Kringggg ...
Bel tanda berakhirnya pelajaran berbunyi. Semua murid mulai meninggalkan kelas. Begitupun dengan Angel dan Lei. Namun tidak dengan Maria. Gadis itu masih sibuk menulis. Angel berjalan meninggalkan kelas diikuti oleh Lei dan tatapan mata Maria. Siang ini Lei meninggalkan Angel di gerbang sekolah.
"Kamu pulang duluan, ya! Aku masih ada urusan. Nanti aku akan ke rumahmu," ucap Lei.
"Kamu mau ke ruang UKS? Baiklah, aku tunggu di rumah. Bye," pamit Angel lalu berjalan pulang sendiri.
"Hati-hati!" pesan Lei.
Gedung sekolah mulai sepi. Lei masih berada di gerbang sekolah sedang menunggu seseorang. Dari kejauhan nampak orang yang ditunggunya dari tadi itu mulai berjalan mendekat. Sebelum ia melewati gerbang sekolah, Lei lebih dulu muncul di hadapannya. Maria tidak begitu terkejut, ia malah mengembangkan senyum.
"Menungguku?" tanya Maria yang tak menyangka Lei akan menunggunya.
"Jangan harap! Aku hanya ingin tahu apa tujuanmu kemari," kata Lei tanpa basa-basi.
"Aku tidak mengerti apa maksudmu," ucap Maria pura-pura tak mengerti.
"Apa dengan cara seperti ini kamu kira bisa menangkap ku?" kata Lei meremehkan.
"Aku sedang tidak menjalankan misi. Aku juga tidak berencana menangkap mu. Dengan wujud manusia seperti sekarang ini, aku bisa apa?" jelas Maria.
"Kamu sangat pandai berpura-pura. Aku beritahu saja, aku tidak mudah untuk masuk ke dalam perangkap mu," kecam Lei pada Maria.
"Terserah kamu saja. Jika kamu ingin tahu tujuanku sebenarnya, temui aku besok pukul 10 malam. Aku akan menunggumu di atap gedung sekolah ini," kata Maria dengan serius.
"Kamu berencana untuk mengepungku di sana? Agar kalian mudah membawaku, begitu kan?" tuduh Lei sengit.
"Kamu mau percaya atau tidak? Tapi aku sama sekali tidak berniat untuk menangkap mu. Sudah aku katakan ini bukan bagian dari tugasku. Kamu mau datang atau tidak, aku akan menunggu di sini," ucap Maria lalu pergi meninggalkan Lei.
Dalam hati, Lei menjadi semakin penasaran dengan Maria. 'Kalau bukan karena tugas. Lalu, apa tujuan sebenarnya?'
Sementara itu Lei belum memutuskan apakah akan menemui Maria sesuai dengan waktu yang disepakati atau tidak. Namun jika dia tidak menemuinya maka ia tidak akan pernah tahu tujuan kedatangan gadis itu ke dunia manusia ini.
...✡✡✡...
Angel mengeluarkan kunci dari saku bajunya untuk membuka pintu. Untung mamanya sudah menggandakan kunci tersebut jadi Angel bisa masuk ke rumah tanpa perlu menunggu mamanya pulang. Angel melangkah ke dalam rumah sambil memperhatikan sekeliling ruangan yang sudah tertata rapi. Saat masuk ke dapur, makanan pun telah tersedia di meja makan.
'Tumben sekali, makanan sudah tersedia siang ini. Biasanya mama hanya sempat memasak untuk makan malam saja,' gumam Angel di hati. Karena pasti mamanya yang mengerjakan semua ini.
Angel langsung berjalan menaiki tangga menuju ke kamarnya yang berada di lantai atas. Ia meletakkan tasnya ke atas kursi belajar dan melemparkan tubuhnya ke atas kasurnya yang empuk sambil meregangkan otot-otot bahu dan tangannya yang kaku.
"Sendirian lagi, ya!"
Sebuah suara mengagetkan Angel. Sontak ia bangun dan menoleh ke belakang. Di sana ia mendapati Neville yang sedang duduk sambil membaca buku di atas kasur empuk miliknya.
"Kamu ini ... selalu saja mengagetkan," gerutu Angel yang langsung membenarkan posisi duduknya. Sebuah pikiran terlintas di benaknya.
"Hei, kamu muncul tiba-tiba di kamarku. Bagaimana kalau kebetulan aku sedang berganti pakaian?"
"Tidak mungkin. Aku kan bisa membaca situasi," jawab Neville yakin.
"Ih, kamu ini ... Sudah cepat keluar dari kamarku!" gertak Angel.
"Kenapa? Kamu kan tidak sedang berganti pakaian," ucap Neville tak peduli.
"Ergh ... Dasar bodoh, aku ini perempuan dan kamu itu laki-laki. Bagaimana mungkin kamu berada satu kamar di sini denganku? Apa yang kamu pikirkan?!" Angel mulai geram dengan tingkah Neville.
"Aku kan tidak mengganggumu," ujar Neville membela diri.
"Pokoknya KELUAR!!" teriak Angel marah.
"Iya. Iya. Dasar cerewet!" kata Neville yang akhirnya keluar dari kamar Angel.
Angel turun dari lantai atas. Seragam sekolah yang masih menempel di tubuhnya tadi sudah berganti dengan pakaian biasa. Ia berjalan ke dapur hendak makan siang. Namun ia justru mendapati Neville sedang duduk di meja makan menikmati makanan yang ada di meja.
"Hei, siapa yang menyuruhmu makan?" tanya Angel mendekati Neville.
"Aku lapar. Karena banyak makanan di sini jadi aku makan saja," jawab Neville cuek.
"Dasar tidak sopan! Setidaknya minta ijin dulu! Kamu itu sedang berada di rumahku!" sungut Angel sambil duduk di kursinya dan ikut makan.
"Iya, maaf. Ngomong-ngomong masakan mama mu enak juga, ya," puji Neville pada Angel.
"Hm ... Memangnya masakan Ibu Michelle tidak enak?" goda Angel.
"Ah, tidak juga. Masakan Ibu juga enak," ucap Neville langsung menghabiskan makanannya.
"Aku sudah selesai. Kamu makan sendiri, ya!" lanjut Neville lagi. Sekejap mata ia sudah berpindah ke ruang tengah untuk menonton TV. Meninggalkan Angel yang makan sendiri.
'Dasar malaikat payah, semakin hari semakin menyusahkan saja,' gumam Angel di hati.
"Hei, hei, kamu membicarakan aku, ya?!" seru Neville dari ruang tengah.
"Mana ada. Memangnya aku bicara dengan siapa?" sahut Angel pura-pura bodoh.
"Kamu mau membohongiku?" tanya Neville yang sibuk dengan acara Tv-nya.
"Terserah!" ucap Angel menyerah.
Angel hanya menghela nafas dan kembali menghabiskan makanannya. Setelah itu mencuci semua piring kotor baru kemudian ikut bergabung dengan Neville di ruang tengah untuk menonton TV.
Neville terlihat begitu serius dengan acara yang ditontonnya. Sedangkan Angel kembali teringat dengan kedatangan Mariabelle sebagai murid baru di sekolah.
"Lei," panggil Angel pelan.
"Ya, apa?" jawab Neville tanpa mengalihkan perhatian dari TV.
"Em ... maksudku Neville ... Argh, memusingkan sekali memanggil satu orang dengan dua nama," sungut Angel.
"Panggil Lei saja kalau kamu lebih suka nama itu," kata Neville.
"Em ... Kira-kira apa kamu tahu rencana Maria datang ke sekolah dengan menyamar menjadi murid baru?" tanya Angel serius.
"Entahlah. Aku tidak tahu," jawab Neville singkat.
"Apa mungkin tugas dari Astru? Supaya mereka lebih mudah menangkap mu?" tebak Angel dengan perhatian penuh ke Neville.
"Aku juga tidak tahu," jawab Neville sambil terus menonton TV.
Lama-lama Angel jadi kesal karena neville terus memperhatikan televisi mengabaikan dirinya yang berbicara serius padanya. Angel pun meraih remote yang ada di atas meja dan dengan sekali tekan TV pun dimatikan olehnya.
"Kenapa dimatikan?" protes Neville yang baru mau menatap Angel.
"Aku sedang bicara serius padamu, dari tadi hanya sibuk menonton saja. Apa di dunia malaikat tidak ada TV?!" gerutu Angel sambil melototi Neville.
"Tidak ada," jawab Neville polos.
"Haa ..." Angel hanya bisa menghela nafas. Tenang.
"Kamu mau bicara apa?" tanya Neville mulai memperhatikan.
"Aku tidak mengerti apa maksud Mariabelle menyamar sebagai manusia dan masuk ke sekolah ku. Apa ada tugas seperti itu untuk menangkap seseorang malaikat yang kabur?" kata Angel menjelaskan ketidak-mengertiannya.
"Setahuku tidak ada. Masalah di dunia malaikat tidak ada hubungannya dengan dunia manusia," jelas Neville yakin.
"Kalau begitu Mariabelle punya rencana sendiri?" tebak Angel.
"Sepertinya. Aku juga tidak tahu tujuannya apa. Tapi kamu juga harus berhati-hati dengannya. Kamu ingat saat pertarungan waktu itu, dia hampir mencelakaimu," pesan Neville mengingatkan.
Angel mengangguk-ngangguk mengingat kejadian waktu itu.
"Bukannya kamu bisa membaca pikiran dan isi hati orang lain?" ujar Angel.
"Tidak. Aku hanya bisa membaca pikiran manusia saja," tukas Neville.
"Bagaimanapun kita harus tetap waspada berada di dekat Maria. Kita tidak tahu apa yang dia rencanakan. Namun yang pasti aku akan tetap di dekatmu dan melindungimu, Nona manis," lanjut Neville sambil tersenyum pada Angel. Tapi Neville tidak memberitahu Angel bahwa Maria mengajaknya bertemu hari minggu nanti.
Angel membuang muka. Ia mencari sesuatu di saku celananya. Dan mengeluarkan benda itu.
"Nah, sekarang ceritakan bagaimana kamu bisa keluar dari sini!" suruh Angel sambil menunjukkan cermin hexagram kepada Neville.
Neville mengambil cermin itu dan ingatannya kembali ke waktu ketika dirinya masih berada di Obscur.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 78 Episodes
Comments
🍁𝐀𝐑𝐀❣️💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
si Angel tetap ingin tahu aja ini
2023-12-21
5
༄༅⃟𝐐🦂⃟ᴘᷤɪᷤᴋᷫᴀᴄʜᴜ💙
wehhh malem2 janjian di atap gedung 😳
yg terbayang Olehku knpa jadi pertemuan antar kucing 🤣🤣
2023-10-18
2
🍁ˢ⍣⃟ₛ Angela❣️
Iya nevile jangan suka ngagetin AngeL kenapa sihhh 🙄🙄 untung saja Angel gak jantungan
2023-10-17
2