Bab Dua Puluh

Happy Reading.

Hanum sudah sampai rumah, dia langsung masuk ke dalam kamar dan mendudukkan tubuhnya di sisi ranjang. Rasanya Hanum ingin menangis saat William belum menjelaskan tentang kedatangan Katrine tadi kantor.

Selama satu jam mereka bersama sambil menikmati makan siang, tidak ada tanda-tanda William ingin bercerita atau mengatakan sesuatu padanya. Hingga sampai waktu akan pulang Hanum yang sejak tadi menahan diri akhirnya bertanya pada sang suami.

Namun belum sempat William menjawab, dia sudah ada tamu klien dadakan. Alhasil Hanum pulang dengan rasa kecewa yang mendalam.

"Hiks, kok kamu tega banget sih mas, apa kamu nggak mau ngomong kalau mantanmu baru dari sana!" Hanum merebahkan tubuhnya, memeluk guling erat sambil berderai air mata.

"Astaghfirullah, astaghfirullah," Hanum beristighfar berkali-kali guna meredam rasa sakit karena cemburu dihati. Dia harus berpikir positif jika William sudah tidak mencintai Katrine lagi.

Ya, Hanum tidak boleh berpikir macam-macam, bukankah sekarang William sudah sangat menerimanya?

Melihat bagaimana William sangat perhatian padanya, memeluknya dengan mesra bahkan mereka sudah berciuman. Bukankah itu kemajuan luar biasa, Hanum harus bersyukur dan berterima kasih pada Allah karena do'anya dikabulkan. Yaitu meminta agar William membuka hati untuknya dan menerimanya.

"Ya, aku yakin jika Mas I'am pasti sudah mulai menerima ku, aku juga percaya jika suamiku tidak mungkin selingkuh!"

Akhirnya Hanum bangkit dari duduknya dan masuk ke dalam kamar mandi, mengambil air wudhu dan melaksanakan sholat Dzuhur. Bermunajat kepada Allah agar diberikan kelancaran dan keberkahan dalam mengarungi bahtera rumah tangganya.

Sedangkan disisi lain.

Katrine memukul setir mobilnya meluapkan kekesalan karena tidak berhasil membuat William luluh. Padahal dia sempat mengira jika William akab memaafkannya dengan begitu mudah, mengingat bagaimana cintanya pria itu padanya.

"Aku yakin kalau kamu masih mencintai ku, meskipun aku meninggalkan mu begitu lama tapi rasa cinta itu tidak akan semudah ini menghilang!" Gumam Katrine.

Rencana di otaknya sudah dia susun sempurna, Katrine tahu jika William akhirnya menikah dengan wanita yang dipilih secara random oleh orang tuanya. Jadi bisa dipastikan jika William tidak mencintai wanita itu.

"Willy, kamu akan menjadi milikku kembali, akan ku singkirkan wanita itu, kamu tidak perlu berterima kasih karena kamu akan ku bebaskan dari wanita yang mengganggu hubungan kita!" Katrine mengeluarkan smirknya dan kemudian melajukan mobilnya keluar dari parkiran kantor.

Katrine tahu jika dirinya salah dan dia kalah dengan perasaannya yang ternyata masih begitu mencintaimu William. Dulu dia ditakutkan karena memiliki suami lumpuh, Katrine tidak menerima kenyataan jika calon suaminya tidak bisa berjalan dan hal itu membuat nya pergi meninggalkan William.

Namun setelah dua tahun menetap di negeri orang membuatnya begitu merindukan sosok William yang begitu hangat dan mencintai nya. Katrine tidak pernah menerima perlakuan lembut sebagai mana William memperlakukan nya. Dia begitu menyesali keputusannya yang pergi begitu saja tanpa pamit.

****

William begitu sibuk, banyak sekali proposal kerjasama masuk setelah dia menjabat kembali sebagai CEO. Kinerja kerjanya memang tidak diragukan lagi, ada beberapa perusahaan besar dan asing ingin mengikat kontrak kerja sama dengan Atmaja group.

Malam ini William pulang malam, dia lembur sampai larut. Padahal biasanya William jarang lembur sampai larut apalagi sampai jam 10 malam. Namun karena sekarang pekerjaan nya semakin menumpuk, William terpaksa harus menyelesaikan pekerjaan sampai tuntas sebelum pulang ke rumah.

"Rion, Umar, kalian pulanglah, aku juga sudah selesai," ujar William keluar dari gedung kantor nya.

Ari sudah menunggu dengan mobil di pintu depan kantor dan William langsung masuk setelah Ari membukakan pintunya. Tidak sabar untuk cepat-cepat pulang ke rumah dan melihat Hanum yang sekarang tambah semakin manis saja.

William memang sangat lelah seharian bekerja tapi mengingat isterinya rasa lelah itu akhirnya hilang begitu saja.

Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit, akhirnya William sampai dirumah. Dia langsung masuk dan berjalan tergesa naik ke lantai atas, mencari istri nya yang tidak terlihat sama sekali.

Ceklek!

William membuka pintu kamarnya, dia melihat diatas ranjang seseorang meringkuk sambil bergelung selimut. William tersenyum kemudian mendekati isterinya yang ternyata sudah tidur terlelap.

"Maaf, tadi Mas harus lembur," gumam William mencium kepala Hanum.

Tadi dia sudah mengirimkan pesan pada sang istri dan mengatakan jika dia akan pulang terlambat karena lembur. Hanum hanya mengiyakan tanpa banyak bertanya.

Padahal sejatinya Hanun masih belum bisa berpikir jernih. Hatinya gelisah tidak karuan, dia merasa akan ada ancaman luar biasa dengan kedatangan Katrine kembali dan wanita itu bahkan sudah menemui suaminya.

William menatap wajah Hanum yang begitu teduh itu, kemudian dia mencium kembali pucuk kepala istrinya.

William akhirnya membersihkan diri di kamar mandi, setelah selesai pria itu langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur yang kini menjadi tempat ternyaman nya.

Subuh telah tiba, Hanum membuka matanya dan melihat William yang tengah menunaikan ibadah sholat. Hanum tersenyum melihat William yang entah jam berapa pulangnya karena mata Hanum sudah sangat mengantuk dan memilih untuk tidur duluan.

William memang memberikan pesan jika dia akan pulang malam karena pekerjaan yang sangat banyak.

William sekarang sering mengirimkan pesan pada Hanum pada saat di kantor, menanyakan sedang apa, sudah makan belum atau sudah sholat belum.

Sekarang William juga sudah rajin menunaikan kewajibannya, karena dulu William benar-benar meninggalkannya sejak lama. Kadang menunaikan dan seringnya tidak.

Namun, semenjak ada Hanum di hidupnya, William kembali ke jalan yang benar dan mulai menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim. Hanum benar-benar memberikan pengaruh positif pada pria itu.

Hanum berjalan ke kamar mandi, dia masih halangan jadi William juga tidak membangunkan untuk subuhan.

Setelah selesai urusannya dikamar mandi, Hanum segera pergi ke dapur untuk menyiapkan sarapan. Hanum memasak seperti biasanya, menyiapkan sarapan kesukaan William.

****

Setelah sarapan dan berbincang dengan sang istri, William langsung berangkat ke kantor lagi. Hanum juga sudah melupakan kejadian kemarin di kantor saat melihat Katrine dan William tidak menjelaskan apa-apa.

"Mas berangkat dulu ya, ada meeting pagi-pagi sekali, maaf kalau akhir-akhir ini mas sering pulang larut malam," ujar William mengecup kening istrinya.

"Iya, nggak apa-apa mas, Alhamdulillah donk sekarang perusahaannya semakin maju dan pasti menghasilkan pundi-pundi uang yang banyak," Hanum terkekeh. "Asalkan jangan lupa makan dan sholat," lanjutnya.

"Iya sayang, Mas berangkat dulu ya, Assalamualaikum!" Hanum mencium punggung tangan suaminya dan kemudian William segera berangkat ke kantor.

Hanum masuk ke dalam rumah setelah mobil sang suami keluar dari halaman.

Siang itu saat Hanum selesai menunaikan ibadah sholat Dzuhur, tiba-tiba ada tamu tidak diundang.

Hanum terkejut setengah mati, melihat wanita cantik di depannya menyapa dengan senyuman manis mengandung racun.

"Hai, kamu istrinya William ya?"

Bersambung.

Terpopuler

Comments

Noor Sukabumi

Noor Sukabumi

dih mula tembok katering ngapain km ke rumah William mau ngomporin hanum yah

2023-08-15

0

Dewi Anggya

Dewi Anggya

dasaaar gak ada urat malu...tuh perempuan wedaaaan 😠😠lawan Hanum tunjukkan powermuuuu💪💪💪

2023-08-10

1

Cicih Sophiana

Cicih Sophiana

ayo Hanum semangat lawan peremp**n iru...

2023-08-07

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!