Happy Reading.
Malam itu William, Hanum, Sofyan dan Valeria sedang berkumpul di ruang keluarga setelah acara makan malam. Mereka berbincang-bincang hangat dan membahas pekerjaan, William sekarang semakin terbuka dengan keluarganya.
Dia juga sudah tidak mengurung diri lagi seperti dulu. Memang setelah kecelakaan itu William banyak menutup diri dari dunia luar bahkan keluarganya sendiri. Namun sekarang setelah William sembuh dia sudah bisa berkomunikasi dengan hangat bersama kedua orang tuanya.
Kondisi William semakin membaik, sekarang dia sudah bisa berjalan normal meskipun masih pelan-pelan. Pria itu sudah berencana akan kembali ke perusahaan yang sudah setahun lebih dia tinggalkan pasca kecelakaan.
"Jadi bagaimana, apakah kamu sudah benar-benar memutuskan untuk kembali ke perusahaan?" Tanya Sofyan menatap putranya itu.
William mengangguk mantap, "iya Pa, mungkin beberapa hari lagi aku akan kembali bekerja, Papa bisa istirahat setelah aku memimpin kembali," jawab William. "Jangan lupa, suruh Ari memberikan beberapa laporan yang harus ku pelajari," lanjutnya.
"Bagus, Papa sangat berharap kamu bisa memimpin perusahaan kembali karena setelah kamu kecelakaan, banyak saingan kamu yang sengaja mengejek perusahaan kita, bahkan ada beberapa investor yang menarik suntikan dana di perusahaan. Papa tahu karena itu memang taktik para pebisnis sekarang. Kalau hanya satu atau dua perusahaan sih, Papa tidak masalah, itu artinya yang yang lain masih memberikan kepercayaan terhadap Atmaja group," ujar Sofyan panjang lebar.
Memang setelah kecelakaan itu kondisi perusahaan sempat anjlok dikarenakan berbagai rumor, bahkan ketika William menarik diri dari perusahaan karena kelumpuhan nya, ada beberapa saingan yang terang-terangan mengejek.
Untung saja pernikahan William tidak gagal dan masih berjalan meskipun dengan pengantin pengganti. Sofyan dan Valeria masih sanggup menutup rasa malu mereka yang luar biasa karena William ditinggalkan oleh calon istrinya karena lumpuh.
"Aku yakin dibalik kecelakaan itu pasti ada konspirasi, meskipun sampai sekarang memang seolah itu terjadi murni kecelakaan, setelah ini aku akan kembali dan membawa Atmaja group menjadi berdiri tegak kembali," jawab William dengan sorot mata tajam.
Hanum menatap Papa mertuanya dan William bergantian. Entah sejak tadi apa yang mereka bicarakan, Hanum tidak begitu mengerti karena membahas pekerjaan.
"Mas I'am sudah mau bekerja? Bagaimana kondisi kaki Mas? seharusnya jangan pergi kemana-mana dulu selain terapi dan latihan berjalan," ujar Hanum.
Sofyan dan Valeria tersenyum, menantunya itu memang sangat mempedulikan kesehatan putra mereka. Bukankah William sangat beruntung mendapatkan istri seperti Hanum yang tulus terhadap dirinya.
"Hanum, aku harus mulai bekerja, agar perusahaan kembali jaya seperti dulu lagi, semenjak aku kecelakaan dan lumpuh ada beberapa investor yang menarik dana mereka dan hal itu membuat perusahaan mengalami sedikit kerugian, mereka seakan tidak percaya dengan kemampuan Bapak Sofyan yang sudah lebih dulu terjun membangun perusahaan Atmaja, tapi setelah ini akan aku buktikan jika William Atmaja kembali dan akan ku buktikan Atmaja group bisa lebih berkembang lagi," ujar William penuh tekad dah semangat.
****
Hanum menatap dua dasi di tangan suaminya. Dasi berwarna biru garis-garis putih di tangan kanan dan dasi berwarna hitam coklat Ada di tangan kiri.
"Mas, ini Hanum disuruh milih gitu?"
"He'em,, Menurutmu aku harus pakai dasi yang mana dengan pakaian kerjaku yang berwarna coklat ini?" Tanya William kepada istrinya.
Hanum sedikit memiringkan wajahnya, menatap penampilan sang suami kemudian menatap dasi yang berada di tangan nya. "Ehhm, mungkin yang warna hitam coklat ini lebih cocok, tapi lebih bagus lagi kalau kemejanya berwarna coklat muda, dasinya harus berwarna coklat tua," ujar Hanum.
Gadis itu kemudian berjalan ke arah lemari pakaian William yang menyimpan berbagai macam barang-barang mahal suaminya itu. Dari pakaian kerja, sepatu dan juga barang-barang pribadi lainnya.
Hanum melihat laci yang menyimpan beberapa dasi milik William, dia mengambil dasi yang berwarna hitam polos, kemudian kembali pada suaminya.
"Coba dulu yang ini mas, pasti lebih cocok," Hanum menyerahkan dasi itu pada suaminya.
William langsung mencobanya dan memang terlihat lebih cocok daripada dua dasi yang tadi dia ambil. "Oke, ini lebih bagus,, istri ku memang yang terbaik."
Blush.
Pipi Hanum langsung bersemu merah, siapa coba yang tidak senang dan Ge Er jika dipuji oleh suaminya sendiri. Sikap William semakin hari semakin perhatian pada Hanum, sungguh Hanum bersyukur sekali.
"Kok wajahnya malah lihat kesitu, udah bosan lihat wajahnya Mas ya?"
"Apa sih Mas, malu ih,, sekarang seneng banget godain Hanum," Hanum mengusap hidungnya yang baru saja di sentil William.
"Godain istri sendiri mana ada larangan sih," kali ini Hanum sudah menatap suaminya yang nampak tampan sekali.
Ternyata William kalau memakai pakaian kerja seperti ini benar-benar terlihat tampan dan berwibawa.
"Aku tahu aku memang tampan," ujar William.
"Dih, Mas I'am sekarang juga semakin Pe De ya," Hanum ganti menarik hidung suaminya karena merasa malu ketahuan telah menatap lama wajah William. "Tapi emang bener kok, mas ini ganteng banget. Nggak nyangka bisa punya suami bule seperti ini, padahal Hanum nggak pernah doa agar dapat suami bule loh," ujar Hanun menggoda suaminya.
"Makasih sayang, nanti mas juga minta Ari buat mencari bukti untuk menjerat Paman dan Bibimu, aku sudah mengantongi bukti-bukti kejahatan mereka," ujar William membuka Hanum terkejut.
Bersambung.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 35 Episodes
Comments
Noor Sukabumi
semoga j g Ada gangguan Dr c katering tengil low sampe dia tau William sembuh
2023-08-14
0
Cicih Sophiana
semoga perempuan egois si mantan William tau jg klo William udah sembuh...
2023-08-04
1
Anik Trisubekti
semoga semua permasalahan segera menemukan titik terang
kapan nih unboxingnya 🤭
2023-07-16
0