Happy Reading.
Ucapan Hanum benar-benar membuat William down dan kalut. Hatinya membenarkan meski pikirannya menyangkal. Ya, Katrine tidak pernah mencintainya, karena jika wanita itu mencintainya, tentu dia tidak akan lari dari tanggung jawab dan tetap menikah dengannya.
"Kalau mas masih tetap berpikir jika kekasih mas itu kembali, kita tunggu saja. Sebelum dia kembali jangan pernah ikut terapi ataupun ingin sembuh. Lihat saja apakah aku benar atau salah, kalau sampai aku salah dan kekasih mas mau mengurus mas sampai akhir, Oke! Aku akan menyerah!" Hanum pergi keluar dari dalam kamar setelah mengucap hal itu.
Dan tentu saja hal itu membuat William tercengang, sebelumnya Hanum tidak pernah semarah ini dan pergi meninggalkannya sendiri.
William menjambak rambutnya frustasi, setelah dipikir-pikir memang benar apa yang diucapkan oleh Hanum. William benci dan cinta pada Katrine, dua rasa itu bertumpuk dan terus saja menggerogoti hatinya sehingga William tidak ingin melakukan terapi dan sembuh.
Baginya kehilangan Katrine sudah membuat dunianya hancur, membuat William tidak ingin hidup kembali karena orang yang doa cintai telah pergi dan tidak mau dengannya.
William selalu merasa tidak percaya diri karena dia lumpuh dan sudah tidak berguna. Merasa jika semua orang sudah tidak peduli padanya dan memintanya menikah dengan wanita pengganti Katrine.
William merasa jika dia hanya dicarikan wanita asal agar ada yang mau merawatnya, wanita yang mungkin membutuhkan uang banyak dan itulah yang membuat William tidak menyukai Hanum sejak awal.
Padahal semua itu adalah kebalikannya, Hanum juga dipaksa menikah dengan tuan lumpuh sepertinya hanya karena sebagai penangguhan hutang keluarganya.
Malam harinya, Hanum masih belum kembali ke kamar, hanya pelayan setianya saja yang masuk dan meladeni keinginan William, bukan istrinya seperti biasanya.
"Di mana Hanum?" Tanya William pada salah satu kepala pelayan yang sedang menyiapkan makan malam untuknya.
"Neng Hanum sedang bersama Nyonya besar tuan, sedang mengobrol. Apakah tuan ingin Neng Hanum kesini?"
"Iya, panggilkan istri saya," ujar William yang kali ini mengatakan jika Hanum istrinya.
"Baik tuan," jawab pelayan paruh baya itu kemudian berpamitan keluar.
William menatap keluar jendela, dia merasa jika semua ucapan Hanum memang ada benarnya. Apakah kali ini William memutuskan untuk menerima saran dari istrinya itu.
Terdengar suara pintu dibuka. Masuklah wanita cantik berhijab dengan wajah yang ditekuk. Hanum sendiri masih merasa kesal dengan kebodohan William yang masih saja memikirkan katrine, padahal jelas-jelas jika wanita itu telah pergi.
"Ada apa Mas?" Tanya Hanum ketika sudah berada di belakang William yang duduk di kursi roda.
William membalikkan kursi roda itu dan melihat istrinya yang menunduk.
"Apa yang kamu kerjakan diluar sampai tidak memperdulikan suamimu?" Hanum mengangkat wajahnya ketika mendengar ucapan sang suami.
"Hah,, apa Mas sekarang merasa menjadi suami saya? Bukan calon suami Katrine?' tanya Hanum sarkas.
'Buat saja sekalian dia marah! Bisanya cuma nyusahin, sekalian bodohnya dipelihara saja!' batin Hanum kesal.
William hanya diam menatap istrinya yang tengah kesal, entah kenapa hal itu membuat William ingin tersenyum. Hanum terlihat lucu dimatanya.
"Ya, saya memang suami kamu kan?"
"Terus, kenapa masih ingat sama mantan calon istri mas yang minggat itu? Kalau mas masih saja ingin dia, ya udah aku pergi aja, wong mas juga gak bakalan butuh aku!"
"Siapa bilang?"
Hanum mendelik, suamiku itu benar-benar menyebalkan. "Ya itu buktinya, masih nggak mau terapi karena merasa tidak berguna? Hanya karena ditinggal Katrine terus merasa hidupnya paling hancur sendiri? Begitu? Hih, aku mah gak akan mau disuruh melayani suami yang masih memikirkan wanita lain, apalah jelas-jelas wanita itu udah pergi ninggalin mas!"
Kali ini William benar-benar tertawa, sungguh dia tidak merasa marah mendengar sindiran dari Hanum. Awalnya William merasa jika hidupnya sudah tidak berguna lagi.
Namun saat melihat kegigihan Hanum yang dengan telaten merawat nya, dan memberinya support secara terus-menerus, akhirnya William akan memberikan keputusannya. Dia mau diterapi agar kakinya sembuh dan bisa berjalan normal kembali dan membuktikan bahwa dia bisa bangkit lagi.
"Baiklah, aku mau terapi agar sembuh," ujar William tenang sambil menatap dalam mata Hanum. Dan hal itu seketika membuat bola mata Hanum melebar sempurna.
"Apa yang mas bilang? Mas I'am mau sembuh?"
"Iya," jawab William sekali lagi dengan mantap.
"Aahh, bagus kalau begitu! Jadi mulai besok kita akan panggil dokternya mas dan juga sekalian periksa, kita akan mengatakan jika mas mau sembuh!" Hanum benar-benar bahagia, dia langsung memeluk William tanpa sadar.
William hanya bisa menarik kedua sudut bibirnya, entah kenapa rasanya beda hanya karena melihat kebahagiaan di wajah istrinya itu.
***
Pagi itu seperti biasanya, Hanum menyiapkan air untuk mandi sang suami, memang Hanum tidak memandikan William, hanya menyiapkan perlengkapannya saja. William sudah bisa mandi sendiri dan tidak perlu dibantu seperti saat awal-awal dia sembuh dari kecelakaan.
William akhirnya terbiasa dengan kelakuan Hanum yang selalu keras kepala itu hingga bisa membuatnya luluh seperti sekarang.
Lama-lama mendapatkan perhatian dari Hanum seperti candu baginya. Seperti saat sarapan, William pasti menunggu Hanum yang menuangkan nasinya ke dalam piring, serta mengambilkan beberapa lauk yang disukainya.
"Ayo mas, cepat mandi dan kita sarapan bersama, jangan lupa nanti dokter juga datang, jangan lupa bilang yang tadi malam, ya?" William hanya mengangguk.
Hanum mendorong kursi William masuk ke dalam kamar mandi dan kemudian dia keluar dan tidak lupa menutup pintu.
Hanum sangat bahagia, suaminya sudah mau untuk tetapi dan itu artinya dia berhasil meyakinkan William agar sembuh dan bisa menjalankan perusahaan seperti dulu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments
Totoy Suhaya
duuh senengnya hanum apalagi udah sembuh bnern
2024-02-10
0
Noor Sukabumi
omg Mas iam yg super jutek plus
dingin dah meleleh atas dukungan n semangat Dr hanum gitu dong Mas iam jg jd cemen ditinggalin cewek j mp terpuruk harusnya km tuh semangat buat c katring tuh nyesel dah ninggalin km
2023-08-09
1
Cicih Sophiana
selamat ya Hanum kamu berhasil meyakinkan si kepala batu...😁😀😀
2023-08-03
0