Bab Lima Belas

Happy Reading.

"Kamu cantik, Hanum," ujar William menatap wajah istrinya. Sungguh dia benar-benar terpesona dengan kecantikan sang istri yang selama ini disembunyikan. Apalagi bentuk tubuh Hanum yang ternyata begitu seksi dan menggoda. Memang William sudah sering memeluk Hanum saat tidur, dia juga secara tidak langsung bisa tahu seperti apa bentuk tubuh istrinya.

Tapi tentu saja William baru pertama kali melihat secara langsung bentuk tubuh sang istri yang tentu saja masih tertutup lembaran tipis ditubuhnya. Hanum selama ini sangat menjaga tubuhnya, William bisa merasakan kulitnya yang halus dan lembut.

"Mas,,,, malu!" Hanum menutup wajahnya dengan kedua tangan. Sungguh dia merasa malu sekali memakai pakaian tipis seperti ini. Kalau saja William tidak menyuruh nya memakai pakaian dari Mama mertua dan dia juga sudah berjanji, pasti Hanum tidak akan mau memakainya.

"Kenapa malu, nggak perlu malu seperti itu, aku kan suamimu," ujar William menyingkirkan tangan Hanum dari wajah.

"Tapi ini terlalu terbuka, mas," Hanum menunduk lagi. Pipinya bersemu merah, sungguh dia menahan diri seperti ini demi suaminya.

"Wajar kalau kamu malu, itu artinya memang kamu sangat menjaga aurat, kalau wanita yang sudah terbiasa mengumbar, dia tidak akan malu dihadapan siapapun bahkan dengan keadaan yang tanpa busana," jawab William.

Ya, memang benar, wanita yang baik dan bisa menjaga diri akan terlihat ketika mereka berusaha membuka seluruh pakaiannya dihadapan suami. Bahkan para lelaki bisa mengetahui mana wanita yang terbiasa bersentuhan dengan lawan jenis dan mana yang tidak terbiasa.

"Tapi aku merasa seperti wanita nakal mas,"

"Sssttt, kamu kalau berpakaian seperti ini di depan suami itu artinya ibadah, jadi jangan berpikir seperti itu, ya?" Hanum mengangguk.

Ya, seharusnya Hanum tahu jika berdandan dan memakai pakaian terbuka seperti ini hanya untuk suaminya termasuk ibadah. Apalagi kalau dia mau meminta terlebih dahulu, pahalanya bisa berlipat.

"Jangan nunduk terus donk," William mengangkat dagu isterinya.

Kedua mata mereka saling bertemu, William menyentuh sisi wajah Hanum dan mengelusnya. Hanum seperti terhipnotis ketampanan wajah sang suami. William juga benar-benar mengagumi kecantikan alami sang istri.

Perlahan William mendekatkan wajahnya, matanya fokus kepada bibir pink muda Hanum yang merekah.

William mengecup bibir Hanum, menempel lama di sana. Jangan ditanya bagaimana reaksi Hanum, seperti terserang aliran listrik ribuan watt saja. Ribuan kupu-kupu seperti menggelitik perutnya. Sungguh Hanum belum pernah merasakan perasaan ini sebelumnya.

"Aku suka kalau kamu memakai seperti ini waktu dikamar sama aku, jadi mulai besok, boleh pakai seperti ini lagi," bisik William.

Kembali pria itu mengecup bibir Hanum, kali ini sedikit bermain karena Hanum memberikan akses untuk memasukinya lebih dalam. Kedua manusia itu larut dalam getaran-getaran yang baru saja mereka rasakan.

William menggendong Hanum ke atas ranjang, tatapan mereka masih tidak terlepas sama sekali.

Sejujurnya William ingin sekali minta haknya malam ini, tapi takut jika Hanum menolak, karena William belum mengetahuinya perasaan istrinya itu untuknya.

Sejauh ini Hanum memang sangat baik padanya, dia berperan apik sebagai seorang istri. William juga tahu jika Hanum menerima pernikahan ini karena terpaksa dan belum ada cinta diantara mereka.

Namun, kali ini William sudah merasakan benih-benih cinta dihatinya untuk sang istri. Istri yang selama beberapa bulan ini selalu ada untuknya disaat-saat yang terpuruk. Istri yang selalu memberikan support kepadanya.

Hati siapa yang tidak luluh jika dihadapkan pada sosok lembut, tegas dan kuat seperti Hanum. Ketulusannya mampu menjebol dinding kekerasan hati William.

William tidak pernah bosan memandang dan memeluk Hanum ketika tidur. Dia sungguh tidak bisa menahan hasrat jika dihadapkan dengan gadis seimut ini.

Sedangkan Hanum sendiri benar-benar merasa gugup setengah mati.

'Apakah malam ini saatnya aku memberikan hak ku sebagai istri, tapi apakah aku benar-benar sudah siap?' batin Hanum.

Sungguh dia merasa takut jika William akan meminta haknya, tapi tentu saja dia akan siap lahir batin. Ketakutan Hanum karena dia tahu jika malam pertama itu katanya sakit.

William mengukung Hanum di Antara kedua tangan. Menatap lekat wajah sang istri yang kini sudah nampak merona merah.

"Ehmm,,, mas, aku mau ke kamar mandi dulu, soalnya kebelet," tiba-tiba Hanum berucap.

Membuat William menghentikan kegiatannya yang akan mencium Hanum kembali.

"Ini aku beneran kebelet," Hanum memelas, karena tiba-tiba dia merasa ingin buang air saking gugupnya.

"Baiklah," William bangkit. Padahal dia tadi sudah On loh, meskipun dia juga sama gugupnya, tapi William berjanji akan meminta haknya.

Hanum langsung berlari ke kamar mandi, William terkekeh melihat istrinya yang menggemaskan itu.

William berencana akan mengatakan perasaan cintanya pada sang istri malam ini juga, dia akan membuat Hanum juga mencintainya.

"Aku mencintaimu Hanum, kalau kamu belum bisa mencintai ku, aku akan membuatmu jatuh cinta padaku," gumam William tersenyum.

Hanum yang berada di dalam kamar mandi, hatinya berdebar-debar dan dia siap jika William meninta hak malam ini.

Wanita itu bersender di pintu, memegangi dadanya yang berdebar tidak karuan. Hanum sudah jatuh hati terhadap suami nya sejak lama. Tapi Hanum masih berusaha untuk menggapai cinta sang suami dengan caranya sendiri.

Hanum merasa bahagia melihat William yang sekarang sudah semakin menunjukkan perhatian dan kasih sayangnya.

"Aku siap mas, meskipun kamu belum mencintai ku, tapi aku yakin kalau cinta itu pasti akan datang dengan berjalan seiring waktu."

Hanum segera menyelesaikan hajatnya, kemudian dia mengambil sabun khusus **** ********** dan menggunakannya. Dia benar-benar harus bersiap diri agar tidak mengecewakan sang suami.

Sedangkan di luar kamar.

William masih menunggu istrinya, dia masih berpakaian lengkap, gugup juga menghampirinya.

Tiba-tiba ponselnya berdering, William beranjak dan mengambil ponselnya yang ada di atas meja.

William melihat Umar yang menelepon, sepertinya ada hal penting hingga membuat orang kepercayaannya itu menelepon di malam hari.

"Halo, ada apa?"

"Oke, aku akan kesana!" William menutup teleponnya.

Pria itu menjadi gusar, dia harus segera pergi malam ini karena panggilan darurat daru Umar, tapi bagaimana dengan Hanum.

William berjalan mondar mandir, menunggu sang istri yang belum keluar juga dari dalam kamar mandi. Setelah beberapa saat akhirnya Hanum membuka pintu kamar mandi.

Sepertinya wanita itu sudah mempersiapkan dirinya, Hanum keluar dari dalam kamar mandi dengan tersenyum manis. William sempat terpana dengan senyum sang istri, tapi dia harus menunda malam ini. William harus segera pergi.

"Emm, Hanum,, tadi Umar menelepon, katanya ada masalah penting dan aku harus segera datang kesana," ujar William. "Tapi aku janji akan segera pulang setelah masalah itu selesai," lanjutnya cepat.

Hanum yang tadi terlihat berbinar langsung meredup, memangnya masalah apa yang membuat William harus segera datang.

"Tapi mas ... !"

"Kamu tenang saja, ini bukan masalah besar, pokoknya kamu jangan berpikir yang tidak-tidak ya, aku akan kembali," William mengecup bibir Hanum sekilas.

"Oh ya, jangan keluar dari kamar dengan pakaian seperti ini!"

"Iya mas, Hanum juga tahu diri!" sungut Hanum. Bibirnya mengerucut.

William yang gemas akhirnya mencium bibir itu lagi sambil memagut nya. "Manis, nanti aku minta lebih ya, Assalamualaikum!"

"Wa'alaikumsalam!"

Bersambung.

Maaf yah telat update nya, semoga suka sama jalan ceritanya 🥰

Terpopuler

Comments

Totoy Suhaya

Totoy Suhaya

yaaah gagal deh mp nya gara"umar

2024-02-10

0

Noor Sukabumi

Noor Sukabumi

mkn kesini mkn seru alur ceritanya itu c Umar ganggu j orang mau unboxing mlh ditlp

2023-08-15

0

Dewi Anggya

Dewi Anggya

si Umar menelpon disaat dn waktu yg TDK tepaaaat.... bersambung dehhh🤭✌️

2023-08-10

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!