmu. Mama ingin sekali pergi tapi mendadak ada rapat penting dan Mama tidak bisa tidak hadir. Mama tahu kamu pasti kecewa. Selama ini Mama tidak pernah ada waktu untukmu. Kamu pasti selalu merasa kesepian di rumah," ujar Gracia.
Angel tersenyum tipis. "Tidak. Harusnya aku lebih bisa mengerti Mama. Karena Mama sibuk seperti ini juga demi diriku. Aku minta maaf, ya, Ma. Jika selama ini aku belum menjadi anak yang berguna untuk Mama," kata Angel mencoba memahami posisi Gracia.
Gracia hanya tersenyum. Sambil memegang tangan Angel, ia berkata, "Kamu sudah menjadi anak yang baik. Itu sudah cukup untuk Mama."
"Oh ... besok Mama harus pergi lagi. Mama harus meninggalkan mu sendiri lagi. Kamu tidak apa-apa kan?" lanjut Gracia.
"Tidak, Ma. Aku sudah terbiasa mandiri. Jam berapa Mama pergi?" jawab Angel.
"Em ... Mungkin jam 3 sore. Mama akan berusaha untuk sering-sering pulang melihatmu," janji Gracia.
"Tidak perlu dipaksakan jika Mama memang sibuk. Telepon saja sudah cukup. Aku juga tidak apa-apa," kata Angel.
"Kamu yakin? Jika kamu merasa kesepian pergilah ke tempat Michelle. Dia teman Mama yang sangat baik. Mama akan tenang jika kamu didekatnya. Dan kalau ada apa-apa segera telepon Mama, ya," pesan Gracia pada Angel.
"Iya, Ma. Baiklah, aku sudah kenyang," kata Angel lalu bangkit dari tempat duduk.
"Ya sudah, kamu istirahat saja sana. Nanti biar Mama yang bereskan semuanya," ujar Gracia menyelesaikan makannya.
"Aku ke kamar ya, Ma," kata Angel.
"Iya," jawab Gracia.
Baru beberapa langkah Angel berhenti dan kembali menatap Gracia.
"Tapi ... ada bagusnya juga kalau Mama sering pulang. Aku jadi bisa sedikit bermalas-malasan. Hehehe ...," goda Angel sambil melirik Gracia dengan tawa.
"Hah ... Kamu ini ...," balas Gracia sambil melemparkan senyum.
Angel pun pergi ke kamarnya. Sampai di kamar Angel langsung merebahkan diri ke atas kasur. Pikirannya melayang teringat kepada Neville.
'Lei pergi ke mana ya? Hari ini tidak datang sama sekali. Tidak biasanya. Apa ada sesuatu yang terjadi padanya? Ah, tidak. Dia pasti baik-baik saja,' ucap Angel dalam hati yang sedikit merasa cemas.
Ia melirik jam weker di nakas samping tempat tidurnya. Waktu menunjukkan pukul 18.15. Angel kemudian bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke meja belajar. Ia memilih belajar sebentar untuk mengalihkan pikirannya dari Neville. Setelah itu menyiapkan buku pelajaran yang akan dibawa besok dan memasukkannya ke dalam tas. Setelah semuanya selesai ia pun pergi tidur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
Iya dikira Angel dan mamanya adik kakak saking kompaknya
2023-11-09
3