Happy Reading.
William keluar dari dalam kamar dengan tergesa, dia hanya mengganti celana dan memakai jaket. Entah urusan apa yang membuat William sampai terlihat terburu-buru sekali.
"Ari, ambil mobil kita keluar sekarang," seru William terhadap orang kepercayaannya itu selalu standby di rumah. Itulah pekerjaan orang kepercayaan, harus bisa standby dua puluh empat jam, meski terkadang bisa dapat jatah libur berhari-hari, bergantian dengan Umar.
"Baik Tuan," Ari langsung sigap dan berjalan keluar menuju bagasi untuk menyiapkan mobil.
Sedangkan Hanum hanya bisa menghela nafas saat melihat kepergian sang suami. Terlihat sekali William menunda dan tergesa seperti itu membuat Hanum pasrah tanpa bisa mencegah.
"Hati-hati mas, aku menunggumu disini," gumam Hanum saat mendengar mobil suaminya keluar dari halaman.
Hanum sebenarnya merasa sedikit kecewa dengan kepergian sang suami yang tiba-tiba itu, padahal dia sudah mempersiapkan dirinya sebaik mungkin agar pantas dan tidak membuat William kecewa.
Dia sudah membersihkan area se-nsitifnya agar wangi, Hanum bilang dia siap bukan, meski sebenarnya Hanum masih ragu akan perasaan William untuknya, tapi dia akan memberikan segalanya agar pernikahan ini semakin lengkap.
Namun sepertinya pekerjaan William memang sangat penting dan terlihat dari ketergesaannya, tidak bisa ditinggal hanya untuk semalam ini saja.
'Mungkin memang pekerjaan itu begitu penting, jangan berpikir yang aneh-aneh Hanum,' wanita itu berusaha menenangkan pikirannya sendiri dengan berasumsi hal-hal yang positif.
Setelah kepergian William tadi, Hanum segera mengambil kaos lengan panjang dan memakainya. Tentu saja menutupi lingerie yang tipis dan kalau terkena AC bisa sampai menembus tulang saking tipisnya. Hanum repa memakai pakaian jaring itu memang karena siap lahir batin. Tapi apalaha daya, masih ada hari esok dan seterusnya, bukan?
"Apa aku ganti baju sekalian ya, pakai ini lagi kalau mas I'am udah beneran siap," guman wanita itu. Tidur memakai Lingerie memang tidak nyaman, apalagi dia tidak terbiasa. Meskipun sudah memakai kaos lengan panjang tapi tetap saja masih terasa aneh karena pahanya terekspos.
Bagaimana kalau misalkan Mama Valeria memanggil, kan nggak enak banget meski ganti baju. Akhirnya Hanum pergi ke kamar mandi dan mengambil daster lengan panjang miliknya.
Dia akan memakai daster saja. Nanti kalau William sudah siap, Hanum akan ganti memakai baju tipis dan transparan itu lagi.
Setelah mengganti dasternya, Hanum keluar dari dalam kamar mandi dan mematut diri didepan cermin. Setelah itu Hanum berjalan ke arah tempat tidur.
Dia memutuskan untuk berbaring diatas kasur saja, sambil menunggu suaminya pulang. Bukankah William menyuruhnya menunggu? Tapi kalau mengantuk jangan salahkan aku. Batin Hanum.
Hanum berharap pernikahan nya dengan William bisa selamanya tanpa ada kendala apapun. Doa di setiap sujudnya selalu dia agungkan nama sang suami, agar bisa mencintainya dan membangun bahtera bersama.
Menjadi nahkoda dan berlayar di tempat impian yaitu surga. Hanum hanya ingin menikah sekali dalam seumur hidupnya. Itu adalah sebait do'anya untuk rumah tangganya, belum doa-doa lain yang dia selipkan di antara munajatnya.
****
Di sisi lain.
Ari memarkirkan mobilnya di basement, kemudiannya keluar dari dalam mobil dan langsung menuju pintu penumpang di mana William berada. William keluar setelah Ari membukakan pintu untuknya.
William memang belum terlalu bisa berjalan cepat, tapi dia sudah berjalan normal. Ari memencet tombol lift dan keduanya pun masuk dalam.
William terlihat tenang, meskipun sebenarnya hatinya begitu bergemuruh. Tangannya yang berkeringat dia sembunyikan disaku celana.
"Aku harap informasi kalian ini akurat!"
Ari yang berada di belakang William, membungkuk kan badan. "Iya Tuan, informasi kali ini seratus persen tepat," jawab pria 32 tahun itu.
Setelah sampai di lantai yang dituju, William dan Ari segera keluar dari dalam lift dan berjalan ke arah apartemen Rion. Umar sudah berada di sana karena memang William yang akan mendatangi mereka.
Ya, William menemui Rion di apartemennya karena anak buah Umar itu akan memberikan sebuah informasi. William sudah tidak sabar akan Informasi apa yang di bawa oleh Rion.
"Selamat malam Tuan, silahkan masuk," sapa Umar saat melihat kedatangan William.
Umar dan Rion adalah orang-orang kepercayaan William yang memiliki skil tinggi dalam membobol data atau menyerang situs website.
"Bagaimana? Apakah kalian mendapatkan informasi yang akurat?" Tanya William saat dia sudah duduk di sofa.
"Iya tuan, sore tadi anak buah saya berhasil melihat pergerakan Nona Katrine di bandara. Dia sudah kembali ke Indonesia," ujar Umar.
Ya, ternyata kepergian William dan rela meninggalkan Hanum karena ini ada sangkut pautnya dengan Katrine, wanita masa lalu William yang dengan tega meninggalkan nya. Rion memberikan informasi mengenai kepulangan Katrine ke Indonesia.
"Jadi dia sudah kembali?" Tanya William menatap Umar.
"Betul Tuan, saya rasa dia akan seterusnya berada disini," William mengangguk mengerti.
Katrine adalah wanita yang telah membuat hati nya hancur, selain karena dulu William begitu mencintai wanita itu, William juga sangat membutuhkan dukungan pasca kelumpuhannya. Namun, yang terjadi adalah Katrine meninggalkan nya begitu saja, membuat semangat William hancur. Wanita itu sudah pergi hampir dua tahun dan akhirnya kembali setelah berhasil membuat William terpuruk.
"Pastikan kau pantau terus wanita itu, aku ingin tahu apa yang dia rencanakan setelah ini, mengingat bagaimana dia mencampakkan ku karena lumpuh, bisa jadi dia ingin kembali padaku setelah sembuh, right?"
Ketiga pria dewasa itu hanya bisa tertunduk ketika ditanya seperti itu. Sejujurnya Umar, Ari maupun Rion tidak pernah menyukai Katrine karena wanita tersebut begitu sombong dan angkuh.
'Semoga saja Tuan Willy tidak akan kembali pada wanita itu lagi, dia perempuan licik!' batin Umar.
Kedua orang itu ingin hubungan William dan Hanum langgeng dan tidak terpisahkan. William juga sadar sosok siapa yang ada pada diri Katrine sebenarnya. Dia bukanlah wanita berhati Bidara seperti yang selama ini William agungkan sebelum kelumpuhannya. Tapi Matrix adalah sosok iblis yang menjelma menjadi wanita cantik.
Keduanya tahu informasi itu karena mereka tahu apa saja yang dikerjakan oleh Katrine di luar negeri sana.
"Sepertinya memang ada niat terselubung Tuan, saya harap tuan selalu waspada, karena Nona Katrine yang sekarang amat sangat licin seperti belut," ujar Umar.
William mengepalkan tangannya, dia ingin sekali mencekik leher Katrine dan menampar pipi wanita itu. William memang menunggu kepulangan Katrine bukan untuk kembali, tapi pria itu tidak akan melepaskan Katrine dan akan membuat wanita itu juga menderita seperti waktu membuat dirinya menderita.
"Pastikan dia tidak mengetahui kalau aku sedang mengincarnya, jebak dia agar masuk ke kandang singa!" ujar William dengan mata yang tajam.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments
Noor Sukabumi
jg sampe terbalik ya William niat km buat katering menderita awas j low km sampe klepek2 ku cekek kau hidup2
2023-08-15
0
Cicih Sophiana
semoga Willan tidak tergoda dgn rayuan pulau kelapa nya si mantan..
2023-08-07
0
Anik Trisubekti
semoga iman William tetap kuat 🤗
2023-07-19
0