"Sayaka manis, jangan menangis lagi ya. Kakak akan membantumu menemukan mamamu deh ..." berulang kali Anezaki berusaha untuk membujuk Sayaka, dan selalu berusaha untuk menutupi separuh wajahnya yang mengalami luka bakar dengan rambut panjangnya.
Cukup lama Anezaki berusaha untuk membujuk gadis kecil itu, namun dia tidak segera berhenti menangis. Hingga akhirnya setelah 15 menit menangis Sayaka mulai terdiam ketika dia melihat sang mama yang rupanya sudah berada di pos keamanan untuk melaporkan putrinya yang telah menghilang.
"Mama ...." Sayaka berlari mendekati wanita paruh baya itu dan segera memeluknya dengan wajah berbinar.
"Sayang, kamu darimana saja? Mama sangat khawatir padamu. Mengapa tiba-tiba saja menghilang seperti itu?" celutuk wanita yang sebenarnya masih terlihat cantik dan modis itu.
"Maaf, Ma. Aku hanya ingin membeli permen dan malah tersesat. Tapi kakak itu sangat baik dan malah menolongku. Kakak itu membantuku mencari mama." ucap gadis kecil itu menengadahkan wajahnya menatap Anezaki.
Anezaki hanya tersenyum ramah dan membungkukkan badannya sedikit.
Namun bukanlah perlakuan yang baik dan layak, ataupun sebuah rasa terima kasih karena sudah menyelamatkan putrinya, wanita paruh baya itu justru memandang Anezaki dengan tatapan dingin, tajam dan sangat menusuk. Sangat terlihat jika dia sangat jijik dan tidak suka ketika melihat gadis remaja itu.
Hingga akhirnya wanita paruh baya itu malah menarik tangan Sayaka agar menjauh dari Anezaki.
"Siapa kamu?! Mengapa mendekati putriku!" ucapnya dengan nada tidak suka dan pemuh kewaspadaan.
"Eh? A-aku hanya ingin membantunya untuk bertemu dengan bibi saja kok." ucap Anezaki terbata karena mendapatkan tatapan tajam itu.
"Sayang! Jangan dekat-dekat dengan orang asing lagi! Terutama dengan dia! Dia sangat menyeramkan dan seperti monster. Jangan sampai kamu tertular oleh penyakit kulitnya, Sayang! Ayo segera pergi dari tempat ini!"
Ucap wanita paruh baya itu dengan kasar dan segera menarik tangan sang putri menjauh dari tempat ini.
Ada rasa kecewa dan sakit hati yang seketika dirasakan oleh Anezaki. Menyesakkan seperti biasanya. Namun begitulah hidupunya selama ini, selalu dipandang sampah dan layaknya seorang monster oleh hampir semua orang hanya karena kulit wajah dan beberapa bagian pada tubuhnya yang melepuh dan rusak karena luka bakar yang dia dapatkan di masa kecil.
Anezaki menyusuri taman kota dan terlihat sangat tidak bersemangat seperti biasanya, namun akhirnya dia memutuskan untuk segera pulang untuk beristirahat karenaßudah merasa lelah.
.
.
.
Seperti biasa di rumah dia hanya seorang diri. Karena ayahnya selalu pulang larut. Bahkan terkadang sampai tidak pulang karena tidak suka melihat sang putri yang selalu dianggap sebagai pembawa sial dan dan membuat pandangannya muak dan eneg.
Anezaki membersihkan diri lalu duduk di tepian pembaringannya. Dan tiba-tiba saja, dia kembali mendengarkan suara tanpa wujud itu.
[ Mission completed. Selamat, Nona Anezaki. Misi pertama telah berhasil dilakukan. Silakan nona mengambil sebuah permen sistem lagi untuk hadiah keberhasilan misi kali ini. ]
Terdengar suara Angela sang pemandu sistem yang diikuti oleh sebuah kepulan cahaya putih bercampur violet tepat di hadapan Anezaki. Dan permen-permen dengan bentuk lucu dan manis itu kembali terlihat di dalam cahaya itu.
Anezaki segera mengambil salah satu permen sistem itu dan memakannya seperti sebelumnya. Rasanya manis, asam dan seketika memberikan energi positif untuk tubuhnya.
[ Selamat, Nona. Nona mendapatkan permen sistem yang akan memulihkan energi tubuh nona sepenuhnya setelah tidur. Nona juga mendapatkan sebuah salep ajaib yang akan membuat kulit wajah serta tubuh nona halus, putih dan mulus. ]
Ucap Angela lalu kali ini diikuti oleh sebuah botol bening kecil dengan cream berwarna violet lembut dengan kemilauan pernak pernik di dalamnya. Indah sekali!
"Salep ajaib? Dan bisa membuatku cantik? Ta-tapi bagaimana dengan luka bakar pada wajah dan tubuhku ini? Apakah semua luka ini juga bisa sembuh dan memudar dengan salep ajaib ini, Angela?" tanya Anezaki penuh harap dan mulai meraih salep berwarna violet lembut dengan tekstur berkilauan itu dan menelisiknya dengan rasa kagum akan keindahannya.
[ Nona Anezaki benar sekali. Salep ajaib itu akan memudarkan luka bakar milik nona. Dan akan membuat nona cantik. Nona bisa mengaplikasikan dimanapun yang nona inginkan, dan hasilnya akan terlihat keesokan harinya. Selamat mencoba dan semoga nona Anezaki menyukai hadiah pemberian dari sistem. ]
Sahut Angela sang pemandu sistem membuat Anezaki mulai memiliki sebuah harapan kembali. Sebuah harapan untuk memiliki hidup yang normal dan wajar dengan kulit wajah dan tubuh yang sehat tanpa luka bakar
[ Nona, silakan nona memeriksa status terbaru nona terlebih dahulu. ]
Ucap Angela kembali membuat Anezaki bingung.
"Status? Bagaimana cara memeriksanya, Angela? Aku juga mau melihatnya, tapi dimana?" tanya Anezaki merajut alisnya menatap ke sekitar.
[ Baik, sistem akan segera menampilkan status milik nona. ]
DING ...
[ Menampilkan status dimulai. ]
Sahut Angela diikuti dengan suara notifikasi sistem dan beberapa berkas cahaya violet lembut menyilaukan yang mulai terlihat di hadapan Anezaki, hingga akhirnya mulai membentuk sebuah layar hologram dengan dasar violet lembut.
《《《《《 Beauty And Candy System 》》》》
Nama : Anezaki Mamori
Usia : 17 Tahun
Ras : Human
Kecantikan : 3
Kepintaran : 50
Kelincahan : 5
Spesial skill : -
Kharisma : 0
Poin sistem : 7
Poin kemampuan : 10
Kemampuan spesial : -
Dana : 1000 yen ( kira-kira 115.000 rupiah )
Misi : 2 ( belum dibuka )
Hadiah misi 1: 1 salep ajaib + 1 permen sistem + dana
Baterai kehidupan : 20 %
Sistem pemandu : Angela
《《《《 Beauty And Candy System 》》》》
Anezaki mengamati layar hologram berwarna violet lembut itu dan membacanya dengan teliti dan hati-hati. Sebenarnya dia cukup miris melihat statusnya yang bisa dikatakan memiliki poin yang masih cukup rendah. Namun dia juga terkejut karena tiba-tiba memiliki beberapa uang dari sistem.
"Baterai kehidupanku 20% ? Apa maksudnya, Angela? Apakah itu sisa umurku di dunia ini?" tanya Anezaki menerka-nerka dengan raut cemas karena mengira usianya tidak akan lama lagi di dunia ini.
[ Bukan, Nona. Baterai kehidupan adalah energi dan daya dari tubuh yang nona miliki saat ini. ]
Sahut Angela.
"Apakah itu bisa dikatakan seperti daya sebuah ponsel? Jika akan habis maka harus melakukan pengisian?"
[ Benar sekali, Nona. Untuk melakukan pengisian nona harus segera tidur dan beristirahat. Namun dengan sering mengkonsumsi permen sistem juga akan selalu menambah baterai kehidupan milik nona. ]
Sahut Angela menjelaskan.
Anezaki manggut-manggut meskipun sebenarnya menganggap hal ini cukup unik. Namun, dibandingkan dengan itu, dia lebih tidak sabar untuk segera menggunakan salep ajaibnya. Hingga akhirnya Anezaki mulai mengaplikasikan pada separuh wajahnya yang memiliki bekas luka bakar pada sisi sebelah kiri.
Tidak ada perubahan sama sekali, dia hanya merasakan rasa dingin dan harum yang meresap ke dalam kulit wajahnya. Lalu dia mulai mengoleskan pada beberapa bekas luka yang ada di tubuhnya, seperti tangan, dada atas, perut, paha, dan bagian-bagian lain yang memiliki luka bakar.
Karena sudah merasa mengantuk dan lelah, akhirnya Anezaki segera memutuskan untuk tidur dan beristirahat.
Malam bergulir menjadi pagi. Dan kini saatnya sang mentari menyinari dunia dengan cahaya hangatnya. Anezaki terbangun setelah mendengar alarmnya berbunyi.
Dia mematikannya dan bersiap untuk segera mandi dan pergi ke sekolah. Namun betapa terkejutnya dia ketika dia melewati cermin rias di dalam kamarnya. Dia berhenti dan kembali memeriksa cermin rias itu.
"Aaahhhhhhh ..." pekiknya cukup kuat menatap pantulan dari cermin itu dengan sepasang mata membulat sempurna.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 79 Episodes
Comments
𝓐𝔂⃝❥🍁●⑅⃝ᷟ◌ͩṠᷦụᷴfᷞi ⍣⃝కꫝ🎸❣️
dih bukan nya Terima kasih org udah selamatin anakmu malah mencemuh org , stress punya org , kaget anezaki liat wajah baru dia mungkin kan udah pake salep ajaib
2024-02-17
1
🍾⃝ͩᴢᷞᴜᷰɴᷡɪᷧᴀకꫝ 🎸🎻ଓε🅠🅛⒋ⷨ͢⚤
👀 apa lukanya sembuh semua tau gmn
2023-09-01
3
✤͙❁͙⃟͙Z͙S͙༻Asrita Sirnia
Dia benar - benar wanita yang sopan, hanya nasib masa lalunya saja yang kurang beruntung hingga jadi fatal sekarang
2023-08-10
2