Bab 4

Happy Reading.

Pernikahan Hanum dan William sudah berjalan 2 bulan. Selama itu Hanum berusaha menjadi istri yang baik meskipun tidak dianggap. Tapi biarpun begitu Hanum tidak masalah, misinya adalah membuat William sembuh dan tidak terpuruk.

Hanum tidak sakit hati dengan tingkah William karena gadis itu tahu jika lelaki itu sebenarnya hanya butuh penyemangat dan dorongan untuk terus hidup.

Hanum juga tahu William hampir depresi karena ditinggal oleh tunangannya tapi untung saja tidak sampai, karena William orang yang bisa berpikir jernih meski hatinya telah disakiti.

William masih belum mau membuka dirinya tetapi sikapnya sudah tidak terlalu dingin terhadap Hanum karena gadis itu pintar sekali membuat suasana baik.

Seperti sore ini, Hanum masuk ke dalam kamar dan melihat William. Wanita itu tersenyum dan berjalan mendekati sang suami.

"Mas I'am hari ini mau jalan-jalan nggak?" tanya Hanum duduk disamping suaminya yang masih betah di atas ranjang sejak siang tadi, kegiatan William hanya membaca buku dan mempelajarinya laporan yang dikirimkan oleh asisten pribadinya. Sebenarnya Hanum merasa prihatin dengan keadaan William yang masih belum mau untuk terapi, tapi Hanum memiliki tekad yang besar membantu William agar mau sembuh.

Hanum mengerucutkan bibirnya ketika suaminya itu sama sekali tidak meresponnya seperti biasa, harus dengan jurus paksaan.

"Mas,," Hanum menggoyang bahu William agar lelaki itu mengalihkan perhatian padanya.

"Apa?" Akhirnya keluar juga suara William yang sejak tadi bungkam.

"Apa mas nggak pengen jalan-jalan keluar, hanya di sekitar rumah ini, aku ingat di taman belakang ada bunga mawar yang indah, mas mau lihat nggak?" Tanya Hanum antusias.

William yang melihat wajah teduh Hanum akhirnya mengangguk, pria itu meletakkan bukunya di atas nakas dan bergerak perlahan mengangkat tubuhnya menggunakan tangan ke sisi ranjang.

Hanum sudah siap dengan kursi rodanya, gadis itu membantu William untuk duduk di atas kursi roda tersebut. Setelah itu Hanum langsung mendorong suaminya keluar dari dalam kamar.

Kamar William ada di lantai bawah, awalnya kamar William ada di lantai dua, tapi semenjak kecelakaan itu kamar William di pindah bawah.

Hanum membawa suaminya melihat taman belakang rumah yang cukup besar. Pemandangan nya sangat sejuk dan indah. Memang Hanum harus memberi semangat terus kepada William agar pria itu semakin semangat untuk terus menatap masa depan.

Hanum selalu menyempatkan kesempatan untuk membujuk William agar pria itu mau menjalankan terapi, karena sejak ditinggal oleh tunangannya, William sama sekali tidak berminat untuk sembuh.

Padahal menurut penuturan dokter, kaki William bisa berjalan kembali seperti biasanya. Hanya saja tidak ada semangat yang membuat William mau berobat dan terapi.

"Mas, apa mas nggak pengen terapi, Hanum yakin kalau sebenarnya mas ini pasti bisa sembuh dan berjalan kembali, jangan di sela dulu omongan Hanum!" Ujar Hanum saat melihat William yang sudah akan membuka mulutnya.

Hanum tahu apa yang akan dikatakan oleh William, yaitu penolakan dan penolakan. Pria itu benar-benar terlarut dalam kesedihan yang mendalam sehingga tidak mau jika kondisi pulih kembali.

"Ayolah mas, apa mas nggak ingin jalan-jalan sama Hanum? Apa mas nggak ....!"

"Hanum, kalau kamu sudah lelah mengurus ku sebaiknya berhenti saja, percuma karena aku tetap tidak suka jika dipaksa!" Lagi-lagi Hanum hanya bisa menghela nafas.

William memang sangat sulit karena untuk dibujuk. Namun Hanum tidak kenal lelah dan berjanji akan berhasil melihat William berdiri dikakinya sendiri.

"Baiklah mas, aku juga nggak suka sama orang yang keras kepala, jadi kita sama-sama impas!" Ujar Hanum.

William hanya menatap Hanum sekilas kemudian menatap ke arah bunga mawar yang sedang bermekaran di taman itu. William ingat jika dulu Katrine sangat menyukai bunga mawar putih. Bahkan tamam ini dulu adalah taman mawar putih dan William menyuruh merombaknya ketika Katrine pergi meninggalkannya.

'Huh, pasti memikirkan katrine lagi!' batin Hanum saat menatap William yang diam saja.

Hanum tahu jika William masih sering melamun memikirkan katrine yang begitu tega meninggalkannya, dan Hanum juga paham jika perasaan William untuk Katrine masih ada meskipun sedikit. Mungkin yang tersisa hanyalah kekecewaan.

"Mas, sampai kapan kamu mau melepas semuanya. Aku tahu jika mas I'am masih tidak mau berdamai dengan kenyataan. Makanya mas tuh nggak mau sembuh," ujar Hanum.

Wanita itu berjalan ke depan untuk memetik bunga mawar merah karena Hanum begitu menyukai mawar merah. Kemudian Hanum berbalik dan menatap William dengan wajah yang serius.

"Mas, lihatlah bunga ini, dia sangat bagus kan?" William hanya diam tanpa mengalihkan pandangannya ke arah sang istri.

Pikirkan nya berkecamuk, dia mengingat bagaimana dulu Katrine yang dengan tega meninggalkannya hanya karena tidak sanggup dengan keadaan William yang ada di atas kursi roda.

"Hanum, apa aku boleh bertanya?"

"Tentu saja boleh, Tuan,, silahkan mau tanya apa?"

"Kau tahu rasanya di tinggalkan itu bagaimana? Aku sangat mencintai Katrine dan aku tahu jika Kate juga mencintai ku, kami dulu saling mencintai satu sama lain, tapi lihatlah Katrine yang langsung pergi setelah melihat kondisiku yang seperti ini, lalu untuk apa aku harus sembuh jika sekarang sudah tidak ada yang tersisa?" Ujar William.

Hanum geram mendengar ucapan William yang sangat tidak masuk akal. Apakah pengaruh wanita yang bernama Katrine itu sangat luar biasa sehingga membuat seorang pria seperti William merasa tidak percaya diri dan merasa tidak memiliki masa depan setelah ditinggalkan?

"Mas, aku tidak menyangka jika seorang William bisa menjadi secemen ini hanya karena ditinggal oleh wanita yang tidak benar-benar cinta sama mas!"

"Hentikan! Katrine mencintai ku, dan jangan mengucapkan hal itu lagi!" Nah, ini nih, ternyata William tidak pernah bisa lepas dari bayang-bayang Katrine karena William masih merasa jika wanita itu mencintai nya.

"Mas!! Kenapa sih bodoh bin tolol dipelihara!! Kenapa nggak dibuang saja! Mas kan tahu dan paham dengan jelas kalau Katrine itu tidak mencintai mas dengan tulus, buktinya dia pergi kan? Ayolah, jangan berusaha mengelak, karena sebenarnya mas I'am hanya berusaha menyangkal diri bahwa mas itu memang menyedihkan!" Ujar Hanum panjang lebar.

Gadis itu memang selalu menang jika berdebat dengan William karena semua yang dikatakan oleh Hanum semuanya benar.

William menunduk, berusaha menyangkal semuanya tapi ternyata tetap saja tidak bisa, Katrine memang tidak tulus mencintainya karena buktinya wanita itu pergi meninggalkannya karena lumpuh, padahal pernikahan mereka tinggal selangkah.

"Mas I'am harus buktikan pada katrine jika mas bisa sembuh dan buat dia menyesal karena telah meninggalkan mas, gimana? Apa mas bisa seperti itu?"

Terpopuler

Comments

Totoy Suhaya

Totoy Suhaya

bgs hanum bikin smngt trs tu s kutub biar mencair😀😀😀

2024-02-10

0

Sophia Aya

Sophia Aya

kasih Mawar biar tambah semangat thor 🌹🌹

2023-08-29

0

Dewi Anggya

Dewi Anggya

tak kira Hanum gadis yg lemah gtu...tau nyaaaa swiiiiip laaah 😘😘

2023-08-10

1

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!