Hari ini Hanum berencana ingin memberikan bekal makanan untuk William ke kantor, dia sudah menyiapkannya bahan-bahan masakan untuk di olah sekarang. Tadi dia belanja banyak sekali bahan masakan, maklum Hanum dari dulu suka sekali memasak.
Bahkan pada waktu masih tinggal bersama paman dan Bibinya, selalu Hanum yang menyiapkan makanan untuk mereka bertiga.
Hanum melihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi, masih ada dua jam untuk dia menyiapkan masakan untuk sang suami.
"Non, mau dibantu apa?" Tanya Bik Sum yang sudah selesai menata bahan belanjaannya di kulkas.
"Tolong cuci ikan mas sama tauge nya ya Bik, kemudian bantu aku kupas bumbunya," jawab Hanum.
"Siap Non," Bik Sum bergegas mengambil ikan mas di plastik dan menaruhnya di wadah. Sedangkan Hanum menyiapkan bumbu-bumbu rempah yang akan buat marinasi ikan mas-nya.
Kedua wanita beda usia itu memulai masak sambil bercerita tentang masa lalu mereka.
"Jadi Bik Sum dulu sama Mang Asep itu cinlok Non, mang Asep sopir tuan besar dari muda, dan Bibik kerja jadi asisten rumah tangga, nah dari situ kita kenal dan akhirnya saling suka, Mang Asep ngelamar Bibik dan akhirnya nikah sampai sekarang," cerita Bik Sum tentang suaminya yang sampai sekarang masih bekerja dengan keluarga Atmaja.
"Keren ya Bik, kisah cinta Bibik sama Mang Asep mudah-mudahan langgeng, Hanum doain semoga jodoh dunia akhirat."
"Aamiin!"
Bik Sum mengambil alih ikan mas yang sudah di marinasi untuk digoreng, sedangkan Hanum menumis tauge campur tahu putih. Hanum antusias ingin segera membawakan makan siang untuk sang suami.
"Bik, boleh Hanum bertanya?"
"Boleh aja Non, tanya apa? Kalau Bibik bisa jawab nanti pasti Bibik jawab," Hanum mengangguk dan menarik nafas dalam-dalam kemudian menghembuskan perlahan.
"Apa dulu mantan kekasih tuan William suka masak juga?" Entah kenapa Hanum jadi penasaran dengan Katrine. Padahal selama ini Hanum masa bodoh dan tidak pernah mau peduli dengan masa lalu suaminya dengan mantan kekasihnya itu.
Hanum sadar jika mengorek hal ini nanti pasti bisa membuat hatinya tidak enak. Sedangkan Bik Hanum yang ditanya seperti itu sedikit tercenung, sebelum akhirnya Bik Sum menggeleng lemah. "Nggak Non, Nona Katrine nggak pernah masak, masuk dapur saja mana pernah non, makanya awalnya Bibik tahu jika Non Hanum suka masak, Bibik langsung salut sama seorang Nona muda yang menjadi menantu di keluarga ini," jawab Bik Sum jujur.
Hanum mengangguk mengerti, dia tidak akan bertanya lagi, cukuplah dia tahu jika Katrine tidak pernah memasakkan makanan untuk William.
*****
BRUKK!!
Katrine bersimpuh di kaki William, wanita itu menangis terisak dan terus menggumamkan kata maaf. Katrine belum mulai mengambil hati William tetapi pria itu sudah menolaknya mentah-mentah.
"Maafkan aku William, aku menyesal sungguh, aku benar-benar menyesal," ucap Katrine terisak. "Beri aku kesempatan sekali lagi!"
William bergeming ditempatnya, dia bahkan menyingkirkan kakinya dari tangan Katrine.
'Tidak boleh, tidak boleh seperti ini, William harus merasa terharu padaku dan seperti biasa William pasti akan luluh jika aku menangis,' batin Katrine.
"Tolong Honey, aku-aku benar-benar menyesal, aku tidak akan pernah mengulangi kesalahan ku lagi, aku akan selalu ada untukmu, aku akan menemanimu hingga masa tua, ayo kita menikah dan hidup bersama selamanya, seperti impian kita sejak dulu," ujar Katrine masih mencoba untuk meluluhkan hati William.
Sedangkan William menatap Katrine dengan sorot tajam, sungguh wanita ini memang tidak memiliki hati nurani dan rasa malu.
"Tidak ada kesempatan kedua, ketiga ataupun kesempatan kesempatan yang lain, sekarang pergilah sebelum aku menyuruh satpam untuk mengusir mu!"
****
Hanum sudah siap dengan dua paper bag yang dia bawa, isinya adalah masakan yang dia masak untuk sang suami. Jam sudah hampir menunjukkan pukul 12 itu artinya jam makan siang akan segera tiba. Sepertinya waktu yang tepat menuju kantor William.
"Hanum pamit dulu ya Bik, Assalamualaikum," ucap gadis itu.
"Wa'alaikumsalam, hati-hati ya Non," jawab Bik Sum. Asisten rumah tangga Hanum ini memang menginap dan akan pulang setia weekend. Untung saja rumahnya tidak jauh dan terkadang akan di jemput suaminya-mang Asep, yang juga libur setiap weekend.
Dengan diantar supir Hanum masuk ke dalam mobil dengan raut wajah yang tidak pernah melunturkan senyumnya. Hanum merasa senang sekali, lagi-lagi dia merasa seperti hidup di drakor saja. Di mana seorang wanita yang hanya di jadikan pengganti pengganti tuan lumpuh kini telah diterima dengan baik oleh suamiku.
Doa Hanum tidak muluk-muluk, dia hanya ingin bahagia bersama William dalam menghadapi bahtera rumah tangganya tanpa ada gangguan yang berarti.
Setelah menempuh perjalanan sekitar dua puluh lima menit, akhirnya Hanum sampai didepan kantor suaminya.
"Mang, tunggu saya ya, paling saya akan makan siang sama mas I'am dulu," ujar Hanum pada supirnya.
"Iya Bu, tenang saja, saya akan menunggu, tidak perlu terburu-buru juga," jawab Mang Nandang tersenyum.
Mang Nandang ini juga sudah lama bekerja dengan keluarga Atmaja. Akhirnya Hanum membuka pintu mobil dan turun dengan perasaan yang berdebar-debar. Pasalnya dia tidak memberitahu pada William tentang kedatangannya ini. Rencananya sih Hanum akan memberikan surprise pada sang suami.
Hanum melangkah masuk kedalam perusahaan, para resepsionis sudah mengenali Hanum dan menyapanya. Hanum yang dasarnya orang ramah tentu balik menyapa. Hanum sudah tahu di mana letak ruangan William saat bertanya pada suaminya dan saat ini dia sudah berada di dalam lift, perjalanan menuju lantai dimana ruangan CEO berada.
Hatinya kian berdebar tidak menentu, nanti bagaimana reaksi William ya? Apakah senang, kaget atau terkejut. Eh, bukankah itu hal yang sama. Hanum sudah tidak sabar.
Akhirnya lift berhenti ditempat tujuan dan pintu pun terbuka. Hanum berjalan menuju ke ruangan CEO berada. Di meja sekretaris, Hanum tidak melihat siapa-siapa, akhirnya memutuskan untuk mendatangi pintu ruangan CEO itu.
Saat Hanum sudah berada di depan pintu ruangan William, tiba-tiba dari arah belakang ada yang memanggil.
"Nyonya Hanum," sapa Rion.
Hanum yang akan mengetuk pintu langsung menoleh dan melihat salah satu anak bahu William di depannya dengan menunduk.
"Ehmm, apa Mas William ada di dalam? Saya mau memberikan bekal makan siang untuknya," ucap Hanum memberitahukan tentang kedatangannya ke kantor sambil menunjukkan paper bag yang dia bawa. Rion mengangguk mengerti, tapi sepertinya dia harus menahan istri dari bosnya itu.
"Nyonya, tapi sebelumnya saya mintalah maaf. Tuan William sedang ada tamu, ehmm, bukannya saya tidak mengizinkan Nyonya masuk, tapi lebih baik Nyonya menunggu tamu Tuan keluar dulu," ujar Rion yang tengah menggantikan posisi Umar sekarang.
Rion tadi terkejut saat melihat istri dari atasannya itu berada di sini, pasalnya Umar mengatakan jika mantan kekasih Tuan nya datang satu jam yang lalu. Untung saja Umar melapor, jadi Rion bisa mencegahnya kemungkinan ada drama saat Istri atasannya itu datang.
Lagian Rion juga tidak di kabari tentang kedatangan Hanun misal sang resepsionis tidak langsung memberitahukan padanya jika Hanum datang dan dia langsung bergerak cepat datang ke ruangannya atasannya.
"Oh, tamu penting ya?" Tanya Hanum yang membuat Rion bingung harus menjawab apa, dia hanya mengusap belakang lehernya dan menunduk saat Hanum bertanya seperti itu.
"Mending aku tunggu di situ saja, kalau tamunya sudah keluar baru aku masuk, tapi kalau masi lama, aku akan hubungi mas I'am aja," gumam Hanum yang masih didengar oleh Rion.
Sungguh Rion merasa sangat bersalah, tapi lebih baik dia tidak membuat semuanya jadi rumit. Sehingga dia memilih menahan Hanum.
Akhirnya Hanum memutuskan untuk duduk di salah satu sofa yang diperuntukkan menunggu. Tidak sampai sepuluh menit kemudian, pintu ruangan William terbuka, keluarlah sosok wanita cantik dengan wajah sembab.
"Loh, dia kan?" Hanum terkejut saat melihat siapa yang keluar dari ruangan suaminya, yaitu Katrine. Hanum pernah melihat foto-foto Katrine di ponsel William dan ada di laci kamarnya saat awal-awal mereka menikah. Tapi sekarang sepertinya William sudah menghapus foto Katrine dan membuang foto wanita itu karena Hanum tidak menemukan lagi di sana.
Hanum merasa dadanya sakit saat melihat wanita yang pernah meninggalkan William itu dan wanita yang pernah dicintai oleh William kembali dan berani menemui suaminya.
'Apa yang terjadi tadi di dalam? Apa yang dibicarakan Katrine dengan mas I'am? Kenapa dia muncul lagi setelah hampir dua tahun pergi meninggalkan mas I'am dimasa sulitnya?'
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments
Noor Sukabumi
next thor
2023-08-15
0
Cicih Sophiana
kenapa ga masuk aja langsung Num... tanya William apa yg terjadi
2023-08-07
0
Tri Handayani
mulai nich salah paham...lagian jg william g tegas bgt ktanya udh benci tp ngebiarin ktemu mntan lama bgt'
2023-07-21
1