Anezaki menyeringai kelam sambil melenggang mendekati pria itu.
"Sekarang adalah giliranmu! Bagaimana? Apa kamu mau mencoba teknik mematikan milikku lainnya dan menjadi cacat seperti kedua teman-temanmu?" ucap Anezaki melenggang mendekati pria bertopeng itu dengan aura kelam.
Sementara pria itu masih berdiri di tempat dan sudah bersiap dengan sebuah pisau lipat.
"Jangan bermimpi bisa mengalahkanku, Gadis kecil! Jika tidak bisa menggunakan asam klorida, maka aku akan merusak wajahmu dengan pisau kesayanganku ini! Agar kamu tidak bisa bersikap sombong!" ucap pria itu mengayunkan pisau ke arah wajah Anezaki dengan sangat cepat.
Anezaki menghindarinya sehingga serangan itu meleset. Dia segera berputar dan berfokus pada kuncian pada bagian pergelangan tangan pria itu. Teknik ini pun bisa membuat musuh merasakan tegang di area bahu, siku dan lengan.
"Sombong? Bagaimana kamu mengetahui jika aku sangat sombong? Padahal aku sama sekali tidak mengenalimu?" cibir Anezaki masih mengunci pergelangan tangan pria itu dan memutar bola matanya seolah sedang memikirkan sesuatu.
"Hmm ... bagaimana jika aku menyombongkan teknik sankyo mematikan milikku saja? Dalam pertarungan resmi MMA mereka tak akan mengijinkan teknik ini dipakai karena sangat berbahaya. Namun kali ini aku akan berbaik hati dan memperlihatkannya kepada kalian semua. Bagaimana? Apa kamu ingin merasakan lengan patah dengan teknik sankyo milikku, Paman?"
Ucap Anezaki dengan seringai manis bak setan. Ditambah lagi tempat ini begitu remang dan hanya sedikit memberikan pencahayaan. Membuat angle yang cukup kelam.
Sankyo merupakan teknik yang sangat mematikan dalam seni bela diri Aikido. Sankyo banyak digunakan oleh para praktisi karena tak terlalu rumit. Namun dalam pertarungan MMA, teknik ini dilarang karena bisa membuat lengah dan lawan patah tulang.
"Sialan!! Lepaskan aku!!" pria itu berusaha untuk melepaskan diri, namun disaat itu Anezaki semakin mencengkeram kuat kunciannya hingga terdengar suara retakan.
KRAKK ...
"Arggghhhh!!" pria itu memekik kuat menahan rasa sakit itu.
"Katakan padaku siapa bos kalian dan siapa yang memerintahkan kalian untuk mencelakaiku?!" tandas Anezaki masih tak melepaskan kunciannya.
"Ti-tidak ada! Aku melakukannya atas kemauanku sendiri ..."
"Kamu sengaja mengincarku dan berniat untuk merusak wajahku, padahal aku sama sekali tidak mengenalimu! Jangan berpikir aku bodoh! Jika tidak segera mengaku, aku akan membuat cedera permanen untukmu! Menikmati sisa umurmu di atas kursi roda dan menjadi lumpuh seumur hidup. Sepertinya akan sangat menarik. Tentukan pilihanmu sekarang juga!"
Ketus Anezaki berniat untuk menyerang saraf lainnya dan membuat pria itu lumpuh sesuai ucapannya.
"Jangan menggertakku! Gadis kecil sepertimu tak akan bisa untuk melakukannya!" sahut pria itu masih dengan angkuh.
"Aku akan berhitung sampai tiga. Jika tidak segera memutuskan, maka aku yang akan memutuskan. Satu ... dua ..." Anezaki tak menghiraukan ucapan pria itu dan segera berhitung. "Ti ..."
Pada hitungan ketiga pria itu dengan segera mengucapkan seauatu untuk menahan serangan dari Anezaki.
"Baiklah! Aku akan mengatakannya! Yang memerintahkan kami adalah seorang gadis remaja yang cantik dan memiliki rambut pirang. Namanya adalah nona Cho." ucap pria itu dengan cepat.
Anezaki mendengus dan tertawa singkat mendengar jawaban pria itu. Lalu dia segera menendang kuat pria itu hingga ambruk di atas tubuh salah satu komplotannya.
Anezaki segera meninggalkan ketiga pria yang sudah mengalami cedera itu begitu saja.
"Cho lagi. Mengapa dia selalu saja berusaha untuk mencelakaiku?" gumamnya sembari meraih jepit rambutnya lalu menyimpannya.
Dia sempat menimang-nimang jepit rambut lucu itu sebelum benar-benar menyimpannya. Sebuah senyuman misterius juga terukir menghiasi wajah ayunya.
...🍁🍁🍁...
Pagi-pagi sekali Anezaki sudah tiba di kelasnya. Karena dia berniat untuk mengerjakan PR Matematikanya yang sempat terlupakan gara-gara kemarin malam dia yang tertidur begitu saja setelah sampai di rumah.
"Akhirnya sudah selesai!" Anezaki mengangkat kedua tangannya untuk meregangkan ototnya setelah menyelesaikan PR Matematikanya.
"Gara-gara terlalu mengantuk dan lelah aku malah ketiduran. Untung saja bisa bangun pagi dan berangkat ke sekolahan lebih pagi untuk mengerjakan PR ini. Aku bahkan belum sempat memeriksa hadiah dan status terbaruku. Ayo tampilkan status dan berikan permen sistem untukku, Angela ..."
[ Baik, Nona. Silakan nona mengambil sebuah permen sistem. ]
Sahut Angela diikuti oleh sebuah kepulan asap berwarna putih violet lembut yang di dalamnya sudah ada beberapa oeroem sistem lucu dan unik dengan bentuk menyerupai dadu.
"Baiklah, aku akan mengambilnya satu. Kali ini apa khasiat dari permen sistem ini, Angela?"
Tanya Anezaki berbinar sembari mengambil sebuah permen sistem dari kepulan cahaya putih bercampur violet di hadapannya, lalu mulai menikmatinya.
[ Selamat, Nona. Nona mendapatkan sebuah permen sistem yang akan memberikan nona sebuah skill baru. Nona juga mendapatkan beberapa hadiah lain dari sistem. Silakan memeriksa status terbaru milik nona. ]
Ucapan Angela semakin membuat wajah Anezaki semakin berbinar.
"Baiklah. Tolong tampilkan status terbaruku, Angela!" titah Anezaki tak sabar untuk memeriksa status dan skill baru miliknya.
[ Baik, Nona. Menampilkan status dimulai ... ]
DING ...
Sahut Angela diikuti dengan suara notifikasi sistem. Beberapa berkas cahaya violet lembut menyilaukan mulai terlihat di hadapan Anezaki, hingga akhirnya mulai membentuk sebuah layar hologram dengan dasar violet lembut.
《《《《《 Beauty And Candy System 》》》》
Nama : Anezaki Mamori
Usia : 17 Tahun
Ras : Manusia
Kecantikan : 75
Kepintaran : 71
Kelincahan : 40
Spesial skill :
☆ Mendeteksi kebohongan orang lain hanya dengan menatap wajahnya
☆ Professional photo model
☆ Teknik bela diri Aikido
☆ Teknik bela diri judo
☆ Meretas
Kharisma : 67
Kekuatan : 56
Poin sistem : 35
Poin kemampuan : 38
Dana : 400.000 yen ( kira-kira 42.000.000 rupiah )
Misi : 6 ( belum dibuka )
Hadiah misi 5 : 1 skill baru, 1 permen sistem, dana, beberapa penambahan poin sistem
Baterai kehidupan : 91 %
Sistem pemandu : Angela
《《《《 Beauty And Candy System 》》》》
Anezaki mengamati dan membaca statusnya dengan sangat teliti dengan wajah berbinar. Karena lagi-lagi dia mendapatkan sebuah kemampuan luar buasa, yaitu kemampuan meretas dalam dunia digital.
"Ini sungguh keren sekali, Angela! Seumur hidup aku selalu mengagumi orang-orang genius yang memiliki keahlian meretas seperti itu. Tidak aku sangka kini aku malah mendapatkan kemampuan itu. Hehe ... kamu sungguh telah merubah hidupku, Angela!" ucap Anezaki berbinar dan tersenyum lebar.
Namun senyuman Anezaki perlahan mulai memudar ketika menyadari seseorang mulai memasuki kelasnya. Anezaki segera berpura-pura untuk kembali mengerjakan sesuatu dengan PR nya tanpa menghiraukan siapa yang datang.
Karena dia merasa khawatir jika sosok itu telah mendengar ucapannya bersama Angela dan akan mengira Anezaki gila karena berbicara seorang diri.
Namun rupanya sosok itu malah berjalan mendekati bangku Anezaki dan berdiri tepat di sampingnya. Dan tentu saja hal ini membuat Anezaki mewasa was-was kembali.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
𝐩𝐫𝐚𝐬𝐬𝐞𝐭𝐲𝐨 𝟏
wallah apa kagak salah tuh ngatain orang sombong dan blagu. padahal dia sendiri yg lebih sombong mana punya pemikiran sempit pula🤣🤣 sok2 an jadi dewi parah bner lu cho
2023-08-01
0
@⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔Tika✰͜͡w⃠🦊⃫🥀⃞🦈
selamat ya Anezaki sdh nambah satu lagi kemampuannya nunggu yang ke enam ni...cho masih terus berusaha ni 🤭
2023-07-23
1
@ Yayang Risa Selamanya
Sepertinya Anezaki meretakkan tangan dari pria tersebut
2023-07-20
0