Bab Tiga belas

Setelah mendengar semua cerita dan segala pengakuan dari detektif Abraham maka detektif Egan dan Keiko serta pak Brox pun akhirnya mengambil keputusan untuk melepaskan detektif Abraham dari segala tuntutan yang awalnya dibebankan kepadanya.

Pagi itu setelah hari sebelumnya detektif Abraham berada di dalam ruang intetogasi, detektif Abraham yang sudah cukup istirahatnya di hotel melati yang sudah dia sewa selama beberapa minggu pada saat dia melakukan pengintaian terhadap Bondan akhirnya kembali ke kantor polisi wilayah dimana detektif Egan dan Keiko bertugas.

Kali ini detektif Abraham datang tidak dengan pakaian yang biasa dia gunakan dalam misi penyamarannya selama ini. Sebuah jas berwarna abu-abu yang membalut kemeja putih dipasangkan dengan celana bahan dengan warna yang senada dengan jasnya dan sepasang sepatu pantofel mengkilat di kakinya sungguh membuatnya kini terlihat seperti seorang detektif yang profesional.

Padahal kemarin saat dia ditangkap oleh detektif Egan dan Keiko, detektif Abraham mengenakan jaket dan celana jeans berwarna hitam senada dengan kacamata dan masker yang selalu menutupi wajahnya selama beberapa bulan ini dan saat dia tertangkap kamera pengawas di berbagai tempat. Sepatu yang dikenakannya juga adalah sepatu kets walau dengan merk ternama.

Pagi ini dengan langkah yang mantap detektif Abraham memasuki ruangan divisi pemb*nuhan dan melewati detektif Egan dan Keiko yang sedang sibuk di meja mereka masing-masing setelah dia kelur dari dalam lift yang mengantarkannya ke lantai dimana divisi pemb*nuhan berada.

Melihat detektif Abraham yang melewati mereka begitu saja, baik detektif Egan maupun detektif Keiko merasa keheranan namun juga tidak ingin banyak berkata yang akhirnya akan menimbulkan sebuah perdebatan.

Detektif Abraham meneruskan langkah kakinya menuju ruangan pak Brox. Lalu tepat di depan pintu ruangan pak Brox, detektif Abraham menghentikan langkah kaakinya dan membetulkan pakaianya dan setelah merasa bahwa da sudah pantas untuk masuk ke dalam ruangan pak Brox yang merupakan atasan di dalam divisi pemb*nuhan di kantor wilayah ini, lalu detektif Abraham pun mulai mengetuk pintu ruangan pak Brox dan menunggu jawaban dari dalam ruangan.

“Masuk!“ suara pak Brox memberi ijin kepada siapa pun yang berdiri di balik pintu itu membuat detektif Abraham berani untuk masuk.

“Selamat siang pak!“ ucap detektif Abraham saat dia membuka pintu itu.

“Oh anda. Masuk dan tutup pintu itu,” perinth pak Brox dan detektif Abraham mematuhinya tanpa perdebatan.

“Apa yang membawa anda ke sini hari ini?“ tanya pak Brox.

“Seperti yang saya katakan kemarin kepada detektif anda pak, saya menawarkan kerjasama demi menangkap pembunuh berantai kita,” ujar detektif Abraham.

“Maksud anda, detektif Egan?“ ujar pak Brox.

“Em… bagaimana pak?“ detektif ABraham sepertinya tidak menegerti apa yang dimaksud oelh pak Brox.

“Detektif yang anda tawarkan kerjasama kemarin di ruang interogasi, namanya detektif Egan,” pak Brox menjelaskan.

“Oh iya. Namanya detektif Egan ternyata,” balas detektif abraham.

“Bagaimana anda mnawarkan seseorang kerjasama tapi anda tak mengetahui namanya, bukankah itu sungguh aneh?!“ sindir pak Brox.

“Karena bagi saya bukan sebuah nama yang terpenting tapi kerjasama yang akan menghasilkan sesuatu yang berguna,” balas detektif Abraham.

“Mungkin di tempat anda memang demikian tapi di sini, di tempat kami ini sebuah nama amatlah penting. Beginilah cara kami di sini menghargai orang lain,” sebuah balasan yang menohok dari pak Brox cup membuat detektif Abraham kikuk.

Detektif Abraham sangat memperlihatkan bingungnya untuk menimpali pernyataan yang baru saja dilontarkan oleh pak Brox dan tentu saja pak Brox yang melihat itu hanya bisa tersenyum kecil.

“Jadi tawaran apa yang akan anada sampaikan kepada kami?“ tanya pak Brox setelah puas melihat ekspresi kikuk yang ditampilkan oleh detektif Abraham.

“Kami memilikii berbagai data yang mungkin bisa ditambahkan untuk data dan fakta yang juga sudah kalian kumpulkan di sini,” tutur detektif Abraham.

“Saya ragu bahwa data dan fakta yang kami miliki jauh lebih banyak dan valid dari pada yang anda miliki,” nyinyir pak Brox.

“Saya rasa mungkin juga begitu tapi apa salahnya jika menamabahkan bukti lain agar kita bisa menjerat dan menjatuhkan hukuman jauh lebih berat bagi pelaku,” tambah detektif Abraham.

“Sepertinya anda begitu beraaambisi untuk memasukan Bondan ke dalam penjara,” ujar pak Brox.

“Tentu saja! saya rasa anda dan para detektif yang berada di bawah naungan anda juga menginginkan hal yang sama,” timpal detektif Abaham.

“Tentu saja! setiap pemb*nuh harus menerima ganjaran atas apa yang dia lakuakan,” balas pak Brox.

“Maka dari itu saya ingin Bondan mendapatkan hukuman yang setimpal bukan hanya karena satu kasus di sini tapi juga di kasus yang terjadi di wilayah kami,” timpal detektif Abraham dengan tegas.

Pak Brox terdiam dan mulai menimbang-nimbang apa mungkin dia ingin bekerjasama dengan detektif Abraham yang berasal dari kantor wilayah lain.

“Bahkan saya belum mengubungi atasan anda untuk meyakinkan diri saya bahwa anda benar-benar detektif di Spring hill dan benar-benar dalam misi pengejaran bukan karena ini sebuah penyelesaian masalah pribadi,” serang pak Brox.

“Saya sudah menghubungi atasan saya sebelum datang ke sini pak, saya sudah meminta atasana saya untukk menghubungi anda secepatnya untuk meyakinkan anda bahwa saya sebenarnya sedang kanjalankan misi seperti yang sya ungkapkan sejak awal.“

“Baiklah kalau begitu, saya akan menunggu telepon dari atasan anda terlebih dahulu dan jika atasan anda sudah mengkonfirmasi semua baru saya akan mengijinkan anda untuk masuk dan bergabung dengam saya yang sedang mengerjakan kasus ini,” ujar pak Brox.

“Baik pak!“

“Untuk sementara ini, saya harap anda untuk tidak ada di sekitaran tim saya. Kembalikah ke Spring hill atau jika anda masih ingin tetap berada di kota indah ini, paling tidak kembalilah ke hotel tempat anda semalam ini tinggl,” pak Brox memerintahkan.

Terpopuler

Comments

mama galaau

mama galaau

knapa yg like sedikit ya ?? padahal ceritanya bagus

2023-10-15

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!