Seperti biasa Anezaki selalu menghabiskan waktu istirahatnya di kantin di meja paling pojok. Dimana tempat itu adalah tempat bagi anak-anak culun, kuper, dan selalu ditindas oleh para murid lainnya saat di sekolahannya.
Namun tiba-tiba saja beberapa pemuda datang menghampiri Anezaki dan duduk di bangku kosong di sebelahnya.
"Ehem. Bolehkah kami bergabung?" ucap seorang pemuda berambut gondrong keemasan yang sebenarnya bukan teman satu kelas Anezaki, namun dia adalah kakak kelas Anezaki jurusan model.
Jadi dia tidak mengetahui jika gadis yang sedang berusaha untuk digodanya saat ini adalah Anezaki, seorang gadis yang biasanya dikenal sebagai gadis buruk rupa dan pembawa sial di SMU Gakkuen.
Senior Shozo? Bukankah dia senior yang cukup populer di sekolahan ini? Mengapa tiba-tiba dia sangat ramah kepada anak culun? Apakah karena aku? Apa karena penampilan baruku?
Batin Anezaki cukup kebingungan.akan perubahan sikap mereka.
"Tentu saja senior boleh bergabung dengan kami. Tapi meja ini adalah meja anak-anak culun, kuper dan sering ditindas. Apakah senior Shozo tidak keberatan?" ucap salah satu gadis berkacamata yang duduk di seberang Anezaki.
BRAKK ...
Pemuda bernama Shozo itu malah menggebrak meja dan menatap tajam gadis berkacamata minus itu.
"Aku tidak sedang berbicara denganmu, Gadis jelek! Tapi aku sedang berbicara dengan juniorku yang cantik ini!" tandas Shozo dengan sangat tegas dan penuh dengan penekanan, dan berakhir melirik Anezaki dengan ekor matanya.
"Sebaiknya kalian semua pindah saja! Karena bos kami ingin memakai meja ini!" sahut pemuda lainnya sambil mendorong gadis berkacamata hingga terjatuh dari bangkunya.
Sementara pemuda lainnya juga memperlakukan pemuda culun lainnya dengan menarik kerah bajunya dan menghempaskannya hingga terjatuh. Tidak puas dengan hal itu saja, mereka juga menumpahkan makanan pada pemuda cupu itu hingga membuat rambut dan seragamnya kotor.
Jahat sekali mereka. Cantik dan tampan adalah bukan segalanya. Tapi mengapa hampir semua orang menjadikan paras sebagai tolak ukur untuk memperlakukan seseorang? Melihat semua perlakuan mereka ini seakan-akan aku sedang melihat ketika orang lain sedang menindasku di masa lalu. Apa yang harus aku lakukan?
Batin Anezaki terasa sesak saat melihat semua kejadian itu. Namun ditengah-tengah kebingungannya saat ini tiba-tiba saja mulai terdengar suara notifikasi sistem yang diikuti oleh suara Angela sang pemandu sistem.
DING ...
[ Misi akan segera dimulai, Nona. Misi kali ini adalah memberikan pelajaran untuk Shozo dan teman-temannya agar tidak semena-mena memperlakukan orang lain. Semoga nona beruntung ...]
Ucapan Angela yang sukses membuat sepasang alir Anezaki berkerut saling berdekatan.
Misi memberikan pelajaran untuk senior Shozo dan teman-temannya? Lalu apa yang harus aku lakukan? Selama ini aku selalu terbiasa diam ketika sedang ditindas? Apakah kali ini aku bisa menyelesaikan misi ini?
Batin Anezaki merasa ragu dan kurang percaya diri.
[ Nona harus bisa menyelesaikan misi kali ini. Jika nona gagal menyelesaikan misi, maka nona akan mendapatkan pinalti. Dan pinalti untuk Beauty and Candy System adalah bekas luka bakar akan kembali terlihat. Semakin nona banyak gagal dalam menjalankan misi, maka bekas luka bakar akan semakin terlihat jelas. ]
Sahut Angela yang sukses membuat Anezaki terkejut bukan main.
Tidak mungkin! Aku tidak boleh gagal dalam menjalankan misi! Aku tidak boleh kehilangan wajah dan kulit cantikku lagi! Atau hidupku akan kembali seperti sedia kala. Baiklah! Ayo pikirkan sesuatu dan lakukan dengan baik, Anezaki!
Batin Anezaki memutar otaknya untuk segera menyelesaikan misi kali ini.
Beberapa murid culun itu mengalah dan berniat untuk meninggalkan meja itu. Namun tiba-tiba saja Anezaki menahannya dengan ucapannya.
"Tunggu dulu! Kalian jangan pergi! Tetaplah disini dan temani aku makan!"
Tandas Anezaki berusaha untuk berkata dengan lantang dan penuh percaya diri. Padahal sebenarnya dia sangat ketakutan dan masih kurang oercaya diri.
Ucapan Anezaki sontak saja membuat Shozo dan teman-temannya terkejut bukan main.
"Anez, mengapa menahan mereka? Biarkan saja mereka pergi. Kamu ini sangat cantik dan populer bukan? Kamu tidak pantas untuk berada di dalam satu meja bersama dengan mereka." ucap Shozo yang kebetulan sudah membaca name tag Anezaki.
Anezaki mendengus dan tersenyum miring mendengarkan ucapan dari Shozo.
"Aku mau makan dan berteman dengan siapa saja itu adalah urusanku. Dan aku memutuskan untuk makan bersama dengan mereka. Lagipula kami yang sudah lebih dulu memakai meja ini. Jika senior merasa keberatan untuk bergabung bersama mereka, maka senior bisa pergi dan memakai meja lain!" tandas Anezaki dengan tegas.
"Apa? Kamu lebih memilih untuk makan bersama dengan mereka?!"
"Benar!"
"Tapi ..."
"Baiklah. Jika senior merasa keberatan dan bersikeras untuk tetap memakai meja ini, maka kami akan pergi. Ayo kita cari meja lain yang kosong!" uca Anezaki mengajak ketiga anak culun itu untuk pergi ke meja lain.
Hal ini tentu saja membuat beberapa orang yang menyaksikannya menertawakan Shozo. Shozo adalah siswa kelas 3 jurusan model yang selalu dikenal playboy dan bisa menakhukkan semua wanita. Karena dia cukup tampan dan kaya. Bahkan kedua orangtuanya adalah salah satu penanam saham terbesar di sekolahannya.
"Lihatlah! Ini adalah pertama kalinya aku melihat Shozo dicampakkan dan ditolak oleh seorang gadis. Ahaha ... berani sekali gadis itu. Siapa dia?" gumam seorang siswi yang berada tak jauh dari meja Shozo.
"Entahlah. Aku juga tak pernah melihat dia sebelumnya. Mungkin murid pindahan baru." sahut siswi lainnya.
Masih ada beberapa perbincangan mereka yang sedang menertawakan Shozo. Dan tentu saja hal itu membuat Shozo geram dan murka.
Anezaki! Berani sekali kamu mempermalukanku di depan anak-anak! Lihatlah! Akan aku membalas semuanya! Aku akan buat kamu mengemis cintaku!
Batin Shozo terlihat sangat murka.
Anezaki mengajak ketiga teman culunnya pindah di sebuah meja kosong. Sebenarnya ketiga orang culun itu cukup merasa segan dan tak pantas untuk makan bersama Anezaki. Karena kelas mereka terlihat sangat berbeda.
"Mengapa kamu mau makan dengan kita? Kamu sangat cantik. Kamu bisa saja makan bersama anak-anak populer di sekolahan kita. Dan salah satu kelompok populer itu adalah kelompok senior Shozo." ucap sang gadis berkacamata.
"Tidak masalah. Aku hanya ingin makan bersama dengan kalian kok. Kenalkan, aku Anezaki dari kelas 2 jurusan seni." sahut Anezaki dengan ramah.
"Aku adalah Junnichi Okada. Kamu bisa memanggilku Jun." ucap pemuda berkacamata minus super tebal.
"Aku adalah Minzy dari kelas 2 jurusan Budaya. Satu kelas dengan Jun. Senang berkenalan denganmu, Anezaki. Tidak aku sangka masih ada gadis cantik yang tidak sombong seperti kamu. Andai semua orang cantik seperti kamu." ucap gadis berkacamafa dan berambut kepang itu.
"Sama-sama." sahut Anezaki dengan ramah dan merasa malu karena pujian dari Minzy.
TAK ...
Tiba-tiba saja seorang pemuda meletakkan nampan makan siangnya dan segelas minuman kalengnya dan duduk bersama mereka. Dia adalah Yuru, si murid super cuek, dingin dan tak mau berurusan dengan apapun selain kegiatan sekolahnya.
Tak ada perbincangan kembali, dan mereka sibuk menghabiskan makanan masing-masing.
...🍁🍁🍁...
Sore hari Anezaki terlihat masih berada di perpustakaan sekolah seorang diri untuk menghabiskan waktunya.
"Angela? Apa hadiah untukku kali ini? Bukankah aku sudah berhasil menjalankan misiku?" ucap Anezaki lirik sambil membuka sebuah buku kebudayaan.
[ Baik, silakan nona mengambil sebuah permen sistem. ]
Sahut Angela sang pemandu sistem diikuti oleh sebuah kepulan cahaya putih bercampur violet tepat di hadapan Anezaki. Dan permen-permen dengan bentuk lucu dan manis itu kembali terlihat di dalam cahaya itu.
Anezaki tersenyum penuh binar dan segera mengambil salah satu permen sistem itu lalu memakan permen sistem itu dengan tak sabaran.
[ Selamat, Nona. Nona mendapatkan sebuah permen sistem yang akan memberikan nutrisi untuk tubuh serta kulit nona hingga membuat kulit wajah serta tubuh nona semakin sehat halus, putih dan mulus. ]
"Whoa ... aku merasakannya. Kulitku semakin terlihat cerah dan sehat. Ini sungguh sangat menakjubkan. Terima kasih, Angela." ucap Anezaki memandangi kulit tangannya yang memang telihat lebih cerah dan sehat.
[ Nona juga mendapatkan sebuah parfum sebuah parfum ajaib. Aromanya begitu lembut, segar dan tahan lama. Setiap orang yang ada di sekitar nona yang mencium aroma dari parfum ini akan membuatnya merasa tenang dan meredamkan segala kebencian dan amarahnya. Kecuali jika tingkat kebencian itu sudah melampaui batas wajar. ]
Ucap Angela lagi dan diikuti oleh segerumul asap berwarna violet lembut yang di dalamnya ada sebuah botol kaca bening berwarna kebiruan dengan sprinkle dan manik-manik lucu di dalamnya.
Sebuah gantungan bintang berwarna keemasan juga menghiasi botol parfum ajaib itu.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
𝓐𝔂⃝❥🍁●⑅⃝ᷟ◌ͩṠᷦụᷴfᷞi ⍣⃝కꫝ🎸❣️
gitu dong nez jgn biar shozo menindas org lain sesuka, karna wajahmu udah cantik dimanfaatin dgn baik ya. semangat buat balas mereka.
2024-05-01
1
🍾⃝ͩᴢᷞᴜᷰɴᷡɪᷧᴀకꫝ 🎸🎻ଓε🅠🅛⒋ⷨ͢⚤
🤣🤣 semangat nez balaskan apa yg pernah dia lakukan pada anak" clun
2023-09-01
3
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Asrita Sirnia
Kalau tau palingan cengo ngeliat perubahan draktis dia saat ini
2023-08-10
2