Bab Sebelas

Happy Reading.

Hanum tiga hari ini tidak bisa ikut menemani suaminya terapi, karena dia sibuk menyiapkan acara syukuran ulang tahun sang Ayah mertua. Padahal sudah banyak yang ikut mempersiapkan tapi dasarnya Hanun yang memang ingin membantu Mama Valeria menyiapkan acara tersebut.

Setelah tadi malam puncak acara dengan mengundang anak panti asuhan dan juga banyak para sahabat kolega dari Pak Sofyan yang datang menghadiri acara syukuran tersebut, hari ini karena kecapean membuat William menyuruh istrinya istirahat dan tidak boleh ikut kembali terapi.

"Kamu di rumah saja, lihat tuh mukanya lesu banget," ujar William mengelus rambut Hanum.

Ngomong-ngomong Hanum memang sudah mau melepas jilbabnya dihadapan William ketika pria itu sudah benar-benar menerima dirinya. Hanum tidak lagi membatasi diri untuk suaminya karena memang itulah hak suami. Seluruh tubuh Hanum halal untuk William.

"Baiklah mas, hati-hati ya, nanti telepon aku kalau ada apa-apa," ujar Hanum.

"Iya, mas bakalan hati-hati, kamu juga istirahat biar seger nih wajah," William menarik pipi chubby Hanum. Ya, Hanum kalau sudah tidak memakai jilbab, pipinya memang terlihat Chubby dan hal itu membuat William suka sekali memainkan pipi sang istri.

Cup, cup, cup.

William mencium gemas pipi Hanum setelah menariknya dan hal itu sukses membuat Hanum tersipu.

"Ya sudah, mas berangkat dulu," sekali lagi William mengecup kening istrinya.

Hanum lekas mengambil jilbab instan nya di atas ranjang dan memakainya. Kemudian wanita itu segera mendorong kursi roda sang suami keluar kamar.

Umar telah menunggu sang majikan dan bersiap mengantarkan William terapi. Hanum dan Mama Valeria melambaikan tangan mengantarkan kepergian William. Entah kenapa perasaan Hanum sejak tadi merasa tidak enak.

"Hanum, ada apa?" Tanya sang Mama mertua saat melihat Hanum memegang dadanya.

"Nggak apa-apa Ma, hanya saja entah kenapa Hanum merasa tidak enak, hati Hanum sejak tadi berdebar-debar," jawab Hanum.

Valeria mengajak menantunya untuk duduk di kursi ruang tamu, "Mama lihat kamu kelelahan, sepertinya butuh massage nih," ujar Mama Valeria sambil memperhatikan sang menantu.

"Ah, boleh Ma, Hanum mau banget di ajak massage, sudah lama Hanum nggak perawatan juga," jawab Hanum cekikikan.

Valeria hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah menantunya yang semakin lama semakin menggemaskan. Valeria merasa jika Hanum begitu tepat untuk menjadi istri seorang William. Putranya itu sangat beruntung mendapatkan istri yang tidak hanya baik dan cantik, tapi juga tulus dan tegar.

Valeria tahu bagaimana ketegaran hati Hanum saat awal-awal pernikahan mereka, Hanum selalu mendapatkan penolakan dari William. Namun dengan semangat dan ketulusannya membuat hati William yang telah membeku menjadi mencair.

Setelah melakukan massage dan perawatan di salon langganan Mama Valeria, Hanum dan Mama mertuanya langsung pulang ke rumah saat dikabari oleh William jika dia akan segera pulang.

****

Papa Sofyan baru saja pulang dan bersamaan dengan mobil istrinya masuk ke dalam gerbang rumahnya.

"Loh, dari mana?" Tanya Sofyan kepada istri dan menantunya.

"Baru pulang dari salon, Pa. Kita butuh massage karena pegal-pegal semuanya nih, iya kan Num?" Hanum langsung mengangguk.

"Iya, Yah."

"Kok tumben sudah pulang?" Tanya Valeria pada suaminya. Kini ketiganya berjalan masuk kedalam rumah.

"Iya, tadi Papa baru meeting di daerah sini, karena sudah waktunya pulang ya sekalian Papa pulang, lagian hari ini kerjaan Papa sudah beres," jawab Sofyan.

Terdengar suara deru mobil yang begitu dikenali oleh Hanum dan kedua mertuanya. Itu adalah suara mobil William. Itu artinya William sudah selesai dengan sesi terapinya hari ini.

"Itu mobil William, baru pulang juga?" Tanya Sofyan.

"Iya, hari ini terapi mas I'am sedikit lama dari biasanya," jawab Hanum.

"Assalamualaikum!" Terdengar suara salam saat pintu utama terbuka.

"Wa'alaikumsalam," jawab mereka serempak sambil melihat William yang masuk rumah sambil di dorong Umar.

"Mas." Hanum akan berjalan mendekati William, tapi pria itu menyuruh istrinya berhenti.

"Jangan kemari Hanum, biar mas yang mendatangi mu," perintah pria itu.

William tiba-tiba mengangkat tubuhnya untuk berdiri. Hanum terkejut saat melihat William berdiri dari kursi rodanya. Bahkan William berdiri tanpa tongkat dan hal langsung membuat Hanum akan mendekat tapi di cegah oleh William.

"Tunggu mas di sana, ya? Percayalah," William perlahan mengangkat kaki kanannya terlebih dahulu, kemudian kaki kirinya.

Tentu saja hal itu langsung membuat Mama Valeria menjerit.

"Mas!" Hanum mematung, apakah suaminya benar-benar sudah bisa berjalan normal tanpa bantuan tongkat.

"Ya Allah, Wili!! Nak, Mama nggak percaya dengan apa yang Mama lihat!" Valeria menangis di pelukan suaminya. Sofyan juga sangat terharu melihat kondisi putranya yang kini berangsur membaik bahkan sudah bisa berjalan normal.

"Kejutan!! Ini hadiah untuk Papa di hari ulang tahun Papa kemarin, ini juga hadiah untuk Mama karena selalu sabar menghadapi Willy dan ini juga hadiah untuk Istriku yang selalu memberikan support dan juga perhatian yang besar untukku!"

William menyuruh Mama dan Papanya juga berdiam di tempat. Pria itu berjalan tertatih menuju sang istri yang sudah menangis haru.

"Hanum, sekarang mas sudah bisa berjalan. Mas yang akan mendatangi kamu, mas yang akan lari ke arah kamu, mas sudah bisa membahagiakanmu kamu dan tentu saja semuanya berkat kamu, istriku!" William sudah sampai di depan sang istri dan Hanum langsung memeluk suaminya.

"Mas, ya Allah,, terima kasih!" Hanum mengeratkan pelukannya, sungguh air matanya tidak bisa berhenti mengalir saking bahagianya.

"Mas yang seharusnya berterima kasih padamu, sayang!" Hanum jadi malu dipanggil sayang oleh William, meskipun sekarang kata-kata itu sudah tidak terlalu asing di telinga Hanum.

"Selamat ya nak, akhirnya kamu sembuh!" Ujar Papa Sofyan. "Terima kasih juga Hanum, karena kamu bisa sabar menghadapi putra Papa ini."

"Sama-sama, Pa. Hanum juga berterima kasih kepada Papa dan Mama yang juga selalu memberikan support sama Hanum, sehingga Hanum bisa menjadi lebih sabar," ujar Hanum yang masih berada di pelukan suaminya.

Sofyan dan Valeria juga ikut merasa haru dan bersyukur karena William mendapatkan istri yang tepat dan bisa membuat William semangat kembali.

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Eemlaspanohan Ohan

Eemlaspanohan Ohan

jangan sampai balikan sama mantan

2024-09-25

0

Noor Sukabumi

Noor Sukabumi

terharu bnhet m kebahagiaan hanum krn g sia2 dia berharap William bisa sembuh

2023-08-14

0

Carlina Carlina

Carlina Carlina

😘😘😘😘😘😘

2023-08-11

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!