Bab Sembilan

Happy Reading.

Tiga bulan berlalu, hari-hari Hanum hanya seputar William dan terapi kesembuhan suaminya. Dia merasa sangat senang melihat terapi suaminya berjalan dengan baik, karena William sendiri selalu menuruti apa saran dokter. Setiap dua kali seminggu rutin melakukan yoga dan berlatih berjalan di bantu dengan tongkat dan sekarang inilah hasilnya.

Tiga bulan ini Hanun selalu memberikan support yang luar biasa untuk William, sekarang pria itu sudah bisa berdiri memakai tongkat sendiri. Hanum dengan telaten membimbing William belajar berjalan dengan tongkat saat di rumah.

Seperti saat ini, William berdiri dari kursi rodanya dan Hanum langsung memberikan tongkat itu pada William.

"Ini mas, hati-hati ya?" William mengambil tongkat dari istrinya dan langsung meletakkan penyangga di bagian ketiak.

"Gerakan kaki yang kanan dulu, melangkah saja pelan-pelan mas," instruksi Hanum.

William patuh dan mengikuti instruksi sang istri. Dengan langkah tertatih, satu persatu William menapakkan kakinya di atas karpet bulu itu.

William juga merasakan semakin hari otot-otot kakinya semakin ringan, bahkan dia merasa mudah melangkah menggunakan tongkat.

"Nah, balik kesini mas! Ayo pelan-pelan!" Seru Hanum.

William berbalik dan berjalan kembali, melangkah perlahan sambil tersenyum lebar.

Mama Valeria dan Papa Sofyan sangat senang melihat perkembangan putranya yang begitu cepat pulihnya. Ternyata Sofyan memang tidak salah menggantikan posisi Katrine dengan Hanum. Gadis cantik yang masih muda itu benar-benar telaten merawat William.

Mereka begitu mengagumi Hanum yang sangat tulus dan tidak pernah mengeluh sama sekali dalam menghadapi seorang William, dimana dulu William menjadi pria yang begitu dingin ketika ditinggal oleh Katrine di saat hari-hari akhir menjelang pernikahan mereka.

Papa Sofyan memang sengaja menguji William dengan menggantikan posisi Katrine saat itu. Undangan terlanjur tersebar dan semua biaya katering dan dekor sudah lunas. Meskipun sebenarnya jika semua rencana itu dibatalkan tidak akan ada pengaruh apa-apa untuk keluarga Atmaja. Karena bagi mereka yang penting adalah nama baik keluarga, sehingga Papa Sofyan lebih memilih mencari mempelai pengganti.

"Wah, bagus mas,, latihan hari ini cukup dulu, mas pasti capek," ujar Hanum menyerahkan gelas berisi jus jeruk untuk suaminya.

William mengambil gelas itu dan meminumnya hingga habis. Pria itu kini sudah dudu di kursi rodanya dan merasa sedikit lelah. "Terima kasih," ujar William menyerahkan kembali gelas itu pada isterinya.

"Iya mas, sekarang kita mandi dan sholat Ashar dulu, sudah manjing 'kan waktunya?"

William mengangguk, sejak mengenal Hanum, pria itu sekarang menunaikan ibadahnya sebagai seorang muslim. William sudah lama sekali tidak menunaikan sholat, entah kapan terakhir kali, mungkin ketika idul Fitri dan itu pun hanya setahun sekali. William memang sudah melupakan Tuhan-Nya.

Setelah mandi dan sholat berjamaah, akhirnya William tertidur dipangkuan Hanum. Tadi memang William meminta sholat duduk di lantai, karena biasanya William sholat diatas kursi roda.

Hanum menyisir surai hitam suaminya, dia tersenyum melihat William yang terlelap di pangkuannya. Dalam hati Hanum selalu berdoa jika hubungan mereka bisa terus berjalan dalam mengarungi bahtera rumah tangga dan tidak akan ada perceraian.

Meskipun Hanum tidak pernah tahu bagaimana perasaan William terhadapnya, yang pasti sampai sekarang William tidak pernah mengatakan hal-hal mengenai perjanjian pranikah atau nikah kontrak seperti di film-film.

Hanum selalu menyelipkan nama William dalam do'anya, dia berharap agar suaminya diberikan kesembuhan dan dibukakan pintu hati untuk dirinya.

****

Malam harinya.

William, Hanum, Ayah Sofyan dan Mama Valeria berkumpul di maja makan. Mereka sekarang sering makan malam bersama, William juga sudah membuka diri kembali dengan kedua orang tuanya.

"Makan sayurnya mas," Hanum menambahkan sayur sawi hijau yang di tumis ke piring William. Hanum sangat memperhatikan makanan suaminya itu.

Semua perhatian Hanum tidak luput dari pengamatan Sofyan dan Valeria, kedua orang tua itu tersenyum hangat melihat ketulusan dia wajah Hanum.

William juga nampak sudah menerima keberadaan istrinya, sehingga pria itu juga terlihat lebih perhatian dengan istrinya.

"Will, sepertinya masa pemulihan mu begitu cepat, kalau memang sudah benar-benar sembuh, Papa ingin segera di buatkan cucu, iya kan ma?"

"Uhukk, uhukk!" Hanum tersedak saat mendengar ucapan mertuanya.

Apa tadi yang Papa Sofyan ucap, ingin cucu? Hanum malu sekali, meskipun mereka sudah menikah selama Lima bulan, tapi mereka belum pernah berhubungan intim.

"Hati-hati, Hanum," William menyodorkan segelas air putih untuk istrinya.

Sofyan dan Valeria sama saling pandang dan tersenyum.

Setelah agak baikan, Hanum meletakkan gelasnya kembali ke atas meja.

"Iya nak, benar kata Papa, kita semua sudah ingin meminang cucu, jadi Mama harap kalau Willi sudah sembuh, gass lah!" ujar sang Mama Valeria penuh semangat.

Pipi Hanum bersemu merah, sungguh dia begitu malu dan gugup saat mertuanya dengan terang-terangan mengatakan ingin cucu. Tentu saja Hanum merasa tidak enak dengan suaminya yang memang belum memberikan hak itu.

Ya, tentu saja. Mereka sama sekali tidak berpikir ke arah sana. Mengingat bagaimana pernikahan mereka dan juga kondisi William.

Hanum melirik William yang sejak tadi terlihat tenang saja, apakah suaminya itu merasa tersinggung dengan permintaan kedua orang tuanya?

"Iya Ma, Pa,, kita pasti akan memberikan kalian cucu, secepatnya kalau aku sudah sembuh," ujar William sambil memandang Hanum.

Tentu saja hal itu membuat Hanum membelalakkan matanya tidak percaya.

'Kok Mas I'am menyanggupi sih?' batin Hanum.

"Bagus, itu baru jagoan Papa!" Seru Papa Sofyan senang, begitupun dengan Mama Valeria.

William melirik Hanum yang terlihat malu, tentu saja dia berjanji akan memberikan hak itu ketika dia sudah sembuh, William sering memperhatikan Hanum yang penyabar dan tidak pernah mengeluh hingga hatinya pun mulai bertaut pada istrinya.

Terpopuler

Comments

Noor Sukabumi

Noor Sukabumi

jd ikutan senwng deh low iam dah mau buka hati

2023-08-14

0

Dewi Anggya

Dewi Anggya

beneran y mas i 'am awas klo bohong tk tggu deh Nganu² nyaaa🤭✌️

2023-08-10

1

Cicih Sophiana

Cicih Sophiana

nah gitu dong William buka hatimu untuk hanum.... lupakan perempuan egois yg cuma mau kamu sehatnya aja...

2023-08-04

2

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!