Happy Reading.
Paraplegia adalah diagnosis dari kondisi kelumpuhan yang di alami oleh William. Atau biasa disebut cidera tulang belakang atau Kerusakan saraf motorik. Dan hal itu dapat menyebabkan berkurangnya kekuatan motorik dari derajat ringan sampai berat atau terjadi kelumpuhan total motorik.
Penyembuhan atau pemulihan fungsi saraf tergantung dari derajat kerusakannya. Sistem saraf dapat dirangsang dengan beberapa cara antara lain latihan-latihan fisik yang sesuai dengan fungsi saraf tersebut.
Kondisi ini biasanya terjadi akibat adanya cedera traumatis karena hantaman yang kencang dan mendadak pada tulang belakang. Akibatnya, tulang belakang dapat patah, dislokasi (bergeser), pecah, atau menekan saraf, sehingga menyebabkan kelumpuhan pada bagian bawah seperti kaki.
Hanum dan William telah mempelajari apa-apa saja yang harus dilakukan William seperti rehabilitasi, terapi dan mengkonsumsi obat-obatan agar bisa sembuh.
Hari Senin telah tiba, Hanum sudah bersemangat karena hari ini dia akan mengantar William terapi untuk pertama kalinya.
"Mas, udah siap?" Tanya Hanum ketika melihat William sudah berada di kursi roda dengan tampilan yang lebih rapi dari biasanya. Dan hal itu membuat Hanum begitu terpesona oleh kegantengan suaminya yang memang diatas rata-rata.
'Duh, kamu ganteng banget mas, sebenarnya kamu juga baik, apa aku suatu saat nanti bisa mendapatkan hatimu, seperti Katrine yang dengan mudahnya masih dicintai oleh suamiku?' batin Hanum.
"Ayo, malah bengong?" Hanum terperanjat ketika mendengar suara suaminya.
"Eh, iya mas, ayo berangkat!" Hanum mendorong kursi roda itu keluar dari dalam kamar William yang memang sangat besar itu.
Awalnya Hanum begitu terkejut melihat rumah keluarga Atmaja yang bisa 5x lipat lebih besar dari rumahnya.
Apalagi saat masuk ke dalam kamar William, begitu besar dengan gaya maskulin. Hanum terbiasa dikamar yang sempit, mungkin sebesar kamar mandi di kamar William.
Terkadang Hanum berpikir, apa yang akan Tuhan takdirkan untuknya kedepannya. Menikahi pria lumpuh yang tengah patah hati karena ditinggal oleh tunangannya. Serta makian dan bentakan di awal-awal mereka menikah, hal itu terkadang membuat Hanum bertanya-tanya akan nasib pernikahannya dengan William.
Apalagi dia harus menghadapi suami yang frustasi dan hampir depresi karena keadaannya. Untung saja Hanum kuat menghadapi William dan berhasil meluluhkan hatinya yang beku itu.
Apakah salah jika Hanum bertanya-tanya pada Tuhan, akan seperti apa kedepannya jika suaminya saja masih selalu mengingat masa lalunya? Apakah pernikahan ini akan kandas ataukah bisa diperjuangkannya?
Hamun tidak tahu, dia hanya akan menjalaninya saja, apa yang digariskan oleh Tuhan akan dia hadapi. Meskipun ada sebersit perasaan yang menginginkan afar rumah tangganya bisa langgeng dan mereka saling mencintai.
"Nanti kamu dampingi aku terus ya?" Hanum menoleh ketika mendengar ucapan sang suami.
"Tentu aja mas, aku akan selalu berada disamping mas I'am buat support supaya mas semangat!" Hanum menggerakkan tangannya ke udara dan mengepal di depan dadanya.
William menarik kedua sudut bibirnya melihat Hanum yang begitu antusias ingin melihat kesembuhannya. Gadis itu memang banyak memberi pengaruh besar pada dunia William setelah terpuruk selama berbulan-bulan.
Mereka sudah sampai di tempat praktek dokter ortopedi yaitu Dokter Hilmi. William dibantu Ari dan Umar untuk masuk ke dalam menggunakan kursi roda, Hanum hanya menemaninya berjalan di samping suaminya.
Selama beberapa saat mereka mendapatkan pengajaran dan pengarahan dari Dokter Hilmi langsung dan William sudah bisa melakukan terapinya.
"Tuan William, anda begitu semangat sekali untuk sembuh?" Tanya dokter Hilmi disela-sela latihannya dengan merenggangkan otot-otot kaki William.
"Iya dok, tentu saja sangat bersemangat karena istri saya yang selalu memberikan support kepada saya agar secepatnya sembuh," jawab William sembari menatap lekat Hanum.
William akan dilatih untuk belajar menggerakkan otot-otot kakinya yang sudah kaku karena terlalu lama duduk di kursi roda. Pria itu terlihat antusias ketika mendengar arahan yang di berikan.
Hanum merasa begitu senang ketika melihat William yang bersemangat dan mulai terapinya agar bisa berjalan kembali. Setiap habis sholat Hanum selalu menengadah tangannya dan meminta pada sang khaliq agar suaminya mau diterapi, tak lupa juga doa agar William membuka hatinya untuk Hanum.
Wanita itu selalu berdoa agar suaminya cepat sembuh dan mau belajar untuk mencintai dirinya yang sebenarnya sudah mulai jatuh hati pada sang suami saat William mulai sedikit melembut.
Hanum tidak bisa mengingkari jika dihatinya sudah ada sesosok nama yang tertulis disana, yaitu William. Hanum tidak berdosa kan hanya karena mencintai suaminya sendiri.
****
Selama seminggu penuh, Hanum selalu menemani William untuk terapi. Meskipun jadwal tetap untuk terapi hanya 3 kali seminggu Namun William meminta untuk bisa belajar jalan selama 6 hari full.
Hanum tidak menyangka jika William benar-benar memperlihatkan tekad untuk sembuh.
"Mas, ayo tidur, besok kita latihan yoga, biar makin kuat otot-otot kakinya," ujar Hanum.
William menurut, pria itu meletakkan bukunya dinakas dan ikut berbaring di samping istrinya.
Hanum menatap suaminya dengan senyuman yang mengembang. Sungguh dia tidak pernah menyangka jika akan memiliki perasaan cinta terhadap William.
Hanum ingin pernikahannya ini berjalan dengan baik, tapi sepertinya Hanum harus menelan keinginan nya bulat-bulat saat mendapati suaminya masih sering menatap foto katrine di dalam ponsel.
'Mas, apakah aku tidak bisa masuk ke dalam hatimu?'
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments
Noor Sukabumi
sabar hanum suatu saat nanti William juga g bkln jatuh hati Sama km jg terburu2 yah
2023-08-14
1
Dewi Anggya
tenang aja Hanum ...klo mas iam macem² mpe ninggalin kamu ... bakalan kita getok tuh K2 kakinya 1 RT biar lumpuh lagiiii🤭✌️✌️
2023-08-10
0
Cicih Sophiana
ayolah William buka hati mu untuk istri mu... lupakan perempuan yg meninggalkan mu... dia pantas jd istri mu...
2023-08-03
0